53 Mahasiswa FIP UNP Kursus di Kota Solok

Pembina Kwarcab Pramuka Kota Solok, Ali Musber, saat memberikan paparan
Pembina Kwarcab Pramuka Kota Solok, Ali Musber, saat memberikan paparan

Solok.(MC) – Sebanyak lima puluh tiga mahasiswa Bidik Misi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (FIP UNP) mengikuti pelatihan atau Kursus  Mahir Dasar (KMD) pramuka di Taman Pramuka Ampang Kualo Kota Solok, Minggu (23/8). Kedatangan rombongan Pramuka UNP dalam mengikuti pelatihan tersebut didampingi oleh wakil ketua Dekan III FIP UNP Drs. Syahril, M.Pd dan rombongan.

KMD pramuka tersebut diselenggarakan oleh Kwartib Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Solok, bekerja sama dengan UNP. Sesuai dengan agenda acara yang direncanakan oleh panitia pelaksana, kegiatan akan diselenggarakan selama tujuh hari ke depan, yakni mulai Ahad (23/8) sampai dengan Sabtu (29/8). Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis pembimbing ranting pramuka Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok Delfion dan acara dihadiri oleh antara lain, seluruh jajaran Kwarcab Pramuka Kota Solok dan peserta serta rombongan lainnya dari UNP.

Dalam kesempatan itu, Delfion mengatakan, gerakan pramuka adalah gerakan kepanduan Prajamuda  Karana, yang memberikan didikan dan pembinaan kepada kaum muda Indonesia, guna membangun mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual serta fisik anggota yang prima. Dan selain itu, dikatakannya, gerakan Pramuka juga merupakan suatu wadah pembinaan serta pendidikan yang bersifat menantang. “Gerakan pramuka memiliki fungsi tersendiri dan sangat strategis yang memiliki kontribusi positif terhadap pembangunan bangsa dan negara”, katanya.

Para Peserta Kursus KMD, tampak serius mendengarkan paparan dari pembina Pramuka
Para Peserta Kursus KMD, tampak serius mendengarkan paparan dari pembina Pramuka.

Lebih jauh dia meyampaikan, gerakan pramuka dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan dan berkelanjutan di setiap tingkatnya. “ Pendidikan pramuka tidak hanya mengajarkan  teori-teori yang ada,  melainkan juga dengan langsung melakukan praktek dengan cara melakukan simulasi serta wide game (learning by doing), sehingga peserta atau anggota langsung terlibat dalam permainan yang mengandung pendidikan”, paparnya.

Sementara itu, pada kesempatan lain, ketua pelaksana dari  Kwatir Ranting (Kwaran) Pramuka Tanjung Harapan Kota Solok, Ramadhianty mengatakan, sasaran pelatihan atau kursus pembinaan mahir tingkat dasar pramuka sangat perlu diberikan dan diketahui oleh para mahasiswa yang ada, sebab katanya, mahasiswa sebagai agent of change memiliki artian bahwasanya mahasiswa terbuka dengan segala perubahan  yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dan sekaligus akan menjadi subjek sekaligus objek dari perubahan itu sendiri, dengan arti lain mahasiswa adalah aktor dan sekaligus sutradara dalam sebuah pagelaran yang bertitelkan perubahan.

Maka dari pada itu, kata dia,  untuk membantu  dalam memenuhi perannya sebagai agent of change, iron stock, dan social control di tengah kehidupan masyarakat, mahasiswa sangat perlu dibekali atau diberikan pendidikan mahir dasar pramuka.

Disampaikannya,  pada kegiatan KMD, Korp Pelatih Kwatrir Cabang Pramuka Kota Solok tahun 2015 bertindak sebagai narasumber yang memberikan pelatihan atau kursus tersebut, sementara itu untuk anggaran atau pembiayaan yang ditimbulkan oleh kegiatan tersebut bersumber dari anggaran UNP.

Dia menambahkan, metoda yang akan digunakan dalam KMD antara lain adalah, penerapan prinsip prinsip dasar  metodik kepramukaan, yang dalam pelaksanannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan para pembina pramuka dan masyarakat. Selain itu, dalam penerapan sistem among, pembina pramuka harus memiliki tiga sikap laku: Ing Ngarso Sung (di depan memberi teladan ), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun kemauan) dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberikan kekuatan), imbuhnya mengakhiri. (gia)