Aisyiyah Berikan BMT Bagi Pasien TB Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Community TBC-HIV Care Aisyiyah Kota Solok menggelar kegiatan penyaluran Bantuan Makanan Tambahan (BMT) yang berlangsung pada hari Minggu,25 November 2018 yang diantarkan langsung ke rumah pasien TBC temuan Aisyiyah tahun 2018 di Kota Solok.

Kegiatan ini di buka langsung oleh Kepala SSR TBC-HIV Care Aisyiyah Kota Solok ibu Ns. Hj. Murhayeni, S.Kep di aula Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Solok yang dihadiri oleh para pelaksana program dan kader.

Kegiatan ini diawali dengan arahan dan mekanisme penyaluran BMT kepada pasien TBC. Kader dibagi menjadi beberapa tim untuk menyalurkan BMT ke rumah pasien. Pemegang program juga ikut menyalurkan bantuan ke rumah pasien.

Menurut Murhayeni, Ide pemberian BMT ini berawal dari kegiatan komunitas TBC Aisyiyah pada Bulan September 2018 yang mengundang Baznas, Pengusaha dan kader Community Aisyiyah Kota Solok, Untuk membicarakan perihal pendanaan dan bantuan untuk pasien TBC. Dalam pertemuan itu diperoleh dana sekitar  5 juta sesuai target kegiatan yang digunakan untuk BMT dan operasional penyuluhan kader. Bantuan ini dibuat dengan berbentuk paket berisi telur, susu, minyak goreng, gula dan kacang hijau, sebanyak 24 paket. “Bantuan ini diharapkan dapat memotivasi pasien untuk lebih sehat dan gizinya terpenuhi dengan baik,” harap Murhayeni.

Seusai pembukaan, tim Aisyiyah dan kader langsung menyerahkan bantuan paket pertama kepada pasien di Kelurahan Tanah Garam. Di Kelurahan ini ada 7 orang, kemudian menyusul ke Kelurahan Nan Balimo sebanyak 5 orang, Kelurahan Simpang Rumbio 1 orang, Kelurahan Pasar Pandan Air Mati 2 orang, Kelurahan Sinapa Piliang 1 orang, Kelurahan Tanjung Paku 3 orang, Kelurahan KTK 1 orang, Kelurahan VI Suku 3 orang serta Kelurahan Kampung Jawa 1 orang. (eg)

Petani Serai Wangi Adakan Demonstrasi Percontohan Sajale

Solok, (InfoPublikSolok) – Semangat petani serai wangi yang dikomandoi oleh Djanuardi patut ditiru. Keterbatasan lahan tidak menjadikan pensiunan pegawai kehutanan tersebut berputus asa untuk mengembangkan serai wangi. Berawal dari Program Kementerian Pertanian yang bernama Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai, Djanuardi terbersit ide untuk menciptakan program serupa yang memasukkan komoditas serai wangi.

Untuk itu, Kamis (22/11/18) bertempat di lahan dekat Jalan Lingkar Utara, Ketua Kelompok Agribisnis Serai Wangi beserta anggota yang didukung oleh Dinas Pertanian Kota Solok mengadakan Demonstrasi Percontohan Tumpang Sari antara Serai Wangi, Jagung dan Kedelai (Sajale).

Kegiatan ini diikuti lebih kurang 100 petani dari Kota Solok dan dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Solok, Drs. Dedi Asmar. Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Agribisnis Dinas Pertanian Kota Solok, Ir. Eka Yulmalida, Kepala Dinas Pangan yang diwakili oleh Wisra, S.Pt, Akademisi UMMY dan KTNA Kota Solok.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian yang diwakili oleh Ir. Eka Yulmalida mengatakan bahwa Pemerintah Kota Solok telah mengembangkan serai wangi sejak tahun 2006 dan telah ditetapkan sebagai satu komoditas unggulan Kota Solok yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Sumatera Barat dan Peraturan Walikota Solok.

“Minyak serai wangi Kota Solok memiliki mutu terbaik di Indonesia dengan kandungan Citronella 45-50% dan Geraniol 90-93% dan di atas standar mutu minyak serai wangi nasional yang hanya mengandung Citronella 35% dan Geraniol 85%. Standar mutu yang terbaik di Indonesia tersebut membuat Pemerintah Kota Solok memandang serai wangi mempunyai prospek untuk dikembangkan, bahkan untuk komoditas ekspor” lanjut Eka.

Djanuardi dalam eksposenya menyatakan serai wangi memiliki masa depan yang cerah. Bahkan dalam setiap kesempatan petani yang ahli membuat produk turunan dari minyak serai wangi ini menyatakan bahwa Pemerintah Kota Solok dapat meraup keuntungan dari serai wangi jika dikelola dalam bentuk BUMD.

Acara tersebut diakhiri dengan pencanangan dengan penanaman bersama tumpang sari serai wangi dengan jagung dan kedelai. (fa).

Galakkan Budaya Literasi BI Sumbar Akan Bangun Pojok Baca

Solok, (InfoPublikSolok) – Bank Indonesia (BI) Sumbar melakukan survey ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok dalam rangka kerja sama penempatan  BI Corner (Pojok baca)  di perpustakaan, pada hari Jum’at (10/11) di ruang Pelayanan Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok.

Program Bl Corner merupakan pembangunan sarana perpustakaan mini yang didesain menarik dan nyaman serta menyediakan akses informasi dan literatur berkualitas dalam bentuk cetak maupun e-book dari dalam dan luar negeri. Bl Corner diimplementasikan di tingkat universitas, instansi pendidikan, Perpustakaan Daerah dan instansi lainnya sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat tentang keberadaan dan peran Bl sekaligus mendorong kegiatan edukasi dan peningkatan kualitas pendidikan.

Riyan Galuh P. Asisten Analisis BI Sumbar mengatakan “BI Corner adalah sebagai bentuk kepedulian Bank Indonesia terhadap dunia pendidikan dan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait ekonomi dan peran BI. Melalui BI Corner diharapkan akan meningkatkan budaya baca dan menulis masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok hanya menyediakan tempat dan segala fasilitasnya disediakan oleh Pihak Bank Indonesia (BI)” tambah Riyan.

Drs. H. Umar M, MM Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok  yang didamping Dra. Weni Oktiarni ,MM Kabid Pengelolaan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca menyambut baik bantuan dari BI. Penempatan BI Corner di perpusatakaan tersebut sejalan dengan visi misi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok  untuk menggalakkan budaya literasi, agar masyarakat semakin gemar membaca.

Sementara itu Henry Irwan Direktur CV. Roland Kencana, selaku rekanan Bank Indonesia (BI) yang akan menyediakan BI Corner (Pojok Baca) mengatakan akan menyediakan secepat mungkin dan menunggu kesiapan tempat dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok.(kd)

The 5th GHSA, Indonesia Mengawal Terciptanya Keamanan Kesehatan Dunia

Nusa Dua, (InfoPublikSolok) – Mobilitas manusia di era milenial bukan hanya berdampak terhadap kecepatan penyampaian informasi. Ancaman kesehatan global menjadi sisi lain dunia tanpa batas yang mengantarkan penyakit-penyakit yang berisiko menyerang manusia serta ancaman bioterorisme.

Peran aktif negara-negara di dunia diperlukan untuk bersama-sama menanggulangi ancaman berbagai penyakit berbahaya dan menular, baik secara disengaja maupun  tidak disengaja. Wabah yang terjadi di suatu wilayah atau negara, dapat dengan cepat menyebar ke negara lainnya.

Wabah tersebut berdampak sosial, ekonomi, dan keamanan yang luas. Organisasi internasional, seperti WHO (Badan Kesehatan Dunia), FAO (Badan Pangan Dunia), OIE (Organisasi Kesehatan Hewan Dunia), dan Bank Dunia telah mengembangkan sejumlah aturan, pedoman, dan kerangka sebagai acuan

Momentum wabah Ebola pada tahun 2013 menjadi pengingat masih banyaknya negara yang belum melaksanakan regulasi badan kesehatan dunia secara optimal. Selain itu, berbagai upaya yang dilakukan masih bersifat sektoral.

Indonesia bersama tiga negara lainnya, Amerika Serikat, Finlandia, dan Korea Selatan berinisiatif membentuk forum Global Health Security Agenda (GHSA) pada Februari 2014. Awalnya, GHSA diminati oleh 29 negara. Perkembangan pesat GHSA membuat  Steering Committee GHSA berinisiatif untuk menyusun  framework baru yang akan diterapkan  pada 2019–2024.

“GHSA memiliki manfaat besar yang semakin lama semakin disadari oleh negara-negara di dunia. Dalam kondisi seperti saat ini, keamanan kesehatan global harus diperkuat melalui forum seperti GHSA,” ujar Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Nila F. Moeloek, Sp. M(K).

Pola gerakan inisiatif tersebut, menurut Menkes, kini lebih tertata, baik dalam struktur, program, laporan sampai ke pembiayaan. Tujuannya agar GHSA dapat bermanfaat bagi anggotanya yang kini mencapai 65 negara. Anggotanya pun kian beragam mulai dari unsur pemerintah, lembaga filantropi, organisasi internasional, dan sektor non-pemerintahan.

Menyikapi hal tersebut, organisasi- dalam upaya peningkatan kapasitas dimaksud. Namun demikian, wabah Ebola pada tahun 2013 menjadi pengingat masih banyaknya negara yang belum melakukan aturan-aturan dimaksud secara optimal. Selain itu, berbagai upaya yang dilakukan masih bersifat sektoral.

Indonesia Aktif di GHSA

Forum kerja sama antarnegara yang bersifat terbuka dan sukarela ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif berkontribusi, diantaranya menjadi anggota Tim Pengarah (Steering Group) bersama 9 negara lainnya, anggota Troika (2014-2018), serta menjadi Ketua Tim Pengarah (2016).

Apresiasi positif dari berbagai negara anggota dan mitra membuat Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan GHSA kelima di Nusa Dua, Bali pada 6-8 November 2018.

Kelebihan forum ini adalah penguatan kerja sama multisektor dan multilaktor, mengingat penanganan ketahanan kesehatan tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. Selain itu, GHSA juga bermaksud membangun komitmen dari para pimpinan tinggi negara untuk lebih memperhatikan penanganan isu health security.

“GHSA Ministerial Meeting kelima ini mengambil tema Advancing Global Partnership, yang ditujukan untuk lebih mengembangkan kemitraan  yang telah tercipta selama ini, juga potensi kemitraan yang tercipta di masa depan, dari berbagai pihak, baik itu kemitraan  di tingkat global, regional, maupun  nasional,” ungkap Menkes.

GHSA Ministerial Meeting kali ini tidak hanya dihadiri oleh para Menteri Kesehatan dari negara anggota, namun juga Menteri Pertanian.  Di pertemuan ini, Indonesia membawa pendekatan One Health. Maksudnya, kesehatan itu tidak hanya ditujukan kepada manusia namun juga kepada hewan. Karena seperti yang disadari saat ini, penyakit yang diderita oleh hewan akan berdampak kepada manusia, baik secara langsung dan tidak langsung.

Menkes juga berharap, GHSA Ministerial Meeting kelima ini diharapkan lebih banyak pihak akan berperan aktif dalam meningkatkan keamanan kesehatan global, tak hanya dari pemerintah saja, namun juga sektor-sektor lain yang terlibat. (Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes bersama Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)

TP-PKK Sumbar Gelar Bimtek Gerakan PKK di Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Solok mengikuti Bimbingan Teknis Gerakan PKK yang diberikan oleh TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, bertempat di Aula Kantor TP-PKK Kota Solok, Kampung Jawa, Rabu (24/10).

Kedatangan Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat di Kota Solok didampingi langsung oleh Wakil Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Ny. Wartawati Nasrul Abit, didampingi Ny. Fatmawati (sekretaris), Jumaiah (Pokja I), Tisno Elly (Pokja II), Ir. Titin Rustini (Pokja III), Fauziah (Pokja IV), Armita (Wakil Bendahara).

Para peserta pembinaan ini adalah Pengurus Tim Penggerak PKK Kota Solok beserta Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Ketua Pokja I-IV TP-PKK Kecamatan dan Kelurahan se- Kota Solok.

Kegiatan Bimtek ini dibuka secara resmi oleh Susweni, SH, Staf Ahli Walikota Bidang Pemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

“Melalui pembinaan ini tertumpang harapan kami kepada Ibu Tim Pembina, betapa antusiasnya pengurus TP-PKK Kota Solok secara berjenjang melaksanakan kegiatan yang sasarannya masyarakat. Karena PKK memiliki peran amat penting dalam membina sikap prilaku masyarakat terutama dalam pembinaan karakter anak sejak usia dini dan pemberdayaan ekonomi rumah tangga,” tutur Susweni, SH menyambut kehadiran TP-PKK Provinsi Sumatera Barat di Kota Solok.

Pada Kesempatan itu, Ny. Wartawati Nasrul Abit menyampaikan kegiatan pembinaan ini penting dilaksanakan untuk memberikan motivasi dan masukan kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten/ Kota dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK di daerahnya masing-masing serta langkah-langkah inovasi apa yang sudah dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK kabupaten/ kota secara berjenjang untuk kemajuan pelaksanaan gerakan PKK.

Ia berharap agar Ketua TP-PKK Kabupaten/ Kota selalu berupaya melakukan kerjasama dan bermitra dengan OPD terkait untuk mengarahkan kegiatannya ke lokasi binaan PKK di setiap kecamatan dengan kerja keras dan kepedulian bersama.

Sementara, Ketua TP-PKK Kota Solok, Ny. Dra. Hj. Zulmiyetti Zul Elfian dalam eksposenya menyampaikan segala kegiatan PKK yang sudah dilaksanakan di Kota Solok mulai dari kegiatan Sekretaris, Pokja I-IV Tim Penggerak PKK Kota Solok Tahun 2018.

Menurutnya, pembinaan Gerakan PKK oleh TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, nantinya dapat memberikan arahan dan masukan bagi kesempurnaan serta kesuksesan gerakan PKK di Kota Solok

Materi pembinaan dilanjutkan dengan pertemuan kelompok-kelompok, yaitu Kelompok Ketua, Kelompok Sekretaris, Bendahara, Kelompok Pokja I-IV. (mia)

Kementerian Perdagangan Optimistis Target TEI 2018 Akan Tercapai

Serpong, (InfoPublikSolok) – Pameran dagang berskala internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 resmi dibuka Presiden RI Joko Widodo hari ini, Rabu (24/10) di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Banten. Mengusung tema “Creating Products for Global Opportunities” pada TEI 2018, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yakin Indonesia telah siap menjadi mitra penyedia produk-produk berdaya saing yang berkesinambungan bagi pelaku usaha dunia di kancah perdagangan global.

“Fokus utama TEI adalah transaksi business-to-business yang bersifat jangka panjang dan bertaraf internasional. Tujuan penyelenggaraan TEI adalah untuk meningkatkan ekspor Indonesia di kancah perdagangan internasional,” ungkap Mendag saat memberikan sambutan pada pembukaan TEI 2018.

TEI 2018 digelar selama lima hari, yaitu pada 24—28 Oktober 2018. Selama penyelenggaraan TEI, diperkirakan terlaksana sekitar 68 penandatanganan kontrak dagang misi pembelian. Kontrak dagang tersebut berasal dari Korea Selatan, Australia, Arab Saudi, Belgia, Perancis/Austria, RRT, Belanda, Spanyol, Meksiko, Thailand, Chile, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Filipina, Brasil, Inggris, Jerman, Mesir, Nigeria, Italia, Hong Kong, Taipei, UAE, Irak, dan Jepang.

Perkiraan total nilai kontrak dagang adalah sekitar USD 5,19 miliar yang terdiri dari transaksi perdagangan sebesar USD 513,97 juta dan investasi sebesar USD 4,68 miliar. “Nilai ini tentunya akan terus bertambah pada saat penyelenggaraan, bahkan setelah TEI,” ujar Mendag optimistis.

Sampai dengan 23 Oktober 2018, telah terdaftar 8.313 buyers dari 124 negara. Sepuluh negara dengan jumlah buyer tertinggi selain Indonesia adalah Nigeria, Malaysia, RRT, Jepang, India, Saudi Arabia, Thailand, Australia, Afghanistan, dan Pakistan.

“Hingga 22 Oktober 2018 telah ada 7.127 permintaan terhadap produk Indonesia pada TEI 2018. Permintaan terbesar sejauh ini adalah untuk produk makanan dan minuman; produk fesyen dan gaya hidup serta kecantikan; produk manufaktur dan jasa; produk furnitur, perabotan, dan furnitur taman,” urai Mendag.

Mendag Enggar menekankan, TEI tahun ini sangat fokus mendatangkan buyer mancanegara. Untuk itu, Kemendag bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri melalui 132 kantor perwakilan RI di luar negeri, 22 atase perdagangan, 18 kantor Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), 1 Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, serta 1 Konsul Perdagangan maupun KADIN negara-negara sahabat dalam menyebarluaskan informasi di mancanegara tentang penyelenggaraan TEI 2018.

TEI 2018 menempati lahan pameran seluas 15.456 m2 yang cukup menampung 1.151 perusahaan nasional peserta pameran. Peserta pameran merupakan produsen, eksportir, serta pemasok produk dan jasa terbaik dari Indonesia, mulai dari produk manufaktur, pertambangan, industri strategis, hingga kerajinan.

Guna mempermudah buyer menemukan produk yang diminati, area TEI 2018 dibagi ke dalam tujuh zonasi, yaitu Pangan Nusa di Hall 1 dan 10, produk gaya hidup dan kerajinan di Hall 2, furnitur di Hall 3, produk-produk kreatif dan jasa di Hall 3A, produk-produk manufaktur di Hall 5 dan 6, produk-produk makanan dan minuman di Hall 7 dan 8, serta produk-produk unggulan daerah di Hall 9.

Pada penyelenggaraan TEI 2018 ini ditampilkan juga beberapa zona khusus, seperti di antaranya Paviliun “Road to Dubai”, yaitu area khusus bagi pihak sponsor utama keikutsertaan Indonesia pada World Expo 2020 Dubai. Zona ini dimaksudkan untuk menyosialisasikan keikutsertaan Indonesia pada ajang tersebut kepada masyarakat luas, serta kepada para buyer yang datang di TEI 2018.

Ada juga zona khusus Promosi Terpadu Sektor Perikanan hasil kerja sama Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Luar Negeri. Kegiatan di zona ini akan mencakup forum bisnis, business matching, konsultasi bisnis, dan kunjungan ke lokasi sektor perikanan; dan akan berlangsung pada 25—27 Oktober 2018.

Adapun zona khusus lainnya yakni Paviliun Program Pembinaan UKM Ekspor Daerah, Paviliun Indonesian Design Development Center (IDDC), Paviliun UKM alumni Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI), Pangan Nusa, Paviliun Kayu Ringan kerja sama dengan CBI Belanda dan Indonesia Light Wood Association (ILWA), dan Paviliun kerja sama TPSA Kanada.

TEI 2018 juga mempersiapkan berbagai kegiatan di luar kegiatan pameran, yaitu business matching dan juga Trade, Tourism, and Investment Forum (TTI Forum). Business matching akan digelar selama TEI 2018 berlangsung. Sementara TTI Forum akan dilaksanakan pada 24—27 Oktober 2018. TTI Forum memiliki beberapa ragam kegiatan seperti TTI Seminar, regional discussion, business counseling, export startup competition, dan talkshow.

Pada pembukaan TEI 2018 ini, Pemerintah memberikan apresiasi kepada eksportir berprestasi dalam bentuk Penghargaan Primaniyarta kepada 26 perusahaan yang giat melakukan ekspor. Pemerintah juga memberikan penghargaan Primaduta kepada 42 buyers mancanegara yang loyal membeli produk-produk Indonesia, dimana 11 diantaranya diberikan penghargaan khusus sebagai buyers pasar prospektif yang berasal dari 11 negara.

Penerima penghargaan Primaniyarta terbagi menjadi empat kategori, yang meliputi Kategori Eksportir Berkinerja, Kategori Eksportir Pembangun Merek Global, Kategori Eksportir Pelopor Pasar Baru, serta Kategori Eksportir Potensi Unggulan. Sementara itu, penghargaan Primaduta diberikan kepada 42 buyers yang terbagi berdasarkan pasar negara tujuan ekspor, yaitu Pasar Ekspor Utama, Pasar Ekspor Nontradisional, dan Pasar Prospektif.

TEI merupakan ajang promosi tahunan berskala internasional yang menampilkan produk dan jasa Indonesia berorientasi pasar ekspor. Pada penyelenggaraannya yang ke-33 pada tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, pembiayaan TEI sepenuhnya berasal dari pihak swasta melalui kemitraan pemerintah-swasta dengan PT Debindomulti Adhiswasti. (Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan didukung oleh Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)

Diklat 3 in 1 Diharapkan Dapat Tingkatkan Perekonomian

Solok (Info Publik Solok) – Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM membuka langsung Diklat 3 in 1 Pembuatan Hiasan Busana dengan Alat Jahit Tangan (sulaman) Angkatan VII di Bunda Bordir, Air Mati, Kelurahan PPA, Selasa (16/10).

Diklat tersebut dimulai dari tanggal 16 Oktober sampai dengan 5 November 2018. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Adi Hermawan dari Balai Diklat Industri (BDI) Padang, Ketua Dekranasda Kota Solok, Zulmiyetti Zul Elfian, Ketua GOW, Elfia Reinier, Ketua LKAAM Kota Solok, H. Rusli Khatib Sulaiman, para peserta diklat dan tamu undangan.

Ketua Pelaksana, Adi Hermawan dalam laporannya mengungkapkan tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan pengrajin untuk pembuatan hiasan busana dengan alat jahit tangan dan banyak keuntungan pelatihan ini selama 13 hari kedepan dan diberikan sertifikat apabila berkompeten.

Pelatihan yang dilaksanakan oleh BDI Padang ini dengan basis pelatihan selalu 3 in 1 yaitu pelatihan, sertifikasi dan penempatan. Pelatihan  3 in 1 ini menjadi kunci bagi BDI-BDI yang ada di Indonesia khusus untuk mendorong tumbuh kembangnya Industri Kecil dan Menengah (IKM)

Dalam sambutannya Wawako Reinier ungkapkan rasa terimakasihnya kepada Kementerian Perindusrian RI melalui BDI Padang, karena dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Solok. “Terima kasih saya ucapkan atas pelatihan ini yang mana dengan adanya pelatihan ini akan meningkatkan keterampilan dan menumbuhkan lapangan usaha baru khusunya IKM di Kota Solok nanti hendaknya,“ tutur Reinier

“Saya salut dengan kegiatan ini karna dapat menambah ilmu, serta solusi mengurangi jumlah pengangguran,” apresiasi Ketua LKAAM di depan seluruh peserta diklat.

Disisi lain Ketua Dekranasda Kota Solok dalam sambutannya berharap pengrajin yang ikut diklat tersebut mengikuti kegiatan tersebut dengan baik, karena tidak semua orang bisa menekuni hal tersebut. “Semangat belajar, dan ikuti semua pelatihan dengan baik dan lancar” ungkap Ketua Dekranasda Kota Solok tersebut. (sna)

Pelepasan Tim Kempo Kota Solok ke Pekan Olahraga Beladiri Daerah (PORDIDA)

Solok, (Info Publik Solok) – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Drs. Dodi Osmond, M.Si melepas secara resmi keberangkatan tim Kempo Kota Solok menuju PORDIDA Sumbar 2018. Pelepasan bertempat di Sport Hall, Tanjung Paku, Kota Solok, Senin (15/10).

Pelepasan yang diwakili oleh Persatuan Kempo Indonesia (PERKEMI) Pengurus Cabang Kota Solok ke Pekan Olahraga Beladiri Daerah (PORDIDA) Tahun 2018, turut dihadiri Kepala Bidang Olahraga Prestasi Yonhasdian, SH, Kasi Prestasi dan Kejuaraan Rillyade Vernando, S.Pd, MM dan Tim Manajer Hendri Oswari, Pelatih Novri Jaya dan Official Tim Irfan Jaya serta 13 (tiga belas) orang atlet kempo.

Ketiga belas atlet kempo diantaranya Fadilla Ma’ruf, Aditya Prima Gunanto, Tegar Pratama, Ari Frans, Afgus Budiman, Ilham Wahyudi, Dheo Alief Kurnia, Reza Franciska, Laras Andeska, Anisa Tulhasanah, Aulia Olivia, Aqva Melacun dan Nabita Firdausya. Fadilla Ma’ruf dan Aulia Olivia, merupakan peraih medali perunggu pada Kejurda Walikota Cup Tangerang IV 2018.

PORDIDA 2018 yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat diikuti oleh seluruh Kabupaten dan Kota seluruh Provinsi Sumatera Barat, pada tanggal 16 s/d 19 Oktober 2018 di GOR H. Agus Salim, Padang. Nomor yang dipertandingakan yaitu kelas tanding dan seni, ini merupakan cabang olahraga  kedua yang akan dipertandingkan pada PORDIDA 2018. Sebelumnya sudah dipertandingkan cabang Gulat dan kontingen Kota Solok berhasil meraih 2 perak dan 6 perunggu.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Dodi Osmond dalam sambutannya mengatakan Pekan Olahraga Beladiri Daerah Tahun 2018 ini merupakan wadah pembinaan bagi tim, serta ajang untuk menyalurkan bakat dan kemampuan pemain.

“Pertandingan ini merupakan ajang tingkat daerah, Tetap semangat, jaga kekompakkan dan sportivitas serta tunjukkan bahwa tim beladiri kita dapat bersaing di tingkat regional ini. Sebelumnya kontingen Gulat kita telah berhasil meraih medali 2 perak dan 6 perunggu, mungkin untuk tim Kempo nantinya dapat meraih medali emas,” harap Kadispora.

Pada kesempatan itu Kasi Prestasi dan Kejuaraan Rillyade Vernando juga mengatakan setiap atlet memiliki kemauan dan semangat dan motivasi yang tinggi pada kejuaraan ini. PORDIDA 2018 ini juga sebagai bentuk penambahan jam terbang dan pemanasan bagi atlet Kempo Kota Solok untuk menghadapi Porprov bulan depan. “Mudah-mudahan tim Kempo Kota Solok dapat meraih medali emas nantinya, karena pada tim gulat belum berhasil meraih medali emas,” Rillyade Vernando mengakhiri pembicaraannya. (ep)

Dispora Berangkatkan Pemuda/i Kota Solok Magang Home Industri ke Yogyakarta

Solok (InfoPublikSolok) – Pemko Solok melalui Dinas Pemuda dan Olahraga berangkatkan 10 pemuda/i Kota Solok terdiri 4 orang perempuan dan 6 orang laki-laki magang home industri ke Kota Yogyakarta, acara pelepasan bertempat di Sport Hall Tanjung Paku, Minggu (14/10/2018) siang.

Turut hadir juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang di wakilkan oleh Sekretaris, Drs. Mursal, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, Drs. Rusli Hamris, MM dan Kepala Seksi Kepemimpinan, Kepeloporan dan Kewirausahaan, Silvia Dianti, SH.

Sepuluh peserta home industri ke Kota Yogyakarta ini merupakan hasil seleksi dari setiap kelurahan. Sebelumnya telah terdaftar sebanyak 60 orang peserta yang mengikuti kegiatan home industri ini yang berasal dari perwakilan dari setiap kelurahan di Kota Solok.

Kegiatan magang home industri ini berlangsung selama 7 hari dimulai dari tanggal 14-20 Oktober 2018. Ada 4 home industri yang akan dimagangkan oleh 10 pemuda/i nantinya. Diantaranya Usaha Sablon untuk Afridai dan Romi Fernandes, Usaha Rajut Benang untuk Yessi Setiawan dan Asya Triwani, Usaha Kriya Seni Kayu untuk Rivo Juni Agustin dan Angga Prana Sunta, Usaha Pengelolaan Daur Ulang Sampah untuk Gobi Wiranda Dwifa, Arum Nabila, Anugrah Saputra dan Mira Elfiza. Semua tempat home industri di pusatkan di Kota Yogyakarta.

Menurut Sekretaris Dispora, Drs. Mursal, Pemko Solok melalui Dinas Pemuda dan Olahraga akan senantiasa berkomitmen dan mendukung penuh perkembangan usaha bagi generasi muda di Kota Solok.

“Ini bentuk kepedulian kami terhadap pemuda/i di Kota Solok, untuk kedepan kami akan berupaya meningkatkan jumlah peserta serta jenis usaha yang akan dimagangkan nantinya,” katanya.

Kepala Seksi Kepemimpinan, Kepeloporan dan Kewirausahaan, Silvia Dianti, SH mengatakan “Mudah-mudahan setelah melakukan magang ini kita harapkan peserta dapat menyerap ilmu yang didapatkan serta dapat menerapakannya. Ini juga bertujuan untuk meningkat kreatifitas pemuda dan mengembangkan jiwa kewirausahaan” katanya.  (ep)

Pramuka Peduli, Kwarcab Kota Solok Salurkan Bantuan Gempa

Solok, (InfoPublikSolok) –  Gempa 7,4 SR dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sigi dan Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu, yang mana banyaknya jumlah korban jiwa dan materil. Pramuka Peduli Kota Solok turut bantu meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa gempa dan tsunami dalam aksi yang dilakukan oleh Satgas Pramuka Peduli yaitu penggalangan dana di jalan raya dan di pasar raya solok serta diadakan bumbung kemanusiaan melalui gudep-gudep yang berpangkalan di sekolah-sekolah se Kota Solok.

Sampai saat ini bantuan sementara yang terkumpul berupa uang sekitar Rp. 60 jt, 20 paket pakaian layak pakai dan 2 paket makanan. Dalam penyaluran Pramuka Peduli bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok. Bantuan diserahkan kepada BPBD Kota Solok yang diserahkan oleh Kak H. Dahrizal selaku Satgas Pramuka Peduli Kota Solok dan diterima langsung oleh Kepala pelaksana BPBD Kota Solok Bpk Drs. Ori Affilo di Kantor BPBD Kota Solok, Kamis (11/10/2018). Bantuan yang diserahkan berupa 20 paket pakaian layak pakai, 2 paket makanan dan berupa uang Rp. 30 jt. Sisa bantuan juga akan diserahkan oleh Pramuka Peduli Kota Solok kepada Pramuka Peduli Kwartir Nasional yang juga telah membuka posko di Palu.

Sebelumnya Pramuka Peduli Kota Solok juga telah mengirimkan rendang sebanyak 58 kg melalui BPBD Propinsi Sumatera Barat seperti yang diungkapkan Ketua Pramuka Peduli Kota Solok dr. IGM Afridoni Aradita, Sp.A “Rendang sebanyak 58 kilogram ini berasal dari penggalangan dana oleh Satgas Pramuka Peduli Kota Solok yang turun kelapangan pada hari Minggu (30/9/2018) di depan Lapangan Merdeka Kota Solok,” ungkapnya.

“Jumlah dana yang dapat pada hari itu sekitar Rp. 13,5 jt dan dibelikan ke rendang. Kami atas Pramuka Peduli Kwarcab 0310 Gerakan Pramuka Kota Solok mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada masyarakat Kota Solok dan sekitarnya atas bantuan yang telah dipercayakan kepada kami,” tutur Kak Afridoni.

Kak Fauzi, MT selaku koordinator lapangan pengalangan dana menyampaikan “Rendang tersebut telah kita kirimkan ke Sulawesi melalui BPBD Propinsi Sumatera Barat yang diterima oleh Bapak Hendra selaku perwakilan dari BPBD Propinsi Sumbar di Padang, Jumat (5/10) yang lalu,” jelasnya. (js)