KPU Kota Solok Sosialisasikan Pemilu 2019 Kepada Tokoh Masyarakat Kota Solok

Solok (MC Kota Solok ) РKomisi Pemilihan Umum (KPU)  Kota Solok melaksanakan sosialisasi tentang persiapan Pemilu tahun 2019. Hadir dalam acara ini Ketua dan Pengurus LKAAM Kota Solok, Ketua dan Pengurus Bundo Kanduang Se-Kota Solok, tokoh masyarakat angku-angku, ninik mamak, cadiak pandai, serta Kapolres Solok Kota beserta jajaran, bertempat di Masjid Lubuk Sikarah Kota Solok, Minggu (19/3).

Dalam pembukaan acara Ketua LKAAM H. Rusli Khatib Sulaiman menyampaikan bahwa LKAAM dan seluruh pengurus akan turut mendukung dan mengawal setiap tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pemilu 2019. Tekad dan semangat ini harus sejak awal secara bersama-sama dibangun oleh seluruh elemen masyarakat Kota Solok, sehingga agenda besar pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang di Kota Solok insya allah dapat terlaksana dengan aman, tertib dan lancar.

Selanjutnya Ketua KPU Kota Solok dalam paparan materinya mengawali dengan filosofi masyarakat minangkabau, dimana masyarakat Minangkabau memiliki filosofi bahwa “pemimpin itu orang yang ditinggikan seranting dan didahulukan selangkah” artinya seorang pemimpin haruslah dekat dengan masyarakat yang ia pimpin, dan seorang pemimpin harus siap untuk dikritik jika ia berbuat salah. Dalam konsep seperti ini, minangkabau tidak mengenal jenis pemimpin yang bersifat diktator dan ototaliter. Selain itu konsep budaya Minangkabau yang terdiri dari nagari-nagari sebagai sebuah wilayah otonom, memiliki kepala-kepala kaum yang merdeka. Mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama, serta dipandang sejajar di tengah-tengah masyarakat.
Dengan filosofi tersebut, maka Minangkabau banyak melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah di berbagai bidang, baik itu politik, ekonomi, kebudayaan, dan keagamaan. Sepanjang abad ke-20, etnis Minangkabau merupakan salah satu kelompok masyarakat di Indonesia yang paling banyak melahirkan pemimpin dan tokoh pelopor. Mereka antara lain : Tan Malaka, Mohammad Hatta, Yusof Ishak, Tuanku Abdul Rahman, Sutan Sjahrir, Agus Salim, Assaat, Hamka, Mohammad Natsir, Muhammad Yamin, Abdul Halim, dll.

Pemilu 2019 bakal menjadi sejarah baru demokrasi Indonesia. Sejak reformasi, pada 2019 untuk pertama kalinya masyarakat memilih Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) serta anggota DPR, DPD sampai DPRD Provinsi dan kabupaten/kota (Pemilihan Legislatif atau Pileg) secara serentak dan ini akan menjadi babak baru demokrasi sejak reformasi. Kita berharap tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 mendatang akan lebih tinggi dari Pemilu 2014 (Pileg 2014 75 %, Pilpres 2014 65 % dan Pilkada 2015 70,41 %). Dengan partisipasi yang tinggi, menunjukkan bahwa hasil Pemilu akan mendapatkan legitimasi dari masyarakat Kota Solok yang tinggi. Insya Allah Pemilu 2019 akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah. (ys).