Masyarakat Kota Solok Gelar Aksi Damai

Solok, (MC Kota Solok) – Masyarakat Kota Solok yang tergabung dalam wadah Forum Peduli Masyarakat  Solok (FPMS) kembali menggelar aksi unjuk rasa damai di Simpang Surya Pusat Kota Solok, Senin sore (5/6/17), sebelumnya Minggu malam (4/6/17) juga digelar aksi serupa seusai sholat Tarwih. Aksi kali ini cukup mendapat sambutan masyarakat diikuti ratusan warga Kota yang memadati jalan Utama Kota Solok turut serta Ketua DPRD Yutris Can, Wakil Ketua DPRD H.Irman Yefri Adang, Anggota DPRD Rahmadhani Kirana Putera, Herdiyulis, Nasril In Malintang Sutan,Nurnisma, Afdhal Yandi,  Ketua LKAAM H.Rusli Khatib Sulaiman, Ketua Bundo kandung Milda Murniati, Ketua MUI Drs.Afrizal Thaib, Ninik Mamak,Ormas, HMI, KNPI, LSM dan Organisasi pemuda lainnya.

Aksi yang mendapat dukungan masyarakat itu menuntut agar dr. Fiera Lovita menghentikan seluruh kicauannya di media elektronik yang seolah-olah Kota Solok tidak aman dan tidak ada persekusi dan intimidasi sebagai mana yang disampai dokter RSUD Solok tersebut.

Masyarakat Kota Solok telah bersusah payah membangun dan mewujudkan Kota Solok sebagai Kota Tujuan Wisata, namun karena ulah pemberitaan dimedia nasional, tergambar Kota Serambi Medinah ini tidak aman, akibatnya menurunkan minat orang untuk berkunjung ke Kota Solok. Masyarakat juga masih bertanya,” kata Yutris Can ketika menyampaikan orasinya, Apa yang terjadi, sebab di Kota Solok sendiri tidak ada kericuhan, yang heboh cuma di media, sementara Kapolres Solok Kota dan jajarannya berhasil membuat kondisi Kota Solok aman dan nyaman untuk disinggahi. Makanya kami masyarakat Kota Solok sangat menyayangkan perlu penjelasan sang Dokter kembali untuk menjernihkan suasana, sebab kami ingin nama Solok kembali dipulihkan,” tegas Yutris yang juga Ketua DPRD.

Aksi damai yang mendapat pengawal ketat aparat kepolisian itu dengan long march menuju Mapolresta Solok Kota yang diikuti ratusan elemen masyarakat sambil membawa puluhan pesan moral.

Sementara Irman Jefri Adang dalam orasinya sangat menyayangkan pernyataan Dokter Fiera Lovita, ulahnya kata Wakil Ketua DPRD semua mata tertuju ke Kota Solok seakan terjadi masalah besar, imbasnya terjadi penzaliman dan ketidakadilan terhadap Kota Solok oleh orang-orang tingkat pusat, sehingga terbangun opini Kota yang hanya dua kecamatan  ini tidak aman yang berakibat pengunjung takut. Sebagai Kota Perdagangan dan tujuan wisata akan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat,” tukuk Adang dihadapan ratusan masyarakat.(AR)

%d blogger menyukai ini: