Dinsos Gelar Bimtek Bagi Pendamping ODGJ

Solok, (InfoPublikSolok)  Dinas Sosial Kota Solok melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bagi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan dan Tenaga Kesehatan Puskesmas, di Aula Dinas Sosial Kota Solok, Selasa, (27/3).

Bimtek tersebut, dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kota Solok, Dra. Hj. Rosavella YD, MM, dengan narasumber dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, RSUD Solok dan Rumah Sakit Jiwa Prof Dr HB Saanin Padang.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Solok, Drs. H. Usri dalam laporannya mengatakan, jumlah pendamping yang dilatih sebanyak 20 orang, yang berasal dari utusan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan dan Tenaga Kesehatan Puskesmas, yang dilaksanakan selama tiga hari kedepan.

“Adapun tujuan pelatihan tenaga pendamping ODGJ ini, banyaknya ditemukan orang gila (gangguan jiwa) baik yang ada di Kota Solok maupun yang datang dari daerah lain. Karena letak geografis Kota Solok dipersimpangan jalan dan ini menjadi tantangan tersendiri terutama dalam meningkatnya angka PMKS. Terhadap kasus ini, Dinas Sosial perlu tanggap karena orang gila itu juga Warga Negara Indonesia yang perlu diselamatkan,” pungkas Usri.

Sementara Hj. Rosavella YD, MM, dalam sambutannya mengatakan “Penyebab Gangguan Jiwa Bukan hanya dipengaruhi persoalan-persoalan yang menusuk perasaan yang sering dipendam karena keterbatasan namun juga permasalahan lainnya yang tidak dapat dipecahkan dengan baik dan tepat,” jelas Rosa. Kemudian rosa menambahkan kepada pendamping untuk dapat bekerja dengan ikhlas dalam memndampingi kliennya.

Bentoni Warman, SKM. M.Kes dari Rumah Sakit Jiwa Prof Dr HB Saanin Padang selaku narasumber menyampaikan dalam “Sebutan untuk orang yang mengalami gangguan jiwa bukan sakit tetapi karena ada gangguan. Gangguan kejiwaaan seseorang sudah pasti ada gejala-gejala sebelumnya. Kriteria orang yang sehat jiwanya antara lain: Merasa sehat dan bahagia, Bisa menghadapi tantangan kehidupan, Dapat menerima orang lain apa adanya dan Bersikap positif pada diri sendiri dan orang lain. Kita harus tetap menjaga kesehatan jiwa dan raga, karena kondisi kesehatan yang menurun akan berpengaruh pada perekonomian keluarga kita”, tangkas Toni.

Bentoni menekankan kepada pendamping bahwa “Pasien yang sudah sembuh tidak boleh dikucilkan, kita harus sering mengajak mereka untuk berkomunikasi. Karena komunikasi/ sapaan dari kita untuk mereka merupakan obat yang paling mujarab. Kader Kesehatan Jiwa juga bisa meminta dukungan dari masyarakat untuk dapat menghapus pandangan negatif terhadap keluarga penderita “, ungkapnya. (MR)

Dispenduk-KB Bekali Petugas PMT-AS

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Solok mengelar kegiatan Orientasi pembekalan bagi Petugas Pemasak Pemberian Makanan Tambahan kepada Anak Sekolah (PMT-AS)  di Aula Dispenduk KB setempat , Kamis (22/3/18).

Acara yang dibuka  Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, H.M. Safni, SE, dihadiri para pejabat struktural, Seksi Bina Ketahanan Keluarga Balita, Anak dan Lansia, Kader Kelurahan, Kepala Sekolah, Guru serta perwakilan orang tua murid. Dengan Narasumber kegiatan TP-PKK Kota Solok Nur Shahab, Dinas Kesehatan Kota Solok Irma Ratna Armeida, S.Gz dan Munati Rahmawati, S.Pd dari SMK 3 Kota Solok.

Kadis Pengendalian Penduduk dan KB H.M. Safni  dalam sambutannya menjelaskan “Pembekalan bertujuan  tujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta orientasi tentang tingkat kecukupan gizi dan ketahanan fisik kesehatan anak. Mendorong pemanfaatan perkarangan sekolah untuk memproduksi bahan makanan yang murah dan bergizi tinggi, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan pangan lokal”, jelasnya.

Materi kegiatan diisi dengan peragakan cara memasak yang bersih dengan bahan-bahan yang alami tanpa penyedap rasa. Dengan mengkosumsi makanan yang sehat begizi tinggi akan dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat serta cerdas.(st)

Dinas Kesehatan Gelar Kampanye Imunisasi Measles dan Rubella

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok menyelenggarakan Pertemuan Introduksi dan Kampanye Imunisasi Measles dan Rubella (MR) bagi Pengelola Posyandu Se-Kota Solok, di Aula Dinas Kesehatan, Senin (19/3). Acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok yang diwakili oleh Kasi Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yaitu Hj. Dice Farida, serta jajaran dan 45 pengelola Posyandu se-Kota Solok. Pertemuan ini dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 19 s/d 20 Maret 2018. Narasumber pada acara Pertemuan hari pertama ini  adalah Hj. Dice Farida yang merupakan Kasi Seksi P2P, dan dilanjutkan oleh H. Hera Febrianto, Amd.Kep yang merupakan Staf seksi P2P Dinas Kesehatan Kota Solok.

Hj. Dice Farida dalam sambutannya mengatakan sasaran untuk pemberian imunisasi ini dilihat pada bulan April 2015 sampai Maret 2018. Beliau juga menjelaskan tentang Landasan Hukum untuk pemberian imunisasi di Indonesia itu wajib, serta menjelaskan undang-undang tentang kesehatan dan akibat seandainya terjadi kesalahan dan kelalaian pada penerima pelayanan Kesehatan. Pada topik pembahasan yang menjelaskan pengertian imunisasi yaitu suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

Lebih lanjut Dice Farida menjelaskan tujuan diberikan imunisasi, yaitu menurunkan kesakitan, kecacatan & kematian akibat penyakit yang menyerang penderita. Jenis imunisasi yang diberikan ada dua yakni, 1. Imunisasi Program, yaitu imunisasi yang diwajibkan kepada seseorang sebagai bagian dari masyarakat dalam rangka melindungi yang bersangkutan dan masyarakat sekitarnya dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, 2. Imunisasi Pilihan, yaitu imunisasi yang dapat diberikan kepada seseorang sesuai dengan kebutuhannya dalam rangka melindungi yang bersangkutan dari penyakit tertentu.

Materi dilanjutkan dengan H. Hera Febrianto, Amd. Kep, dalam hal ini juga dijelaskan tentang penyakit Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi yang menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Gejala, bahaya penyakit campak dan rubela, dan bagaimana caranya agar kita terlindung dari Campak dan Rubella, salah satu cara untuk mencegah campak dan rubela adalah dengan vaksinasi sehingga diperlukan kegiatan imunisasi masal MR.

Selanjutnya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh pemateri dengan petugas posyandu yang hadir. Kesimpulan dari kegiatan ini supaya petugas menguasai dasar  dan tujuan dilaksanakan imunisasi Campak dan rubela secara menyeluruh. Agar nantinya pada pelaksanaan dibulan Agustus/ September proses imunisasi Campak dan Rubela terlaksanan dengan baik dan lancar. (ig).

Dispenduk KB Kota Solok Berikan Pelatihan Konseling Bagi PLKB/ PKB

Solok (InfoPublikSolok) – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Solok melalui Seksi Penyuluh dan  Pendayagunaan PKB (Penyuluh Keluarga Berencana) dan  Kader Mengadakan Pelatihan Konseling KB yang dilaksanakan di Aula Dispenduk-KB, Kamis (15/3/18). Pelatihan ini dilaksanakan  selama 3 hari dari tanggal 13 s/d 15 Maret  yang diikuti oleh 15 orang peserta yang terdiri dari PKB Kota Solok dengan Narasumber Kurniadi Ilham, M.Si dari CV. Qualified Training Center Padang Panjang.

Dalam sambutannya Sekretaris  Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana  Kota Solok dr. M. Effendy  menyatakan “ Publick Speaking ini diselenggarakan agar kita harus memiliki rasa percaya diri untuk berbicara didepan orang banyak. Public Speaking dapat dipelajari dan dilatih karena pada dasarnya seorang manusia sudah dibekali secara alami oleh Allah SWT kemampuan untuk berbicara dan mendengar dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjadi Public Speaking dengan baik dan benar harus sering mengikuti pelatihan di Rumah atau mengikuti organisasi-organisasi”, jelasnya.

Kasi Penyuluh dan  Pendayagunaan Penyuluh Keluarga Berencana dan  Kader, Ns. Jalisnawati, S.Kep  mengatakan “Pelatihan ini merupakan pelatihan tentang tekhnik konseling yang baik dan lebih difokuskan pada Public Speaking sehingga nantinya PKB dalam memberikan penyuluhan di Lapangan dapat menyampaikan penyuluhan lebih baik dari sebelumnya. Selama tiga hari ini akan diajarkan bagaimana cara berbicara/presentasi yang baik sesuai dengan Public Speaking”, katanya.

Kurniadi Ilham, M.Si selaku narasumber menjelaskan “Untuk manyampaikan informasi  didepan orang banyak harus lah ada persiapan dan latihan persiapan tanpa latihan tidak lah baik, latihan tanpa persiapan itu ngaur”, jelasnya.

Salah seorang peserta Susi Neli, SH, mengatakan “Pelatihan ini sangat bagus sekali untuk melatih cara berbicara yang baik dan benar, terutama bagi saya pribadi banyak sekali ilmu yang didapatkan serta dapat meningkatkan rasa percaya diri”, ungkap Susi. (st)

Zul Elfian Jadi Narasumber Rakor Program KKBPK

Solok (Info Publik) Walikota Solok Zul Elfian menjadi narasumber pada acara rapat Koordinasi daerah program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Provinsi Sumatera Barat tahun 2018, yang dilaksanakan di Hotel Axana Padang, rabu (14/3).
Pada kesempatan tersebut, Zul Elfian menyampaikan materi dengan judul “Implementasi Program Kampung KB di Kota Solok”. Dasar pembentukan kampung KB tersebut adalah Undang-undang No. 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga.  Kampung KB ini secara nasional telah dicanangkan oleh bapak presiden joko widodo pada tahun 2016 lalu di Provinsi  Jawa Barat.
Dalam materinya Walikota Solok menyampaikan bahwa untuk mewujudkan visi dan misi menjadikan Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah, Pemerintah Daerah dan masyarakat harus meng-implementasikan program-program, salah satunya program kependudukan dan KKBPK, yang mana program tersebut merupakan program dasar yang berbasis keluarga dalam peninggkatan kesejahteraan keluarga.
Sesuai visi dan misi yg tertuang dalam RPJMD tahun 2016-2021 Pemerintah Daerah dan masyarakat bertekad menjadi Kota  Solok  Kota Beras Serambi Madinah. Salah satu program andalan dalam misi tersebut adalah program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK).  “dalam program ini kami menjadikan basis pembangunan keluarga dalam peningkatan kesejahteraan keluarga” ungkap Walikota Solok.
Program KKBPK tersebut disinergikan dengan program lainnya seperti program pengentasan kemiskinan.  Pemerintah Kota Solok bertekad akhir tahun 2020 penduduk miskin yang ada di Kota Solok sebesar 1%, adapun beberapa sasaran pembentukan kampung KB di Kota Solok yakni, Kampung KB “Payo Sejahtera” yang dicanangkan pada tanggal 11 April 2016, kampung KB “Aua Sejahtera ” yang dicanangkan pada tanggal 9 Agustus 2017 yang berdomisili diwilayah Kecamatan Lubuk Sikarah, sedangkan dari Kecamatan Tanjung Harapan telah melakukan pembentukan kampung KB yakni Kampung KB Laing Taluak Sejahtera, yang  di canangkan 9 agustus 2017  dan pada tahun 2018 ini.
Zul Elfian berharap, dengan terus memperbaiki keluarga miskin yang ada di kampung KB dengan mencarikan keluarga yang mampu untuk dapat membantu keluarga miskin tersebut dapat menjadikan role model dalam pengentasan kemiskinan di Kota Solok. Pada acara Rakor tersebut, Walikota Solok juga menerima penghargaan dari Gubernur Sumatera Barat  dalam pengelolaan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK)  Provinsi Sumatera Barat 2017. (sna)

Tim Terpadu Pengawasan Keamanan Pangan Kota Solok Lakukan Sidak

Solok, (InfoPublikSolok) – Tim Terpadu Pengawasan Keamanan Pangan Kota Solok lakukan Sidak terhadap peredaran buah import di Pasar Raya Solok dan kios-kios buah yang ada disekitar Kota Solok, Senin (12/3/2018).

Tim Terpadu tersebut terdiri dari Dinas Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM dan Satpol PP.

Kepala Dinas Pangan Kota Solok H.Ihkvan Marosa mengatakan “Sidak  dilakukan karena adanya isu buah impor asal Australia yang telah mengakibatkan 4 orang korban meninggal di Negeri Kanguru tersebut usai menkonsumsi buah melon yang mengandung bakteri Listeria Mono Cytogenes”, ungkapnya.

Tim melakukan pengambilan sampel buah melon, namuan tidak ditemukan buah Rock Melon asal Australia tersebut di kios dan toko buah di sekitar Kota Solok. Tim juga melakukan pengambilan sampel terhadap buah impor lainnya seperti: anggur merah, anggur hitam, anggur hijau, apel hijau, pir, lemon, jeruk mandarin dan dua komoditas buah asal lokal.

Sampel yang diambil tersebut akan diuji laboratorium untuk mengetahui apakah mengandung bakteri Listeria M tersebut di BBPOM Padang.

Kasi Keamanan Pangan Dinas Pangan Sil Azhra S.Gz menghimbau “Sekarang saatnya kita budayakan untuk konsumsi buah lokal karena kandungan gizinya sama. Harus ada perlindungan kepada konsumen dengan mendukung agronomi lokal”, ungkapnya.

“Mudah-mudahan setelah hasil laboraorium keluar, buah-buahan tersebut tidak mengandung bakteri berbahaya”, tambah Sil. (rb)

 

Awas Narkoba !!!

Solok, (InfoPublikSolok) – Ketua dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LXIII Kodim 0309/Solok menerima penyuluhan tentang bahaya Narkoba oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Solok David Hairul Sahattua Sihotang, A.KS, Rabu (7/3/18).

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LXIII Kodim 0309/Solok Ny. Priyo Iswahyudi mengatakan bahwa sosialisasi bahaya Narkoba harus diketahui oleh seluruh anggota Persit Kartika Chandra Kirana sehingga dapat meminimalisir kemungkinan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Persit walau kemungkinan ini sangat kecil sekali terjadi di lingkungan istri prajurit. “…sosialisasi ini harus diketahui oleh seluruh anggota Persit sehingga dapat meminimalisir kemungkinan pelanggaran”, katanya.

David Hairul Sahattua Sihotang, A.KS sebagai presenter menjelaskan bahwa “seluruh sektor, seperti BNN, Polri, TNI, Kemenkumham, Kementrian Kominfo, Kemenkes, Kemensos, Dirjen Bea dan Cukai, harus bergerak bersama, bersinergi, nyatakan perang terhadap bandar dan jaringan narkoba, tutup semua celah penyelundupan narkoba karena narkoba sudah merasuk kemana-mana, presiden meminta agar digencarkan kampanye kreatif bahaya narkoba dan kampanye ini utamanya menyasar ke generasi muda”, jelasnya.

Ada beberapa modus yang dilakukan oleh para pengedar Narkoba diantaranya Narkoba dikemas dalam makan kaleng yang berbentuk coklat, Narkoba dikemas dalam suatu kitab suci, Narkoba ditelan atau dimasukan melalui anus untuk mengelabui petugas dan Narkoba disembunyikan dalam rambut.

Adapun untuk  rekruitmen kurir dilakukan dengan tiga modus operandi diantarnya adalah dilakukan secara sadar karena dampak ekonomi yang semakin terpuruk, direkrut secara tidak sadar misalnya dipacari, diajak jalan-jalan, diajak bisnis bersama, melalui titipan paket, peminjaman rumah dan peminjaman kartu identitas, dan modus yang ketiga adalah melakukan eksploitasi anak dibawah umur.

David Hairul Sahattua Sihotang, A.KS mengingatkan agar kita, keluarga, saudara-saudara kita berhati-hati dalam melakukan aktifitas di kehidupan sehari-hari sehingga kita dapat mengantisipasi segala kemungkinan terburuk yang dapat terjadi akibat Narkoba. (hy)

Lembaga Kesehatan Indonesia (LKI) Sosialisasi Penyakit Diabetes

Solok (Info Publik Solok) – Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Solok dikunjungi oleh LKI untuk melakukan sosialisai tentang bahayanya penyakit diabetes, Senin (5/3). Ns. M. Adi, S.Kep dan Ns. Aditiawarman, S.Kep selaku perwakilan LKI merangkap sebagai narasumber dari sosialisasi memberikan materi tentang diabetes dan cara mengatasi diabetes. Sosialisai diikuti oleh Kepala Dinas, Sekretaris, Kabid dan Kasi serta seluruh fungsional umum yang ada di DISPORA.

Dalam kata sambutannya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Solok, Jusmardi, S.Pd, menyatakan Diabetes merupakan penyakit yang banyak menyerang pada orang yang bekerja di kantoran.

“Kami berharap dengan adanya sosialisai ini, kita yang bekerja dikantoran dapat menghindari dari penyakit diabetes ini. Salah satu faktor diabetes adalah kurangnya berolahraga. Sehingga pekerja kantoran rentan akan mendapatkan penyakit diabetes ”, kata Kepala Dispora.

Ns. M. Adi, S.Kep mengatakan Diabetes merupakan Penyakit yang banyak meyerang pada peredaran darah pada manusia. Menurut survey menyatakan Indonesia adalah satu negara dengan penduduknya yang banyak mengidap penyakit diabetes di dunia. Indonesia menempati urutan ke 7 (tujuh) di dunia. Untuk itu LKI (Lembaga Kesehatan Indonesia) melakukan sosialisai yang gencar untuk menindak lanjuti penyebaran penyakit diabetes tersebut tambah Adi.

Lebih lanjut Narasumber menjelaskan penyakit diabetes sampai sekarang belum ada obat penawarnya, untuk mengatasi diabetes itu dilakukan dengan 2 pencegahan. Pencegahan pertama yaitu Preventive dari dalam terdiri dari Menghindari makanan berlemak, Pemanis buatan, Makanan yang berserat tinggi, Hindari stress serta Olahraga secara teratur. Pencegahan kedua yaitu Preventive dari dalam terdiri dari Zat curcumin, Zat anti lipid peroksida, dan Zat anti oksida. Ketiga zat ini bersumber dari tanaman herbal terdiri dari Temulawak Kuning, Temulawak Putih dan Keladi Tikus”.

 

Dinas Kesehatan Laksanakan Rakor Forum OPD Se-Kota Solok

Solok (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok laksanakan rapat koordinasi forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  di Aula Dinas Kesehatan setempat, Rabu (28/2).

Acara diikuti Asisten II Bidang Admin dan Pembangunan Kota Solok Jefrizal, SPt. MT, kepala dinas kesehatan dr. Hj. Ambun Kadri, MKM beserta jajarannya , Kepala Bappeda dan masing-masing utusan dari seluruh OPD yang terkait, Kecamatan serta organisasi masyarakat sebagai stake holder Dinas Kesehatan.

Sekretaris Dinas kesehatan selaku Ketua Pelaksana Dra.Dessy Syafril,Apt,Mph laporannya mengatakan Forum ini memegang peran yang sangat penting untuk mengsingkronisasikan kegiatan mulai tingkat Kelurahan sampai tingkat Kota, hal itu untuk memudahkan memantau apa yang dubutuhkan masyarakat serta kelanjutannya, sementara pihak terkait akan dapat mengakomodir untuk ditindaklanjuti. Forum OPD diikuti 70 orang peserta dari OPD terkait dengan narasumber Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok dr.Ambun Kadri,Mkm dan Kepala Bappeda diwakili Ir.Hendrauktri.

Walikota Solok diwakili Asisten Bidang Administrasi dan Pembangunan Jefrizal, SPt. MT mengatakan,  apa saja pelaksanaan yang telah dilaksanakan dan yang akan dilanjutkan seperti musrembang yang akan dilaksanakan dikota solok, agar kegiatan itu dilaksanakan serta dijalankan  dengan serius untuk meningkatkan perencanaan  pada tingkat kecamatan, kelurahan, dan masyarakat serta arahan kegiatan ini dibawah bimbingan dinas kesehatan kota solok, agar terciptanya singkronisasi program antar masing-masing OPD terkait. Dengan adanya forum OPD ini akan dapat menghasilkan ide-ide dan inovasi baru untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama dalam diskusi-diskusi yang produktif, jangan sampai ada yang ego sektoral semua ini untuk kepentingan bersama, “ujar Walikota.

Acara ini dilanjutkan penyampaian materi oleh Kepala Bappeda diwakili Sekretaris Bappeda Ir. Hendra Ukhtri yang menekan pentingnya menjabarkan tentang visi dan misi Walikota Solok tahun 2016-2021, prioritas pembangunan yang diterlaksanakan dan belum dijalankan, dan apa saja susunan kegiatan dari forum perangkat daerah seperti, menyempurnakan rancangan renja perangkat daerah dengan mengakomodir musrembang kecamatan sesuai dengan prioritas pembangunan daerah, serta output forum perangkat daerah.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan dr. Hj. Ambun Kadri, MKM, menjelaskan visi dan misi Dinas Kesehatan Kota Solok sesuai dengan isi dari misi walikota solok. Tujuan dari visi dan misi Kota Solok yakni, “Mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat”. Program dan kegiatan dinas kesehatan tahun 2019 adalah merujuk kepada visi dan misi dinas kesehatan yaitu, visi : Masyarakat kota solok sehat, mandiri, bermutu dan berkeadilan dan misi : Mewujudkan mutu layanan kesehatan masyarakat yang paripurna. (ig)

Dinas Kesehatan Selenggarakan Sosialisasi Toga dan Akupresure

Solok (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok  menyelenggarakan Pelatihan Toga dan Akupresure, di Aula Dinas Kesehatan  Kota Solok, Senin (19/2/18). Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan Promosi Sumber Daya Kesehatan dr. Hiddayaturrahmi, M.Kes.

Sosialisasi ini diikuti oleh Kepala Seksi Yankes (Pelayanan Kesehatan) Ns. Hartini, S.Kep. M.Biomed dan 30  orang petugas, yang terdiri dari pemegang program batra, yankestrad Puskesmas, Pustu, dan Puskeskel se-kota solok. Narasumber pada acara Pelatihan ini  adalah Yulia Fitria, S.Pd. MM dan Eka Fitria, SKM, yang merupakan Kasi dan staf Seksi Yankestrad Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat.

Kabid PPSDK dr. Hiddayaturrahmi, M.Kes dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan petugas tentang apa itu toga dan akupresure, bagaimana cara pengembangannya, dan manfaatnya bagi masyarakat. Dr. Hiddayaturrahmi, M.Kes berharap program ini dapat dilaksanakan dipuskesmas se-kota solok.

Ada beberapa point yang disampaikan oleh narasumber dalam acara sosisalisasi Toga dan Akupresure, salah satunya menjelaskan fungsi dari toga dan akupresure ini yaitu, upaya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan mengatasi masalah/gangguan kesehatan ringan secara mandiri oleh individu dalam keluarga, kelompok dan masyarakat.

Pada acara sosialisasi ini juga dipraktekkan dan dicontohkan kepada peserta tentang teknik akupresure. Teknik ini merupakan teknik penekanan di permukaan tubuh pada titik-titik akupunktur dengan menggunakan jari, atau menggunakan alat bantu. Tindakan akupresur dapat memberikan manfaat bagi tubuh, antara lain meningkatkan kebugaran, melancarkan peredaran darah, mengurangi rasa nyeri, mengurangi stres atau menenangkan pikiran.

Adapun manfaat dari program toga dan akupresure ini adalah salah satu upaya kesehatan preventif (pencegahan penyakit), promotif (peningkatan kesehatan), kuratif (penanggulangan penyakit) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan) (Aspek Kesehatan), memperbaiki status gizi keluarga (Aspek Kesehatan), meningkatkan kesehatan lingkungan dan pelestarian  (Aspek Lingkungan), serta menambah penghasilan keluarga (Aspek Ekonomi).

Kegiatan ini berfungsi juga sebagai sebagai sarana penyedia tanaman obat untuk pemeliharaan kesehatan mandiri, dan sebagai sarana pelestarian tanaman obat dan budaya pengobatan tradisional yang merupakan warisan leluhur (Aspek Sosial Budaya).

Kasi Yankestrad Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat selaku narasumber menyampaikan harapan “petugas puskesmas yang telah mengikuti pelatihan toga dan akupresure agar bisa menerapkan atau mengembangkan dipuskesmas masing-masing. Dalam pengembangan program toga dan akupresure ini kedepannya akan dibentuk kader-kader yang nantinya diharapkan akan menjadi natural leader didalam masyarakat”, harap Yulia. (ig)