BBPOM Padang Segel Ikan Kaleng Pada Distributor

Solok, (InfoPublikSolok) – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang bersama Dinas Perdagangan dan KUKM dan Dinas Kesehatan Kota Solok lakukan penyegelan ikan kaleng merk Hoki yang ada pada gudang distributor Kota Solok, Senin (26/3/18).

Dinas Perdagangan dan KUKM dan Dinas Kesehatan Kota Solok dua hari sebelumnya, Sabtu (24/3/2018), telah melakukan sidak sekaligus sosialisasi kepada beberapa pedagang di Kota Solok, yang ditemukan menjual ikan kaleng dengan merk  Hoki. Sidak dilakukan berdasarkan Penjelasan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI di web resminya tentang temuan cacing pada produk ikan kaleng.

Ada tiga merk produk ikan kaleng dari hasil pemeriksaan dan pengujian BPOM RI menemukan adanya cacing dengan kondisi mati pada produk ikan makarel dalam saus tomat dalam kaleng ukuran 425 gr. Ketiga merk ikan kalengan tersebut adalah merk Farmerjeck dengan Nomor Izin Edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175 nomor bets 3502/01106351356; merk IO dengan NIE BPPOM RI ML 54392907004 nomor bets 370/12 Oktober 2020, dan yang terakhir merk Hoki dengan NIE BPPOM RI ML 543909501660 nomor bets 3502/01103/-.

Masyarakat dihimbau untuk lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan. Selalu ingat cek “KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan. Pastikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa. Masyarakat yang menemukan produk bermasalah dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, e-mail: halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Sidak sekaligus sosialisasi tersebut  bertujuan agar penjual yang masih memiliki stok agar mengembalikan barang dagangannya tersebut ke distributornya. Dari kegiatan tersebut, terkumpulah sekitar 12 dus ikan kaleng merk hoki di agen/distributornya dan dilakukan penyegelan.

Kepala BPPOM Padang, Martin Suhendri menjelaskan “ini bukanlah penyitaan melainkan mengamankan barang yang nantinya barang tersebut akan di kembalikan ke Distributor utama dan penjual akan mendapatkan ganti rugi”, jelasnya.

Lanjutnya, “BPOM Pusat akan memantau pengembalian produk ke Distributor awal dengan bukti pengembalian berupa faktur pengembalian dan diharapkan  distributor mau bekerja sama”, tambah Martin.

Dedi Asmar Kepala Dinas Perdagangan dan KUKM Kota Solok mengatakan, “ini adalah reaksi tanggap dari kami selaku aparat untuk melindungi masyarakat dari indikasi tercemarnya ikan kalengan tersebut. Di Kota Solok sendiri hanya merk Hoki yang ditemukan”, katanya. (id)