“Basilumuh” Silek Tuo Pusako Minangkabau

Solok (MC Kota Solok) – Dalam rangka pelestarikan budaya Minangkabau khususnya Silek, Panitia Silek Tuo Pusako Lamo Nagari Solok melaksanakan kegiatan “Malam Silahturahmi Silek Tuo Pusako Lamo II dan Basilumuh” pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 25-26 November 2017.

Pergelaran Silek Tuo Pusako Lamo II kali ini memiliki konsep yang berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana pada tahun ini kegiatan Silek Tuo digelar selama dua hari, pada hari sabtunya kegiatan bertempat di halaman kantor Balai Kota Solok dan minggu tanggal 26 November kegiatan BASILUMUH di lanjutkan di sawah solok depan Kantor Pengadilan Negeri Solok.seluruh kegiatan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Solok Ke-47 yang jatuh pada tanggal 16 Desember 2017 mendatang.

Acara Pembukaan dihadiri oleh Walikota Solok , Ketua DPRD Kota Solok , Gubernur Prov.  Sumbar yang diwakili oleh staf ahli bidang pemerintahan Hukum, unsur Forkompinda Kota Solok,  Ketua LKAAM Kota Solok , Ketua KAN Kota Solok ,  Bundo Kanduang Kota Solok,  Perguruan Silek Salingka Kubuang Tigo Baleh serta perwakilan sasaran silek utusan seluruh daerah kab/kota yang ada di Sumatera Barat.

Acara yang dibuka oleh Bapak Gubernur Sumbar diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum , Ir. Edwardi, MM dalam sambutannya mengatakan bahwa malam basilahturahmi Silek Tuo Pusako Lamo II dan Basilumuh Kota Solok perlu dilestarikan.

Ketua DPRD Kota Solok,Yutris Can,SE dalam sambutannya sangat mendukung kegiatan yang melestarikan kearifan lokal Solok, seperti Basilumuh tersebut. Menurutnya, langkah Pemko Solok sudah cukup baik, karena tidak hanya bermanfaat, sehingga Silek dapat dilestarikan, tapi juga bisa menjadi sarana promosi dalam memperkenalkan Kota Solok dengan berbagai iven-iven kearifan lokalnya, sehingga dapat menggenjot sektor pariwisata. Silek dalam sawah ini, sudah lama dilakukan oleh para nenek moyang kita dahulu terutama ketika usai musim panen. Terkait kegiatan ini DPRD sangat mendukung hal-hal seperti ini, karena ini adalah warisan nenek moyang kita yang harus kita lestarikan”, kata Yutris Can,SE

Walikota Solok Zul Elfian, SH,M.Si dalam sambutannya mengatakan, generasi muda harus pandai mengaji dan silek. Sebab kedua hal tersebut merupakan sebuah pusako di Minangkabau. Muda-mudi di Kota Solok juga dihimbau untuk ikut menjaga, meneruskan nilai-nilai adat dan budaya sebagai warisan leluhur, sehingga menjadi sebuah pergerakan dalam mempertahankan jati diri bangsa, bahwa dengan menjaga dan melestarikan budaya Mengaji dan Bersilek adalah tanggung jawab serta kewajiban semua pihak dengan diselenggarakannya kegiatan Silek, semoga dapat mengembalikan gairah, semangat masyarakat akan kearifan lokal”, ungkapnya .

Walikota juga berharap kepada guru-guru, pendekar-pendekar silek untuk menurunkan ilmunya kepada generasi muda penerus bangsa, sehingga Silek dapat lestari sepanjang masa. Saya minta kepada seluruh guru-guru dari berbagai daerah di Kota dan Kabupaten Solok, dari berbagai macam perguruan Silek Kubuang Tigo Baleh, untuk meneruskan ilmunya kepada generasi muda kita sebanyak-banyaknya, sehingga anak-anak kita semua tetap pandai mengaji dan ba-silek, serta berbudi, berbahasa dan berbudaya yang baik,” kata Zul Elfian.

Ketua LKAAM Kota Solok, Rusli Khatib Sulaiman mengatakan, Silek bukan hanya sebatas gerakan atau jurus membela diri, tetapi ada falsafah sebuah ilmu yang menjadikan para pesilat harus menemukan keseimbangan, karena basilek adalah silaturahmi, mencari kawan dan berujung dengan lebih dekatnya para pasilek dengan Allah yang Maha Kuasa. Makna Tauhid ada dalam silek, sehingga silek bukan hanya gerakan, tapi hati juga harus dijaga. Para pendeka silek harus mampu menjadikan ilmu bela diri silat sebagai sebuah jalan dalam berdakwah, karena basilek penuh dengan ajaran Islam,” kata H.M Rusli Khatib Sulaiman.

Dalam kesempatan tersebut juga berlangsung prosesi pemberian gelar penghargaan Datuk Pandeka Rajo Mudo kepada AKBP Doni Setiawan S.IK, M.H Selaku Kapolres Solok Kota . Yang dirangkai dengan pembacaan surat keputusan adat Kota Solok , pemasangan deta oleh Tuo Silek Kota Solok dan penyerahan surat keputusan lembaga adat.

Ketua Pelaksana Acara Silaturahmi Silek Tuo Pusako Lamo II dan Basilumuh, Asraf Dani, S.Sos Dt. Tan Panggak , menyampaikan acara Silek Tuo dimaksudkan untuk  melestarikan budaya Minangkabau dan menjalin hubungan silahturahmi antara pesilat serta  nilai-nilai luhur silat kepada masyarat Minangkabau. Silek Tuo harus dilestarikan dan dipertahankan, dengan sedemikan banyak manfaat yang terkandung dalam silek, Silek sangat dibutuhkan terutama untuk generasi muda kini, dengan basilek maka generasi muda akan memiliki pegangan, dan terbentengi dari pengaruh buruk pergaulan. Silek terbukti dapat bertahan melintasi ruang dan waktu. Kita tentu berkewajiban melestarikan silek, karena dengan silek segala permasalahan di zaman sekarang dapat teratasi, dengan silek maka kita bisa membentengi generasi muda kita dari pengaruh yang tidak baik, dengan silek pula kita bangsa Indonesia dapat meraih kemerdekaan. Maka dari itu, Silek harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda kita, sehingga lahirlah generasi-generasi penerus bangsa yang kuat mental dan fisik dengan basilek”, jelasnya. (wh)