Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan

Solok, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM membuka kegiatan Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan Kejuangan dan Keperintisan di Kota Solok, bertempat di Aula Bappeda Kota Solok, Kamis (29/11).

Turut hadir pada kesempatan itu, Kasdim 0309/ Solok Mayor Inf Supadi, Kepala Dinas Sosial Kota Solok Rosavella YD, legiun veteran Kota Solok dan ratusan masyarakat serta pelajar di Kota Solok.

Reinier dalam sambutannya mengatakan, “Sarasehan penanaman nilai-nilai kepahlawanan kejuangan Keperintisan adalah sebagai pembekalan terhadap generasi muda dengan cara mengenalkan lebih dalam akan sejarah perjuangan bangsa, yang sarat dengan suri tauladan dari para pahlawannya.

Dengan adanya sarasehan ini, diharapkan juga akan tertanam nilai-nilai keperintisan kejuangan kepahlawanan, serta merupakan salah satu upaya agar nilai-nilai kepahlawanan dapat dipahami dan dihayati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan sarasehan juga membuat kita akan senantiasa teringat dengan peristiwa heroik pada tanggal 10 November 1945, di mana seluruh elemen bangsa saat itu dengan semangat nasionalisme yang tinggi, berjuang mempertahankan kehormatan bangsa. Pengorbanan Jiwa raga dan harta benda yang telah dipersembahkan oleh semua golongan dan lapisan masyarakat bagi keinginan tertinggi suatu bangsa yaitu kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, pengorbanan para pahlawan kita tersebut sebaiknya senantiasa dihargai dan dikenang selama-lamanya, karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa jasa pahlawannya. Untuk mengenang jasa-jasa pahlawan tersebut, tidak hanya dikenal saja tapi harus dapat melanjutkan perjuangan nya dengan mengimplementasikan dan berdaya guna dalam mengatasi berbagai masalah bangsa seperti, kemiskinan, pengangguran keterlantaran, ketunaan sosial, korban bencana dan masalah-masalah sosial lainnya.

Tantangan besar para pahlawan di zaman dahulu yakni membebaskan bangsa dari penjajahan, namun saat ini tantangan yang dihadapi generasi penerus adalah membebaskan rakyat dari kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, serta belenggu lain yang menghambat perkembangan serta kemajuan bangsa.

“Generasi saat ini tujuannya adalah membangun kembali Indonesia yang bermartabat, maju dan sejahtera di atas landasan keadilan dan demokrasi,” sebut Reinier.

Untuk itu, dibutuhkan kemauan kuat serta partisipasi seluruh komponen termasuk Pemuda sehingga bangsa ini dapat lebih mandiri. Sarasehan penanaman nilai-nilai kepahlawanan perjuangan dan keperintisan ini merupakan salah satu bentuk komunikasi secara langsung melalui suatu forum pertemuan antara generasi pelaku pejuang dengan generasi sekarang. (dn)

Wawako Lepas Keberangkatan Relawan ke Palu

Solok, (InfoPublikSolok) – Para relawan yang tergabung dalam Forum Kemanusiaan Pemuda Kota Solok tersebut akan berangkat dari tanggal 30 November sampai dengan 6 Desember 2018.  Adapun organisasi yang turut berkontribusi meliputi PMI, KNPI Kota Solok, serta BKPRMI Kota Solok.

“Forum Kemanusiaan ini adalah bentuk respon pemuda Kota Solok terhadap sejumlah bencana di wilayah Indonesia. Kesepahaman ini kita aplikasikan dalam bentuk penggalangan donasi dari sejumlah masyarakat Kota Solok dan sekitarnya melalui sekolah, masjid, sejumlah jalan utama Kota Solok serta puncaknya  pada kegiatan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad lalu,” ungkap sekretaris PMI Kota Solok, Ronnie D Daniel.

Ronnie menambahkan bentuk program yang dilaksanakan forum tersebut tak hanya untuk Palu saja, melainkan peduli juga terhadap bencana yang terjadi di Sumatera Barat.

“Bantuan ke Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pasaman Timur serta Kabupaten Tanah Datar langsung diantarkan dalam bentuk Paket Sembako, Higienis Kit, makanan kecil untuk anak-anak, mie instan serta pakaian layak pakai beberapa waktu yang lalu,” tambahnya.

Adapun Puncak dari program tersebut adalah mendistribusikan School Kit (420 Paket), Psycological Support Program/ Trauma Healing serta Tausiah Agama setiap malam ke sejumlah daerah terdampak Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah nantinya.

Sebelum melepas keberangkatan para relawan, Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM mengatakan keberangkatan para relawan ini merupakan bentuk rasa kemanusiaan dan solidaritas atas bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu, Donggala dan sekitarnya. “Ini wujud kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang tertimpa musibah. Sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan, sudah selayaknya kita turut membantu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Reinier juga ungkap apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemuda kota Solok yang mampu memberikan semangat dan bantuan baik materil maupun moril.

Dalam pesannya, Reinier meminta tim relawan agar dapat menjaga kesehatan, dan membantu korban disana, serta laksanakan tugas dengan sebaik baiknya. Tim juga diminta berkoordinasi dengan tim relawan lain maupun petugas yang tengah bekerja membantu serta mengevakuasi korban bencana alam di Sulawesi Tengah.

“Saya hanya dapat memberikan dorongan moril dan kekuatan doa agar relawan yang dikirim ke Palu, dan Donggala dapat melaksanakan tugas kemanusiaan dengan baik serta menjaga tata krama, karena seluruh tim membawa nama baik kota Solok disana, selamat bertugas dan semoga selamat sampai tujuan,” tutup Wawako (sn)

Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Kota Solok Dinilai Tim Provinsi

Solok, (InfoPublikSolok) – Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto, SIP, MM menerima kedatangan Tim Penilai Provinsi Sumatera Barat dalam rangka Penilaian Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Keluarga Berencana (KB), dan Kesehatan Kota Solok Tahun 2018, Kamis, (29/11) bertempat di Kantor Camat Tanjung Harapan Kota Solok.

Hadir pada kesempatan itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Solok, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Solok M. Safni, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Delfianto, Perwakilan Ketua TP PKK Kota Solok Ny. Ria Rusdianto, Camat, Lurah serta Panitia Pelaksana Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes Solok.

Tim penilai Tingkat Provinsi Sumatera Barat diketuai oleh Khalidah, SE dengan membawa rombongan Dedi Agus Panto dari BKKBN Sumbar, Syamsu Aprizal dari Dinas Kesehatan Sumbar, dan Nelfrides dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (KB), Penduduk dan Pencatatan Sipil Sumbar

Ketua tim penilai Khalidah, SE mengatakan, penilaian ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu hamil, menurunkan angka kematian bayi, meningkatkan partisipasi generasi muda usia produktif dalam Bidang KB, serta mewujudkan lingkungan bersih dan sehat.

Kegiatan ini sudah berjalan selama 24 tahun, dan kegiatan ini apabila dipikul bersama-sama akan membuahkan hasil yang baik untuk seluruh masyarakat. Pada penilaian tahun ini titik fokusnya pada Kampung KB. Penilaian ini juga sekaligus sebagai evaluasi program Kampung KB yang telah dimulai pada tahun 2016 lalu.

“Tentunya kita harapkan program Kampung KB ini dapat meningkatkan semua output program, sehingga masyarakat dapat meningkat pula kesejahteraan dan kesehatannya,” ujar Khalidah.

Sejauh ini, Provinsi Sumatera Barat termasuk salah satu provinsi terbaik dalam pelaksaan kegiatan Kampung KB di Indonesia. “Mudah-mudahan pada tahun ini banyak nominasi nasional dari Provinsi Sumatera Barat, termasuk Kota Solok,” sebutnya.

Sementara itu, Sekda Kota Solok, Rusdianto mengucapkan selamat datang di Kecamatan Tanjung Harapan. Kesatuan gerak PKK KB Kesehatan ini merupakan suatu rangkaian keterpaduan dalam rangka menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia tanggal 26 September, dan Hari Kesehatan Nasional tanggal 12 November dan Hari Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan tanggal 27 Desember.

Pemberdayaan keluarga menjadi titik tolak dari tujuan akhir kegiatan ini, dimana kita bisa membuat masyarakat terbiasa untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat, membentuk perilaku hidup bersih dan sehat, mengendalikan jumlah kelahiran sehingga akan berdampak terhadap penurunan angka kematian ibu, mengurangi kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi keluarga serta menciptakan lingkungan kota yang sehat dan indah.

Lebih lanjut, Rusdianto menyebutkan, selama kegiatan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan ini dicapai peningkatan capaian peserta KB baru sebanyak 80%. Meningkatnya pelayanan kesehatan dengan tidak terjadinya kematian ibu, menurunnya angka kematian bayi, dan meningkatnya kesehatan lingkungan serta membatasi jumlah kelahiran melalui pembangunan berwawasan kependudukan.

“Sehingga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan peranan keluarga dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas,” tutup Rusdianto. (Dn)

Tingkatkan Mutu dan Kualitas ASN, KORPRI Kota Solok Gelar Seminar

Solok, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok, Reinier, ST, MM  membuka lagsung seminar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Negeri (KOPRI) Ke-47 di Gedung Kubuang Tigo Baleh, Rabu (28/11).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Departemen Litigasi RKBH KORPRI Nasional Dr. Drs. R.S. Kamso, SH, MM, Sekretaris Daerah Rusdianto, S.IP, MM, Asisten, Staff Ahli, seluruh Kepala OPD serta seluruh ASN yang berada dilingkungan Pemerintah Kota Solok.

Seminar yang membahas tentang Peran Korpri terhadap penanganan kasus hukum bagi anggota KORPRI (ASN) dengan tema “Tinjauan dari aspek penyelenggaraan advokasi hukum dari kepegawaian”. Para peserta tampak antusias mengikuti pelaksana seminar tersebut. Hal ini dibuktikan dengan tak ada yang meninggalkan ruangan hingga selesainya acara.

Drs. Nova Elfino selaku Ketua Pelaksana  dalam laporannya, mengungkapkan beberapa jenis kegiatan  yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Korpri Ke-47 ini merupakan upaya KORPRI dalam melindungi Kotanya salah satu dengan adanya seminar, selain seminar diadakan juga berbagai perlombaan dibidang keagamaan dan olahraga.

Disisi lain, Reinier ungkapkan kegiatan ini sangat penting dilaksanakan karena hal ini  akan menjadi alat bagi seluruh ASN untuk meningkatkan kinerja kedepannya. “Pemahaman tentang aturan dan peraturan yang akan dipaparkan nantinya harus kita pahami bersama agar dapat diterapkan dengan baik untuk kedepannya,” harap Reinier.

Wakil Walikota Solok tersebut berharap “Semoga setelah ini kinerja seluruh ASN jauh meningkat dari sebelumnya,” tambah Reinier

Sayangnya, Reinier ungkap rasa kekecewaannya karena kurangnya partisipasi dan kesadaran dari beberapa ASN yang enggan untuk menghadiri seminar yang akan bermanfaat untuk kelangsungan kinerja ASN tersebut kedepannya. (sna)

Wawako Reinier Pimpin Upacara Peringatan HUT KORPRI Ke-47

Solok, (InfoPublikSolok)  – Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Negeri (Kopri) Ke-47 di Halaman Kantor Balaikota Solok, Kamis (29/11/2018).

Peringatan HUT Korpri Ke-47 kali ini, mengangkat tema Korpri Melayani, Bekerja dan Menyatukan Bangsa. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Rusdianto, S.IP,MM, Forkopimda, Ketua Pengadilan Kota Solok, OPD Kota Solok, Ketua GOW, Ketua LKAAM dan  Bundo Kanduang serta seuruh ASN yang berada di lingkungan Pemerintah Kota Solok.

Wakil Walikota Solok Reinier ungkap rasa terimakasihnya kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 47 tahun terakhir ini telah memberikan kontribusi besar terhadap masyarakat, bangsa dan negara.

Dihadapkan pada perubahan sosial dan ekonomi yang sangat pesat,  ASN diharuskan banyak melakukan  penyesuaian untuk mengantisipasi perubahan zaman.  Revolusi industri juga telah membawa perubahan sosial politik ekonomi dan budaya di seluruh dunia, terutama perkembangan teknologi informasi melalui platform media sosial yang mampu memfasilitasi masyarakat menyampaikan aspirasi.

“Dengan adanya Perubahan industri yang begitu pesat, diharapkan ASN mampu melakukan penyesuaian dan dapat meningkatkan kualitas kerja dan tata kelola pemerintah serta menjaga akuntabilitas dalam pelayanan kepada masyarakat, yang lebih penting lagi ASN harus mampu open mind guna menimbulkan inovasi-inovasi baru,” ungkap Reinier.

Kegiatan tersebut ditutup dengan Upacara Ziarah Makam Pahlawan di Taman Makam Pahlawan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Solok, Rusdianto, S.IP, MM. (sna)

Tingkatkan Kompetensi Pelatih, BAPOPSI Solok Gandeng Kemenpora RI

Padang, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM buka secara resmi Pelatihan Pelatih 3 Cabang Olahraga (Futsal, Bulutangkis dan Pencak Silat) Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) Kota Solok bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, bertempat di Pangeran Beach Hotel Padang, Rabu (28/11/2018).

Pelatihan ini mengangkat tema “Meningkatkan kompetensi pelatih upaya nyata untuk meningkatkan kualitas atlet dan menjadikan atlet yang berkualitas lahir dari tangan pelatih yang handal serta modal besar untuk kejayaan atlet-atlet masa depan”.

Ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan oleh BAPOPSI Kota Solok sejak pertama terbentuk bulan Oktober lalu yang sumber pendanaannya dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbanyak jumlah pelatih yang pontensial khususnya 3 cabang yang dipelatihkan dan menjaring pelatih-pelatih handal. Diikuti oleh 45 orang pelatih terdiri dari 15 orang dari cabang Futsal, 15 orang cabang Bulutangkis dan 15 orang dari cabang Pencak Silat.

Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan tiga hari dari tanggal 28 s/d 30 November 2018, dengan dua hari materi dan satu hari praktek yang akan dibimbing oleh narasumber dari dosen yang berkompenten dibidang olahraga dari Universitas Negeri Padang.

Pembukaan pelatihan ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Organisasi dan Keolahragaan, Akhyar Marta dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Narasumber dari UNP, Dr. Tjung Hauw Sin, M.Pd.Kons, Ketua BAPOPSI Kota Solok, Drs. Dodi Osmond, M.Si dan Ketua Harian KONI Kota Solok, Nofrizal, SE

Wakil Walikota Solok dalam sambutannya menyampaikan, “Kami berharap dengan adanya pelatihan bagi pelatih ini dapat menghasilkan pelatih yang berkualitas bagi Kota Solok khususnya tiga cabang olahraga ini, Selain itu juga untuk meningkatkan jam terbang bagi pelatih di Kota Solok.  Saya tekankan kepada peserta untuk menyerap semua ilmu yang disampaikan oleh narasumber agar kedepannya dapat bermanfaat bagi perkembangan dunia olahraga di Kota Solok,” kata Reinier.

Drs. Dodi Osmond, M.Si selaku Ketua BAPOPSI Kota Solok menegaskan kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi pelatih di Kota Solok. “Kita patut bersyukur karena ini kegiatan perdana yang dilakukan oleh BAPOPSI Kota Solok sejak berdiri bulan Oktober lalu,” katanya. (ep)

Pengurus Anti Narkoba PPA Dilantik

Solok, (InfoPublikSolok) – Pelantikan pengurus Kelurahan bebas narkoba merupakan salah satu wujud nyata kita semua untuk melindungi generasi muda Kota Solok dari narkoba. Hal itu disampaikan Wakil Walikota Solok Reinier,ST,MM seusai melantik pengurus Kelurahan bebas narkoba, bertempat di Kantor Lurah Pasar Pandan Air Mati (PPA) Kota Solok, Rabu (28/11).
Hadir pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kesbangpol Kota Solok Fidliwendi Alfi, Camat Tanjung Harapan Zulkarnain, Lurah PPA Gusnifa Erianti, Kapolsek Solok Kota Anggara, Ketua LPMK, Ketua PKK, Ketua Pemuda serta masyarakat.
Reinier lebih jauh mengatakan, “Apabila kita berkaca dari persoalan narkoba yang ada selama ini, masih adanya terdapat permainan dari oknum-oknum tertentu. Untuk itu, kita sangat bangga terhadap komitmen nyata dari Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan yang telah mengirimkan Babinsa – Babinsa untuk turun langsung membantu pemberantasan narkoba di setiap Kelurahan di Kota Solok.”
Saat ini, secara keseluruhan seluruh Kelurahan yang ada di Kota Solok sudah memiliki pengurus kampung anti narkoba. ” Ini merupakan komitmen nyata kita bersama untuk memerangi narkoba. jika bukan kita, siapa lagi yang akan melindungi generasi muda dari jerat narkoba,” tambah Wawako.
Kita tentunya berharap, dengan adanya kelurahan anti narkoba, akan nampak manfaat nyata untuk memberantas narkoba, sehingga narkoba akan bisa hilang dari Kota Solok.
Reinier juga mengucapkan terimakasih kepada Camat, Lurah, RT, RW dan seluruh unsur masyarakat yang telah bekerjasama memberantas narkoba di Kota Solok. ” Pemerintah sangat terbantu dengan adanya Kelurahan anti narkoba ini. Kita harus melindungi generasi muda, karena para pemudalah yang akan menjadi harapan kita nantinya,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah PPA Gusnifa Erianti menyampaikan, pelaksanaan BBGRM di Kelurahan PPA tahun ini berdasarkan swadaya masyarakat sebesar 52%. ” Dengan persentase yang cukup tinggi ini, kita berharap Kelurahan PPA akan mendapatkan juara pada tahun ini, ” sebutnya.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama mensukseskan pemilu legislatif dan pemilu presiden serentak tahun 2019. Kegiatan dilanjutkan dengan peresmian posko Kelurahan Bebas Narkoba Kelurahan PPA. (Dn)

Dishub Gelar Razia Kelengkapan Kendaraan Bermotor

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Perhubungan Kota Solok dan instansi terkait melaksanakan razia terhadap kendaraan yang STNK telah habis masa berlaku, Buku KIR serta SIM. Razia dilakukan di depan kantor Dinas Perhubungan Kota Solok selama 4 (empat) hari di mulai sejak Senin 26 sampai 29 November 2018.

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di jalan, keselamatan berkendara, sadar administrasi dan mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah dan pendapatan pusat melalui pemeriksaan STNK, TNKB, BUKU KIR dan SIM.

Razia ini dilaksanakan petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Solok dibantu petugas Penguji Kendaraan Bermotor, Polantas Polres Solok Kota, POM Kodim 0309/Solok, Pengadilan Negeri Kota Solok, dan Kejaksaan Negeri Kota Solok.

Dalam hal ini, Polisi mengacu pada UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 68 ayat 1 yang berbunyi: setiap kendaraan bermotor yang dioperasionalkan di jalan wajib dilengkapi TNKB dan STNK. Pasal 68 ayat 2 berbunyi: STNK memuat data kendaraan bermotor, identitas pemilik, nomor registrasi kendaraan bermotor, dan masa berlakunya.

Selain itu, Polisi mengacu pada Perkap No. 5/2002 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan. Dalam Pasal 37 ayat 2 disebutkan bahwa STNK berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan di jalan.

Pasal 288 ayat 1 berbunyi: setiap orang yang mengemudikan kendaraan di jalan yang tidak dilengkapi STNK dan STCK yang ditetapkan oleh Polri juga sebagaimana dimaksud Pasal 106 ayat 5 huruf a dipidana dengan kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Dan dari Dinas perhubungan mengacu pada UU No 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ, PP No 55 tahun 2015 tentang Kendaraan, dan PP No 80 Tahun 2012 tentang tata cara pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dan penindakan pelanggaran LLAJ. (fw)

Dinkes Selenggarakan Sosialisasi Tentang TB

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok selenggarakan sosialisasi tentang penyakit TB (Tuberkulosis) pada masyarakat Kota Solok. Acara yang dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 26-27 november 2018 di aula Puskesmas Tanjung Paku dan Puskesmas Tanah Garam. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok yang diwakili oleh kasi P2P, Hj. Dice farida beserta stafnya. Narasumber pada acara ini disampaikan oleh dr. Wafda Aulia, Sp. Paru dari IDI Kota Solok dan Hj. Dice Farida dari Dinas Kesehatan Kota Solok. Jumlah peserta dalam acara sosialisasi ini sebanyak 130 orang terdiri dari masyarakat Kecamatan Lubuk Sikarah dan Kecamatan Tanjung Harapan.

Acara ini dibuka oleh kasi P2P yakni Hj. Dice Farida, beliau menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini agar Masyarakat dapat mengetahui tentang apa itu Tuberkulosis, bagaimana upaya masyarakat untuk pencegahan peningkatan kasus TB, masyarakat juga mampu mendeteksi dini anggota keluarga atau masyarakat di lingkungannya yang menderita TB, agar masyarakat bisa berinisiatif sendiri untuk memeriksakan dugaan TB ke puskesmas terdekat. Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang langsung disebabkan oleh kuman TBC (Mycobaketerium tuberculosis). Pada penyakit tuberkulosis jaringan yang paling sering diserang adalah paru-paru (95,9 %), tetapi dapat juga mengenai tubuh lainnya. Gejala yang biasanya muncul adalah demam, batuk darah, batuk yang biasanya berlangsung lama dan produktif yang berdurasi lebih dari 3 minggu. Tuberkulosis merupakan penyakit lama yang masih menjadi pembunuh terbanyak di antara penyakit menular. Ada beberapa penyebab utama meningkatnya beban masalah TB yaitu kemiskinan, kondisi sanitasi, papan, sandang dan pangan yang buruk, beban determinan social yang masih berat, dan kegagalan program TB yang masih kurang berhasil, dan masalah kesehatan lain seperti gizi buruk, merokok, DM dan HIV.

Dilanjutkan dengan pemberian materi pertama langsung oleh Hj. Dice Farida, beliau menyampaikan apa yang dikatakan tentang tuberkulosisi (TB), apa saja tanda dan gejala dari TB tersebut yang lebih utama adalah batuk terus menerus dan berdahak selama 2 minggu atau lebih, dan gejala lainnya batuk bercampur darah, sesak nafas dan nyeri dada, badan lemah, nafsu makan berkurang, berat badan turun, rasa kurang enak badan (lemas), demam meriang berkepanjangan, berkeringat di malam hari walaupun tidak melakukan kegiatan. Bagaimana penularan dari TB tersebut, apa saja pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui masyarakat yang mengalami TB, bagaiamana pengobatannya, serta apa efek samping bila meminum obat TB. Serta bagaimana cara pencegahan dari penularannya.

Selanjutnya pemberian materi kedua oleh dr. Wafda Aulia, Sp. Paru, beliau menyampaikan bagaiaman cara peningkatan kader dalam menghadapi klien yang menderita penyakit TB, bagaiamana alur penjaringan suspek oleh kader. Kebijakan Operasional
Penanggulangan Tb Nasiona, aba beberapa strategi yang dilakukan untuk penanggulangan TB yakni Paradigma sehat, Peningkatan mutu pelayanan. Apa saja faktor yg mempengaruhi seseorang menjadi penderita TB. Perjalanan alamiah yg tidak diobati. Harapan dilaksanakannya sosialisasi ini nantinya agar masyarakat perlu memiliki pengetahuan tentang Tuberkulosis, Program pengendalian TB serta hal-hal lain yang mendukung terselenggaranya pelayanan pengendalian TB. Pelaksanaan Program TB telah berjalan cukup baik di Kota Solok, namun masih belum memenuhi target Nasional. (ig)

Walikota Solok Audiensi dengan Menpora RI Terkait Pembangunan Sarana Olahraga di Kota Solok

Jakarta, (InfoPublikSolok) – Walikota Solok, Zul Elfian bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Solok, Dodi Osmond, melakukan audiensi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi, di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, Jumat (23/11) siang.

Rombongan juga didampingi oleh Kepala Bappeda Kota Solok, Jonnedi dan Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, Jusmardi. Walikota dan rombongan diterima pada pukul 14.15 WIB di ruang kerja Menpora, di Gedung Kemenpora Lantai 10.

Menpora Imam Nahrawi menyambut rombongan dengan ramah dalam suasana nyaman dan santai didampingi sejumlah Deputi dan Staf Ahli Kemenpora.

“Kami sangat senang sekali atas kunjungan rombongan dari Pemko Solok. Kami harapkan pertemuan ini bisa menciptakan kerja sama yang nyata dan sinkronisasi antara Kemenpora dengan Pemko Solok di bidang Kepemudaan dan Keolahragaan,” ujar Imam Nahrawi.

Walikota Solok Zul Elfian secara gamblang menyampaikan semua program dan kebijakan di bidang sarana dan prasarana olahraga di Kota Solok. Yakni kemajuan sarana dan prasana yang sudah dilakukan, sedang dilakukan, maupun yang akan dilakukan.

Walikota juga meminta agar Menpora Imam Nahrowi untuk datang ke Kota Solok dengan menghadirkan klub sepakbola internasional pada tahun 2020 nanti, untuk bertanding di stadion sepakbola yang akan dibangun pada tahun 2019 di Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.

Walikota juga memaparkan sejumlah kemajuan sarana dan prasarana olahraga di Kota Solok. Terutama cabang olahraga sepakbola. Yakni Lapangan Merdeka untuk kelas lokal, Lapangan Sepakbola di Kelurahan Tanah Garam, dan Stadion Laing untuk kelas nasional. Di Stadion Laing inilah diharapkan dapat dipertandingkannya laga klub-klub nasional dan internasional kelak.

“Selain pembangunan lapangan sepakbola tersebut, juga akan dibangun satu unit Gelanggang Olahraga (GOR) di daerah Simpang Rumbio dengan memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat. Kemudian pembenahan tempat take off (titik tolak) Paralayang di kawasan Puncak Bidadari, di Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah,” ujar Walikota.

Di akhir pembicaraan Menpora Imam Nahrawi langsung memerintahkan dan meminta kepada deputi dan staf ahlinya, untuk menindaklanjuti serta mencarikan peluang untuk bisa disinkronkan dengan program-program yang ada di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Menpora juga menyambut baik semua program yang direncanakan Kota Solok dan juga berharap Kota Solok bisa jadi Kota Olahraga. Yakni dengan mengadakan kegiatan olahraga yang diagendakan setiap tahun. Tidak perlu banyak cabang olahraga, tapi cukup beberapa cabang namun dapat menghadirkan banyak orang.

“Olahraga dapat berfungsi sebagai sport tourism, atau wisata olahraga. Kota Solok dapat mampu mengadakan iven besar olahraga yang unik sehingga orang akan banyak datang,” pungkas Menpora. (ep)