Dalam Rangka HUT TNI ke 73 Kodim 0309/Solok Gelar Karya Bhakti

Solok, (InfoPublikSolok) – Personel Kodim 0309/Solok melaksanakan Karya Bhakti dalam rangka HUT TNI ke 73 tahun 2018 di sepanjang aliran Sungai Batang Lembang di Kelurahan Koto Panjang Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok, Jumat (14/9).

Kegiatan Karya bhakti dihadiri oleh Danramil 01/Kubung Kapten Inf Pardomuan Simanjorang, Danramil 08/Bukit Sundi Kapten Inf Rafi’i, Panit 1 Sabhara Polsek Kota Solok Ipda Adam Puri, Kasi Humas Polsek Kota Solok Iptu Efi Apriadi dan Lurah Koto Panjang Ade Chandra Yuda.

Kegiatan Karya Bhakti ini di buka langsung oleh Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0309/Solok Mayor Inf Togar Harahap “…mari kita laksanakan kegiatan ini semaksimal mungkin, sasaran kita adalah pembersihan aliran sungai dari sampah sehingga saat debit air bertambah setidaknya dapat mengurangi dampak banjir khususnya di wilayah Kota Solok.

Kegiatan Karya Bhakti ini juga melibatkan 12 orang personel Polri, 10 orang personel RST, 12 orang personel Satpol PP, 10 orang anggota Pemuda Pancasila, dan 50 orang masyarakat Kelurahan Koto Panjang.

Sasaran dalam Karya Bhakti ini yaitu membersihkan pinggiran sungai Batang Lembang dan jembatan gantung. Kawasan tersebut pada Kamis malam (6/9) yang lalu terendam, akibat banjir bandang yang melanda Nagari Kinari Kecamatan Bukit Sundi di wilayah Kabupaten Solok.  (hy)

Konsultasi Publik AMDAL Pengendalian Banjir Batang Lembang

Solok, (InfoPublikSolok) – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Direktorat Jendral Sumber Daya Air gelar Konsultasi Publik Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Rencana Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang Lembang Kota dan Kabupaten Solok di Aula Kantor Lurah VI Suku, Senin (3/9).

Hadir dalam acara tersebut Direksi Balai Wilayah Sungai Sumatera V Bambang Adi Indra A.Md, Camat Lubuk Sikarah Drs. Hendri, M.Si, Camat Tanjung Harapan diwakili oleh Sekretaris Camat Rusman, SH, Camat Kubung Kabupaten Solok yang diwakili oleh Kasubag Perencanaan dan Monitoring, Evi, Dinas Lingkungan Hidup yang diwakili oleh Kasi Konservasi Arif Ferdian, Para lurah, RT/RW dan Niniak Mamak serta masyarakat pemilik tanah dari daerah yang terkena proyek Pengendalian Banjir Batang Lembang.

Acara ini diawali dengan pemaparan Dokumen Kerangka Acuan AMDAL dan Gambaran Umum Rencana Kegiatan oleh Dra. Ria Silvia salah seorang tim Penyusun AMDAL dari PT. Terasis Erojaya sebagai pihak pelaksana. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi perkuatan Tebing dan Parapet, normalisasi di Sungai Batang Gawan seluas 1.024 m³, dan Perkuatan Tebing di Sungai Batang Gawan sepanjang 2.8 km.

Pekerjaan yang dilaksanakan di dua daerah yaitu Kabupaten Solok dan Kota Solok sepanjang ± 10 Km pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Lembang yang melalui Nagari Koto Baru Kabupaten Solok, serta delapan Kelurahan di Kota Solok, Kelurahan KTK, Aro IV Korong, Sinapa Piliang, IX Korong, Koto Panjang, Kampung Jawa, VI Suku dan Kelurahan Tanah Garam.

Konsultasi Publik ini menurut Direksi BWS Sumatera V, Bambang Adi Indra bertujuan untuk mengenali berbagai permasalahan, pandangan, tanggapan, harapan, keinginan, kekhawatiran, kebutuhan, dan sikap masyarakat terhadap rencana kegiatan yang akan dilakukan serta memberitahukan kepada masyarakat bahwa proyek pembangunan Sarana dan Prasarana Pengendalian Banjir Batang Lembang akan segera dilakukan.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan Camat, Lurah dan Wali Nagari daerah terdampak serta niniak mamak dan masyarakat pemilik lahan/tanah. Dalam diskusi tersebut masyarakat menginginkan agar Niniak Mamak lebih dilibatkan dalam proses survey awal sehingga potensi konflik dengan masyarakat dapat dicegah.

Camat Lubuk Sikarah, dalam diskusi ini mengusulkan agar adanya pertimbangan dan perlakuan khusus di titik tertentu seperti tanah yang telah tergerus, rumah gadang dan pandam perkuburan yang berada di sekitar daerah aliran sungai. Perlakuan khusus yang dimaksud seperti pengukuran ulang kembali terhadap daerah aliran sungai yang telah tergerus sehingga masyarakat yang tanahnya berada di tepi daerah aliran tidak dirugikan.

”Tidak adanya penggusuran terhadap pandam perkuburan dan Rumah Gadang yang terkena proyek pengendalian banjir. Hal ini dimaksudkan agar proses pelaksanaan tidak mendapat penolakan dari masyarakat sehingga cepat dilaksanakan,” ujar Hendri. (dh)

Kecukupan Gizi dan Kesehatan Pangan jadi Perhatian Dewan Ketahanan Pangan Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Solok selaku Wakil Ketua DKP Kota Solok. Rakor dilaksanakan di Ruang Rapat Bappeda, Selasa (21/8), denga tema Gerakan Keamanan Pangan Menuju Indonesia Berdaulat.

Rakor DKP dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto, dengan Narasumber Dr. Fauzi Arasj,  Dosen Poltekkes Kemenkes Padang dan Ir. Buskar Zulmahdi, MP, Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat.

“Latar belakang pelaksanaan Rakor ini adalah maraknya berita dan kejadian terkait bahan pangan yang sudah terkontaminasi bahan berbahaya, khususnya bahan kimia seperti pestisida, pewarna sintetis, dan lain sebagainya yang dapat mengancam kesehatan dan kelangsungan hidup generasi penerus, sehingga diperlukan upaya peningkatan keamanan pangan di Kota Solok  dan usaha untuk mengedukasi masyarakat Kota Solok terhadap bahaya mengkonsumsi pangan yang tercemar ,” ucap Wakil Walikota Solok, Reinier dalam sambutannya.

“Selain hal tersebut, kondisi lahan pekarangan di Kota Solok masih banyak yang belum teroptimalkan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga,” lanjutnya.

Dr. Fauzi Arasj yang juga seorang Dosen dan Peneliti Kesehatan menekankan, bahwa masalah stunting (kurang gizi kronis) untuk Sumatera Barat sudah sangat perlu diperhatikan. Hal ini disebabkan karena stunting tidak dapat diobati dan menimbulkan siklus berulang pada keturunan, stunting hanya dapat dicegah dimulai dari memperhatikan kesehatan dan kecukupan gizi ibu hamil, asupan gizi bayi dan balita, serta perkembangan kesehatan remaja hingga dewasa. Sehingga diharapkan kejadian stunting dapat dicegah dan diputus mata rantainya.

“Dengan adannya Rakor Dewan Ketahanan Pangan Kota Solok seyogyanya dapat meningkatkan keterpaduan dan koordinasi  antar Institusi dalam upaya meningkatkan Ketahanan Pangan Khususnya di Kota Solok, sehingga isu-isu mengenai pangan dapat dengan cepat teratasi,” tambah Dr. Fauzi Arasj.

Rakor juga dihadiri oleh seluruh Kepala OPD se-Kota Solok, Ketua LKAAM, Bundo Kanduang, KTNA Kota Solok, TP-PKK Kota Solok, Ketua Komisi III DPRD Kota Solok, Polresta Solok, Pasiter Kodim 0309/Solok, serta undangan lain dengan jumlah peserta  sebanyak 85 orang. (rb)

Pemko Solok Adakan Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan

Solok, (InfoPublikSolok) – Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pangan mengadakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan untuk Pengembangan Pangan tahun 2018, di Aula SMKN 1 Kota Solok, selama dua hari, Rabu & Kamis (15 s/d 16 Agustus 2018).

Kegiatan diikuti oleh 13 Kelompok Dasawisma utusan masing-masing Kelurahan di Kota Solok yang berjumlah 130 orang. Hadir sebagai Narasumber Wakil Walikota Solok Reinier, dan Farida Artati dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat (BPTP) Sumatera Barat, Sukarami.

Menurut Wakil Walikota Solok, Reinier, dalam materinya sebagai narasumber, kegiatan ini hendaknya dapat memberikan motivasi kepada anggota Dasawisma di Kota Solok, bahwa Pekarangan bisa dijadikan sebagai sumber pangan keluarga, jika kita mau memanfaatkan pekarangan.

“Saya tekankan jika sayuran yang diperlukan bisa diambil dari pekarangan sendiri, kebersihannya terjamin. Sayuran yang sudah sampai di pasar saat ini kebanyakan sayuran yang sudah terkontaminasi bahan kimia,” sambungnya.

Lebih lanjut, Reinier menyampaikan tujuan akhir dari pemanfaatan pekarangan ini adalah peningkatan pendapatan dan taraf hidup, serta merupakan salah satu tugas pemerintah dalam rangka menjaga kestabilan pangan di Kota Solok.

Kepala Dinas Pangan Kota Solok, Kusnadi, melaporkan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan penganekaragaman konsumsi pangan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membudayakan pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA).

“Kegiatan ini merupakan implementasi salah satu dari empat target sukses Kementerian Pertanian yaitu peningkatan diversifikasi pangan dengan dasar Perpres nomor 22 tahun 2009 tentang kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal, yang ditindaklanjuti oleh Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 tahun 2009 tentang gerakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.”

Narasumber kegiatan Sosialisasi, Ir. Farida Hartati dari BPTP Sukarami menyampaikan materi yang akan disampaikan ke peserta meliputi; Penataan dan Desain Pemanfaatan Lahan Pekarangan serta Teknologi Budidaya Sayuran di Lahan Pekarangan.

Lebih lanjut, narasumber menambahkan bahwa penataan dan teknologi yang digunakan tentu disesuaikan dengan keadaan pemukiman dan lahan masyarakat di perkotaan, yang umumnya memiliki luasan yang tidak terlalu besar. Dengan ini diharapkan masyarakat akan tertarik, sehingga lahan yang tertata selain menghasilkan sumber pangan juga akan menambah keindahan. (rb)

Pelatihan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Untuk Masyarakat

Solok, (InfoPublikSolok) – Demi meningkatkan mutu dan kualitas anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang bertugas di Kota Solok, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Solok mengelar Pelatihan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan untuk masyarakat di Aula SMKN 1 Kota Solok, Kamis (09/08), diikuti 120 peserta yang berasal dari utusan 13 Kelurahan se-Kota Solok.

Kasat Pol PP dan Damkar Bujang Putra, dalam sambutannya mengatakan “kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja Linmas dalam mengamankan masyarakat sehingga terwujudnya moto Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah dan menyambut Pemilu 2019”.

Kepala Bidang Linmas Satpol PP Kota Solok Edwin Putra, selaku narasumber mengungkapkan “Kegiatan pelatihan pengendalian keamanan dan kenyamanan lingkungan bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kewajiban bela negara. Serta melatih dan menggali potensi masyarakat khususnya anggota linmas dalam membantu pengamanan lingkungan dan Pemilu 2019 mendatang,” jelasnya.

Lanjutnya, kegiatan ini untuk memberi pemahaman untuk bagaimana mengurangi dan mencegah hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan keamanan serta mewujudkan kondisi aman juga rasa nyaman dilingkungan warga masyarakat.

Harapannya kedepan semua kelurahan bisa diakomodir untuk kegiatan seperti ini, guna memberi pemahaman kepada masyarakat untuk mengingatkan bahwa pentingnya menjaga keamanan. Anggota Satlinmas juga diberi pelatihan baris berbaris dan kedisplinan oleh TNI. (sg)

Walikota Toyohashi Kembali Kunjungi Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Untuk ketiga kalinya, Koichi Shara, Walikota Toyohashi Jepang berkesempatan mengunjungi dan melihat perkembangan kerjasama pelatihan teknologi pemurnian air bersih yang sudah dilakukan. Adanya kerjasama di bidang pemurnian air bersih ini tentu sangat membantu dalam mempercepat penyelesaian persoalan air bersih yang selama ini terjadi di Kota Solok.

Walikota Solok H.Zul Elfian secara langsung menerima kedatangan Walikota Toyohashi Jepang Koichi Shara beserta rombongan, bertempat di halaman Balaikota Solok, Senin (6/8), dilanjutkan dengan pertemuan di ruang Walikota Solok.

Turut mendampingi, Wakil Walikota Solok Reinier, Anggota DPRD Kota Solok Daswippetra Dt. Mjj. Alam, Sekda Kota Solok Rusdianto, Ketua LKAAM Rusli Khatib Sulaiman, Forkopimda Kota Solok, Serta kepala OPD terkait.

Walikota Zul Elfian dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih sebesar-besarnya atas kedatangan Walikota Toyohashi Koichi Shara ke Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah.

Selanjutnya, Zul Elfian juga berterima kasih atas keseriusan Walikota Toyohashi dalam menyukseskan proyek air bersih serta membimbing Kota Solok selama ini.

Menurut Wako, kerjasama program air bersih yang sudah dilakukan ini sudah menunjukkan hasil yang memuaskan. Persoalan air bersih yang selama ini mengusik Kota Solok, sudah berangsur berkurang dan secara pasti telah membaik.

“Tentu kita berharap, kerjasama air bersih ini tidak menjadi akhir. Kita berharap, kedepannya akan ada kerjasama di bidang lain yang akan dilakukan antara Kota Solok dengan Kota Toyohashi,” harap wako.

Zul Elfian juga mengharapkan kedepannya jika ada kunjungan kerja ke Kota Solok, Walikota Toyohashi akan dapat berlama-lama di Kota Solok dan menikmati susana Kota Beras Serambi Madinah.

“Kami akan sungguh senang, jika lain kali Walikota Toyohashi akan mengunjungi Kota Solok dalam waktu lebih lama,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Toyohashi Koichi Shara mengatakan rasa terima kasih atas kerjasama dan mengaku senang dengan kesuksesan proyek air bersih di Kota Solok ini.

Saat memulai proyek tersebut, banyak orang yang menilai tidak akan berhasil dilakukan luar Jepang, namun semua hal itu terbantahkan di Kota Solok.

“Ini semua karena pihak di Kota Solok telah berusaha keras mencapai kesuksesan proyek ini. Berkat sabar, akhirnya bisa berhasil sampai saat ini,” ungkapnya.

Tujuan selanjutnya, Kami dengan Pemerintah Kota Solok akan membahas, bagaimana agar air bersih ini bisa sampai di tengah masyarakat dan dinikmati secara nyata oleh masyarakat Kota Solok.

Kemudian, selain kerjasama air bersih, kita akan berupaya mengadakan kerjasama di bidang pertanian, serta masalah sampah.

“Dalam bidang pertanian, sekarang ini kita juga ingin pergi ke lapangan untuk melihat tumbuhan di sini dan akan di bandingkan dengan Kota Toyohashi,” lanjutnya.

Selanjutnya tentang masalah sampah, sekarang ini di Kota Toyohashi sudah berjalan program yang intinya bagaimana masalah sampah bisa nol, tentu itu semua dengan bantuan dari seluruh lapisan masyarakat Kota Toyohashi.

Untuk itulah, kita bersama akan membahas program mana yang bisa dilakukan di Kota Solok. “Kalau memang semua yang direncanakan itu kita lakukan, mungkin saya akan lama di Indonesia dan Kota Solok, seperti yang diminta Wako Zul Elfian,” tutup Koichi Shara.

Pada kesempatan itu, Walikota Solok juga berkenan bertukar Cindera Mata dan oleh-oleh dengan Walikota Toyohashi. Selesai pembahasan, rombongan Walikota Toyohashi meninjau langsung Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada di Kelurahan KTK. (dn)

Wako Serahkan Karip dan Penghargaan Kota Layak Anak

Solok, (InfoPublikSolok) – Walikota Solok H.Zul Elfian,SH,M.Si menyerahkan Kartu Identitas Pensiun (Karip) kepada Purna Bhakti PNS Kota Solok, serta penyerahan Penghargaan Kota Layak Anak, bertempat di Halaman Bappeda Kota Solok, Senin (30/7).

Penyerahan Karip PNS tersebut diserahkan kepada Natsirudin, Fakhri, Suherma, Yuliarti, Sumadi dan Masrul. Sedangkan penghargaan Kota Layak Anak yang sebelumnya diterima oleh Wakil Walikota Solok Reinier, ST.MM dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, diserahkan secara simbolis pada apel pagi tersebut kepada Walikota Solok Zul Elfian.

Kepala Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Cabang Padang John Irwan mengatakan, pada kesempatan ini taspen menyerahkan berkas atau hak bapak-ibuk yang mencapai masa pensiun. Adapun rinciannya ialah tunjangan hari tua dan pensiun yang otomatis terhitung bulan Agustus 2018.

“Saat ini, pensiunan tak perlu lagi mengurus langsung ke taspen. Tapi anggota taspen akan turun ke lapangan untuk mengurusnya. Pengurusan langsung klaim di kantor Taspen tak akan lebih dari 1 jam, jika lebih 1 jam akan dapat souvenir,” sebutnya.

Selain itu, Taspen telah membentuk anak perusahaan yang nantinya akan mengelola tunjangan hari tua bapak ibuk purna bakti. ‘Taspen Shift’ tersebut telah diikuti oleh seluruh pegawai Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Harapan kami bagi semua PNS di Kota Solok juga bisa mengikuti program itu, karena sangat membantu saat mencapai batas usia pensiun nanti,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Wako Zul Elfian juga mengharapkan seluruh ASN Kota Solok untuk mengikuti Taspen. “Sudah sangat jelas bahwa taspen tujuannya untuk keuntungan kita semua, bukan untuk Taspen itu,” ujarnya.

Zul Elfian juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Taspen yang sudah menyerahkan langsung Karip pensiun PNS Kota Solok. Hal ini merupakan sebuah pelayanan yang luar biasa dari Taspen Padang bagi seluruh PNS di Sumatera Barat, khususnya Kota Solok.

Sementara itu, menyangkut penghargaan yang telah diraih oleh Pemko Solok merupakan sebuah tantangan untuk mempertanggung jawabkan nantinya.

“Penghargaan yang diperoleh dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai Kota Layak Anak, harus bersama kita buktikan bahwa Kota Solok memang Kota Layak Anak,” ujar Zul Elfian.

Sebelumnya, Penghargaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Kota Solok meraih juara 1 nasional. Itu semua harus kita buktikan, perilaku hidup bersih dan sehat harus kita buktikan secara nyata di Kota Solok. Penghargaan dari Menteri Koperasi juga dipeoleh karena Koperasi Balaikota saat ini sudah dibenahi dan dikelola dengan baik.

Selain itu, Lembaga Administrasi Negara (LAN) juga mengapresiasi Wako Solok bersama 15 Kepala Daerah lain yang diundang mengikuti kursus Leaderpreneurship CSC Singapura, dan mendapatkan kesempatan presentasi di acara tersebut.

Oleh karena itu, Wako berharap agar inovasi tak berhenti, harus dilakukan terus menerus di Kota Solok. “Untuk merangsang inovasi tersebut, setiap OPD dan pribadi ASN yang inovatif akan diberikan reward, supaya Kota Solok tak berhenti untuk melakukan inovasi,” tutup Wako. (dn)

Goro Badunsanak Kota Solok Tahun 2018 Resmi Dimulai

Solok, (InfoPublikSolok) – Walikota Solok H. Zul Elfian, SH. M.Si secara resmi membuka kegiatan Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV Goro Badunsanak Kota Solok Tahun 2018, bertempat di Balai Pemuda Galanggang Batuang, Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Jumat (27/7). Mengangkat tema ‘Sapikua Sajinjiang Mewujudkan Kota Beras Serambi Madinah’.

Turut Hadir pada kesempatan itu, Wakil Walikota Solok Reinier, ST. MM, Wakil Ketua DPRD Kota Solok H. Irman Yefri Adang, Ketua GOW Kota Solok, Ny. Elfia Reinier, Dirut Bank Nagari Cabang Solok, Banteng Dono Sariro, Anggota DPRD Kota Solok, Forkopimda, BUMD, Ketua LKAAM H. Rusli Khatib Sulaiman, Ketua Bundo Kanduang Milda Murniati, Tokoh Masyarakat, Kepala OPD, LPMK, Lurah, RT/RW serta mahasiswa KKN Tematik Unand di Kota Solok.

Ketua Panitia Pelaksana, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Jefrizal, S.Pt. MM melaporkan, tujuan BBGRM ini ialah menginformasikan dan memotivasi masyarakat untuk ikut berperan serta dan memulai gotong royong dengan semangat kekeluargaan. Juga dilaporkan untuk BBGRM tahun 2018 kegiatan fisik sebesar 70%, dan kegiatan non fisik sebesar 30%.

Ketua LKAAM H. Rusli Khatib Sulaiman mengatakan, Kota Solok tak akan mampu dibangun oleh Walikota Solok dan Wakil Walikota Solok tanpa ada bantuan dari seluruh elemen masyarakat. Tema BBGRM Sapikua Sajinjiang ini membuktikan bahwa Kota Solok mempunyai kebersamaan dan kekompakan.

“Mari kita bersatu dan kompak mewujudkan Kota Beras Serambi Madinah dengan sapikua sajinjiang, Goro badunsanak akan terlaksana dengan baik,” harapnya.

Sejalan dengan itu, Wako H. Zul Elfian mengaharapkan kepada para Lurah, RT/RW untuk melaksanakan kegiatan ini dengan baik, disertai juga dengan pengawasan yang baik.

“Kegiatan BBGRM ini harus selalu dikembangkan semangatnya. Mari kita bersama bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk kota kita ini, Kota Beras Serambi Madinah,” ujar Wako.

Lebih jauh, Zul Elfian menyampaikan rasa terima kasih kepada DPRD Kota Solok yang sudah menaikkan dana stimulan untuk BBGRM lebih dari 100%.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Solok H. Irman Yefri Adang menyampaikan rasa terima kasih kepada pemertintah daerah yang telah menyiapkan kegiatan BBGRM ini dengan baik.

Seperti diketahui, setiap tahunnya dana yang diberikan untuk Goro Badunsanak nilainya selalu ditingkatkan. Mulai dari Rp.5 juta per tahun, dan saat ini sudah Rp.50 juta per tahun.

Lebih lanjut, Irman Yefri Adang mengatakan bahwa semangat Gotong Royong adalah semangat bersama. Untuk itu, kita inginkan partisipasi masyarakat dalam Goro Badunsanak ini.

“Bantuan masyarakat bisa dari uang, maupun dari tenaga. Jika nilai proyek Rp.50 juta, bagaimana bisa hasilnya menjadi Rp.75 juta atau Rp.100 juta. Itulah hakikatnya Goro Badunsanak ini,” ujarnya.

Irman Yefri Adang juga mengingatkan, dana BBGRM sekarang cukup besar, mari kita berhati-hati dalam pelaksanaan kegiatan, jangan sampai ada masalah dalam pelaksanaan BBGRM ini.

Pada kesempatan itu, juga diserahkan piala dan hadiah kepada kelurahan pelaksana BBGRM tahun 2017 terbaik. Untuk Terbaik Satu diberikan kepada Kelurahan Nan Balimo, Terbaik Kedua Kelurahan Tanah Garam, Terbaik Ketiga Kelurahan Pasar Pandan Air Mati.

Pemko Solok memberikan bonus uang Rp.2 juta kepada kelurahan Terbaik Satu, Terbaik Dua Rp. 1,5 Juta dan Terbaik Tiga Rp. 1 Juta. Serta, tidak ketinggalan bonus dari Bank Nagari sebanyak yang sama dengan nominal yang diberikan oleh Pemko Solok. (dn)

Geopark Indonesia Mendunia: Implementasi Sustainable Development Goals melalui Pengembangan Geopark

Jakarta, (InfoPublikSolok) – Geopark adalah sebuah wilayah geografi yang memiliki warisan geologi dan keanekaragaman geologi yang bernilai tinggi, termasuk di dalamnya keanekaragaman hayati dan keragaman budaya yang menyatu di dalamnya, yang dikembangkan dengan tiga pilar utama, yaitu konservasi, edukasi dan pengembangan ekonomi lokal. Setelah sebelumnya ada dua Taman Bumi (geopark) Indonesia, yakni Batur dan Gunung Sewu yang mendapat predikat taman bumi global UNESCO (UNESCO Global Geopark) pada 2016.

Pada April 2018, ada dua taman bumi Indonesia yang kembali mendapat predikat yang sama dari UNESCO, yaitu Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Ciletuh di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Rinjani dan Ciletuh diakui bersama dengan sebelas taman bumi lainnya yang tersebar di Amerika Utara, Afrika, Eropa dan Asia. Dengan demikian, di Asia Tenggara, dari total enam UNESCO Global Geopark, empat di antaranya ada di tanah air. Indonesia juga memiliki tujuh kawasan Geopark Nasional, serta terdapat lebih kurang 80 kawasan yang menjadi kandidat Geopark Nasional pada 2025.

Dikutip dari laman UNESCO, UNESCO Global Geopark adalah sebuah wilayah geografis di mana situs dan lanskap yang menjadi aset geologis internasional dikelola dengan konsep konservasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu. Dengan konsep ini, sebuah taman bumi yang mendapat pengakuan UNESCO akan dikembangkan dengan pendekatan konservasi dan pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan komunitas lokal. Saat ini, ada 140 taman bumi yang masuk dalam jejaring UNESCO. Taman-taman tersebut berada di 38 negara, empat di antaranya berada di Indonesia. Keanggotaan UNESCO Global Geopark dibatasi hanya empat tahun dan akan dilakukan peninjauan setelahnya.

Untuk mendukung perkembangan Geopark, Kemenko Bidang Kemaritiman bersama dengan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian ESDM, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Konferensi Nasional I Geopark Indonesia pada Kamis pagi (12/7) di Gedung Saleh Afiff, Kementerian PPN/Bappenas.

Dengan masuknya Indonesia ke dalam daftar UNESCO Global Geopark tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengaku bangga. Menurutnya, ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh Indonesia dengan pengakuan tersebut. “Geopark bisa menjadi  solusi alternatif pemanfaatan  kekayaan alam dan budaya untuk kebangkitan  ekonomi dan  pemberdayaan sosial yang tetap mengedepankan faktor pelestarian dan perlindungan lingkungan,” ujarnya saat membuka Konferensi Nasional I Geopark Indonesia.

Lebih jauh, Menko Luhut menyampaikan pasca pengakuan dua situs taman bumi Indonesia sebagai UNESCO Global Geopark tersebut, daya tarik kawasan sekaligus peluang investasi di beberapa sektor berpotensi untuk meningkat pesat. “Dari pengembangan geopark, sektor jasa wisata, industri UMKM, industri kreatif, perhotelan, pertanian, kuliner dan beberapa sektor terkait lainnya bisa tumbuh,” beber Menko Luhut.

“Pengembangan geopark memberikan kontribusi nyata, antara lain, untuk pengembangan wilayah, peningkatan ketahanan masyarakat dari bencana, mendidik masyarakat pada kehidupan yang baik dengan menghormati budaya yang beragam, pemberdayaan perempuan untuk memperoleh tambahan sumber pendapatan, memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat dengan adanya wisata geopark, serta terjalinnya kerjasama antar daerah dan negara dalam mendayagunakan keragaman geologi, keragaman hayati dan budaya, serta jasa lingkungan (amenities) secara berkelanjutan,” tegas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Sebagaimana identifikasi yang dilakukan oleh UNESCO (2017), pengembangan geopark juga berkontribusi bagi upaya Indonesia dalam mencapai gol dan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs). Secara konkret, pengembangan geopark direfleksikan sedikitnya dalam delapan gol. Kedelapan tujuan tersebut, yakni: (i) Tujuan 1, Tanpa Kemiskinan; (ii) Tujuan 4, Pendidikan Berkualitas; (iii) Tujuan 5, Kesetaraan Gender; (iv) Tujuan 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; (v) Tujuan 11, Kota yang Berkelanjutan; (vi) Tujuan 12, Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab; (vii) Tujuan 13, Penanganan Perubahan Iklim; serta (viii) Tujuan 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

“Konferensi hari ini merupakan wahana untuk belajar dan berdiskusi, sekaligus menggali inovasi-inovasi untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi yang berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat,  dan menjaga kualitas lingkungan hidup yang menjadi ruh pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan geopark,” tutur Menteri Bambang.

Selain dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Konferensi Nasional I Geopark Indonesia juga dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf serta kalangan akademisi dan pegiat geopark, dengan total peserta konferensi mencapai lebih kurang 500 orang.

Konferensi yang fokus membahas pengembangan geopark untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan serta pelestarian lingkungan ini sekaligus menjadi awal bagi konferensi lanjutan berskala internasional yang akan dilangsungkan pada September 2019 mendatang dan untuk pertama kalinya Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah Asia Pacific Geopark Network (APGN) Conference di lokasi UNESCO Global Geopark Rinjani, Mataram, Lombok. (Biro Informasi dan Hukum Kemenko Bidang Kemaritiman bekerjasama dengan Biro Humas dan Tata Usaha Pimpinan Kementerian PPN/Bappenas didukung oleh Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)

Kota Solok Raih 2 Penghargaan Di Harganas XXV Manado

Manado, (InfoPublikSolok) – Walikota Solok Zul Elfian dalam acara Temu Prestasi Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBP) dianugrahi meraih satya lancana Manggala Karya Kencana yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani didampingi Plt. Kepala BKKBN Pusat dr. Sigit Priohutomo,MPH dalam rangkaian peringatan puncak Hari Keluarga Berencana Nasional (HARGANAS) ke XXV di Graha Bumi Beringin Manado, Sulawesi Utara, Jumat malam (6/7).

Penghargaan tersebut juga menjadi bukti nyata sebuah karya anak bangsa dalam keikutsertaannya menata dan mewujudkan keluarga bahagia terutama di Kota Solok. Adapun indikator keberhasilan keluarga berencana antara lain ditandai dengan penurunan angka kelahiran, kualitas kesehatan keluarga yang terus meningkat, pendidikan keluarga yang makin berkualitas, produktifitas keluarga yang juga terus meningkat.

Selain itu, Kota Solok Juga dianugerahi Upakarti Utama 1 yang diperoleh karena berhasil menjadi Juara 1 Nasional Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang diwakili Kelurahan Sinapa Piliang. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua TP. PKK Kota Solok Hj. Zulmiyetti Zul Elfian.

Menanggapi penghargaan yang diterima Kota Solok, dalam kesempatan itu, Walikota Solok mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui BKKBN yang telah mengapresiasi yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota Solok dalam pelaksanaan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga.

“Apa yang kita terima hari ini merupakan kerja bersama, baik itu dukungan OPD, stakeholder dan tentu semua itu tidak akan terwujud tanpa keikutsertaan masyarakat dalam setiap pelaksanaan program dalam pembangunan keluarga, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), untuk itu atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Solok saya mengucapkan terima kasih, ini adalah keberhasilan kita bersama,” ungkap Zul Elfian.

Zul Elfian juga mengingatkan bahwa apa yang diterima hari ini bukan tidak ada konsekuensinya, untuk itu beliau mengingatkan sekaligus mengajak seluruh elemen untuk bersama menjaga serta meningkatkan apa yang telah dilaksanakan sehingga kita dapat membuktikan apresiasi yang dianugerahi pemerintah pusat ini memang layak diterima.

“Untuk ditingkat Provinsi, Kota Solok juga memperoleh Juara 1 Insitusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dan Juara 2 Bina Keluarga Balita (BKB) untuk tingkat Sumatera Barat,” tambah Walikota.

Ketua TP. PKK Kota Solok Hj. Zulmiyetti Zul Elfian menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berbuat mulai dari kader, masyarakat Kota Solok hhususnya di Sinapa Piliang, OPD serta stakeholder sehihgga mampu mengantarkan Kota Solok mendapatkan Upakarti Utama 1 ini.

Ketua TP. PKK Hj. Zulmiyetti Zul Elfian juga menyampaikan bahwa berbagai himbauan dan MoU dilakukan oleh TP PKK untuk menggerakkan kader dan masyarakat melakukan 10 indikator PHBS ini. Lingkungan di benahi bersama melalui program pemerintah dan swadaya masyarakat. Bibit buah dan tanaman sayuran di berikan Pemerintah Kota Solok bagi masyarakat yang telah dan akan  memanfaatkan pekarangannya sebagai bentuk perhatian atau reward bagi kesadaran masyarakat, karena masyarakat sehat tentu menjadikan kota sehat.

Hj. Zulmiyetti Zul Elfian menyampaikan “keberhasilan ini menjadi virus-virus baik yang akan ditularkan pada kelurahan-kelurahan lainnya untuk bisa berbenah dan menjadi kelurahan ber PHBS pula. Dan tentunya Kelurahan Sinapa Piliang tidak berhenti setelah mencapai ini karena disamping tetap terus ber PHBS juga harus senantiasa siap untuk menjadi tempat berbagi dengan kelurahan lain, bahkan tidak menutup kemungkinan dari daerah lain”, harap Ketua TP PKK Kota Solok. (dn).