Peletakan Batu Pertama Masjid At-Taqwa SMP Negeri 3 Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM letakkan batu pertama pembangunan Masjid At-Taqwa SMP Negeri 3 Kota Solok, Sabtu (3/11). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Solok Kota, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, Majelis Guru, Pensiunan, Donatur serta Alumni SMP Negeri 3 Kota Solok.

Drs. Dodi Osmond selaku Pengurus pembangunan Masjid At-Taqwa SMPN 3 Kota Solok  dalam laporannya mengucapakan terimakasih kepada Seluruh donatur yang berpartisipasi atas terlaksananya pembangunan Masjid At-Taqwa SMP Negeri 3 Kota Solok khususnya untuk H. Yenon sebagai donatur utama dalam pembangunan ini. Untuk kedepannya diharapkan pembangunan ini menghasilkan kegiatan yang positif, “Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan Masjid ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan menjadi ladang amal bagi donatur yang membantu pembangunan ini,” tutur Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Solok ini.

Wakil Walikota, Reinier turut ucapkan selamat kepada seluruh alumni yang akhirnya berhasil wujudkan membangun Masjid At-Taqwa tersebut yang sebelumnya tertunda, “saya sangat apresiasi kepada seluruh pihak yang terkait dengan pembangunan ini,” ucap Reinier.

Reinier menambahkan, Pembangunan ini diharapkan dapat membantu membangun pendidikan karakter siswa dan siswi SMPN 3 Kota Solok agar tak mudah terjerumus ke dalam dunia narkoba dan minuman keras

Acara tersebut ditutup dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Walikota Solok, Kapolsek Solok Kota, Kepala Sekolah SMPN 3 Kota Solok, Kepala Dinas Pendidikan yang dalam hal ini diwakili oleh Wardiman, Ketua Komite, serta Ketua Pengurus Pembangunan Masjid tersebut. (sna)

Kwarran Lubuk Sikarah Gelar Lomba Tingkat II Gudep Pramuka Penggalang

Solok, (InfoPublikSolok) – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kecamatan Lubuak Sikarah Kota Solok mengadakan ‎Perkemahan Lomba Tingkat II (LT II) bagi anggota Pramuka Penggalang dari berbagai Gugus Depan (Gudep) yang berpangkalan di SD/MI Kecamatan Lubuk Sikarah di Bumi Perkemahan Taman Pramuka Ampang Kualo, yang berlangsung dari tanggal 2 s/d 4 November 2018.

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Sekretaris Kwartir Cabang Kota Solok, Kak ‎Anasrul, SH, menurut rencana kegiatan ini akan dibuka langsung oleh Ka. Kwarcab Kak Reinier, ST. MM, namun kebetulan pada saat bersamaan Wawako berhalangan karena ada kegiatan di tempat berbeda. Hadir pada upacara pembukaan Ka. Mabiran, Kak Drs. Hendri, M.Si, Ketua Kwarran Lubuk Sikarah, Kak Drs. Indra Febrianto dan juga Ka. Mabigus, Pembina pendamping serta pengurus Kwarran yang juga sebagai panitia kegiatan.

Sekretaris Kwarcab Kota Solok, merasa bangga, kepada para peserta dan pembina pendamping, meski sedang musim hujan, tampak semangat para Pramuka Penggalang untuk mengikuti kegiatan LT II ‎tanpa ada wajah yang murung. Hal ini, lanjut Kak Nas, menandakan bahwa Pramuka adalah satu-satunya organisasi kepanduan yang menanamkan pendidikan karakter bagi kaum muda yang tahan banting, mandiri, berani, jujur, disiplin dan pantang menyerah sesuai dengan tema LT II yakni ‘Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubaktikan’.

“Saya selaku Sekretaris Cabang sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini. Semoga dari kegiatan ini, diantara kalian 20 tahun yang akan datang menjadi generasi penerus bangsa yang berhasil,” harapnya.

Ketua panitia pelaksana kegiatan, Alex Mirgo pada laporannya Lomba Tingkat II ini merupakan pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk Perkemahan selama tiga hari, ini merupakan kegiatan lomba yang rutin setiap tahun untuk menguji prestasi dan evaluasi dari hasil latihan di masing-masing gugus depan serta terciptanya Pramuka Penggalang yang kreatif, terampil, mandiri serta berpotensi dan menjunjung tinggi jiwa sportifitas dalam rangka mewujudkan perastuan dan kesatuan bangsa.

Materi-materi lomba yang akan diikuti oleh peserta yang berjumlah 368 orang yang terdiri dari 23 regu putra dan 23 regu putri masing-masing regu berjumlah 8 orang, untuk regu putra lombanya adalah lomba PBB, Mendongeng, Hasta Karya, Juara Satu dan Pionering sedangkan untuk putri yaitu Pentas Seni, Kaligrafi, Memasak, Senam Pramuka dan Semaphore.

Sementara itu, Ketua Kwartir Ranting Drs. Indra Febrianto mengatakan kehadiran Pramuka sangat bermanfaat di masyarakat, khususnya di Kecamatan Lubuk Sikarah. ‎Anak-anak yang aktif dalam Pramuka, saya yakin dapat terhindar dari pengaruh negatif yang dapat merusak potensi dan kualitas dirinya, terutama berkaitan dengan kenakalan remaja, seperti tawuran,  narkoba dan lain-lain.

“Banyak hal pengalaman dan pengetahuan yang akan didapatkan dari peserta dalam kegiatan LT II. Karena itu, kita harap semua peserta bisa mengikuti kegiatan ini sampai selesai, semua materi yang diberikan bisa dijadikan modal untuk pembentukan karakter mereka, terima kasih kepada peserta, pembina pendamping dan kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dari awal sampai berakhirnya kegiatan ini nantinya,” pungkasnya.

Kota Solok Raih Juara I Lomba Cipta Menu Makanan Kudapan Anak Sekolah Tingkat Sumbar

Padang, (InfoPublikSolok) – Lomba Cipta Menu Makanan Kudapan Pemberian Makanan Tambahan kepada Anak Sekolah (PMT AS) bagi Kabupaten/ Kota se- Sumbar Tahun 2018 ini diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sumbar di Aula Diklat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Prov. Sumbar, Padang, Rabu (31/10).

Hasil penilaian tim juri memutuskan Kota Solok berhasil meraih Juara I, sedangkan Juara II diraih Kabupaten Tanah Datar, Juara III diraih Kota Payakumbuh, Harapan I Kota Padang dan selanjutnya Harapan II Kota Pariaman.

Peserta lomba berjumlah 95 orang berasal dari 19 Kabupaten/Kota yang terdiri dari unsur pejabat pemberdayaan masyarakat yang menaungi kegiatan PMT AS, unsur Tim Penggerak PKK kabupaten/kota dan unsur pelaksana PMT AS di sekolah. Sementara, Tim juri penilai lomba cipta menu kudapan bagi anak sekolah ini berasal dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Universitas Negeri Padang, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan TP-PKK Provinsi Sumatera Barat.

Lomba ini bertujuan untuk memotivasi Tim koordinasi PMT AS dalam mengembangkan aneka ragam dan variasi jenis makanan kudapan PMT AS sesuai dengan potensi dan spesifik makanan daerah masing-masing.

“Kegiatan lomba cipta menu ini untuk mengembangkan kreatifitas ide-ide baru dari resep menu makanan sehari-hari dengan harapan sesuai dengan selera anak sekolah. Pemerintah Daerah sangat mendukung kegiatan penyediaan makanan tambahan anak sekolah dengan saling berkoordinasi sehingga tercapai sibergitas yang kuat di daerah,” ujar Ny. Nevi Irwan Prayitno, Ketua TP-PKK Sumbar ketika memberikan sambutan saat pembukaan lomba.

Kriteria lomba ini adalah menu makan tambahan untuk PMT AS terdiri dari 3 jenis, yaitu manis, gurih dan berkuah, jenis makanan berbeda bahan bakunya dengan memanfaatkan aneka bahan pangan lokal yang mudah didapat di daerah masing-masing, juga display untuk ditampilkan, bentuk makanan menarik mudah dibuat dengan prinsip beragam bergizi seimbang aman yang mengandung karbohidrat dan protein dan bahan utama makanan merupakan olahan sendiri.

Menanggapi prestasi yang dicapai oleh Tim Kota Solok ini, Ny. Zulmiyetti Zul Elfian berharap hasil lomba ini dapat direalisasikan di Kota Solok, sehingga PMT AS semakin menarik, enak dan disukai anak-anak. (mf)

Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Indonesia Perekat Kebangsaan

Jakarta, (InfoPublikSolok) – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Jusuf Kalla, didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, membuka secara resmi penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XI, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (29/10/2018). KBI yang berlangsung pada tanggal 28-31 Oktober 2018, mengangkat tema “Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia”. Wapres mengajak seluruh masyarakat untuk bangga menggunakan bahasa Indonesia.

“Kita bersyukur bahwa bangsa kita yang besar ini bahasa resminya hanya satu yakni bahasa Indonesia,” dikatakan Wapres Jusuf Kalla.

Mendikbud menyampaikan bahwa dengan Kongres Bahasa Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kedudukan bahasa Indonesia di dunia Internasional. Selain itu, juga dapat memperkuat tenun kebangsaan, mengidentifikasi mutu pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra. Serta menghasilkan rumusan atau rekomendasi yang dapat dijadikan arah kebijakan nasional maupun internasional kebahasaan dan kesusastraan.

“Kongres ini diikuti 1.031 peserta, termasuk peserta asing yang datang dari 12 negara sahabat. Kehadiran peserta asing juga sebagai representasi program internasionalisasi bahasa Indonesia ke manca negara yang sedang berjalan,” tutur Mendikbud.

Kongres Bahasa Indonesia diselenggarakan satu kali dalam lima tahun. Tahun ini menghadirkan 27 orang pembicara kunci, serta 72 pemakalah seleksi yang berasal dari dalam dan luar negeri. Peserta kongres berjumlah 1.031 orang, terdiri atas para pemangku kepentingan, seperti pejabat publik, akademisi, budayawan, tokoh pegiat, pakar, guru, praktisi/pemerhati bahasa dan sastra Indonesia serta daerah, serta para tamu undangan.

Pembicara kunci yang akan berbicara pada hari pertama kongres adalah Sastrawan Ahmad Tohari dengan bahasan “Ragam Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Ranah Kehidupan”, dilanjutkan dengan gelar wicara yang menghadirkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Sutan Adil Hendra dengan bahasan “Bahasa dan Sastra untuk Strategi dan Diplomasi” dan wakil dari Kementerian Dalam Negeri dengan bahasan “Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik”.

Ada sembilan subtema yang dikembangkan dari tema besar itu, yaitu (1) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, (2) Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik, (3) Bahasa, Sastra, dan Teknologi Informasi, (4) Ragam Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Ranah Kehidupan, (5) Pemetaan dan Kajian Bahasa dan Sastra Daerah, (6) Pengelolaan Bahasa dan Sastra Daerah, (7) Bahasa, Sastra, dan Kekuatan Kultural Bangsa Indonesia, (8) Bahasa dan Sastra untuk Strategi dan Diplomasi, dan (9) Politik dan Perencanaan Bahasa dan Sastra.

Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

Bahasa Indonesia merupakan bahasa keempat yang paling banyak dipakai di dunia. Menurut Wapres, salah satu yang menjadikannya lebih mudah diterima oleh masyarakat dunia adalah penggunaan huruf latin. Kendati demikian, Wapres berharap agar kosa kata bahasa Indonesia dapat terus dikembangkan dengan mengikuti perkembangan zaman. “Mudah-mudahan Kongres Bahasa Indonesia ini dapat memberikan kemajuan dan pencerahan kepada masyarakat tentang bagaimana menggunakan bahasa Indonesia baku tetapi tetap moderen dan mengikuti perkembangan zamannya,” pesannya.

Peran dan fungsi bahasa Indonesia telah dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Keberagaman bahasa di Indonesia perlu dikelola untuk kebutuhan pembangunan sosial, politik, dan ekonomi melalui pendidikan. Mendikbud berpesan, agar keberadaan bahasa asing di ruang publik perlu ditertibkan atau disesuaikan.

Sesuai Undang-Undang, penggunaan bahasa asing dan bahasa daerah di ruang publik diperbolehkan. Yang perlu diperhatikan, menurut Mendikbud, adalah kesesuaian dengan kondisi dan ranah yang ada, yaitu tetap mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara karena ruang publik merupakan representasi jati diri bangsa Indonesia yang harus dihormati keberadaannya. “Ruang publik adalah representasi kehadiran negara melalui bahasa negara. Dan bahasa Indonesia harus menjadi tuan rumah di negaranya sendiri,” ujar Mendikbud.

Dan bahasa daerah, menurut Mendikbud, harus mampu membentuk generasi muda Indonesia yang sadar akan kebesaran tradisi dan budayanya. Sementara itu, bahasa asing harus mampu menyiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di dunia internasional.

“Mari kita utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” pesan Mendikbud.

Penghargaan Pegiat Bahasa dan Sastra

Dalam rangka penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia (KBI) ke-XI, Mendikbud Muhadjir Effendy, memberikan penghargaan kepada 13 orang pegiat bahasa Indonesia dan tiga provinsi penerima penghargaan Adibahasa. Tiga provinsi penerima penghargaan Adibahasa tersebut adalah Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jambi, dan Provinsi Sulawesi Barat, di Jakarta, Minggu (28/10).

Selain penghargaan kepada tiga provinsi tersebut, diberikan juga penghargaan kepada 13 orang pegiat bahasa, terdiri atas tiga kategori, yakni kategori Sastra diberikan kepada Rida K. Liamsi (kumpulan puisi); Eka Kurniawan (kumpulan cerpen); Martin Suryajaya (novel); Ziggy Zezsyazeoviennazabriezkie (novel), Akhudiat (naskah drama), Hasan Aspahani (esai sastra).

Selanjutnya penerima penghargaan pada kategori Tokoh Kebahasaan dan Kesastraan diberikan kepada Arif Sulistiono (tokoh kepemudaan); I Komang Warsa (tokoh pendidik/tenaga kependidikan); Nursida Syam (pegiat literasi), dan; Felicia N. Utorodewo (pegiat diplomasi kebahasaan di kawasan ASEAN). Adapun untuk kategori Duta Bahasa Tingkat Nasional 2018 diberikan kepada Agatha Lydia Natania dan Nursidik (Terbaik I); Hilma Ramadina dan Faisal Meinaldy (Terbaik II), dan; Ainna Khairunnisa dan Almuarrif (Terbaik III).

Selain itu, pada pelaksanaan KBI XI Kemendikbud meluncurkan beberapa produk kebahasaan dan kesastraan. Di antaranya Kamus Besar Bahasa Indonesia Braille; Buku Bahasa dan Peta Bahasa; Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Dalam Jaringan (Daring); Korpus Indonesia; Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Daring; Buku Sastrawan Berkarya di Daerah 3T; 546 buah buku bahan bacaan literasi; Kamus Vokasi; Kamus Bidang Ilmu, dan; Aplikasi Senarai Padanan Istilah Asing (SPAI). Masyarakat dapat mengunduh materi dan hasil KBI melalui laman kbi.kemdikbud.go.id. (Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemdikbud didukung oleh Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)

Kwarran Tanjung Harapan Gelar Lomba Tingkat II Pramuka Penggalang

Solok, (InfoPublikSolok) – Kwartir Ranting Tanjung Harapan Kota Solok gelar kegiatan Lomba Tingkat II bagi Pramuka Penggalang yang berpangkalan di Sekolah Dasar (SD) yang berada di wilayah Kecamatan Tanjung Harapan. Kegiatan ini dilasanakan dari tanggal 26 s/d 28 Oktober 2018 bertempat di Bumi Perkemahan Taman Pramuka Ampang Kualo Kota Solok.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ka. Mabiran Tanjung Harapan yang diwakili oleh Sekretaris Camat Rusman, SH, yang dihadiri oleh Ketua Kwarran Tanjung Harapan Kak. H. Fahridal, para Kamabigus, Pembina pendamping, Andalan Kwarcab Kota Solok dan Andalan Cabang Kwarcab Kota Solok dengan Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Kak Ifra Nofrisah, S.Pd.I,

Dalam sambutan Ka. Mabiran disampaikan, “Lomba Tingkat II ini memiliki motto Terampil, Ceria, Berkarakter dengan motto tersebut secara optimis Gerakan Pramuka akan berupaya untuk mandiri, berani dan percaya diri yang pada gilirannya akan menciptakan generasi-generasi muda yang tangguh, bibit-bibit unggul di masa depan dalam rangka menyongsong Indonesia menjadi lebih baik,” tutur Rusman.

Lanjutnya, “Pada kesempatan ini saya atas nama Majelis Pembimbing Ranting Gerakan Pramuka Tanjung Harapan mengucapkan terima kasih kepada para Kamabigus, Pelatih, Pembina dan Panitia serta semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini, dan kepada adik-adik peserta selamat mengikuti Lomba Tingkat II ini dengan selalu menjujung tinggi nilai-nilai sportifitas,” ungkap Sekcam Tanjung Harapan.

Kak Ifra selaku Ketua Panitia Pelaksana Lomba Tingkat II menjelaskan bahwasanya kegiatan lomba ini diikuti sebanyak 378 peserta anggota Gerakan Pramuka Penggalang yang terdiri dari 21 pangkalan SD/MI, terbagi atas 21 bidamping putri dan 21 bindamping putra. Adapun mata lomba dalam kegiatan LT II ini adalah PBB bertongkat, Pionering, Sang Juara, Tahfiz, Vokal Grup, Kolase dan Semboyan Isyarat.

Tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk membina dan mengembangkan penghayatan kode kehormatan bagi Pramuka Penggalang, meningkatkan ketrampilan, kecakapan dan disiplin serta untuk mengukur dan mengevaluasi kegiatan Pramuka Penggalang yang berpangkalan di Sekolah Dasar.

“Sasaran kegiatan itu sendiri adalah untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperkuat tali persaudaraan dan persatua bangsa, meningkatkan kemantapan mental, fisik, pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan, meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa cinta dalam jati diri terhadap bangsa serta meningkatkan jiwa kepemimpinan dan percaya diri,” jelas Kak Ifra. (js)

Kota Solok Peringati Hari Santri Nasional 2018

Solok, (InfoPublikSolok) – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang bertepatan dengan tanggal 22 Oktober 2018, diperingati di Kota Solok melalui kegiatan upacara yang dipusatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Waratsatul Anbiya’, Ampang Kualo, Kelurahan Kampung Jawa, Senin (22/10).

Hadir dalam upacara ini Wakil Walikota Solok, Reinier, Kapolres Solok Kota, Dony Setiawan perwakilan Dandim/0309, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok, Drs. H Burhanuddin Chatib, Kepala Bank Nagari Cabang Solok, Ketua Muhammadiyah Kota Solok, Ketua MUI Kota Solok, santri dari Ponpes Waratsatul Anbiya’, Ponpes Al Mumtaz, Ponpes Darul Thalib serta ASN di lingkungan Kemenag Kota Solok.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Wakil Walikota Solok, dalam amanatnya, Wawako membacakan sambutan Menteri Agama H. Lukman Hakim Saifuddin.

Menag mengatakan, Peringatan HSN ini momentum santri sebagai pioner persatuan dan perdamaian Indonesia. Pesantren tidak hanya tempat mendalami agama tapi memperindah perilaku yang bijak, moderat, toleran dan cinta tanah air. Mari tebarkan kedamaian pada siapa pun dan kapan pun.

Sementara itu Wawako, mengatakan kepada ratusan Santri yang hadir untuk memanfaatkan kesempatan yang ada selama belajar di pesantren. Dengan tema HSN tahun ini “Bersama Santri Damailah Negeri”, itu berarti begitu besarnya peran Santri. Santri adalah bagian yang diharapkan menjadi motor penggerak kedamaian seperti yang diharapkan oleh Menag.

“Tekuni apa yang disampaikan oleh para ustadz dan ustadzah, jadilah generasi yang dapat dicontoh dan menjadi pemimpin negeri ini kelak,” harap Wawako.

Setelah upacara peringatan HSN di Ponpes Waratsatul Anbiya’, dilanjutkan dengan resepsi HSN di Ponpes Al Mumtaz Kota Solok. (hd)

Minimalkan Dampak Negatif Internet, Kominfo Sosialisasikan Internet Sehat

Solok, (Info Publik Solok) – Walikota Solok yang diwakili Kepala Dinas Kominfo, Zulfadli, SH, M.Si membuka acara sosialisasi internet sehat secara resmi, Jum’at (12/10), di Aula Dinas Pendidikan Kota Solok. Turut hadir pada kesempatan itu Ketua Pelaksana Kepala Bidang Penguatan Kapasitas Sumber Daya Komunikasi dan Statistik, Pelaksana Teknis kegiatan, Sri Herlina, S.Kom, M.CIO, Narasumber Novi Eliza MAwardi, S.Pd Guru KKPI SMKN 2 Kota Solok, dan Beny Junaidi, S.Sos, M.I.Kom Pejabat Pengelola Pelayanan Informasi Publik Dinas Kominfo Kota Solok serta 70 (tujuh puluh) orang peserta yang terdiri atas siswa dan Guru Bimbingan Konseling utusan SMP dan MTS Negeri di lingkungan Kota Solok.

Kepala Dinas Kominfo Zulfadli dalam sambutannya mengatakan bahwa menurut data Kementerian Kominfo (hasil survey APJII tahun 2016), sekitar setengah dari jumlah penduduk Indonesia telah menggunakan internet, hal ini menunjukkan bahwa internet saat ini dibutuhkan oleh masyarakat karena berjuta manfaat yang ditawarkan di dalamnya.

Disisi lain tambah Zulfadli, tidak semua isi internet dapat bermanfaat karena sifatnya yang cenderung bebas tanpa kontrol manapun. Jika kita tidak pandai menyikapi pengaruh negatif internet, tentu internet dapat merusak generasi muda. Sebaliknya jika internet Dapat disikapi dengan kedewasaan dalam memilih dan memilah hal yang baik atau buruk, serta ditambah dengan pemahaman yang cukup tentang internet, tentu internet dapat mencerdaskan kehidupan bangsa, bahkan intenet dapat menjadi sumber atau media pembelajaran bagi siswa.

Pada kesempatan yang sama Kabid Penguatan Kapasitas Sumber Daya Komunikasi, Zulfahmi, SH dalam laporannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kedewasaan mayarakat, khususnya peserta yang berasal dari SLTP di Kota Solok, dalam menggunakan internet.

Semoga dengan adanya sosialisasi ini lanjut zulfahmi, peserta dapat meningkatkan pemahamannya tentang internet yang sehat, meningkatkan kedewasaan dalam penggunaan internet yang sehat, menggunakan internet untuk aktifitas Pendidikan, meminimalisir pengaruh buruk yang terdapat dengan berinternet serta berkreasi dalam penulisan dengan cara mengirimkan karya kepada pengelola portal Info Publik Solok (www.kotasolok.info), harap Ketua Panitia.

Usai acara pembukaan kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari kedua Narasumber. Novi Eliza Mawardi pada persentasinya menyampaikan pada intinya manfaat internet untuk pembelajaran terdiri atas discovery (pencarian), komunikasi, kolaborasi (pertukaran informasi). Namun jika dikaji lebih rinci, banyak sekali manfaat internet sebagai media pembelajaran yang ditemukan, jelas Novi. Misalnya internet merupakan pustaka raksasa dunia, informasi apa saja yang ingin kita cari semuanya sudah tersaji pada internet.

Internet juga dapat menjadi sumber kreasi, berapa banyak anak-anak yang dapat membuat permainannya (seperti slime) sendiri dengan hanya belajar dari youtube, bahkan ada yang sampai menghasilkan uang, jelas Novi. Ibu rumah tangga atau anak perempuan juga dapat belajar memasak atau membuat kue dari internet. Media pembelajaran lain yang bisa kita manfaatkan dari internet yaitu pembelajaran menggunakan web, buku digital, pembelajaran langsung jarak jauh, rumah belajar, email, berbagi informasi.

Pada sesi berikutnya Beny Junaidi menyampaikan bahwa Indonesia merupakan pengguna terbanyak urutan ke-5 dunia menggunakan internet, jika tidak kita sikapi secara bijak bukan tidak mungkin generasi muda kita akan terpengaruh dampak negatif dari internet. Ia mencontohkan, “Seperti berita Hoax, sebagai pengguna kita harus kritis dan budayakan membaca setiap informasi secara jelas sebelum membagikannya, kemudian terkait konten yang mengandung unsur pornografi telah ada beberapa kasus yang melanggar UU ITE, dalam bermedia kita harus cerdas dan kritis sehingga banyak nilai manfaat yang bisa kita ambil,” jelasnya

Pada akhir sesi Beny menyampaikan Dinas Kominfo sedang membangun website yang akan menampung hasil karya berupa tulisan dari seluruh pelajar Kota Solok yaitu sakola.kotasolok.info. Program ini ditujukan bagi pelajar atau mahasiswa yang gemar menulis, baik itu berita, feature, karya sastra dan sejenisnya. Program ini akan dimulai pada tahun 2019 dengan cara setiap tulisan dapat dikirim ke email redaksi.ips@gmail.com. (eg/sh)

Walikota Buka Festival Mahakarya Kampung Jawa Tahun 2018

Solok, (InfoPublikSolok) – Walikota Solok, Zul Elfian, S.H, M.Si membuka secara langsung Festival Mahakarya Kampung Jawa tahun 2018 di Taman Pulau Belibis Kelurahan Kampung Jawa, Jum’at (12/10).

Festival Mahakarya Kampung Jawa merupakan inovasi baru yang digagas oleh Pemerintah Kelurahan Kampung Jawa dengan mengangkat tema “Bersama Kampung Jawa yang Kreatif”, kegiatan tersebut akan berlangsung dari tanggal 12 s/d 14 Oktober 2018.

Adapun bentuk kegiatan Festival tersebut meliputi: seminar motivator bagi pegiat Usaha Kecil Menegah (UKM) di Kota Solok, penilaian booth UKM, perlombaan cipta lampu hias, lomba layang-layang kreasi, lomba fashion show dari barang bekas, lomba marching band antar SD, lomba to be number one bagi ibu-ibu PKK, penampilan kesenian, senam bersama serta donor darah.

Ketua Pelaksana Riko Budiawan, S.IP dalam laporannya menyebutkan “kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui konsep pembangunan noe endogen yaitu menggerakan  ekonomi dan kekuatan desa melalui interaksi ekonomi dengan dunia luar, merangsang kreatifitas masyarakat dalam pengembangan produksi ekonomi kreatif dan pemasaran, dan merangsang pengembangan potensi wisata lokal melalui konsep pariwisata berbasis masyarakat melalui kesenian dan budaya lokal,” tutur Lurah.

“Terimakasih atas inovasi dan kreasi yang telah dilahirkan” ungkap Walikota mengapresiasi Lurah serta Tokoh Masyarakat yang ikut serta menggagas kegiatan tersebut.

Walikota menambahkan kegiatan ini harus dipertahankan bahkan harus ditingkatkan lagi karena dapat memotivasi masyarakat agar meningkatkan kreativitas serta menampilkan segala potensi  kerjinan yang dimiliki. “Diharapkan karya yg diciptakan diperbarui terus sesuai perkembangan zaman, sehingga produk yang kita lahirkan tidak ketinggalan zaman.”

“Diharapkan kepada Lurah serta OPD terkait lakukan pembinaan terhadap pengrajin kita, sehingga pengrajin tidak usaha sendiri,” tutup Walikota

Kegiatan tersebut ditutup dengan kunjungan Walikota Solok di tiap-tiap stand UKM yang ada. (sn)

Wawako Beri Materi Penyuluhan Narkoba

Solok, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok sekaligus Ketua BNK Kota Solok, Reinier,ST,MM memberikan materi pada sosialisasi dan penyuluhan dalam rangka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke XV Kelurahan IX Korong, bertempat di Aula Kantor Lurah IX Korong, Selasa (9/10).

Turut hadir pada kesempatan itu, Kasat Narkoba Polres Solok Kota Dodi Apendi, Sekretaris Camat Lubuk Sikarah Indra Febrianto , Lurah IX Korong Raflis, Kepala Kesbangpol/ Sekretaris BNK Kota Solok Fidlywendi Alfi, LPMK, RT/RW, dan warga lainnya

Sekretaris Camat Indra Febrianto dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Lurah dan perangkat lurah IX Korong yang melakukan kegiatan sosialisasi ini. Seperti diketahui, narkoba menjadi momok bagi generasi muda saat ini. Berbagai upaya dilakukan oleh jaringannya untuk memasukkan narkoba kepada masyarakat, guna merusak generasi muda.

Indra memgapresiasi, saat ini Pemerintah Kota Solok sudah banyak melakukan kegiatan guna menurunkan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, seperti sosialisasi dan penyuluhan, P4GN, kader anti narkoba, serta sudah ada 4 kelurahan yang membentuk kampung anti narkoba.

Sementara itu, Ketua BNK Kota Solok Reinier mengapresiasi kehadiran Kasat Narkoba Polres Solok Kota. Ini tentu membuktikan adanya upaya dan keinginan kita semua melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Komitmen nyata untuk memberantas narkoba ini penting untuk kita bersama, komitmen kami pemerintah dan aparat saja tanpa adanya dukungan dari masyarakat tentu tidak ada gunanya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Reinier mengatakan bahwa saat ini di Lembaga Pemasyarakatan  Laing, lebih kurang 70% penghuninya adalah yang tersangkut dengan kasus narkoba. Untuk itulah, kita gencar melakukan sosialisasi ini. Para tersangka yang tersangkut masalah narkoba adalah warga Kota Solok yang notabene anak kemenakan kita semua. “Itulah yang harus sama-sama kita berantas, jangan sampai ada lagi warga Kota Solok atau anak kemenakan kita semua yang tersangkut masalah itu,” sebutnya.

Reinier menyebutkan, walaupun telah banyak cara dan program yang dilakukan memberantas narkoba, namun masih ada saja kita temui masyarakat terkena masalah narkoba. “Oleh karena itulah, pemberantasan narkoba tidak bisa dengan mengandalkan pemerintah, tidak bisa hanya dengan BNK, tetapi peran aktif seluruh lapisan masyarakat harus ikut berperan memerangi peredaran narkoba,” tutupnya. (dn)

Tim Penilai UKS Provinsi Sumbar Disambut Wawako

Solok, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok, Reinier, ST. MM menerima kedatangan tim penilai lomba Sekolah Sehat TK/ RA, SD/ MI, SMP /MTSN, SMA/ MA/ SMK tingkat Provinsi Sumatera Barat, bertempat di Sekretariat Tim Pembina UKS Kota Solok, Aula Dinas Pendidikan Kota Solok, Senin (8/10).

Hadir pada kesempatan itu, Ketua tim penilai UKS Provinsi Sumatera Barat, Nurmalawati beserta rombongan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Hj. Ambun Kadri, Kabag Kesra, Happy Dharmawan, Perwakilan Kakan Kemenag Kota Solok, Kabag Humas dan Protokol, Nurzal Gustim, Kabag Umum, Zulfadli, Lurah, Camat, serta seluruh Kepala Sekolah di Kota Solok.

Adapun sekolah yang mewakili Kota Solok dan akan dinilai oleh tim penilai Provinsi Sumatera Barat ialah TK Bhayangkari, SDN 09 Pasar Pandan Air Mati (PPA), SMP 6 Tanah Garam, SMAN 2 Kota Solok.

Nurmalawati dalam arahannya menyebutkan, terdapat 14 macam indikator penilaian untuk Sekolah Sehat. Indikator tersebut ialah ruangan kerja sekolah, ruang majelis guru, ruang kelas, ruangan ibadah, ruangan uks, kamar mandi. Selanjutnya, kantin, ruang perpustakaan, ruangan praktek/ laboratorium, tempat pembuangan sampah, tempat cuci tangan pakai sabun (CTPS), CTPS yang unik untuk anak TK/ RA, sekretariat tim pembina UKS, serta sikap perilaku pendidik dan warga sekitar.

Nurmalawati mengingatkan, salah satu indikator penilaian Kota Sehat adalah Sekolah. Oleh karena itu, apabila sekolah sudah sehat, maka penghargaan kota sehat akan bisa diraih. “Kita akan bersama-sama dengan semua pihak terkait untuk memajukan kesehatan Kota Solok dan mempertahankan Swastisaba Wistara yang telah diraih Kota Solok,” ujarnya.

Wakil Walikota Solok Reinier mengucapkan selamat datang kepada rombongan tim penilai tingkat Provinsi Sumatera Barat, ini merupakan manisfestasi kita semua di bidang pendidikan, dan hasil penilaian ini semoga mendapatkan yang terbaik bagi Kota Solok.

Dari gambaran 14 indikator penilaian, kita melihat yang paling penting adalah adanya komitmen dari setiap sekolah yang ada di Kota Solok untuk menjadikan sekolah sehat. “Sekolah yang bersih dan sehat akan membuat gairah belajar akan semakin meningkat,” sebutnya.

“kita semua layak memberikan perhatian lebih kepada sekolah, terutama indikator yang 14 tadi. Oleh karena itulah, kita sengaja menghadirkan semua kepala sekolah agar bisa berpacu dan bersaing meningkatkan kebersihan dan keindahan di sekolah masing-masing. Bagi sekolah yang belum mewakili Kota Solok tahun ini, semoga kedepan bisa mewakili, dan semoga akan lebih serius mewujudkan sekolah sehat,” harap Reinier.

“Kita percaya, dari semua indikator yang ada pasti semua sekolah sudah melakukan, sekarang tinggal bagaimana kita memperkuat komitmen agar lebih bersih. Jika kita lakukan secara terus-menerus, tentu ini tidak akan berat mewujudkannya,” tutup Reinier. (dn)