PKL Datangi Komisi III DPRD Kota Solok

Solok (MC Kota Solok) – Pasca mendengar pengakuan dari belasan pedagang kaki lima yang terdapat di jalan lingkar Koto Panjang, maka Dewan menyarankan agar Pemerintah Kota Solok menunda dahulu wacana penggusuran pedagang tersebut. Sebelumnya Senin (7/3), rombongan para pedagang kaki lima (PKL) yang berdagang diseputaran jalan lingkar Koto Panjang mendatangi Gedung DPRD Kota Solok.

Rombongan PKL tersebut diterima langsung oleh Komisi III DPRD Kota Solok diantaranya Ketua Komisi III DPRD, Irman Yefri Adang,SH,MH, Wakil Ketua Komisi III, Hendra Saputra,SH, Sekretaris Komisi III, Ramadhani Kirana Putra,SE,MM, serta Anggota Komisi III lainnya seperti, Afdal Yandi, SP, Zulkarnain dan Yosri Martin. Maksud dari kedatangan para PKL yang dikoordinir, Jon Jariang (46) untuk menyampaikan keluhan dan penolakan terkait akan ditertibkannya para PKL dari lokasi tempat mereka biasa berdagang ke lokasi yang baru yaitu  berada dibelakang Pasar Semi Moderen. Sebagaimana di jelaskan oleh PKL, lokasi penampungan sekarang memiliki ukuran yang sangat kecil dan sangat terbatas untuk berdagang.

Setelah lama berdialog dan mendengar keluhan perwakilan para pedagang, Komisi III DPRD Kota Solok, melalui Ketua Komisi, Irman Yefri Adang, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Solok untuk dapat menunda penertiban dan penggusuran pedagang yang berjualan di jalan lingkar koto panjang. “Kami dari DPRD Kota Solok, khususnya Komisi III meminta kepada Pemko Solok untuk dapat menunda penertiban dan penggusuran para PKL tersebut, hingga ditemukan solusi yang terbaik bagi semua pihak, baik untuk para PKL maupun pemerintah,” imbuhnya, yang didukung oleh seluruh anggota Komisi III. Irman Yefri Adang, juga menegaskan, akan memanggil pihak Pemko Solok melalui dinas terkait untuk bisa mencari solusi terbaik agar tidak ada perselisihan antara pedagang dan pemerintah. (wahyu/stiv)

SMAN 2 Kota Solok Gelar Festival Band

Solok (MC Kota Solok) – Generasi muda SMA 2 Kota solok,sabtu ( 5/3) menggelar kegiatan festival band dengan tema ” enjoy your musik ( senangi musikmu ) “,kegiatan tersebut bertempat dihalaman SMA 2 Kota Solok. Kegiatan tersebut dihadiri oleh wakil walikota Solok,Reinier,ST,MM,ketua DPRD Kota Solok,Yutris Can,SE,ketua DPRD Kota Solok dan undangan lainnya.

wakil walikota Solok,Reinier,ST,MM dalam sambutannya menyatakan,Generasi muda merupakan insan yang penuh dengan ide, kreatifitas, inovasi dan tentu saja semangat muda yang harus terus didukung oleh Pemerintah Daerah Kota Solok dan mengapresiasi kegiatan yang bertujuan menghadirikan wahana bagi para generasi muda untuk terus berkarya dan berkreatifitas. Melalui festival band ini, wakil walikota solok,Reinier,ST,MM berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pembinaan dan unjuk bakat bagi masyarakat, khususnya pemuda, sekaligus membekali mereka dalam pengembangan minat, peningkatan wawasan, termasuk mencintai kesenian dan kebudayaan. Sebab, perkembangan mental dan psikologis generasi muda saat ini jauh lebih cepat dibandingkan era terdahulu. Begitu banyak informasi yang diperoleh menjadikan anak-anak kita jauh lebih kreatif dan memiliki daya inovatif yang tinggi pula. Keadaan ini harus kita syukuri dengan tetap mengontrol anak-anak terhadap perubahan zaman yang bisa merusak moral mereka. Orang tua, guru dan kita smeua tidak terlalu susah untuk mendorong mereka untuk maju, sebab mereka sudah punya modal untuk itu, kata Reinier,ST,MM.

Ketua DPRD Kota Solok,Yutris Can,SE yang juga merupakan Ketua Pemuda Pancasila Kota Solok,dalam sambutannya menjelaskan, dengan adanya kegiatan festival band ini perlu dilakukan pengawasan yang sifatnya bersahabat tanpa mengekang kreatifitas para generasi muda. Karenanya Yutris Can,SE menilai, even ini bertujuan memberikan ruang seluas-luasnya agar generasi muda terhindar dari bahaya narkoba. Jika mereka diberikan wadah, insya Allah tidak akan melenceng dari jalan yang seharusnya mereka lalui untuk menggapai masa depannya, ungkapnya. Kemudian Ketua DPRD Kota Solok mengajak semua untuk membantu generasi muda merancang masa depan yang cerah dan bebas dari narkoba, serta memiliki daya saing yang tinggi. Lalu dia juga berharap agar even ini rutin dilaksanakan agar semakin banyak ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreatifitasnya.ungkap Yutris Can,SE.(wahyu)

SMAN 2 Solok jadi duta UKS dan Perpustakaan

Solok (MC Kota Solok) – SMA N 2 Kota Solok ditetapkan sebagai duta Kota Solok dalam penilaian Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Perpustakaan untuk tingkat Sumatera Barat, SMA N 2 itu berhasil menyisihkan beberapa sekolah lainnya setelah dilakukan penilaian oleh tim. Kepala SMA N 2 Kota Solok Nurbaiti di sekolah setempat Senin mengatakan, berhasilnya SMA N 2 menyisihkan 7 SMA/SMK lainnya berkat peran serta semua pihak di sekolah mulai dari siswa, guru, komite dan guru pembina UKS dan Perpustakaan yang ikut mendorong terciptanya keinginan dalam penilaian.

Penilaian yang dilakukan tim gabungan dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Darah (SKPD) memang sangat mengagumi UKS yangditerapkan di sekolah, kebersihan di lingkungan dan ruangan sekolah memang sangat mendukung, bergitu juga tentang kedai-kedai makanan di lingkungan sekolah terkontrol dengan baik. Faktor itu sangat mendukung dalam penilaian, tidak hanya itu dalam mengatasi persoalan kesehatan siswa, peranan UKS sangat membantu sebagai langkah mencegahan maupun pengobatan awal sebelum dilanjutkan kejenjang berikutnya. Siswa yang mendapat gangguan kesehatan dapat ditangani di sekolah jika kondisi ringan.

Sebaliknya dibidang perpustakaan juga berdanpak sangat baik dalam memajukan kualitas pendidikan bagi siswa, perpustakaan yang dimiliki banyak dimanfaatkan siswa pada jam-jam istirahat sebagai bentuk memacu kualitas sumber daya manusianya. Berbagai koleksi buku disediakan di perpustakaan. Disamping sebagai duta Kota Solok ke tingkat Propinsi Sumatera Barat, SMA N 2 Kota Solok juga disiapkan dalam penilaian adiwiyata dimana sekolah haruslah memiliki sosok yang ramah lingkungan dan penataan sekolah dengan baik sehingga lingkungan bisa memberikan motifasi pada siswa melalui kenyamanan dan ketentraman. Melalui adiwiyata diharapkan siswa bisa betah di lingkungan sekolah karena suasana yang atsiri memberikan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Pada jam-jam istirahat, siswa tidak lagi keluyuran kesana kemari, melainkan bisa bermain di lingkungan yang punya pohon rindang. (Alfian)

Fasilitas Olah Raga Akan Jadi Perhatian Khusus Pemko

Solok (MC Kota Solok) -‎ Minimnya sarana dan prasarana olahraga yang ada di Kota Solok juga menjadi perhatian khusus bagi Pemerintaha Kota (Pemko) Solok. Apalagi Kota Solok juga menaruh harapan besar sebagai tuan rumah dalam perhelatan ivent olah raga bergengsi ditingkat provinsi Sumatara Barat.

“Sampai saat ini, Kota Solok belum memiliki Gelanggang Olahraga (GOR) yang representatif untuk mengembangkan dunia olahraga, pembangunan GOR tersebut juga akan menjadi perhatian kita melalui dinas terkait,” kata, Zul Elfian.

Diakui Zul Elfian, pemerintahan sebelumnya juga telah menganggarkan untuk pembangunan GOR namun masih terkendala dengan pengadaan tanah yang strategis dan tidak bermasalah untuk tempat pusat kegiatan olahraga tersebut.‎ Sehingga meski harapan masyarakat memiliki GOR bukan hal yang baru lagi, sejauh ini masih terkesan mimpi.

Rencana membangun GOR bagi Kota Solok sudah lama digadang-gadangkan. Namun rencana tersebut begitu sulit diujudkan dengan alasan lokasi pembangunan yang tidak kunjung didapat.

Memang langkah Pemko Solok dalam menetapkan lahan sebagai lokasi pembangunan GOR sangat hati-hati karena tidak ingin menuai masaalah secara hukum patut didukung. Apalagi terkait persoalan pembebasan tanah kerap menimbulkan persoalan yang nantinya justru merugikan daerah itu sendiri.

Namun demikian menurut Zul Elfian, setelah lokasi lahan untuk pembangunan GOR didaapat dan tidak ada persoalan, dalam waktu dekat pembangunan GOR akan dapat terlaksana. Apalagi lanjutnya ada keinginan besar masyarakat untuk menjadikan Kota Solok sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan ivent olah raga 2 tahunan antar Kota/Kabupaten di Sumatra Barat.

“Kita berkeinginan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Porprov sepperti daerah lain,” Tegasnya.(viko)

Zul Elfian: Pemko Solok komitmen dengan Pengelolaan sistim pemerintahan yang baik dan bersih

Solok (MC Kota Solok) – Lingkungan Pemerintahan Kota (Pemko) Solok sepertinya akan menjadi zona integritas bebas korupsi. Pengelolaan sistim pemerintahan yang baik dan bersih menjadi komitmen Walikota dan Wakil Walikota Solok, Zul Elfian dan Reinier dimasa kepemimpinannya.

Hal ini diungkap Walikota Solok, Zul Elfian terkait upayanya dalam menciptakan sistim pengelolaan pemerintahan yang baik dan bersih dilingkungan Pemko Solok. Dan pernyataan serta komitmen yang disampaikan Zul Elfian itu seakan menjadi sinyal bagi kalangan aparatur pemerintahan dilingkungan Pemko Solok untuk bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku terutama dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Para pejabat dan pegawai sebagai pelayan masyarakat yang bekerja di lingkungan pemerintahan Kota Solok, agar tidak melakukan praktek-praktek yang mengarah kepada tindak korupsi serta menyalahgunakan kewenangan yang ada pada diri mereka,” tegas Zul Elfian.

‎Meski yang disampaikan Zul Elfian terkait pengelolaan sistim pemerintah yang baik dan bersih bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat, namun demikian pernyataan tersebut seakan membawa harapan besar bagi masyarakat. Dan diharapkan apa yang disampaikan oleh Walikota Solok ini bukan sekedar pemanis bibir atau sikap latah pejabat untuk menarik perhatian masyarakat.

Bahkan Zul Elfian juga menegaskan, tidak ada pungutan yang dilakukan terhadap masyarakat yang tidak ada aturannya atau tidak jelas dasar hukumnya. Dan dengan adanya komitmen menjadikan lingkungan Pemko Solok sebagai zona integritas bebas korupsi, kedepan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan akan lebih baik.

‎”Dengan diterapkannya Zona Integritas Bebas Korupsi ini, nantinya tingkat kepercayaan masyarakat akan meningkat dan hal ini bisa menunjang keberhasilan program yang akan digulirkan oleh pemerintah,” Ujarnya.

Dijelaskan Zul Elfian, sebagai aparatur pemerintahan apalagi pejabat, dalam menjalankan tugasnya telah dibekali dengan berbagai fasilitas diluar pendapatan resmi. Sehingga lanjutnya tidak ada alasan bagi para pegawai atau pejabat harus mencaari sumber penghasilan lain yang tidak halal.

‎Dan atas dasar fasilitas yang diberikan oleh negara tersebut, setiap pegawai dan pejabat wajib melayani masyarakat dengan cepat, tepat dan terbaik sehingga masyarakat merasa nyaman untuk berurusan dengan birokrasi di pemerintahan Kota Solok. (eriviko)

Batik Khas Solok Butuh Modal Dan Pemasaran

Solok (MC Kota Solok) – Industri batik khas Solok yang terdapat di jalan Sapta Marga Kelurahan Kampung Jawa  di Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok  perlu perhatian serius. Hal itu dimaksudkan agar usaha tradisional yang digeluti oleh kelompok masyarakat itu terus berkembang dan bisa bersaing dengan daerah lain. terkait masalah tersebut salah satu anggota DPRD Kota Solok melakukan tinjauan lapangan ke sentra industri batik khas solok,Senin (29/2) Tujuannya, untuk mengetahui secara persis tentang kondisi yang selama ini dihadapi para pembatik khas solok dalam rangka memajukan industri batik khas solok.
Anggota DPRD Kota Solok yang sekaligus anggota Komisi III,Zulkarnain  mengatakan, Pemerintah Kota Solok perlu memberikan perhatian serius terhadap  industri batik khas Solok. Antara lain, dengan memberikan pembinaan, pendampingan serta membantu pemasaran ke dalam maupun luar daerah. Dengan upaya tersebut diharapkan kelompok Batik khas solok yang di beri nama  Mimi bisa semakin dikenal dan maju,selain itu Zulkarnain berharap dinas terkait seperti Dinas Koperasi dan Perdagangan agar berupaya untuk mengembangkan batik khas solok dengan melakukan studi banding ke Solo, Cirebon dan Pekalongan. Selain itu, pembinaan dilakukan secara rutin setiap ada kegiatan dan jika bisa aparatur sipil Negara dilingkungan
Pemerintah Kota Solok agar disarankan memakai baju batik buatan kelompok pembatik Mimi atau produk local Kota Solok sendiri,katanya.
Ketua Kelompok batik khas solok,Mimi mengatakan, Sebagai sebuah karya seni, batik telah diakui sebagai warisan budaya dunia. Batik tulis memiliki eksklusifitas tersendiri, sehingga harganya pun relatif tinggi. Dengan harga jual yang relatif tinggi itulah, perajin batik tulis mengalami kesulitan memasarkan hasil karya. Lemahnya jaringan perajin batik khas solok untuk mengakses pasar, serta rendahnya apresiasi sebagian masyarakat terhadap batik khas solok menjadi persoalan yang sampai saat ini masih belum terpecahkan. Untuk itulah, para perajin batik khas solok membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dalam bidang pemasaran. faktor pemasaran jadi kendala serius bagi kelompok batiknya. Akibatnya, para pembatik tidak bisa mengandalkan pendapatan hanya dari membatik.
Ketua Kelompok Batik Khas solok menambahkan, dalam seminggu kelompoknya hanya mampu memproduksi 9-10 kain. Harga bervariasi antara Rp 200.000 hingga Rp 400.000. Meski harga ini tergolong murah, tapi usaha para perajin ternyata tidak juga berkembang. Karena itulah, pekerjaan membatik hanya dilakukan disela-sela pekerjaan pokok mereka. Soal bahan baku dan permodalan, Ketua kelompok Batik Khas solok mengaku mengalami kendala yang berarti. Kelompok ini mengharapkan bantuan pinjaman lunak dari Pemerintah Daerah Kota Solok. Kami kelompok batik khas solok berharap Pemerintah Daerah Kota Solok bisa membantu soal pemasaran yang menjadi kendala pokok para perajin,” harapnya seraya menuturkan, batik milik kelompoknya memiliki empat motif diantaranya motif tungku tigo sajarangan,motif rumah gadang gajah maharam,motif burung belibis dan motif padi segama.(wahyu)