Aisyiyah Berikan BMT Bagi Pasien TB Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Community TBC-HIV Care Aisyiyah Kota Solok menggelar kegiatan penyaluran Bantuan Makanan Tambahan (BMT) yang berlangsung pada hari Minggu,25 November 2018 yang diantarkan langsung ke rumah pasien TBC temuan Aisyiyah tahun 2018 di Kota Solok.

Kegiatan ini di buka langsung oleh Kepala SSR TBC-HIV Care Aisyiyah Kota Solok ibu Ns. Hj. Murhayeni, S.Kep di aula Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Solok yang dihadiri oleh para pelaksana program dan kader.

Kegiatan ini diawali dengan arahan dan mekanisme penyaluran BMT kepada pasien TBC. Kader dibagi menjadi beberapa tim untuk menyalurkan BMT ke rumah pasien. Pemegang program juga ikut menyalurkan bantuan ke rumah pasien.

Menurut Murhayeni, Ide pemberian BMT ini berawal dari kegiatan komunitas TBC Aisyiyah pada Bulan September 2018 yang mengundang Baznas, Pengusaha dan kader Community Aisyiyah Kota Solok, Untuk membicarakan perihal pendanaan dan bantuan untuk pasien TBC. Dalam pertemuan itu diperoleh dana sekitar  5 juta sesuai target kegiatan yang digunakan untuk BMT dan operasional penyuluhan kader. Bantuan ini dibuat dengan berbentuk paket berisi telur, susu, minyak goreng, gula dan kacang hijau, sebanyak 24 paket. “Bantuan ini diharapkan dapat memotivasi pasien untuk lebih sehat dan gizinya terpenuhi dengan baik,” harap Murhayeni.

Seusai pembukaan, tim Aisyiyah dan kader langsung menyerahkan bantuan paket pertama kepada pasien di Kelurahan Tanah Garam. Di Kelurahan ini ada 7 orang, kemudian menyusul ke Kelurahan Nan Balimo sebanyak 5 orang, Kelurahan Simpang Rumbio 1 orang, Kelurahan Pasar Pandan Air Mati 2 orang, Kelurahan Sinapa Piliang 1 orang, Kelurahan Tanjung Paku 3 orang, Kelurahan KTK 1 orang, Kelurahan VI Suku 3 orang serta Kelurahan Kampung Jawa 1 orang. (eg)

HARKANNAS Ke-5 : “Dengan Protein Ikan, Kita Membangun Bangsa”

Jakarta, (InfoPublikSolok) – Indonesia sebagai negara kepulauan, memiliki potensi perikanan yang harus dimanfaatkan secara optimal dan lestari untuk bangsa, terutama dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional.

Ketahanan pangan nasional serta pemenuhan gizi masyarakat, terutama protein, telah menjadi perhatian serius pemerintah. Berbagai upaya pun terus dilakukan, salah satunya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein berkualitas tinggi.

Oleh karena itu, guna mendorong tingkat konsumsi ikan di Indonesia, pemerintah telah menetapkan Hari Ikan Nasional (HARKANNAS) yang diperingati setiap tanggal 21 November. Peringatan HARKANNAS tersebut kini sudah memasuki tahun kelima, sejak ditetapkan melalui Keppres Nomor 3 Tahun 2014 pada tanggal 24 Januari 2014.

Tahun ini, peringatan HARKANNAS mengusung tema “Dengan Protein Ikan, Kita Membangun Bangsa”. Hal ini menunjukkan bahwa pangan dan gizi adalah hal yang saling terkait dan saat ini masih menjadi masalah nasional yang perlu diselesaikan.

Adanya kasus gizi ganda (kelebihan dan kekurangan gizi), stunting, dan lain-lain adalah contoh beberapa masalah yang dihadapi Bangsa Indonesia yang erat kaitannya dengan kecukupan pangan dan gizi. Sehingga ikan sebagai bahan pangan yang mudah diproduksi dalam berbagai skala dan bergizi tinggi  diharapkan mampu menjadi solusi atas masalah tersebut.

Untuk memeriahkan peringatan Harkannas Ke-5, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar secara serentak dan bersama-sama mengkonsumsi ikan pada tanggal 21 November 2018, turut menyemarakkan HARKANNAS lingkungan kantor Pemerintah Daerah, dan menyelenggarakan pertemuan Forikan Daerah, workshop, bazar perikanan, lomba masak, festival kuliner ikan, dan lain-lain.

Sedangkan di tingkat pusat, dilakukan serangkaian kegiatan sejak tanggal 21 November hingga 8 Desember 2018 meliputi talkshow, kuliner ikan gratis, lomba inovasi menu masakan ikan, bazaar perikanan, hingga pada Puncak Peringatan HARKANNAS ke-5 pada tanggal 7 Desember 2018 di JCC Senayan Jakarta, yang akan diawali dengan Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional ke-16, bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Pusat yang diikuti perwakilan juara dari 34 provinsi.

Melimpahnya Indonesia akan berbagai jenis ikan perlu kita syukuri. Salah satunya dengan memanfaatkannya sebagai bahan konsumsi dalam negeri. Ikan sangat sehat dan mengandung banyak protein yang baik bagi tubuh kita. Jangan sampai manfaat ikan hanya dirasakan orang luar yang mengimpor ikan dari Indonesia, namun bangsa sendiri lupa menikmatinya,” tutur Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Tak berlebihan, komoditas perikanan Indonesia memang sudah terkenal hingga mancanegara. Setidaknya ada 3 komoditas unggulan perikanan Indonesia, yaitu udang, tuna dan patin. Tercatat, nilai ekspor udang dan tuna sampai dengan September 2018, menduduki posisi tertinggi pertama dan kedua dibanding komoditas utama produk perikanan lainnya sebesar USD 1.302,5 juta (37%) dan USD 433,6 juta (12,3%). Terjadi kenaikan nilai dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar 4% untuk udang dan 21,9% untuk tuna. Sedangkan Patin Indonesia dengan brand “Indonesian Pangasius – The Better Choice”, yang baru saja diluncurkan saat ajang pameran SEAFEX di Dubai pada 30 Oktober 2018, diprediksi dapat memenangkan pasar dunia. Alasannya, patin Indonesia memiliki keunggulan karena dikembangkan dengan probiotik dan dibudidayakan dalam kolam dengan air tanah yang bersih, juga dengan kepadatan yang lebih rendah dibandingkan negara lain.

Diharapkan, peringatan HARKANNAS ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif dengan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat, serta menjadikan ikan sebagai salah satu solusi dalam penanganan permasalahan gizi masyarakat. Sehingga ikan dijadikan sumber protein yang selalu hadir di dalam menu keluarga guna mendukung upaya-upaya peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia (Nawacita 5), dan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing bangsa (Nawacita 6), serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, khususnya sektor kelautan dan perikanan (Nawacita 7).

Dengan konsumsi protein ikan yang cukup, masyarakat Indonesia diharapkan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Generasi yang sehat, kuat, dan cerdas adalah modal utama dalam membangun bangsa Indonesia ke depan. (Biro Humas dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan didukung oleh Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo).

Kominfo Sosialisasikan Penggunaan Aplikasi SP4N Lapor!

Solok (InfoPublikSolok) – Dalam rangka perbaikan dan peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat Kota Solok, Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar sosialisasi penggunaan Aplikasi SP4N-LAPOR! bagi masyarakat bertempat di Aula SMPN 5 Kota Solok, Kamis (11/15).

Kegiatan pada Bidang Pengelolaan Informasi dan Media Komunikasi Publik ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan atau pemahaman kepada peserta tentang bagaimana cara penggunaan aplikasi LAPOR!-SP4N dan apa saja bentuk-bentuk pengaduan yang dapat disampaikan melalui aplikasi LAPOR!-SP4N.

“Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat menjadi tujuan yang hendak dicapai dalam penyelenggaraan Pemerintahan di Kota Solok. Pemerintah pada dasarnya merupakan pelayan masyarakat. Teknologi informasi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Solok,” jelas Zulfadli, SH, M.Si, Kepala Dinas Kominfo Kota Solok pada saat menyampaikan laporan Panitia.

Kegiatan ini menghadirkan peserta berjumlah 200 orang yang terdiri dari unsur Tokoh masyarakat, Lurah, RT/RW, LPMK, Bundo Kandung, Organisasi Pemuda serta anggota KIM (kelompok informasi masyarakat). Pada sosialisasi ini Kominfo menghadirkan Narasumber yaitu Admin Pusat Lapor dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (PAN-RB).

“Semoga dengan adanya kegiatan ini masyarakat semakin kritis dalam rangka ikut mengawasi pemerintahan dalam menjalankan progam dan kebijakannya bagi masyarakat Kota Solok,” imbuh Kepala Dinas Kominfo.

Walikota Solok pada saat pembukaan menyampaikan, ”Undang-Undang Pelayanan Publik Nomor 25 Tahun 2009 merupakan langkah awal untuk mendorong kinerja lembaga negara yang lebih berorientasi pada pelayanan. Berbagai langkah perbaikan dan inovasi terus dilakukan untuk memastikan agar pelayanan publik semakin cepat, tepat, efisien, dan pada akhirnya masyarakat semakin dimudahkan dalam memperoleh hak-haknya.” jelas Zul Elfian

“Di era teknologi komunikasi dan informasi saat ini, maka sudah sepatutnya Pemerintah menyediakan layanan publik terbaik kepada masyarakat kita. Aplikasi LAPOR!-SP4N merupakan salah satu bentuk layanan yang ditetapkan oleh Pemerintah yang dikoordinasikan, dikelola dan diawasi oleh tiga lembaga dalam bentuk kemitraan antara Kementerian PAN-RB, Kantor Staf Kepresidenan dan Ombudsman Republik Indonesia,” tambah orang nomor satu di Kota Solok ini.

Walikota juga menegaskan bahwa Pemerintah sangat terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat, manfaatkan berbagai saluran yang ada termasukan pengaduan. Pembangunan yang kami lakukan sesuai dengan dokumen RPJMD dan sangat mengharapkan dukungan penuh dari semua pihak. Walikota juga sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Tokoh masyarakat, RT/RW dan Pemuda karena dengan kebersamaan kita bisa mewujudkan apa yang telah direncanakan.

Penurunan angka kemiskinan, pembangunan stadion standar Nasional, rumah sakit umum daerah men jadi prioritas pemerintah saat ini, termasuk mewujudkan Kota Solok serambi Madinah sehingga melalui peningkatan iman dan taqwa masyarakat dapat tercapai. Magrib mengaji, shalat berjamaah di masjid serta mematikan TV pada malam hari dapat terus ditingkatkan.

Kesempatan itu Walikota juga menyampaikan bahwa Kota Solok mendapat apresiasi dari Kementerian PAN-RB, dimana Kota Solok mendapat posisi 25 terbaik Pengelolaan SP4N Lapor di tingkat nasional, capaian ini menjadi prestasi tersendiri bagi pemerintah Kota Solok.

Pada saat pemaparan, narasumber menjelaskan mengenai apa itu sistem pengaduan lapor nasional, jenis layanan, Lembaga yang terlibat serta tiga fitur yang ada pada aplikasi Lapor yaitu Anonim yang merahasiakan identitas pelapor. “Rahasia yang membuat aduan tidak bisa dilihat oleh semua pihak, serta tersedinya fitur tracking.id yang dapat memantau sejauh mana proses laporan telah berjalan,” ujar Rizky Dwiputra, S.Kom.

Data terakhir sudah ada 769.610 jumlah pelapor dan 1.335.461 aduan yang masuk di Admin Lapor pusat. Selanjutnya pada top aduan yang banyak dilaporkan oleh publik ialah mengenai Forlap Dikti, tes CPNS, KTP-el, Kartu Indonesia Pintar serta paspor online.

“Berdasarkan data di Admin pusat Kota Solok termasuk cepat dalam hal menindaklanjuti laporan dari masyarakat yaitu rata rata dalam 1 hari langsung diproses oleh admin penghubung,” papar Analis Pengaduan PAN-RB ini.

Peserta pada kegiatan ini cukup antusias dimana pada saat diskusi banyak yang bertanya baik mengenai aplikasi, peran serta, keamanan dan kerahasiaan pelapor. Kemudian pada saat praktek narasumber memandu langsung dalam hal memberikan contoh jika masyarakat ingin menjadi pelapor serta mendaftar lewat aplikasi Lapor. Pada saat closing statement Rizky kembali mengingatkan peserta bahwa masyarakat harus Berani Lapor demi pelayanan publik yang lebih baik. (eg)

Napak Tilas Kebhinekaan dalam Kirab Pemuda 2018

Jakarta, (InfoPublikSolok) – Memasuki tahun kedua pelaksanaan program unggulan Kirab Pemuda, secara konsisten Kementerian Pemuda dan Olahraga mengajak pemuda Indonesia untuk terus menggaungkan semangat #BeraniBersatu.

Sebanyak 90 orang peserta yang terdiri dari 68 orang pemuda terpilih dari 34 provinsi dan perwakilan organisasi kepemudaan di seluruh Indonesia telah melakukan Napak Tilas Kebhinekaan dengan mengelilingi Nusantara selama 73 hari. DKI Jakarta sebagai ibukota negara menjadi titik pertemuan kedua zona dan menjadi tempat digelarnya acara puncak Kirab Pemuda 2018 di Gelanggang Atletik, GOR Rawamangun, Jakarta Timur, yang dihadiri sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga, Kamis Pagi (15/11/2018)

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengatakan tidak ada perasaan lain yang ia rasakan selain haru dan bangga menyaksikan di hadapannya berdiri 90 pemuda yang telah melintasi lebih dari 100 kabupaten/kota dan singgah di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

“Peserta Kirab Pemuda 2018 adalah penyampai pesan kepada generasi muda saat ini tentang sebuah bangsa besar bernama Indonesia. Bangsa yang luar biasa melimpah kekayaannya, keberagamannya, dengan anak-anak muda hebat di seluruh penjuru negeri,’’ serunya.

Menpora juga mengatakan para peserta Kirab adalah saksi mata bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah kenyataan, bukan sekedar slogan semata. Sebuah spirit yang menyatukan, mengeratkan, dan menguatkan demi mencapai cita-cita besar sebagai bangsa yang maju, “Mereka adalah penyampai kabar baik tentang Indonesia kepada dunia” ucap Menpora.

Perjalanan 90 pemuda terpilih ini, menurut Menpora Imam Nahrawi, menjadi pengejawantahan simbolik atas visi Nawa Cita Bapak Presiden Joko Widodo yang ingin membangun Indonesia dari pinggiran. Para peserta Kirab Pemuda telah menjadi pelopor yang menggerakan jutaan pemuda lainnya di seluruh Indonesia untuk terus berkarya dan berbakti untuk negeri.

Kirab Pemuda 2018 dimulai sejak tanggal 5 September 2018 lalu dan terbagi ke dalam 2 zona perjalanan, yaitu; 1. Zona Barat dengan titik pangkal Kota Sabang, melintasi Pulau Sumatera, Sulawesi dan Jawa dan 2. Zona Timur dengan titik pangkal Kota Merauke melintasi Papua, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara. Masing-masing zona mengadakan kegiatan di 17 provinsi selama 5 hari dan Provinsi DKI Jakarta menjadi titik pertemuan akhir dari kedua zona.

Pada setiap kota yang menjadi titik singgah, para peserta tinggal bersama penduduk setempat dan berinteraksi secara langsung untuk menyerap nilai-nilai kearifan lokal yang ada. Sementara pada setiap kota yang dilewati, para peserta melakukan napak tilas sejarah perjuangan para pahlawan dan pendiri bangsa, melakukan pawai seni budaya, menggelar panggung kreativitas pemuda, menggali kekayaan sekaligus mempromosikan wisata lokal, menggelar pameran karya kreatif pemuda, berinteraksi dalam dialog kebangsaan, hingga membangun toleransi beragama melalui Gerakan Membaca Kita Suci yang diikuti 6 penganut agama yang berbeda-beda. Peserta Kirab juga terlibat dalam berbagai kegiatan dan aksi sosial berupa donor darah hingga bakti sosial lingkungan.

Kirab Pemuda 2018 diiikuti oleh pemuda terbaik yang lolos dalam seleksi yang diadakan oleh Kemenpora dimana masing-masing provinsi diwakili oleh 1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan yang menjadi Peserta Inti. Selain itu Kirab juga diikuti perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) sebanyak 20 orang ditambah para pendamping yang terdiri dari Alumni Kirab Pemuda, Tenaga Kesehatan dan TNI. (Biro Humas dan Hukum, Kementerian Pemuda dan Olahraga oleh Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)

Tour de Singkarak 2018, Start Etape 6 dari Lapangan Merdeka Solok

Solok, (Info Publik Solok) –  Memasuki Etape ke 6 gelaran event Tour de Singkarak (TdS) 2018 mengambil titik Start di Lapangan Merdeka Kota Solok, Jumat (9/11) siang. Gelaran Balap Sepeda yang telah menjadi agenda persatuan balapa sepeda internasional (UCI) ini diikuti oleh 20 tim yang berasal dari 12 Negara.

Pada etape 6 ini peserta akan memulai balapan dari Kota Solok menuju Payakumbuh dengan jarak tempuh 105 Km dan akan menempuh rute Lapangan Merdeka – Pasar Raya – Simpang Muhammadiyah Pandan – Kampung Baru – Simpang Sawah Sianik – Kampung Jawa – Ampang Kualo – Pulau Belibis – Gurun Bagan – Simpang Sigege – Kodim – Simpang Ambacang – Kembali ke Lapangan Merdeka – Polres Solok Kota – Simpang Sigege – Tanah Garam dan finish di Payakumbuh.

Rencananya tepat pukul 14.00 WIB Walikota Solok akan melepas bendera start secara resmi sebagai tanda dimulainya etape 6 dengan estimasi jarak tempuh 160 menit.

Sebelum pelepasan para pembalap dari luar negeri ini akan disuguhi berbagai atraksi dan hiburan yang telah dipersiapkan oleh panitia lokal, Dinas pariwisata Kota Solok dalam rangka ikut memeriahkan dan mengenalkan budaya masyarakat Solok ke para pengunjung terutama wisatawan.

Adapun hiburan tersebuat antara lain pementasan Silek Kota Solok, tarian Garak Garik Kurenah (Sanggar Lubuak Nan Tigo) dan tarian Rono Alek (Sanggar Alam Bangkeh) serta akan dimeriahkan oleh penampilan hiburan dari Tari KDI yang akan lebih menyemarakkan kegiatan di Kota Beras Serambi Madinah ini.

Pada etape 5 sebelumnya yang mengambil rute dari 50 Kota menuju Pasaman dengan jarak tempuh 170 Km dimenangkan oleh Ryan Cavangh – St. George Continental Cycling Team dari Australia, kemudian posisi kedua diraih Nur Amirul Fakhruddin Mazuki dari Team Terengganu Cycling (Malaysia) dan nomor 3 diraih oleh Rustom Lim 7 Eleven Cliqq Roadbike (Philipines).

Disela persiapan pembukaan acara, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok turut serta mendukung penyebarluasan informasi ajang TdS 2018 dengan menyediakan stand Media Center yang berlokasi di bawah tribun lapangan merdeka bagi awak media dan masyarakat yang membutuhkan informasi terkait event TdS melalui penyediaan fasilitas perangkat Komputer dan akses internet. Stand Media Center terlaksana melalui kerjasama Dinas Kominfo Kota Solok dengan PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+) selaku provider internet Pemerintah Kota Solok. (eg)

The 5th GHSA, Indonesia Mengawal Terciptanya Keamanan Kesehatan Dunia

Nusa Dua, (InfoPublikSolok) – Mobilitas manusia di era milenial bukan hanya berdampak terhadap kecepatan penyampaian informasi. Ancaman kesehatan global menjadi sisi lain dunia tanpa batas yang mengantarkan penyakit-penyakit yang berisiko menyerang manusia serta ancaman bioterorisme.

Peran aktif negara-negara di dunia diperlukan untuk bersama-sama menanggulangi ancaman berbagai penyakit berbahaya dan menular, baik secara disengaja maupun  tidak disengaja. Wabah yang terjadi di suatu wilayah atau negara, dapat dengan cepat menyebar ke negara lainnya.

Wabah tersebut berdampak sosial, ekonomi, dan keamanan yang luas. Organisasi internasional, seperti WHO (Badan Kesehatan Dunia), FAO (Badan Pangan Dunia), OIE (Organisasi Kesehatan Hewan Dunia), dan Bank Dunia telah mengembangkan sejumlah aturan, pedoman, dan kerangka sebagai acuan

Momentum wabah Ebola pada tahun 2013 menjadi pengingat masih banyaknya negara yang belum melaksanakan regulasi badan kesehatan dunia secara optimal. Selain itu, berbagai upaya yang dilakukan masih bersifat sektoral.

Indonesia bersama tiga negara lainnya, Amerika Serikat, Finlandia, dan Korea Selatan berinisiatif membentuk forum Global Health Security Agenda (GHSA) pada Februari 2014. Awalnya, GHSA diminati oleh 29 negara. Perkembangan pesat GHSA membuat  Steering Committee GHSA berinisiatif untuk menyusun  framework baru yang akan diterapkan  pada 2019–2024.

“GHSA memiliki manfaat besar yang semakin lama semakin disadari oleh negara-negara di dunia. Dalam kondisi seperti saat ini, keamanan kesehatan global harus diperkuat melalui forum seperti GHSA,” ujar Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Nila F. Moeloek, Sp. M(K).

Pola gerakan inisiatif tersebut, menurut Menkes, kini lebih tertata, baik dalam struktur, program, laporan sampai ke pembiayaan. Tujuannya agar GHSA dapat bermanfaat bagi anggotanya yang kini mencapai 65 negara. Anggotanya pun kian beragam mulai dari unsur pemerintah, lembaga filantropi, organisasi internasional, dan sektor non-pemerintahan.

Menyikapi hal tersebut, organisasi- dalam upaya peningkatan kapasitas dimaksud. Namun demikian, wabah Ebola pada tahun 2013 menjadi pengingat masih banyaknya negara yang belum melakukan aturan-aturan dimaksud secara optimal. Selain itu, berbagai upaya yang dilakukan masih bersifat sektoral.

Indonesia Aktif di GHSA

Forum kerja sama antarnegara yang bersifat terbuka dan sukarela ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif berkontribusi, diantaranya menjadi anggota Tim Pengarah (Steering Group) bersama 9 negara lainnya, anggota Troika (2014-2018), serta menjadi Ketua Tim Pengarah (2016).

Apresiasi positif dari berbagai negara anggota dan mitra membuat Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan GHSA kelima di Nusa Dua, Bali pada 6-8 November 2018.

Kelebihan forum ini adalah penguatan kerja sama multisektor dan multilaktor, mengingat penanganan ketahanan kesehatan tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. Selain itu, GHSA juga bermaksud membangun komitmen dari para pimpinan tinggi negara untuk lebih memperhatikan penanganan isu health security.

“GHSA Ministerial Meeting kelima ini mengambil tema Advancing Global Partnership, yang ditujukan untuk lebih mengembangkan kemitraan  yang telah tercipta selama ini, juga potensi kemitraan yang tercipta di masa depan, dari berbagai pihak, baik itu kemitraan  di tingkat global, regional, maupun  nasional,” ungkap Menkes.

GHSA Ministerial Meeting kali ini tidak hanya dihadiri oleh para Menteri Kesehatan dari negara anggota, namun juga Menteri Pertanian.  Di pertemuan ini, Indonesia membawa pendekatan One Health. Maksudnya, kesehatan itu tidak hanya ditujukan kepada manusia namun juga kepada hewan. Karena seperti yang disadari saat ini, penyakit yang diderita oleh hewan akan berdampak kepada manusia, baik secara langsung dan tidak langsung.

Menkes juga berharap, GHSA Ministerial Meeting kelima ini diharapkan lebih banyak pihak akan berperan aktif dalam meningkatkan keamanan kesehatan global, tak hanya dari pemerintah saja, namun juga sektor-sektor lain yang terlibat. (Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes bersama Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)

Hari Pertama, 1143 Peserta Seleksi CPNS Kota Solok Ikuti CAT-SKD

Solok, (InfoPublikSolok) – Badan Kepegawaian Negara (BKN) selenggarakan Computer Assisted Test – Seleksi Kompetensi Dasar (CAT-SKD) bagi ribuan peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kota Solok Tahun 2018, Selasa (6/11) di gedung Kubuang Tigo Baleh Kota Solok. CAT-SKD dibagi ke dalam tiga kelompok soal, diantaranya Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebanyak 35 soal, Tes Intelegensi Umum (TIU) sebanyak 30 soal dan Tes Karakter Pribadi (TKP) sebanyak 35 soal. Total 100 buah soal dalam waktu ujian selama 90 menit.

Berbeda dari tahun sebelumnya, test CPNS tahun 2018 untuk wilayah Sumatera Barat diselenggarakan di tiga titik wilayah yakni di Kota Padang, Kota Solok dan Kota Bukittinggi. Lokasi tes wilayah Kota Solok diselenggarakan di Kubuang Tigo Baleh bagi peserta CPNS Pemerintah Kota Solok, Kabupaten Solok, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya.

Seperti yang dilansir pada berita sebelumnya tanggal 6 dan 7 November dijadwalkan tes bagi peserta CPNSD Pemerintah Kota Solok, Kabupaten Solok mendapat jadwal ujian dari tanggal 7 November hingga 12 November, selanjutnya jadwal Kabupaten Sijunjung dari tanggal 12 sampai 13 November. Selanjutnya untuk Kabupaten Dharmasraya tanggal 13 hingga 17 November dan diakhiri oleh Pemerintah Kota Sawahlunto pada tanggal 17 sampai 18 November 2018.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Solok, Ir. Hendaukhtri saat ditemui di lapangan mengatakan, hari ini merupakan pelaksanaan perdana bagi wilayah Kota Solok. Tes dibagi menjadi 4 (empat) sesi dimana masing-masing sesi diikuti oleh 290 orang, besok juga 4 sesi sedangkan untuk hari selanjutnya dilaksanakan sebanyak 5 sesi, tambah Ibu yang akrab dipanggil Dati ini.

Tes tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya, lanjut Hendaukhtri. Lokasi Tes benar-benar steril dari orang-orang daerah (PNS Daerah-Red), Panitia Daerah hanya mendapatkan akses untuk persiapan ujian, mulai dari registrasi manual, registrasi online hingga peserta masuk ke ruangan tes. Setelah memasuki ruangan, peserta hanya boleh berkomunikasi dengan Pengawas ujian, yakni PNS BKN Regional XII Pekanbaru yang ditugaskan untuk mengawasi CAT-SKD untuk Wilayah Kota Solok sebanyak kurang lebih 10 (sepuluh) orang. Sedangkan biaya tes ini dianggarkan oleh Pusat dengan ditambah cost sharing dari masing-masing daerah yang membuka formasi CPNS.

Tim Info Publik Solok (IPS) juga sempat mengamati proses atau aktivitas peserta tes hingga memasuki ruangan. Sebelumnya peserta melakukan registrasi manual, pada tahap ini panitia mencocokkan foto KTP dengan foto kartu ujian, sekaligus memastikan kehadiran peserta dengan menandatangani daftar hadir. “KTP dan kartu ujian merupakan dua kartu yang tidak boleh terlupakan bagi peserta. Namun KTP dapat diganti dengan Kartu Keluarga,” ujar salah seorang panitia saat diwawancarai.

Selanjutnya peserta melakukan registrasi online, pada tahap ini peserta mendapatkan pin untuk masuk ke sistem CAT. Setelah itu peserta memasuki ruangan simulator, disana peserta juga mendapatkan gambaran mengikuti CAT. Terakhir peserta diminta memasuki ruangan tes, namun sebelumnya panitia memastikan peserta hanya dibolehkan membawa KTP dan kartu ujian saja dan bagi peserta yang masih membawa tas, panitia menyediakan tempat penyimpan tas (loker). Sebelum melakukan tes, peserta diberikan pembekalan dan penjelasan untuk mengikuti tes.

Pelaksanaan tes hari pertama, Selasa (6/11), dari 1160 orang peserta terdapat 17 orang yang tidak hadir mengikuti tes, dengan rincian 1 orang pada sesi pertama, 2 orang pada sesi kedua, 6 orang sesi ketiga dan 8 orang pada sesi keempat. (eg)

Walikota Solok Paparkan Pengelolaan Pengaduan Layanan Publik Kota Solok

Jakarta, (InfoPublikSolok) – Walikota Solok H. Zul Elfian presentasikan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Kota Solok dihadapan Tim Evaluasi Kompetisi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) bertempat di Kantor Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Republik Indonesia, Kamis (1/11/2018).

Tim tersebut diketuai Azwar Abubakar mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia, dengan anggota Eko Prasojo, Ahli kebijakan Publik sekaligus Dekan dan Guru Besar Ilmu Administrasi UI, Agus Pambagio, Pengamat Kebijakan Publik  dan Iin Yumiyanti, Pemimpin Redaksi detik.com. Sementara, Walikota Solok didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Zulfadli, SH. M.Si, Kasi Pengelolaan Opini dan Aspirasi Publik, Dedy Masry, S.Sos. M.I.Kom dan Kepala Sub Bagian Penghubung dan Kerjasama Rantau, Yopi Permana, S.STP. MM.

Kompetisi SP4N yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN-RB diikuti oleh seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah. Kota Solok berada pada urutan 14 dari TOP 25 instansi yang lolos ke tahapan penilaian lanjutan, setelah sebelumnya dilakukan penilaian terhadap proposal yang telah diajukan. Penilaian kali ini akan menentukan TOP 10 instansi terbaik dalam pengelolaan pengaduan layanan publik.

Walikota Solok Zul Elfian dalam paparannya menyampaikan Pemerintah Kota Solok selalu berupaya untuk melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat. Salah satunya dengan menyediakan kanal pengaduan online yang terintegrasi dengan Aplikasi Layanan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!).

“Pemerintah Kota Solok terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, setiap aduan yang masuk melalui Aplikasi Lapor! kita respon secara cepat, tepat dan tuntas,” ujar Zul Elfian.

Lanjut Wako, “Kedepan pengaduan yang selama ini langsung disampaikan kepada kami Walikota, Wakil Walikota, selanjutnya akan kita integrasikan dengan aplikasi LAPOR! agar dalam penyelesaiannya dapat terpantau dan tercatat,” ungkapnya. (eg)

Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Indonesia Perekat Kebangsaan

Jakarta, (InfoPublikSolok) – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Jusuf Kalla, didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, membuka secara resmi penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XI, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (29/10/2018). KBI yang berlangsung pada tanggal 28-31 Oktober 2018, mengangkat tema “Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia”. Wapres mengajak seluruh masyarakat untuk bangga menggunakan bahasa Indonesia.

“Kita bersyukur bahwa bangsa kita yang besar ini bahasa resminya hanya satu yakni bahasa Indonesia,” dikatakan Wapres Jusuf Kalla.

Mendikbud menyampaikan bahwa dengan Kongres Bahasa Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kedudukan bahasa Indonesia di dunia Internasional. Selain itu, juga dapat memperkuat tenun kebangsaan, mengidentifikasi mutu pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra. Serta menghasilkan rumusan atau rekomendasi yang dapat dijadikan arah kebijakan nasional maupun internasional kebahasaan dan kesusastraan.

“Kongres ini diikuti 1.031 peserta, termasuk peserta asing yang datang dari 12 negara sahabat. Kehadiran peserta asing juga sebagai representasi program internasionalisasi bahasa Indonesia ke manca negara yang sedang berjalan,” tutur Mendikbud.

Kongres Bahasa Indonesia diselenggarakan satu kali dalam lima tahun. Tahun ini menghadirkan 27 orang pembicara kunci, serta 72 pemakalah seleksi yang berasal dari dalam dan luar negeri. Peserta kongres berjumlah 1.031 orang, terdiri atas para pemangku kepentingan, seperti pejabat publik, akademisi, budayawan, tokoh pegiat, pakar, guru, praktisi/pemerhati bahasa dan sastra Indonesia serta daerah, serta para tamu undangan.

Pembicara kunci yang akan berbicara pada hari pertama kongres adalah Sastrawan Ahmad Tohari dengan bahasan “Ragam Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Ranah Kehidupan”, dilanjutkan dengan gelar wicara yang menghadirkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Sutan Adil Hendra dengan bahasan “Bahasa dan Sastra untuk Strategi dan Diplomasi” dan wakil dari Kementerian Dalam Negeri dengan bahasan “Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik”.

Ada sembilan subtema yang dikembangkan dari tema besar itu, yaitu (1) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, (2) Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik, (3) Bahasa, Sastra, dan Teknologi Informasi, (4) Ragam Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Ranah Kehidupan, (5) Pemetaan dan Kajian Bahasa dan Sastra Daerah, (6) Pengelolaan Bahasa dan Sastra Daerah, (7) Bahasa, Sastra, dan Kekuatan Kultural Bangsa Indonesia, (8) Bahasa dan Sastra untuk Strategi dan Diplomasi, dan (9) Politik dan Perencanaan Bahasa dan Sastra.

Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

Bahasa Indonesia merupakan bahasa keempat yang paling banyak dipakai di dunia. Menurut Wapres, salah satu yang menjadikannya lebih mudah diterima oleh masyarakat dunia adalah penggunaan huruf latin. Kendati demikian, Wapres berharap agar kosa kata bahasa Indonesia dapat terus dikembangkan dengan mengikuti perkembangan zaman. “Mudah-mudahan Kongres Bahasa Indonesia ini dapat memberikan kemajuan dan pencerahan kepada masyarakat tentang bagaimana menggunakan bahasa Indonesia baku tetapi tetap moderen dan mengikuti perkembangan zamannya,” pesannya.

Peran dan fungsi bahasa Indonesia telah dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Keberagaman bahasa di Indonesia perlu dikelola untuk kebutuhan pembangunan sosial, politik, dan ekonomi melalui pendidikan. Mendikbud berpesan, agar keberadaan bahasa asing di ruang publik perlu ditertibkan atau disesuaikan.

Sesuai Undang-Undang, penggunaan bahasa asing dan bahasa daerah di ruang publik diperbolehkan. Yang perlu diperhatikan, menurut Mendikbud, adalah kesesuaian dengan kondisi dan ranah yang ada, yaitu tetap mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara karena ruang publik merupakan representasi jati diri bangsa Indonesia yang harus dihormati keberadaannya. “Ruang publik adalah representasi kehadiran negara melalui bahasa negara. Dan bahasa Indonesia harus menjadi tuan rumah di negaranya sendiri,” ujar Mendikbud.

Dan bahasa daerah, menurut Mendikbud, harus mampu membentuk generasi muda Indonesia yang sadar akan kebesaran tradisi dan budayanya. Sementara itu, bahasa asing harus mampu menyiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di dunia internasional.

“Mari kita utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” pesan Mendikbud.

Penghargaan Pegiat Bahasa dan Sastra

Dalam rangka penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia (KBI) ke-XI, Mendikbud Muhadjir Effendy, memberikan penghargaan kepada 13 orang pegiat bahasa Indonesia dan tiga provinsi penerima penghargaan Adibahasa. Tiga provinsi penerima penghargaan Adibahasa tersebut adalah Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jambi, dan Provinsi Sulawesi Barat, di Jakarta, Minggu (28/10).

Selain penghargaan kepada tiga provinsi tersebut, diberikan juga penghargaan kepada 13 orang pegiat bahasa, terdiri atas tiga kategori, yakni kategori Sastra diberikan kepada Rida K. Liamsi (kumpulan puisi); Eka Kurniawan (kumpulan cerpen); Martin Suryajaya (novel); Ziggy Zezsyazeoviennazabriezkie (novel), Akhudiat (naskah drama), Hasan Aspahani (esai sastra).

Selanjutnya penerima penghargaan pada kategori Tokoh Kebahasaan dan Kesastraan diberikan kepada Arif Sulistiono (tokoh kepemudaan); I Komang Warsa (tokoh pendidik/tenaga kependidikan); Nursida Syam (pegiat literasi), dan; Felicia N. Utorodewo (pegiat diplomasi kebahasaan di kawasan ASEAN). Adapun untuk kategori Duta Bahasa Tingkat Nasional 2018 diberikan kepada Agatha Lydia Natania dan Nursidik (Terbaik I); Hilma Ramadina dan Faisal Meinaldy (Terbaik II), dan; Ainna Khairunnisa dan Almuarrif (Terbaik III).

Selain itu, pada pelaksanaan KBI XI Kemendikbud meluncurkan beberapa produk kebahasaan dan kesastraan. Di antaranya Kamus Besar Bahasa Indonesia Braille; Buku Bahasa dan Peta Bahasa; Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Dalam Jaringan (Daring); Korpus Indonesia; Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Daring; Buku Sastrawan Berkarya di Daerah 3T; 546 buah buku bahan bacaan literasi; Kamus Vokasi; Kamus Bidang Ilmu, dan; Aplikasi Senarai Padanan Istilah Asing (SPAI). Masyarakat dapat mengunduh materi dan hasil KBI melalui laman kbi.kemdikbud.go.id. (Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemdikbud didukung oleh Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)

Our Ocean Conference 2018, Wujudkan Kepemimpinan Indonesia di Sektor Kelautan dan Perikanan

Nusa Dua, (InfoPublikSolok) – Perhelatan Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, 29-30 Oktober 2018 merupakan ajang penting bagi pemerintah Indonesia. Indonesia dipercaya untuk menjadi negara pertama di Asia yang melaksanakan Our Ocean Conference kelima ini. Hal ini merupakan tanda bahwa Indonesia telah dipandang oleh dunia karena keaktifannya dalam memperjuangkan isu kedaulatan dan hak laut baik melalui diplomasi maritim maupun kebijakan dalam negeri.

Dengan menjadi tuan rumah OOC 2018, Indonesia akan menunjukkan leadership (kepemimpinan) di bidang kelautan dan perikanan, terutama dalam menangani ancaman terhadap laut Indonesia. Tak hanya itu, Indonesia akan menerima manfaat ekonomi yang besar. Sustainable blue economy dan berbagai rencana aksi lainnya yang dicanangkan merupakan upaya untuk meningkatkan manfaat ekonomi kelautan dan mencegah kerusakan laut. Pelaksanaan OOC di Indonesia juga merupakan bentuk investasi dalam ocean diplomacy untuk menunjukkan our legacy, our ocean issues, atau our ocean related issues.

Setidaknya ada enam bidang aksi yang akan diusung dalam penyelenggaraan OOC tahun ini, di antaranya perikanan berkelanjutan (sustainable fisheries); kawasan konservasi laut (marine protected area); pencemaran laut (marine pollution); perubahan iklim (climate change); ekonomi biru berkelanjutan (sustainable blue economy); dan keamanan maritim (maritime security). Berbeda dari konferensi biasanya yang hanya menghasilkan penandatanganan MoU atau agreement, OOC 2018 akan menghasilkan komitmen konkret. Tidak hanya di Plenary, diskusi enam bidang tersebut juga akan dilaksanakan pada Side Events, Ocean Talks, dan Ocean Youth Leadership Summit.

Saat ini, sudah ada 7 kepala negara dan pemerintahan, 37 menteri, dan 2.200 delegasi yang mengonfirmasi kehadiran. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah. Berbagai perspektif akan dijaring dan diakomodasi sehingga tercipta solusi yang baik bagi masa depan laut di seluruh dunia.

Pelaksanaan OOC 2018 di Indonesia merupakan kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Mengusung tema “Our Ocean, Our Legacy”, Indonesia mengharapkan komitmen konkret yang diusung dari berbagai sektor dapat mengedepankan prinsip keberlanjutan sumber daya laut dan kesehatan laut sebagai warisan yang dipersiapkan bagi anak cucu dan generasi mendatang dengan parameter yang terukur.

“Kita berusaha bertindak dan berusaha konkret, sehingga pada saat kita melakukan konferensi yang ada adalah komitmen. Komitmen konkret negara-negara peserta bagaimana memajukan ocean, bagaimana melindungi ocean, bagaimana meng-address isu yang terkait dengan ocean. Jadi, sekali lagi, another keywords dalam komitmen konkret,” terang Menteri Retno.

Pada OOC 2018 ini, panitia penyelenggara OOC telah melakukan review pada komitmen untuk melihat sejauh mana progres implementasi komitmen yang disampaikan pada OOC 2014-2017. Sebanyak 663 komitmen disampaikan oleh berbagai negara yang ditujukan pada enam bidang aksi. Dari komitmen yang terkumpul, baru 206 komitmen yang telah dianggap selesai. Namun, pelaporan penyelesaian implementasi komitmen dilakukan dengan self- reporting (pelaporan mandiri). Oleh karena itu, Indonesia akan mengadakan pertemuan khusus dengan penyelanggara OOC sebelumnya dan yang akan datang untuk membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pemantauan implementasi komitmen di masing- masing negara.

Untuk memastikan komitmen ini dijalankan sebagaimana mestinya, dalam penyelenggaraan OOC 2018 ini akan dibuat sistem review mechanism. Hal ini untuk mengukur dan mengontrol sampai pada tahap mana komitmen-komitmen tersebut diimplementasikan. “Kita tidak mau lagi kalau konferensi ini cuma talking-talking only. Omong-omong saja, tapi tindakan konkretnya tidak ada. Delivery-nya mana? Our Ocean Conference ke-5 ini betul-betul men- tracking delivery. Anda dulu komitmen satu juta hektar misalnya. Indonesia ingin mencapai 20 juta hektar pada 2020. Sudah janji kita akan mengonservasi laut kita,” ungkap Menteri Susi.

Pemerintah juga berupaya untuk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menyukseskan penyelenggaraan OOC. Hal ini juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memperhatikan isu kelautan di Indonesia. Berkolaborasi dengan berbagai instansi, OOC telah melaksanakan serangkaian talkshow, Our Ocean Photo Competition, kolaborasi dengan Ubud Writers & Readers Festival, Our Ocean Film Festival, dan pada acara puncak akan dilaksanakan Indonesia beach clean up serentak dilaksanakan diseluruh Indonesia pada 28 Oktober 2018, pukul 06.00 WIB.

Melalui kolaborasi, Indonesia berkomitmen untuk memastikan kesuksesan penyelenggaraan OOC 2018 yang berfokus pada keberlanjutan ekologi dan pendekatan ekonomi untuk menjaga dan merestorasi laut, demi sumber daya laut yang berharga, pariwisata, nelayan, masyarakat pesisir, dan seluruh penduduk di dunia.

Bersama, kita akan membuat perbedaan dengan pilihan yang kita buat, tindakan yang kita ambil, dan warisan yang kita tinggalkan, karena laut kita adalah warisan kita. Mari sukseskan Our Ocean Conference 2018!. (Biro Humas dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan didukung oleh Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)