Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan

Solok, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM membuka kegiatan Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan Kejuangan dan Keperintisan di Kota Solok, bertempat di Aula Bappeda Kota Solok, Kamis (29/11).

Turut hadir pada kesempatan itu, Kasdim 0309/ Solok Mayor Inf Supadi, Kepala Dinas Sosial Kota Solok Rosavella YD, legiun veteran Kota Solok dan ratusan masyarakat serta pelajar di Kota Solok.

Reinier dalam sambutannya mengatakan, “Sarasehan penanaman nilai-nilai kepahlawanan kejuangan Keperintisan adalah sebagai pembekalan terhadap generasi muda dengan cara mengenalkan lebih dalam akan sejarah perjuangan bangsa, yang sarat dengan suri tauladan dari para pahlawannya.

Dengan adanya sarasehan ini, diharapkan juga akan tertanam nilai-nilai keperintisan kejuangan kepahlawanan, serta merupakan salah satu upaya agar nilai-nilai kepahlawanan dapat dipahami dan dihayati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan sarasehan juga membuat kita akan senantiasa teringat dengan peristiwa heroik pada tanggal 10 November 1945, di mana seluruh elemen bangsa saat itu dengan semangat nasionalisme yang tinggi, berjuang mempertahankan kehormatan bangsa. Pengorbanan Jiwa raga dan harta benda yang telah dipersembahkan oleh semua golongan dan lapisan masyarakat bagi keinginan tertinggi suatu bangsa yaitu kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, pengorbanan para pahlawan kita tersebut sebaiknya senantiasa dihargai dan dikenang selama-lamanya, karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa jasa pahlawannya. Untuk mengenang jasa-jasa pahlawan tersebut, tidak hanya dikenal saja tapi harus dapat melanjutkan perjuangan nya dengan mengimplementasikan dan berdaya guna dalam mengatasi berbagai masalah bangsa seperti, kemiskinan, pengangguran keterlantaran, ketunaan sosial, korban bencana dan masalah-masalah sosial lainnya.

Tantangan besar para pahlawan di zaman dahulu yakni membebaskan bangsa dari penjajahan, namun saat ini tantangan yang dihadapi generasi penerus adalah membebaskan rakyat dari kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, serta belenggu lain yang menghambat perkembangan serta kemajuan bangsa.

“Generasi saat ini tujuannya adalah membangun kembali Indonesia yang bermartabat, maju dan sejahtera di atas landasan keadilan dan demokrasi,” sebut Reinier.

Untuk itu, dibutuhkan kemauan kuat serta partisipasi seluruh komponen termasuk Pemuda sehingga bangsa ini dapat lebih mandiri. Sarasehan penanaman nilai-nilai kepahlawanan perjuangan dan keperintisan ini merupakan salah satu bentuk komunikasi secara langsung melalui suatu forum pertemuan antara generasi pelaku pejuang dengan generasi sekarang. (dn)

Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Kota Solok Dinilai Tim Provinsi

Solok, (InfoPublikSolok) – Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto, SIP, MM menerima kedatangan Tim Penilai Provinsi Sumatera Barat dalam rangka Penilaian Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Keluarga Berencana (KB), dan Kesehatan Kota Solok Tahun 2018, Kamis, (29/11) bertempat di Kantor Camat Tanjung Harapan Kota Solok.

Hadir pada kesempatan itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Solok, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Solok M. Safni, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Delfianto, Perwakilan Ketua TP PKK Kota Solok Ny. Ria Rusdianto, Camat, Lurah serta Panitia Pelaksana Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes Solok.

Tim penilai Tingkat Provinsi Sumatera Barat diketuai oleh Khalidah, SE dengan membawa rombongan Dedi Agus Panto dari BKKBN Sumbar, Syamsu Aprizal dari Dinas Kesehatan Sumbar, dan Nelfrides dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (KB), Penduduk dan Pencatatan Sipil Sumbar

Ketua tim penilai Khalidah, SE mengatakan, penilaian ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu hamil, menurunkan angka kematian bayi, meningkatkan partisipasi generasi muda usia produktif dalam Bidang KB, serta mewujudkan lingkungan bersih dan sehat.

Kegiatan ini sudah berjalan selama 24 tahun, dan kegiatan ini apabila dipikul bersama-sama akan membuahkan hasil yang baik untuk seluruh masyarakat. Pada penilaian tahun ini titik fokusnya pada Kampung KB. Penilaian ini juga sekaligus sebagai evaluasi program Kampung KB yang telah dimulai pada tahun 2016 lalu.

“Tentunya kita harapkan program Kampung KB ini dapat meningkatkan semua output program, sehingga masyarakat dapat meningkat pula kesejahteraan dan kesehatannya,” ujar Khalidah.

Sejauh ini, Provinsi Sumatera Barat termasuk salah satu provinsi terbaik dalam pelaksaan kegiatan Kampung KB di Indonesia. “Mudah-mudahan pada tahun ini banyak nominasi nasional dari Provinsi Sumatera Barat, termasuk Kota Solok,” sebutnya.

Sementara itu, Sekda Kota Solok, Rusdianto mengucapkan selamat datang di Kecamatan Tanjung Harapan. Kesatuan gerak PKK KB Kesehatan ini merupakan suatu rangkaian keterpaduan dalam rangka menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia tanggal 26 September, dan Hari Kesehatan Nasional tanggal 12 November dan Hari Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan tanggal 27 Desember.

Pemberdayaan keluarga menjadi titik tolak dari tujuan akhir kegiatan ini, dimana kita bisa membuat masyarakat terbiasa untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat, membentuk perilaku hidup bersih dan sehat, mengendalikan jumlah kelahiran sehingga akan berdampak terhadap penurunan angka kematian ibu, mengurangi kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi keluarga serta menciptakan lingkungan kota yang sehat dan indah.

Lebih lanjut, Rusdianto menyebutkan, selama kegiatan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan ini dicapai peningkatan capaian peserta KB baru sebanyak 80%. Meningkatnya pelayanan kesehatan dengan tidak terjadinya kematian ibu, menurunnya angka kematian bayi, dan meningkatnya kesehatan lingkungan serta membatasi jumlah kelahiran melalui pembangunan berwawasan kependudukan.

“Sehingga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan peranan keluarga dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas,” tutup Rusdianto. (Dn)

Pengurus Anti Narkoba PPA Dilantik

Solok, (InfoPublikSolok) – Pelantikan pengurus Kelurahan bebas narkoba merupakan salah satu wujud nyata kita semua untuk melindungi generasi muda Kota Solok dari narkoba. Hal itu disampaikan Wakil Walikota Solok Reinier,ST,MM seusai melantik pengurus Kelurahan bebas narkoba, bertempat di Kantor Lurah Pasar Pandan Air Mati (PPA) Kota Solok, Rabu (28/11).
Hadir pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kesbangpol Kota Solok Fidliwendi Alfi, Camat Tanjung Harapan Zulkarnain, Lurah PPA Gusnifa Erianti, Kapolsek Solok Kota Anggara, Ketua LPMK, Ketua PKK, Ketua Pemuda serta masyarakat.
Reinier lebih jauh mengatakan, “Apabila kita berkaca dari persoalan narkoba yang ada selama ini, masih adanya terdapat permainan dari oknum-oknum tertentu. Untuk itu, kita sangat bangga terhadap komitmen nyata dari Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan yang telah mengirimkan Babinsa – Babinsa untuk turun langsung membantu pemberantasan narkoba di setiap Kelurahan di Kota Solok.”
Saat ini, secara keseluruhan seluruh Kelurahan yang ada di Kota Solok sudah memiliki pengurus kampung anti narkoba. ” Ini merupakan komitmen nyata kita bersama untuk memerangi narkoba. jika bukan kita, siapa lagi yang akan melindungi generasi muda dari jerat narkoba,” tambah Wawako.
Kita tentunya berharap, dengan adanya kelurahan anti narkoba, akan nampak manfaat nyata untuk memberantas narkoba, sehingga narkoba akan bisa hilang dari Kota Solok.
Reinier juga mengucapkan terimakasih kepada Camat, Lurah, RT, RW dan seluruh unsur masyarakat yang telah bekerjasama memberantas narkoba di Kota Solok. ” Pemerintah sangat terbantu dengan adanya Kelurahan anti narkoba ini. Kita harus melindungi generasi muda, karena para pemudalah yang akan menjadi harapan kita nantinya,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah PPA Gusnifa Erianti menyampaikan, pelaksanaan BBGRM di Kelurahan PPA tahun ini berdasarkan swadaya masyarakat sebesar 52%. ” Dengan persentase yang cukup tinggi ini, kita berharap Kelurahan PPA akan mendapatkan juara pada tahun ini, ” sebutnya.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama mensukseskan pemilu legislatif dan pemilu presiden serentak tahun 2019. Kegiatan dilanjutkan dengan peresmian posko Kelurahan Bebas Narkoba Kelurahan PPA. (Dn)

Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H

Solok, (InfoPublikSolok) – Dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, Pemerintah Kota Solok melaksanakan Tabligh Akbar dengan Mubaligh Drs.H. Abu Bakar Syarif, MA, bertempat di Masjid Lubuk Sikarah, Senin (19/11).

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Walikota Solok, Reinier, ST, MM, Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto, SIP, MM, Wakapolres Solok Kota Kompol. Sumintak, Ketua LKAAM Kota Solok H. Rusli Khatib Sulaiman, Ketua Bundo Kanduang Kota Solok Milda Murniati, seluruh kepala OPD, ASN, pelajar serta masyarakat.

Drs. H. Abu Bakar Syarif, MA dalam ceramahnya mengingatkan kembali apakah kita semua benar-benar telah mencintai Rasulullah Muhammad SAW. Adapun 7 (Tujuh) akhlak rasul yang selalu dilakukan siang dan malam yang hendaknya kita amalkan ialah membiasakan diri dalam keadaan berwudhu, membiasakan membaca Al Qur’an, perbanyak istighfar.

Selanjutnya, selalu shalat dalam masjid, membiasakan shalat Tahajjud di penghujung malam, selalu menjaga silaturrahim, serta banyak berinfak dan Bersedekah.

Sementara itu, Wawako Reinier dalam arahannya mengajak semua yang hadir dalam Tabligh Akbar agar dapat menyerap dan mengamalkan pesan dari ustad untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari ditengah masyarakat.

“Tabligh Akbar ini jangan hanya sebagai peringatan semata yang dilakukan setiap tahun, tapi mari kita jadikan Tabligh Akbar ini untuk melakukan perubahan dalam diri kita sendiri,” ujarnya. (dn)

Peringati Hari Anti Narkotika Nasional, BNK Kota Solok Gelar Jambore

Solok, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok Reinier,ST,MM yang juga ketua BNK Kota Solok membuka kegiatan Jambore Badan Narkotika Kota (BNK) Kota Solok dalam rangka peringatan Hari Anti Narkotika Nasional dibawah guyuran hujan lebat, bertempat di Taman Pramuka dan Pulau Belibis, Sabtu (17/11).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Subdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Ricky Yanuarfi, Forkopimda Kota Solok, Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto,SIP,MM, seluruh Kepala Perangkat Daerah dilingkungan Pemko Solok, Camat, Lurah, lapisan masyarakat, serta para pelajar.

Kepala Kantor Kesbangpol Kota Solok Fidliwendi Alfi dalam laporannya menyebutkan, Jambore adalah sarana penyebarluasan informasi akan bahaya narkoba. “Kegiatan ini menjadi ajang silaturrahmi dan sosialisasi bahaya narkoba kepada para pelajar dan perwakilan kelurahan, agar nantinya dapat diberitahukan di sekolah maupun lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Jambore kali ini diikuti oleh 450 orang peserta, yang merupakan utusan kelurahan sebanyak 11 orang peserta dari masing-masing kelurahan, dan 22 orang perwakilan pelajar dari Pesantren, SMA dan SMP se-Kota Solok. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dari tanggal17 s.d 18 November 2018 di Taman Pramuka dan Pulau Belibis Ampang Kualo Kota Solok. Kegiatan ini diisi dengan berbagaimacam kegiatan seperti penyuluhan, lomba pidato, lomba tenda bersih dan berbagai acara hiburan lainnya.

Reinier dalam sambutanya menegaskan, BNK Kota Solok akan menggelar jambore ini setiap tahun guna meningkatkan pengetahuan masyarakat akan bahaya narkoba serta mengurangi angka penyalahgunaan narkoba di Kota Solok. Pada kegiatan jambore ini juga dilaunching Kelurahan Anti Narkoba di Kota Solok.

“Kota Solok memiliki 13 kelurahan, dan semua kelurahan sudah siap dan memulai kepengurusan anti narkoba. Ini adalah langkah yang coba kita ambil untuk memberantas narkoba. Berdasarkan data yang diperoleh saat ini, angka persoalan dan permasalahan narkoba setiap tahunnya cenderung meningkat, bahkan para pelajar SMP dan SD ada yang sudah terkontaminasi ” ujar Reinier.

Saat ini disetiap kelurahan di Kota Solok memiliki 2 orang anggota Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Reinier mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mencegah narkoba dan jangan biarkan anak kemenakan kita tertangkap karena kasus narkoba.

“Dengan adanya P4GN ini, kita coba mengajak dan menghimbau masyarakat memberantas narkoba. Peran serta tokoh masyarakat agar terus mendukung BNK Kota Solok untuk pemberantasan narkoba. Jika ada keluarga yang terindikasi, mari kita laporkan kepada Kesbangpol Kota Solok dan BNK Kota Solok untuk segera di assesment. Apabila semua kita tetap acuh, maka mereka akan menjadi pemimpin yang tidak siap nantinya,” tegas Reinier.

Kepala Subdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Ricky Yanuarfi dalam penyuluhannya mengatakan, narkoba merupakan pemicu utama tindak kejahatan seperti pembunuhan, pemerkosaan, perampokan. Diperlukan gerak nyata dari kita bersama memberantas ini sebelum bertambah besar.

Ricky mengatakan, saat ini tak ada satupun instansi di Indonesia yang benar-benar bersih dari narkoba, semua instansi sudah terpengaruh narkoba. Sejauh ini, berdasarkan data yang diperoleh, BNN, Bea Cukai, TNI, Polri memberantas narkoba baru berhasil menumpas sebanyak 5 ton narkoba jenis Shabu di seluruh Indonesia, dari jumlah total Shabu yang beredar sebanyak 219 ton, berarti masih ada 214 ton lagi yang beredar di masyarakat. Sementara, peredaran narkoba jenis Ganja 190 ton beredar di indonesia, yang berhasil diungkap baru sekitar 15 ton.

“Setiap orang yang telah terpengaruh narkoba pasti masa depannya hilang. Untuk itulah, perlu pengawasan kita bersama, ibu/bapak di dalam keluarga jangan hanya diam. Jika keluarga terkena narkoba jangan dianggap aib, namun segera laporkan ke BNN untuk segera di assesment. Kunci utama pemberantasan narkoba adalah ibu dan bapak di dalam keluarga,” tutup Ricky.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama Pemko Solok, Kodim 0309/Solok, Polres Solok Kota, Kejaksaan Negeri Solok dan BNK Kota Solok bersama Forkopimda, Tokoh Masyarakat, Ormas, Pengurus Kampung Anti Narkoba Kelurahan, Pelajar dan seluruh lapisan masyarakat Kota Solok.

Adapun isi kesepakatan itu ialah menjauhkan diri kami, secara pribadi dan keluarga serta anak kemenakan dari penggunaan narkoba apapun. Akan melarang, menghalangi setiap indikasi penggunaan narkoba di Kota Solok. Serta melaporkan setiap kegiatan narkoba kepada yang berwajib, agar tidak meresahkan masyarakat. (dn)

Inovasi Daerah Kota Solok Dinilai Tim Litbang Kemendagri

Solok, (InfoPublikSolok) – Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto, SIP, MM secara resmi menyerahkan berkas inovasi Pemerintah Kota Solok kepada Drs. Asrori, Peneliti Utama Pusat LITBANG Inovasi Daerah pada Badan Penelitian dan Pengembangan, Pusat LITBANG Inovasi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, bertempat di Ruang Kerja Sekda Kota Solok, Rabu (14/11).
Turut mendampingi pada kesempatan itu, Asisten III Bidang Adminsitrasi Umum Setda Kota Solok Drs. Muhammad, M.Si, Sekretaris Balitbang Kota Solok, Afrizal, M.Eng serta Sekretaris Dinas Kominfo Kota Solok, Lusya Adelina, SE. MM.
Berkas inovasi yang diserahkan tersebut merupakan rangkaian penilaian guna meraih Inovative Goverment Award (IGA) dari Kemendagri. Kota Solok berhasil masuk nominasi 10 besar penilaian nasional. Dari 10 besar tersebut, Provinsi Sumatera Barat berhasil mengirimkan 4 perwakilannya, yakni Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Pemerintah Kabupaten Agam serta Pemerintah Kota Solok.
Sekretaris Daerah Rusdianto dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di Kota Solok kepada Drs. Asrori. Rusdianto juga meminta maaf, pada saat bersamaan Walikota Solok H. Zul Elfian dan Wakil Walikota Solok Reinier sedang ada tugas di luar daerah. Namun, berhalangan hadirnya pimpinan daerah saat penyerahan berkas inovasi tersebut, tidak mengurangi sedikitpun keinginan Pemerintah Kota Solok terus melakukan inovasi.  “Bahkan, Wako H. Zul Elfian sangat mendorong setiap Organisasi Pemerintahan Daerah untuk terus melahirkan inovasi-inovasi guna percepatan realisasi kerja pemerintahan,” tegas Rusdianto.
Seusai penyerahan berkas, Drs. Asrori berkesempatan meninjau langsung sampel empat buat sampet inovasi ke OPD yang telah menjalankan inovasi dengan baik. Keempat inovasi tersebut adalah e-goverment pada Dinas Kominfo Kota Solok, Aplikasi Anak Denai pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok, selanjutnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Solok dengan aplikasi Langkok, serta inovasi PSC 119 Smash Care pada Dinas Kesehatan Kota Solok.
Aplikasi Anak Denai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok ialah Antar buku, kemudian menarik dan menggulirkan kepada masyarakat lain. Aplikasi ini sudah dilakukan di 4 kelurahan Kampung Jawa, Nan Balimo, VI Suku, Tanah Garam.
Proses kegiatan ini, kelurahan menunjuk satu orang kader per RT untuk menggulirkan buku, satu RT terdiri dari 24 KK dengan buku yang digulirkan selama 15 hari kemudian dan digulirkan lagi. Setiap rumah KK yang mengikuti program ini sudah ditempeli dengan stiker.
Sementara itu, Disdukcapil Kota Solok dengan aplikasi Langkok (Lahir-Pulang-OK). Aplikasi ini ialah Penerbitan kartu keluarga, akta kelahiran dan kartu identitas anak. Aplikasi ini melalui kerjasama dengan beberapa rumah sakit dan klinik bersalin, yakni RSUD Solok, Rumah Sakit Bersalin Yasmin, Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Bunda, Rumah Sakit Ibu dan Anak Ananda, Bidan Praktek Mandiri En Djalin, Bidan Paktek Mandiri Roza.
Selanjutnya, Dinas Kesehatan Kota Solok dengan aplikasi andalan PSC 119 Smash Care. Aplikasi ini sudah mendapatkan apresiasi luar biasa dan sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Kota Solok yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat. Pasien tinggal menelpon ke 119 dengan bebas pulsa, Dinas Kesehatan langsung menindaklanjuti dengan memberikan informasi kepada Puskesmas terdekat dengan lokasi pasien. Paling lama 10 menit, mobil ambulance Puskesmas beserta tenaga kesehatan akan segera memberikan pertolongan kepada pasien. (dn)

BATAN Bantu Tingkatkan Produksi Beras Solok Varietas Anak Daro

Solok, (InfoPublikSolok) – “Semoga dengan MoU bersama Kota Solok ini dapat meningkatkan varietas beras Solok Anak Daro”, demikian hal yang diucapkan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto pada sambutannya pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Solok serta sosialisasi pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan nuklir untuk kesejahteraan masyarakat, bertempat di Balairung 99 Rumah Dinas Walikota Solok,  Jum’at (9/11).

Turut hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto, SIP. MM, Asisten, Staf Ahli, seluruh kepala Perangkat Daerah, Bundo Kanduang Kota Solok Milda Murniati, serta Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Solok.

Kepala Dinas Pertanian Kota Solok Ir. Ikhvan Marosa dalam laporannya menyebutkan, MoU yang ditandatangani kali ini berdasarkan keinginan Pemerintah Daerah Kota Solok, untuk melakukan rekayasa genetika varietas lokal Beras Solok Anak Daro.

Salah satu sifat beras anak daro memiliki kelemahan yakni umur panen yang panjang yakni 140 hari, serta mudah terserang penyakit, tambah Kadis Pertanian. Dengan adanya MoU dengan BATAN ini, diharapkan akan didapatkan varietas Beras Solok Anak Daro yang umur produksi dalam waktu rendah, tahan berbagai penyakit serta memiliki produksi tinggi,” tutup irvan marosa.

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto dalam sambutannya juga menceritakan bahwa, saat ini BATAN memilik 2.346 pegawai dan berada langsung dibawah komando Presiden, serta koordinasi dengan Kemeristekdikti. Adapun komoditas utama BATAN saat ini ialah produksi pangan, dan saat ini Batan memilik reaktor nuklir di 3 kota, yakni Yogyakarta, Serpong, dan Bandung. Reaktor Nuklir tersebut berguna untuk menghasilkan obat-obat kesehatan.

Lebih lanjut Djarot menjelaskan, sebelumnya BATAN telah melakukan penandatanganan MoU dengan Pemprov Sumbar supaya produksi Rendang agar dapat bertahan lama masa kadaluarsanya. Semoga dengan Mou bersama Kota Solok ini dapat meningkatkan varietas beras Solok Anak Daro,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Solok H. Zul Elfian mengucapkan rasa terimakasih atas kedatangan kepala BATAN ke Kota Solok guna menandatangani MoU ini. “Dengan adanya Mou ini, kita Pemerintah Kota Solok akan semakin mudah mendapatkan bimbingan dari BATAN. Baik itu dibidang pangan, kesehatan dan lainnya,” ujar Wako.

Zul Elfian meneruskan, kita sangat membutuhkan MoU dengan BATAN ini, karena Kota Solok merupakan lumbung inovasi daerah di Sumatera Barat. Perangkat Daerah selalu berinovasi guna kesejahteraan masyarakat. Saat ini, lahan sawah seluas 800 ha tidak boleh berkurang. Dengan adanyanya bimbingan dari BATAN, produksi Beras Solok Anak Daro akan lebih meningkat, masa panen lebih singkat dan tahan dari berbagai penyakit.

Selanjutnya, Wako mengingatkan para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Solok agar selalu memikirkan inovasi-inovasi apa saja yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah ini. (dn)

Direktur Litbang Kemenristekdikti Tinjau Petani Minyak Atsiri Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Keseriusan Pemerintah Kota Solok memproduksi Minyak Atsiri yang berasal dari olahan Serai Wangi mendapatkan perhatian dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti RI.

Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti, Kemal Prihatman mengunjungi Kota Solok guna melihat langsung perkembangan olahan Minyak Atsiri.

Kedatangan Kemal Prihatman bersama Kepala Subditektorat Penelitian dan Pengembangan Daerah, Rosmaniar Dini diterima langsung oleh Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM, didampingi Asisten III, Drs. Muhammad, Kepala Balitbang Kota Solok Ir. Raflis, serta para petani Minyak Atsiri, bertempat di Ruang Rapat Walikota, Kamis (8/11).

Reinier dalam sambutannya mengatakan, seluruh unsur terkait di Kota Solok harus memanfatkan pendampingan dari Litbang Kemenristekdikti secara tepat, guna menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat petani Serai Wangi. “Kita inginkan bagaimana kedepannya orang tak hanya mengenal Beras Solok, namun juga minyak atsiri asal Kota Solok,” sebut Reinier.

Saat ini, guna meningkatan produksi Minyak Atsiri, Kota Solok sudah melakukan sinergi antara beberapa OPD, yakni Litbang, Bappeda, Dinas Pertanian, serta Dinas Pariwisata

Kemal Prihatman dalam paparanya menjelaskan, saat ini Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti sudah mendampingi 106 lembaga litbang di seluruh Indonesia. Lembaga Litbang daerah yang akan mendapatkan pendampingan apabila semakin banyak bisa mensinergikan antara OPD terkait. “Jika makin banyak sinergi antara OPD, maka kemungkinan akan bisa kami dampingi makin tinggi,” sebutnya.

Untuk meningkatkan produksi minyak atsiri, harus memikirkan 3 hal utama, yakni masalah branding, keunikan serta indikasi geografis. Dalam masalah branding, minyak atsiri Kota Solok harus bisa meyakinkan barangnya sebagai yang terbaik, bagus, dan bersifat nasional maupun go internasional.

“Selanjutnya, jika Kota Solok ingin minyak atsiri go internasional, kami mempunyai fasilitasnya. Dengan catatan barang yang dihasilkan harus unik. “Selama satu tahun, minyak atsiri Kota Solok akan diteliti serta kami dampingi. mudahan-mudahan minyak atsiri Kota Solok bisa go internasional,” ungkapnya.

Pada Bulan Januari 2019 nanti Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti akan menerima proposal dari lembaga penelitian, kemudian nantinya akan dipilih 2 lembaga dengan hasil terbaik yang akan dibawa go internasional.

Oleh karena itu, Kemal mengharapkan agar program minyak atsiri di Kota Solok ini akan berkelanjutan, jangan hanya program sebentar yang hanya 1 atau 2 tahun saja. “Jika ada kendala di lapangan, saya beserta seluruh anggota lembaga penelitian dan pengembangan Kemenriatekdikti sangat terbuka untuk menyelesaikan apapun masalah yang ada. Kami siap mensinergikan seluruh kegiatan yang ada guna menyukseskan Minyak Atsiri Kota Solok,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan guna melihat langsung proses pengolahan minyak atsiri oleh para petani di Kota Solok tersebut. (dn)

Liga 3 PSSI Regional Sumatera: Tim Solok FC Menang Tipis Atas Medan Utama FC

Padang, (InfoPublikSolok) – Tim Solok FC ‘Pandeka Gunuang Talang’ berhasil menundukkan tamunya Medan Utama FC dengan skor tipis 2-1, pada leg pertama lanjutan pertandingan putaran pendahuluan nasional Liga 3 PSSI, pertandingan digelar di Stadion H. Agus Salim, Kota Padang, Selasa (6/11).

Tim Solok FC pada laga sore itu mendapatkan dukungan langsung dari Walikota Solok, H. Zul Elfian, CEO Solok FC Verry Mulyadi, serta ratusan suporter Solok FC yang turut hadir mendukung perjuangan Solok FC.

Pada laga yang berjalan sengit tersebut, Solok FC sudah unggul 1-0 pada menit 17’ melalui tendangan bebas Febriansyah Ramadahan. Skor 1-0 bertahan sampai berakhir babak pertama. Babak kedua, Medan Utama FC mengambil kendali permainan. Hasilnya, usaha keras Medan Utama FC berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit 85′ melalui sepakan Faisal Ramadoni memanfaatkan kelengahan pertahanan Solok FC.

Setelah kebobolan tersebut, Solok FC pun terbangun dan kembali mengambil alih permainan untuk mengejar kemenangan. Pergantian jitu pelatih Robi Mariandi memasukkan penyerang pengganti Diva Firdaus dan Zaki Hardi Sandi membuahkan hasil. Menjelang akhir laga, tepatnya menit pada 90′ pemain jangkung Diva Firdaus mengaburkan pandangan penjaga gawang Medan Utama FC yang kaget dengan sepakan jarak jauh Zaki Hari Sandi melesat mulus ke jalanya. Skor 2-1 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Seusai pertandingan, Walikota Solok H. Zul Elfian mengungkapkan rasa bangganya dengan keberadaan tim Solok FC ini. Zul Elfian juga terlihat sangat sering menonton langsung ke stadion mendampingi tim ‘Pandeka Gunuang Talang’ berlaga dalam perjuangannya untuk promosi ke Liga 2.

Zul Elfian mempunyai keinginan, Solok FC akan terus solid dan bisa melangkah jauh di Liga 3 PSSI. Selanjutnya bisa promosi ke Liga 2, dan nantinya dapat berlaga di Liga 1, kasta tertinggi sepakbola nasional.

”Mudah-mudahan Solok FC tidak sekedar menjadi kebanggaan bagi warga Solok, tapi juga kebanggaan warga Sumatera Barat dan dapat menjadi tim yang cukup dikenal di tingkat nasional,” pungkas Zul Elfian.

Sementara itu, Manajer tim Solok FC, Hendra Faizon mengungkapkan langkah krusial akan dilakoni Solok FC guna mengambil satu jatah dari dua slot wakil regional Sumatera untuk Babak Nasional. “Dalam mencapai target lolos ke Babak Nasional, Selangkah demi selangkah kita lalui dan sekarang tersisa satu pertandingan lagi melawan Medan Utama FC di final regional Sumatera 1,” ujarnya.

Pada leg kedua nanti, Solok FC akan bertamu ke kandang Medan Utama FC. Laga akan dilaksanakan pada tanggal 13 November 2018 di Stadion Teladan Medan untuk memastikan salah satu tiket ke putaran nasional, mewakili regional sumatera mendampingi pemenang laga antara AS Abadi FC Pekanbaru vs PS Bangka Selatan.

Jika berhasil lolos, Solok FC akan berlaga pada putaran nasional 32 besar Liga 3 PSSI. Nantinya Solok FC akan tergabung dalam Grup B, satu grup dengan PSCS Cilacap, PSBL Langsa, serta pemenang pertandingan antara PSID Jombang dengan PS Kota Pahlawan. (dn)

Wawako Solok Berikan Presentasi Dalam Penilaian APE Nasional

Padang, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok Reinier,ST,MM secara langsung memberikan presentasi dalam rangka Penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Nasional Tahun 2018, bertempat di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kota Padang, Kamis (1/11).

Hadir mendampingi Kepala Bappeda, Jonedi, Kepala Dinas PPPA, Delfianto, Inspektur, Irawadi, Kepala Dinas Sosial, Rosavella YD, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Dedi Asmar, Kepala Balitbang, Raflis, Kepala Disdukcapil, Syaiful Rustam, unsur perguruan tinggi, lembaga masyarakat dan dunia usaha, serta seluruh kelompok kerja Pengarusutamaan Gender (PUG).

Reinier melakukan presentasi dihadapan tim verifikasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yakni Bambang Wiranto, Krisdianto, dan dua orang lainnya.

Materi presentasi yang disampaikan oleh Reinier ialah profil Kota Solok, Visi Misi, Prioritas Pembangunan Daerah, Isu-Isu Pembangunan, Pelaksanaan Pembangunan PUG terkait permasalahan, solusi dan inovasi.

Indikator Penilaian APE 2018 disebutkan dalam 7 prasyarat pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) Pemberdayaan. Komitmen, adanya komitmen dan kemauan politik dari pembuat kebijakan publik. Kebijakan, adanya kerangka kebijakan sebagai wujud komitmen pemerintah yang ditujukan bagi perwujudan kesetaraan gender di berbagai bidang pembangunan. Kelembagaan, adanya struktur dan mekanisme pemerintah yang mendukung pelaksanaan PUG.

Selanjutnya, Sumber Daya Manusia dan Anggaran. Adanya Sumber daya yang memadai yaitu sumber daya manusia yang memiliki kepekaan, pengetahuan dan keterampilan analisis gender, serta sumber dana yang memadai untuk pelaksanaan PUG dan anggaran program/kegiatan yang dialokasikan untuk merespon kesenjangan gender (ARG).

Data Gender, yakni adanya sistem informasi dan data terpilah menurut jenis kelamin, usia, wilayah dan ketegori lain yang mendukung. Instrumen/tool, yakni adanya alat analisis, modul dan panduan. Peran Serta Masyarakat, yaitu adanya dukungan dari perguruan tinggi, lembaga masyarakat dan dunia usaha kepada pemerintah dalam pelaksanaan PUG.

Anugerah Parahita Ekapraya (APE) ini merupakan penghargaan yang diberikan sekali dua tahun oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dinilai telah berkomitmen dalam pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

APE terbagi dalam 3 kategori, yakni Pratama, Madya, Utama dan Mentor. Tahun 2018, ada 10 daerah Kabupaten/ Kota yang akan diverifikasi data penilaian APE 2018. Daerah itu yaitu Kota Solok, Kota Padang, Kota Sawahlunto, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Tanah Datar.

Adapun Teknis penilaian APE 2018 wajib menghadirkan Kepala OPD yang tergabung dalam Tim Penggerak/ Driver PPRG (Bappeda, DPPPA, BKD, Inspektorat), Kepala OPD lain yang berfungsi sebagai Champion/ pelaksana utama prioritas pembangunan, lembaga lain diluar pemerintah seperti lembaga masyarakat, perguruan tinggi dan dunia usaha. Waktu pemaparan 15 menit dan waktu tanya jawab 45 menit. (dn)