Pembalap TdS Jelajahi Kota Solok Sebelum ke Payakumbuh

Solok, (InfoPublikSolok) – Sebanyak 83 Pembalap tersisa peserta Tour de Singkarak (TdS) 2018 pada Etape 6 melewati beberapa tempat di Kota Solok setelah dilakukan prosesi pengibaran bendera start oleh Walikota Solok, Zul Elfian, didampingi Wakil Walikota Solok, Reinier, Jumat (9/11) siang, menuju garis finish di Ngalau Indah, Payakumbuh.

Para pembalap melewati rute Lapangan Merdeka – Pasar Raya – Simpang Muhammadiyah Pandan – Kampung Baru – Simpang Sawah Sianik – Kampung Jawa – Arena Pacuan Kuda Ampang Kualo – Obyek Wista Pulau Belibis – Gurun Bagan – Simpang Sigege – Kodim – Simpang Ambacang – Kembali ke Lapangan Merdeka. Terpantau rute city tour ini disambut antusias masyarakat di sepajang jalan melewati rute yang baru pertama dilakukan untuk etape Kota Solok sepanjang gelaran 10 tahun TdS.

Setelah kembali melintasi garis start Lapangan Merdeka, rombongan pembalap melewati Polres Solok Kota, Tanah Garam, Dermaga Singkarak, Ombilin, Batu Sangkar, Sungai Tarab, Tabek Patah, Simpang Piladang, Polres Payakumbuh, Pasar Payakumbuh, Lampasi dan finis di Ngalau Indah, Payakumbuh.

Etape 6 adalah etape terpendek diantara 8 etape pada TdS 2018 dengan jarak tempuh 105 km. Etape ini memiliki dua titik sprint di Singkarak (KM 16,1) dan Batu Piladang (KM 81,1) serta dua titik tanjakan King of Mountain di Ombilin (KM 35,1/ 463 mdpl) dan Tabek Patah (km 61,7/ 985 mdpl).

Sepanjang perjalanan Etape 6 para pembalap akan disuguhi pemandangan Pulau Belibis, Sawah Solok, Danau Singkarak, Persawahan berjenjang memasuki Kabupaten Tanah Datar dan Lima Puluh Kota.

Race Director Tour de Singkarak 2018, Jamaluddin Mahmood dalam keterangannya menyebutkan, Etape ke 6 memiliki kondisi lintasan yang cukup baik. Jamal menilai, Kondisi lintasan yang cukup mulus, bervariasi dan dibalut dengan keindahan alam, terutama Danau Singkarak, membuat rute ini menjadi salah satu rute terbaik. “Untuk kondisi jalan, tidak ada persoalan apapun. Bisa dikatakan rute ini, merupakan rute yang memiliki kondisi jalan yang cukup bagus,” ungkap Jamal.

Sebelumnya, Walikota Solok, Zul Elfian dalam sambutan singkat menjelang pelepasan pembalap mengucapkan selamat datang di Kota Solok kepada seluruh rombongan Tour de Singkarak 2018, seluruh pembalap dan offisial, panita, EO serta media baik lokal maupun mancanegara.

Sebagai salah satu lokasi start, kota solok telah sedari jauh hari mempersiapkan agar pelaksanaan TdS di Kota Solok berjalan lancar dan sukses serta dapat menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat kota Solok dengan kehadiran pembalap-pembalap internasional di berbagai lokasi di Kota Solok, tutup Zul Elfian. (re)

Ribuan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Lapangan Merdeka

Solok, (InfoPublikSolok) – Ribuan Masyarakat Kota Solok dan sekitarnya tumpah berkumpul di Lapangan Merdeka Kota Solok menghadiri Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad, Lc. MA yang fenomenal di media youtube dan televisi, Kamis (18/10) pagi.

Tabligh Akbar di Lapangan Merdeka merupakan jadwal terakhir Ustadz Abdul Somad (UAS) di Kota dan Kabupaten Solok, Sebelumnya, Ustadz Somad mengisi kajian bakda Subuh di Masjid Agung Al-Muhsinin juga dipadati oleh ribuan ummat melebihi kapasitas Masjid Agung.

Meski digelar pada siang hari bertepatan dengan jam kerja, terpantau antusias dan semangat ummat untuk mendengarkan langsung tausiah Kajian Dhuha ustadz kondang asal Pekanbaru yang untuk pertama kalinya memberikan kajian di kota Solok ini. Jamaah dari berbagai tempat dan kalangan sudah berbondong-bondong datang sejak pagi. Tribun dan lapangan sudah terisi penuh sejak pagi, bahkan jamaah juga memenuhi jalan-jalan sekitar lapangan.

Ustadz Abdul Somad datang sekitar pukul 09.00 WIB bersama rombongan Walikota, Wakil Walikota, Ketua DPRD, Ketua KNPI dan jajaran pejabat Pemko Solok. Kedatangan UAS disambut meriah oleh masyarakat yang sudah tidak sabar meski di tengah terik matahari. Turut hadir Walikota Padang Panjang, Kapolres Padang Panjang serta Ketua KNPI Sumatera Barat.

Tausiah diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Dalam penekanannya, UAS kembali mengajak masyarakat Solok untuk kembali belajar dari filosofi hidup padi yang menjadi ciri khas daerah Solok.

Proses yang panjang dari menanam padi hingga panen juga mengisyaratkan bagaimana memelihara anak kemenakan dari berbagai rayuan dan ancaman kenakalan remaja. “Mari jaga anak kemenakan kita dari ancaman narkoba, kenakalan remaja, pergaulan bebas dan hal-hal yang menjerumuskan,” ajak Abdul Somad.

UAS juga mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta menghindari perpecahan mengahadapi Pemilu serentak. Lebih cerdas memilih pemimpin dan wakil di legislatif. Pemimpin yang peduli dengan agama dan cinta ulama.

Setelah satu jam memberikan tausiah, UAS menutup tabligh Akbar dengan menjawab pertanyaan Jamaah dilanjutkan doa bersama. Kedatangan UAS ke Kota Solok turut difasilitasi oleh Yayasan Gemar Sedekah Solok (YGSS) bersama KNPI Kota Solok dan Pemerintah Kota Solok.

Setelah berdakwah selama dua hari di beberapa tempat kawasan Kabupaten dan Kota Solok, Ustadz Abdul Somad bersama tim langsung kembali ke Pekanbaru, Riau pada Kamis siang. (re)

Badan Publik Wajib Berikan Akses Informasi Kepada Masyarakat

Solok, (info Publik Solok) – Di era Keterbukaan informasi saat ini, Pemerintah wajib memberikan akses sepenuhnya akan informasi dan dokumentasi, baik bagi perseorangan maupun lembaga publik dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan sosialisasi bagi PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) dengan menghadirkan dua orang Narasumber dari pusat yang mengupas tentang pengelolaan dan regulasi terkait PPID di Kota Solok. Kegiatan sosialisasi dengan tema ‘Keterbukaan Informasi di Era Digital’ ini dibuka secara langsung oleh Walikota Solok, Zul Elfian, bertempat di Gedung Kubuang Tigo Baleh, Rabu (17/10).

Narasumber yang dihadirkan untuk menyajikan materi adalah Prof. Dr. Henri Subiakto, SH. MA, Staf Ahli Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Hendra J. Kede, ST. MH, Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Zulfadli, SH. M.Si menyebutkan, kegiatan sosialisasi diikuti oleh 100 orang peserta, diantaranya PPID Utama dan PPID Pembantu beserta Admin di setiap Perangkat Daerah, LKAAM, KAN, Bundo Kanduang, Tokoh Masyarakat, Lurah/ LPMK se Kota Solok serta masyarakat umum.

“Keterbukaan Informasi Publik perlu untuk diinternalisasikan melalui PPID dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, sejalan dengan visi dan misi Kota Solok mewujudkan pemerintahan yang lebih baik dan bersih (good & clean government),” kata Walikota Solok, Zul Elfian mengawali sambutan ketika membuka acara.

“Kota Solok menyampaikan terima kasih kepada Bapak Narasumber dari Kementerian Kominfo RI dan Komisi Informasi Pusat atas kesediaannya hadir dalam rangka memberikan pencerahan dan wawasan serta untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya keterbukaan Informasi Publik bagi pengelola PPID khususnya dan masyarakat Kota Solok umumnya,” tutur Walikota.

Narasumber Prof. Dr. Henri Subiakto, SH. MA menyampaikan materi terkait regulasi PPID. Ia menjelaskan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 lahir untuk menciptakan sistem informasi yang bisa melayani publik dengan baik, untuk melindungi hak-hak publik, maupun untuk melindungi para pejabat melalui payung hukum keterbukaan informasi.

“Undang-Undang 14/2008 tentang KIP adalah upaya besar ‘membuka’ culture of secrecy (budaya ketertutupan, red). Penyelewengan dan korupsi menjadi lebih aman ketika masih ada budaya ketertutupan di masyarakat dan Negara yang menyebabkan inefisiensi anggaran, dengan adanya keterbukaan informasi, masyarakat dimungkinkan untuk melakukan kritisi terhadap anggaran daerah,” terang Guru Besar FISIP Universitas Airlangga ini.

Prof. Henri menegaskan, ciri negara modern adalah adanya budaya dokumentasi data, informasi dan kearsipan yang baik, tersedianya sistem informasi yang memudahkan publik untuk mengakses informasi.

“Kewajiban dari Badan Publik adalah menyediakan dan memberikan Informasi Publik dengan membangun dan mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi secara baik dan efisien serta menetapkan dan memuthakirkan secara berkala Informasi Publik yang dikelola, selanjutnya menunjuk dan mengangkat PPID untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta wewenangnya,” jelasnya.

Selanjutnya, Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat, Hendra J. Kede, ST. MH menjelaskan, Badan Publik tersebut adalah seluruh lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif dan badan lain yang tupoksinya berkaitan dengan penyelenggaraan negara yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari anggaran APBN/ APBD, atau organisasi non pemerintah sepanjang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari anggaran APBN/ APBD, sumbangan masyarakat baik dari dalam atau luar negeri.

“Seluruh informasi yang ada di Badan Publik dalam hal ini perangkat daerah pada awalnya adalah bersifat terbuka untuk publik, dikecualikan untuk informasi yang telah ada Surat Keputusan resmi dari PPID Utama untuk dirahasiakan demi keamanan dan kepentingan negara, pejabat negara, perlindungan usaha dan hak-hak pribadi sesuai dengan ketentuan UU KIP,” lanjutnya.

Hendra J. Kede menerangkan dua tugas penting PPID Pembantu, pertama, membuka informasi yang telah diputuskan terbuka untuk publik, dan yang kedua memastikan informasi yang telah diputuskan tertutup adalah merupakan klasifikasi informasi tertutup.

“Tugas PPID yang tak kalah penting adalah membangun budaya keterbukaan di lingkungan kerjanya sehingga dapat membangun karakter etik di lingkungan kerja. Komisi Informasi Pusat fokus pada satu tujuan yaitu terciptanya keterbukaan untuk kesejahteraan masayarakat,” pungkasnya. (re)

Kemendagri Monitoring Pelaksanaan PPID Kota Solok

Solok, (Info Publik Solok) – Dalam rangka monitoring terkait pelaksanaan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) di daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Bidang Fasilitasi Pengaduan dan Pengelolaan Informasi melakukan monitoring ke PPID Utama Kota Solok di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Jumat (28/9).

Dr. Handayani Ningrum, SE. M.Si selaku penanggung jawab kegiatan  menyampaikan, setelah melihat langsung kegiatan pengelolaan informasi dan dokumentasi pihaknya sangat mengapresiasi pelaksanaan PPID Kota Solok yang telah mengakomodir Daftar Informasi Publik (DIP) dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai petunjuk teknis yang ada.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) selaku PPID Utama juga telah beberapa kali melaksanakan peningkatan kapasitas bagi pengelola (PPID Pembantu) terkait pengumpulan DIP maupun teknis tata cara unggah data melalui aplikasi SIP PPID. Dinas Kominfo juga telah memfasilitasi berbagai kebutuhan OPD mengenai dokumen-dokumen yang harus dibuka ke publik dalam rangka transparansi informasi.

Sekretaris Dinas Kominfo, Lusya Adelina, SE. MM selaku PPID Utama menambahkan kegiatan pengelolaan informasi ini masih baru, namun Dinas Kominfo terus berusaha untuk menambah DIP sebanyak mungkin dan selalu melakukan monitoring langsung ke OPD dalam rangka pembinaan maupun pendampingan aplikasi sehingga ke depan semakin banyak DIP yang terpublikasi.

Handayani Ningrum juga sangat gembira dengan pencapaian Kota Solok walaupun banyak OPD yang baru terbentuk, namun pemerintah daerah sangat mendukung pelaksanaan kegiatan PPID. “Ini dapat ditandai dengan telah diadakan pelatihan dan telah tersedianya Ruang Layanan Informasi yang cukup representatif bagi pemohon informasi di PPID Utama,” tuturnya.

“Terima kasih kepada Pemko Solok khususnya Diskominfo yang sudah menerima kunjungan Tim dari  Kemendagri, kegiatan ini kami lakukan untuk melihat sejauh mana keterbukaan informasi sudah dijalankan di Kota Solok. Kami melihat tindak lanjut setelah Kemendagri melakukan Sosialisasi Kebijakan dan aplikasi Teknis PPID pada tahun 2017 yang diikuti oleh semua OPD  Kota Solok,” lanjutnya.

Menurutnya, tindak lanjut yang sudah dilakukan Dinas Kominfo selaku PPID Utama telah melaksanakan Bimbingan Teknis kepada semua OPD/PPID Pembantu yang ada di Kota Solok, dengan demikian DIP Kota Solok sudah semakin bertambah dari waktu ke waktu. Dan OPD sudah punya pemahaman yang sama tentang pentingnya keterbukaan informasi dibuktikan dengan jika ada program yang perlu diekspose maka sudah berkoordinasi dengan baik kepada Dinas Kominfo selaku PPID Utama.

“Memang inilah yang diharapkan oleh Kementerian Dalam Negeri yakni daerah bisa berinovasi untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik,” pungkas Handayani. (re/bq)

Pemilihan Media Tradisional Terbaik Tingkat Sumbar Digelar

Padang, (InfoPublikSolok) – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat menggelar Lomba Pemilihan Media Tradisional (Metra) Terbaik Tingkat Sumatera Barat Tahun 2018 yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (6/9).

Perlombaan Media Tradisional Terbaik ini diikuti oleh kabupaten/kota yang sebelumnya telah diseleksi oleh dewan juri pemilihan melalui rekaman video yang telah dikirimkan dari setiap daerah. Dari total 12 video penampilan yang masuk ke panitia seleksi akhirnya ditetapkan 5 (lima) daerah peserta pada Grand Final pemilihan Metra terbaik Tingkat Sumatera Barat, yakni Metra dari Kota Padang, Kota Solok, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi serta dari Kabupaten Sijunjung.

Pemenang pertama dari pemilihan ini akan mewakili Provinsi Sumatera Barat ke ajang Pemilihan Media Tradisonal Tingkat Nasional pada bulan November 2018 mendatang di Provinsi Banten.

Pemilihan Media Tradisional Terbaik merupakan ajang tahunan yang mempertemukan Sanggar Kesenian di Sumatera Barat dalam menampilkan kesenian pertunjukan khas tradisi daerah yg memadukan kesenian musik, tari, drama serta memiliki alur cerita yang menyampaiankan pesan bagi khalayak dalam setiap pertunjukannya. Pada Ajang Pemilihan Metra Tahun 2018 ini, tema yang diangkat adalah Revolusi Mental.

Keberhasilan Sanggar Kesenian Gombang Alam dari Kota Solok menembus 5 besar pada grand final semakin memperlihatkan bahwa perwakilan dari Kota Beras Serambi Madinah ini tidak bisa dipandang sebelah mata oleh kompetitor pada Tingkat Provinsi. Pada Tahun 2016 lalu, Tim Metra Kota Solok berhasil melaju hingga Tingkat Nasional dan meraih predikat terbaik I tingkat Nasional mewakili Provinsi Sumatera Barat. Sementara tahun 2017 yang lalu, melalui perwakilan Kota Solok mendapatkan Juara II di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Acara dibuka Gubernur Sumatera Barat diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan Drs. Ahmad Yani. MM, dihadiri Ketua Forum Komunikasi Metra Provinsi Sumbar, Ny. Nevi Irwan Prayitno yang juga langsung bertindak sebagai dewan juri, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumbar serta para Kepala Dinas Kominfo Kabupaten/Kota dan undangan lain yang ikut menyaksikan secara langsung perhelatan kesenian daerah dari setiap perwakilan.

Kepala Dinas Kominfo Kota Solok Zulfadli, SH. M.Si yang ikut menyaksikan penampilan mengakui cukup puas atas penampilan Sanggar Gombang Alam, tinggal lagi hasil penilaian dari Dewan Juri, yang penting kita sudah tampil maksimal,” ujarnya optimis. (re)

Solok FC Juara Liga 3 Regional Sumbar

Lubuk Basung, (InfoPublikSolok) – Solok FC berhasil menjadi juara Liga 3 2018 Regional Sumatera Barat, sekaligus memastikan satu tiket ke babak Regional Sumatera tanpa terkalahkan dari babak penyisihan hingga pertandingan ketiga babak Grand Final, Senin (30/7) sore, saat mengalahkan Persiju Sijunjung dengan skor (2-0) di Stadion Bukik Bunian, Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Pandeka Gunung Talang menyapu bersih tiga tim pesaing lainnya pada babak Grand Final. Catatan kemenangan Solok FC diawali dari Batang Anai FC (1-0), Jum’at (27/7), Pes.Pessel (2-0) Sabtu (28/7) dan terakhir mengandaskan Persiju Sijunjung (2-0) pada laga pamungkas.

Total 9 poin yang ditoreh Solok FC semakin sempurna dengan pencapaian cleansheet tanpa kebobolan di babak Grand Final.

Kapten tim Hasnul Rivan kembali menjadi pahlawan melalui sumbangan dua golnya masing-masing pada menit 37′ dan 67′. Putra Alahan Panjang ini juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga 3 Regional Sumbar dengan total torehan sementara 7 gol.

Rizal Marajo, Ketua Harian Solok FC mengaku puas dengan capaian timnya sesuai dengan target yang dibebankan manajemen.

“Salut untuk kinerja tim pelatih beserta para pemain dalam mengarungi kompetisi. Persiapan panjang yang mereka lakukan sementara ini berbuah hasil manis. Masih panjang perjalanan, setelah ini, Solok FC akan kembali berjuang di babak Regional Sumatera untuk menembus babak 32 Besar Nasional. Tak lupa, ucapan terima kasih kepada seluruh sponsor kami, suporter, terutama Pemerintah Kota Solok yang telah memberikan dukungan dan kontribusi besar untuk Solok FC” ungkap rizal.

Sementara itu, Batang Anai FC turut menemani Solok FC lolos ke putaran Regional Sumatera sebagai runner up, Batang Anai FC bermain imbang (2-2) pada laga penentuan menghadapi Pes Pessel.

Tambahan satu poin cukup bagi Batang Anai FC mengungguli dua tim lainnya Pes. Pessel dan Persiju Sijunjung dalam perebutan posisi runner up. (re)

Hasil Grand Final Liga 3 Regional Sumbar :

Jumat (27/7)
13.30 WIB : Solok FC (1-0) Batang Anai FC
15.30 WIB : Persiju (0-0) Pes Pessel

Sabtu (28/7)
13.30 WIB : Batang Anai FC (4-1) Persiju
15.30 WIB : Pes Pessel (0-2) Solok FC

Senin (30/7)
13.30 WIB : Batang Anai FC (2-2) Pes Pessel
15.30 WIB : Persiju (0-2) Solok FC

Liga 3 Sumbar : Solok FC Melaju ke Babak 4 Besar

Muaro Sijunjung, (InfoPublik Solok) – Solok FC pastikan satu tempat di Babak Final Four kompetisi PSSI Liga 3 2018 Regional Sumbar di Stadion M. Yamin Muaro Sijunjung, setelah sempurna meraup 2 kemenangan dari 2 pertandingan awal di Grup E putaran 8 Besar.

Tiga poin pertama Pandeka Gunung Talang didapat dari laga jumpa PS GAS Sawahlunto (3-1) pada Rabu (18/7), tiga gol Solok FC disumbang oleh Reza Fahlevi Sitorus menit 10’, Hasnul Rivan menit 18’, Bustomi pada babak kedua, gol balasan PS. GAS oleh Johan Saputra menit 46′.

Berikutnya, tiga poin anyar dihasilkan saat menekuk PSKB Bukittinggi dengan skor tipis (1-0), Kamis (19/7). Satu gol Solok FC dicetak striker jangkung Diva Firdaus menit 19′ babak pertama.

Torehan enam Poin milik Solok FC dipastikan tidak mampu dikejar oleh tim peringkat tiga sementara yaitu PS GAS, setelah hasil pertemuan PS. GAS Sawahlunto dengan Pes.Pessel yang berakhir imbang (1-1).

Sehingga, apapun hasil match ketiga Solok FC melawan Pes.Pessel pada Sabtu sore (21/7) kick off pukul 15.30 tidak lagi berpengaruh terhadap kelolosan Solok FC ke babak Final Four.

Pelatih kepala Solok FC Robby Mariandy selepas laga melawan PSKB mengaku bersyukur, secara hasil timnya sukses kembali mengamankan poin serupa laga pertama. Namun segi permainan, Robby mengakui permasalahan finishing touch yang mendera anak asuhnya kali ini.

“Dari segi permainan dan transisi, anak-anak sudah bagus menerapkannya. Cuma finishing yang bermasalah dan perlu perbaikan. terlalu banyak peluang yang masih terbuang sia-sia,” ulas Robby.

“Laga terakhir Sabtu, saya harap anak-anak sudah dalam kondisi baik kembali, walau poin kita 6 dan sudah lolos ke Grand Final. Saya instruksikan jangan lengah ataupun melemah. Semua pertandingan bagi saya adalah final. Jadi kita harus fight melawan Pes.Pessel” tutup Robby. (re)

Babak 8 Besar Liga 3 Zona Sumbar, Solok FC Kontra PS GAS Sawahlunto

Muaro Sijunjung, (infoPublikSolok) – Kesebelasan Solok FC akan menghadapi rintangan pertama dari runner grup D, PS GAS Sawahlunto dalam guliran matchday pertama babak 8 besar kompetisi Liga 3 Indonesia 2018 Zona Sumbar, Rabu (18/7) pukul 15.30 WIB di Stadion Muhammad Yamin, Muaro Sijunjung.

Tergabung di grup E, yang dihuni juara grup A (Pes. Pessel), runner-up grup B (PSKB Bukittinggi), juara grup C (Solok FC) dan runner-up grup D (PS GAS Sawahlunto), sebagai tim debutan, Solok FC bakal melanjutkan pertarungan untuk merebut empat tiket fase akhir Grand Final.

Sementara grup F yang berisikan juara grup B (Gasliko Limapuluh Kota), runner-up grup A (Batang Anai FC), juara grup D (Persiju Sijunjung) dan runner-up grup C (PSP Padang), dihelat di Stadion H. Agus Salim, Padang.

Manajer Solok FC, Rizal Marajo kepada Info Publik Solok mengatakan, memasuki babak 8 besar timnya sudah melakukan persiapan penuh. Menurutnya, persaingan di fase ini semakin berat dengan klub-klub yang memiliki kualitas dan reputasi bagus.

“dengan persiapan penuh, anak-anak sudah siap tempur melakoni pertandingan pertama babak 8 besar melawan PS GAS Sawahlunto,” tutur Rizal.

Ditambahkannya, dukungan dari masyarakat Solok dan The Sobs Boys pendukung Solok FC sangat penting melawan tim asal kota arang tersebut.
“Dukungan dari para suporter akan memberikan tenaga berlebih kepada para pemain. Insya Allah, para pemain akan lebih bersemangat,” tuturnya

Pelatih Solok FC, Robby Mariandi menyebut, dalam pertandingan ini semua pemain berada dalam kondisi fit dan tidak ada pemain yang terkena akumulasi karena ada aturan pemutihan di babak 8 besar. Para pemain juga menyatakan kesiapannya untuk tampil dengan kerja keras memenangkan pertandingan. (re)

Jadwal pertandingan Babak 8 Besar :
Grup E Stadion Muhammad Yamin, Sijunjung :
1. Pes.Pessel Pesisir Selatan
2. PSKB Bukittinggi
3. Solok FC
4. PS GAS Sawahlunto
– Matchday 1, Rabu (18/7)
– 13.30 WIB Match 1 : Pes.Pessel vs PSKB
– 15.30 WIB Match 2 : Solok FC vs PS GAS

Grup F Stadion H. Agus Salim, Padang
1. Gasliko
2. Batang Anai FC
3. Persiju Sijunjung
4. PSP Padang
– Matchday 1, Rabu (18/7)
– 13.30 WIB Match 1 : Gasliko vs Batang Anai FC
– 15.30 WIB Match 2 : Persiju vs PSP

Solok FC Melaju ke Babak 8 Besar Liga 3 Zona Sumbar dengan Poin Sempurna

Lubuk Basung (InfoPublikSolok), Solok FC menutup petualangannya di Grup C dengan kemenangan melawan tuan rumah PSKA Agam (4-0) pada Jumat, (6/7) di Stadion Bukik Bunian, Lubuk Basung, Agam

Total 12 poin hasil sapu bersih kemenangan jadi modal Solok FC untuk bertarung di babak 8 Besar yang akan digelar pada akhir Juli.

Rangkuman sapu bersih kemenangan Solok FC di putaran Grup C yaitu; PSP Padang (2-1), Limkos FC (1-0), PS Pasbar (2-1), PSKA Agam (4-0).

Kompetisi PSSI Liga 3 2018 zona Sumbar telah menyelesaikan keseluruhan pertandingan penyisihan grup A, B C, dan D.

Hasilnya, klasemen akhir masing-masing grup menempatkan Pespessel dan Batang Anai FC lolos dari Grup A, Gasliko Limapuluh Kota dan PSKB Bukittinggi dari Grup B, Solok FC dan PSP Padang dari Grup C, Persiju Sijunjung dan PS GAS Sawahlunto dari Grup D.

Berdasarkan skema pertandingan babak kedua, putaran 8 Besar tetap menggunakan sistim setengah kompetisi yang membagi 8 tim kontestan tergabung ke grup E dan F sesuai peringkat klasemen akhir yang ditempati.

Untuk Grup E bergabung juara grup A (Pes. Pessel), runner-up grup B (PSKB Bukittinggi), juara grup C (Solok FC) dan runner-up grup D (PS GAS Sawahlunto).
Dan Grup F dihuni juara grup B (Gasliko Limapuluh Kota), runner-up grup A (Batang Anai FC), juara grup D (Persiju Sijunjung) dan runner-up grup C (PSP Padang).

Menarik ditunggu, bagaimana kiprah selanjutnya tim kebanggaan The Sobs Boys ini dalam mencapai mimpinya menjadi sebuah tim pro yang akan bersaing di tingkat regional dan nasional. (re)

Liga 3 Zona Sumbar, Solok FC Perkasa Puncaki Klasemen Grup C

Solok, (InfoPublikSolok) – Solok FC sang pendatang baru di kancah sepakbola profesional telah memulai petualangannya dalam kompetisi resmi PSSI bertajuk Liga 3 Zona Sumatera Barat. Hasil teranyar matchday kedua Grup C pada Selasa sore (3/7), Solok FC sukses mengalahkan Limkos FC dengan skor 1-0, sebelumnya matchday perdana pada senin (2/7), Solok FC juga berhasil membekuk tim unggulan PSP Padang dengan skor 2-1. Seluruh pertandingan Grup C dihelat di Stadion Bukit Bunian, Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Tergabung di grup C bersaing dengan tuan rumah PSKA (Agam), PSP Padang, Limkos FC (Padang Pariaman), PS Pasbar (Pasaman Barat). Solok FC sukses mengamankan enam poin dan memimpin klasemen sementara Grup C.

Dengan capaian tersebut tentunya membuat langkah tim yang berjuluk Pandeka Gunung Talang ini lebih mantap untuk menatap laga selanjutnya untuk lolos ke putaran delapan besar Liga 3 Zona Sumbar (juara dan runner up masing-masing grup lolos ke babak delapan besar, red) memperebutkan 2 slot wakil Sumatera Barat ke Babak Regional Sumatera, Agustus mendatang.

Kompetisi PSSI 2018 Liga 3 Zona Sumbar diikuti oleh 19 tim yang terbagi dalam 4 Grup. Grup A di Lapangan Rajo Sampono, Ketaping-Padang Pariaman, Grup B di Stadion Singa Harau, Sarilamak-Limapuluh Kota, Grup C di Stadion Bukik Bunian, Lubuk Basung-Agam dan grup D di Stadion Muhammad Yamin Muaro Sijunjung.

Manajer Solok FC, Rizal Marajo menyebut, Solok FC harus selalu belajar untuk menjadi sebuah tim yang patut diperhitungkan di Sumbar, bahkan Nasional kelak.

“Tim ini penuh talenta dan secara materi cukup menjanjikan tapi masih baru dan butuh banyak belajar. Yang penting, kita harus selalu fokus dengan apa yang ingin dicapai,” ujar rizal

Pada pertadingan melawan Limkos FC, tim kebanggaan masyarakat Solok Raya ini turut didukung oleh Walikota Solok, yang hadir langsung di tribun Stadion Bukit Bunian, Lubuk Basung untuk memberikan dukungan moril kepada anak asuh pelatih Robby Mariandi berlaga.

Dalam pertandingan yang cukup ketat itu, Solok FC menang tipis 1-0. Gol tunggal Solok FC dilesakkan oleh sang kapten Hasnul Rivan pada awal babak kedua.

Matchday ketiga, pada Kamis 5 Juli 2018, Solok FC akan bertemu dengan PS. Pasbar pada pukul 15.30 WIB. Kemudian berselang sehari, pada Jumat (6/7), Solok FC akan berhadapan dengan Tuan Rumah PSKA Agam pada pukul 13.30 WIB di laga pamungkas putaran Grup C. (RE)

Klasemen Sementara
Grup C
1. Solok FC 2 2 0 0 (3-1) 6
2. PS. Pasbar 1 1 0 0 (4-0) 3
3. Limkos FC 2 1 0 1 (3-2) 3
4. PSP 1 0 0 1 (1-2) 0
5. PSKA 2 0 0 2 (1-7) 0