HARKANNAS Ke-5 : “Dengan Protein Ikan, Kita Membangun Bangsa”

Jakarta, (InfoPublikSolok) – Indonesia sebagai negara kepulauan, memiliki potensi perikanan yang harus dimanfaatkan secara optimal dan lestari untuk bangsa, terutama dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional.

Ketahanan pangan nasional serta pemenuhan gizi masyarakat, terutama protein, telah menjadi perhatian serius pemerintah. Berbagai upaya pun terus dilakukan, salah satunya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein berkualitas tinggi.

Oleh karena itu, guna mendorong tingkat konsumsi ikan di Indonesia, pemerintah telah menetapkan Hari Ikan Nasional (HARKANNAS) yang diperingati setiap tanggal 21 November. Peringatan HARKANNAS tersebut kini sudah memasuki tahun kelima, sejak ditetapkan melalui Keppres Nomor 3 Tahun 2014 pada tanggal 24 Januari 2014.

Tahun ini, peringatan HARKANNAS mengusung tema “Dengan Protein Ikan, Kita Membangun Bangsa”. Hal ini menunjukkan bahwa pangan dan gizi adalah hal yang saling terkait dan saat ini masih menjadi masalah nasional yang perlu diselesaikan.

Adanya kasus gizi ganda (kelebihan dan kekurangan gizi), stunting, dan lain-lain adalah contoh beberapa masalah yang dihadapi Bangsa Indonesia yang erat kaitannya dengan kecukupan pangan dan gizi. Sehingga ikan sebagai bahan pangan yang mudah diproduksi dalam berbagai skala dan bergizi tinggi  diharapkan mampu menjadi solusi atas masalah tersebut.

Untuk memeriahkan peringatan Harkannas Ke-5, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar secara serentak dan bersama-sama mengkonsumsi ikan pada tanggal 21 November 2018, turut menyemarakkan HARKANNAS lingkungan kantor Pemerintah Daerah, dan menyelenggarakan pertemuan Forikan Daerah, workshop, bazar perikanan, lomba masak, festival kuliner ikan, dan lain-lain.

Sedangkan di tingkat pusat, dilakukan serangkaian kegiatan sejak tanggal 21 November hingga 8 Desember 2018 meliputi talkshow, kuliner ikan gratis, lomba inovasi menu masakan ikan, bazaar perikanan, hingga pada Puncak Peringatan HARKANNAS ke-5 pada tanggal 7 Desember 2018 di JCC Senayan Jakarta, yang akan diawali dengan Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional ke-16, bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Pusat yang diikuti perwakilan juara dari 34 provinsi.

Melimpahnya Indonesia akan berbagai jenis ikan perlu kita syukuri. Salah satunya dengan memanfaatkannya sebagai bahan konsumsi dalam negeri. Ikan sangat sehat dan mengandung banyak protein yang baik bagi tubuh kita. Jangan sampai manfaat ikan hanya dirasakan orang luar yang mengimpor ikan dari Indonesia, namun bangsa sendiri lupa menikmatinya,” tutur Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Tak berlebihan, komoditas perikanan Indonesia memang sudah terkenal hingga mancanegara. Setidaknya ada 3 komoditas unggulan perikanan Indonesia, yaitu udang, tuna dan patin. Tercatat, nilai ekspor udang dan tuna sampai dengan September 2018, menduduki posisi tertinggi pertama dan kedua dibanding komoditas utama produk perikanan lainnya sebesar USD 1.302,5 juta (37%) dan USD 433,6 juta (12,3%). Terjadi kenaikan nilai dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar 4% untuk udang dan 21,9% untuk tuna. Sedangkan Patin Indonesia dengan brand “Indonesian Pangasius – The Better Choice”, yang baru saja diluncurkan saat ajang pameran SEAFEX di Dubai pada 30 Oktober 2018, diprediksi dapat memenangkan pasar dunia. Alasannya, patin Indonesia memiliki keunggulan karena dikembangkan dengan probiotik dan dibudidayakan dalam kolam dengan air tanah yang bersih, juga dengan kepadatan yang lebih rendah dibandingkan negara lain.

Diharapkan, peringatan HARKANNAS ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif dengan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat, serta menjadikan ikan sebagai salah satu solusi dalam penanganan permasalahan gizi masyarakat. Sehingga ikan dijadikan sumber protein yang selalu hadir di dalam menu keluarga guna mendukung upaya-upaya peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia (Nawacita 5), dan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing bangsa (Nawacita 6), serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, khususnya sektor kelautan dan perikanan (Nawacita 7).

Dengan konsumsi protein ikan yang cukup, masyarakat Indonesia diharapkan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Generasi yang sehat, kuat, dan cerdas adalah modal utama dalam membangun bangsa Indonesia ke depan. (Biro Humas dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan didukung oleh Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo).

Our Ocean Conference 2018, Wujudkan Kepemimpinan Indonesia di Sektor Kelautan dan Perikanan

Nusa Dua, (InfoPublikSolok) – Perhelatan Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, 29-30 Oktober 2018 merupakan ajang penting bagi pemerintah Indonesia. Indonesia dipercaya untuk menjadi negara pertama di Asia yang melaksanakan Our Ocean Conference kelima ini. Hal ini merupakan tanda bahwa Indonesia telah dipandang oleh dunia karena keaktifannya dalam memperjuangkan isu kedaulatan dan hak laut baik melalui diplomasi maritim maupun kebijakan dalam negeri.

Dengan menjadi tuan rumah OOC 2018, Indonesia akan menunjukkan leadership (kepemimpinan) di bidang kelautan dan perikanan, terutama dalam menangani ancaman terhadap laut Indonesia. Tak hanya itu, Indonesia akan menerima manfaat ekonomi yang besar. Sustainable blue economy dan berbagai rencana aksi lainnya yang dicanangkan merupakan upaya untuk meningkatkan manfaat ekonomi kelautan dan mencegah kerusakan laut. Pelaksanaan OOC di Indonesia juga merupakan bentuk investasi dalam ocean diplomacy untuk menunjukkan our legacy, our ocean issues, atau our ocean related issues.

Setidaknya ada enam bidang aksi yang akan diusung dalam penyelenggaraan OOC tahun ini, di antaranya perikanan berkelanjutan (sustainable fisheries); kawasan konservasi laut (marine protected area); pencemaran laut (marine pollution); perubahan iklim (climate change); ekonomi biru berkelanjutan (sustainable blue economy); dan keamanan maritim (maritime security). Berbeda dari konferensi biasanya yang hanya menghasilkan penandatanganan MoU atau agreement, OOC 2018 akan menghasilkan komitmen konkret. Tidak hanya di Plenary, diskusi enam bidang tersebut juga akan dilaksanakan pada Side Events, Ocean Talks, dan Ocean Youth Leadership Summit.

Saat ini, sudah ada 7 kepala negara dan pemerintahan, 37 menteri, dan 2.200 delegasi yang mengonfirmasi kehadiran. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah. Berbagai perspektif akan dijaring dan diakomodasi sehingga tercipta solusi yang baik bagi masa depan laut di seluruh dunia.

Pelaksanaan OOC 2018 di Indonesia merupakan kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Mengusung tema “Our Ocean, Our Legacy”, Indonesia mengharapkan komitmen konkret yang diusung dari berbagai sektor dapat mengedepankan prinsip keberlanjutan sumber daya laut dan kesehatan laut sebagai warisan yang dipersiapkan bagi anak cucu dan generasi mendatang dengan parameter yang terukur.

“Kita berusaha bertindak dan berusaha konkret, sehingga pada saat kita melakukan konferensi yang ada adalah komitmen. Komitmen konkret negara-negara peserta bagaimana memajukan ocean, bagaimana melindungi ocean, bagaimana meng-address isu yang terkait dengan ocean. Jadi, sekali lagi, another keywords dalam komitmen konkret,” terang Menteri Retno.

Pada OOC 2018 ini, panitia penyelenggara OOC telah melakukan review pada komitmen untuk melihat sejauh mana progres implementasi komitmen yang disampaikan pada OOC 2014-2017. Sebanyak 663 komitmen disampaikan oleh berbagai negara yang ditujukan pada enam bidang aksi. Dari komitmen yang terkumpul, baru 206 komitmen yang telah dianggap selesai. Namun, pelaporan penyelesaian implementasi komitmen dilakukan dengan self- reporting (pelaporan mandiri). Oleh karena itu, Indonesia akan mengadakan pertemuan khusus dengan penyelanggara OOC sebelumnya dan yang akan datang untuk membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pemantauan implementasi komitmen di masing- masing negara.

Untuk memastikan komitmen ini dijalankan sebagaimana mestinya, dalam penyelenggaraan OOC 2018 ini akan dibuat sistem review mechanism. Hal ini untuk mengukur dan mengontrol sampai pada tahap mana komitmen-komitmen tersebut diimplementasikan. “Kita tidak mau lagi kalau konferensi ini cuma talking-talking only. Omong-omong saja, tapi tindakan konkretnya tidak ada. Delivery-nya mana? Our Ocean Conference ke-5 ini betul-betul men- tracking delivery. Anda dulu komitmen satu juta hektar misalnya. Indonesia ingin mencapai 20 juta hektar pada 2020. Sudah janji kita akan mengonservasi laut kita,” ungkap Menteri Susi.

Pemerintah juga berupaya untuk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menyukseskan penyelenggaraan OOC. Hal ini juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memperhatikan isu kelautan di Indonesia. Berkolaborasi dengan berbagai instansi, OOC telah melaksanakan serangkaian talkshow, Our Ocean Photo Competition, kolaborasi dengan Ubud Writers & Readers Festival, Our Ocean Film Festival, dan pada acara puncak akan dilaksanakan Indonesia beach clean up serentak dilaksanakan diseluruh Indonesia pada 28 Oktober 2018, pukul 06.00 WIB.

Melalui kolaborasi, Indonesia berkomitmen untuk memastikan kesuksesan penyelenggaraan OOC 2018 yang berfokus pada keberlanjutan ekologi dan pendekatan ekonomi untuk menjaga dan merestorasi laut, demi sumber daya laut yang berharga, pariwisata, nelayan, masyarakat pesisir, dan seluruh penduduk di dunia.

Bersama, kita akan membuat perbedaan dengan pilihan yang kita buat, tindakan yang kita ambil, dan warisan yang kita tinggalkan, karena laut kita adalah warisan kita. Mari sukseskan Our Ocean Conference 2018!. (Biro Humas dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan didukung oleh Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)

Wawako Lepas 13 Ribu Bibit Ikan di Talago Pulau Belibis

Solok, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok Reinier, ST.MM melepas secara langsung 13 (tiga belas) ribu bibit ikan air tawar hibah dari Pemerintah Kota Solok kepada Pokmawas Talago Pulau Belibis, bertempat di Pulau Belibis, Jumat (6/4).

Ketua Panitia Pokmaswas Talago belibis, Mirzal mengaku masyarakat sangat mendukung pembenahan dan pengembangan objek wisata Pulau Belibis. Serta yang tidak kalah penting adalah pengembangan usaha kerakyatan bagi masyarakat sekitar.

“Tujuan kita tentunya sama, bagaimana objek wisata Pulau Belibis kembali menggeliat. Masyarakat pastinya akan mendapat imbas positif secara ekonomi, begitu juga dengan pemerintah Daerah,” terang mirzal mengajak masyarakat untuk sadar wisata.

Sementara itu, Reinier mengatakan, Bibit ikan hibah dari Pemko Solok melalui Dinas Pertanian ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam memberdayakan perekonomian masyarakat di sektor perikanan air tawar.  Apalagi, Talago Pulau Belibis selama ini kurang termanfaatkan.

Reinier juga menghimbau masyarakat sekitar untuk lebih aktif dalam menjaga lingkungan dan menjadi masyarakat yang sadar terhadap pengembangan pariwisata Pulau Belibis. Partisipasi masyarakat sangat menentukan kemajuan sektor pariwisata.

Keberadaan pulau belibis tidak hanya menjadi salah satu potensi pariwisata yang sempat menjadi primadona di Kota Solok, namun juga memiliki potensi usaha kreatif bagi masyarakat sekitar. Salah satunya usaha perikanan.

“Pulau Belibis pernah menjadi destinasi wisata kebanggaan masyarakat Kota Solok, dan itu yang coba kita bangkitkan lagi sehingga membawa dampak ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkap Reinier.

Secara bertahap, Pemerintah Kota Solok sudah membenahi berbagai infrastruktur penunjang wisata Pulau Belibis. Wisata keluarga dengan berbagai wahana permainan anak-anak hingga wisata hobi bagi yang suka memancing.

“Dengan Masyarakat yang ramah, pengelolaan yang matang dan didukung infrastruktur yang baik akan memberikan kepuasan bagi pengunjung, yakinlah, Pulau Belibis akan kembali manjadi destinasi wisata pilihan di Kota Solok,” beber Reinier. (dn).

GEMASATUKATA, Kenali Pangan Sehat dan Bergizi bagi Masyarakat

Jakarta, (InfoPublikSolok) – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mutu dan keamanan produk perikanan. Oleh karena itu, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menjalankan tugas dan fungsinya memiliki tanggung jawab membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya perkarantinaan ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan serta keamanan hayati ikan, kembali menyelenggarakan Bulan Bakti Karantina dan Mutu 2018 dengan tema “Melalui GEMASATUKATA (Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina), Kita Wujudkan Penyediaan Pangan Sehat untuk Peningkatan Gizi Masyarakat”, Bulan Bakti Karantina dan Mutu 2018 dilaksanakan serentak di Pusat BKIPM dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) KIPM seluruh Indonesia, mulai 3 April hingga 2 Mei 2018.

GEMASATUKATA (Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina) merupakan sebuah bentuk public awareness BKIPM dalam rangka meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan fungsi perkarantinaan, pengendalian mutu, dan keamanan hasil perikanan, serta keamanan hayati ikan. Melalui pemahaman yang tepat, ragam potensi sumber daya perikanan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah. Caranya dengan mempengaruhi pola pikir dan pola perilaku masyarakat, para pelaku usaha, dan pemerintah daerah, serta instansi terkait, oleh karena itu semua pihak dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan ikan, mutu, dan keamanan hasil perikanan, serta keberlanjutan sumber daya ikan. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen terhadap visi KKP untuk mewujudkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang mandiri, maju, kuat, dan berbasis kepentingan nasional, dengan fokus melaksanakan misi pada tiga pilar kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan.

Selain berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya karantina dan pengendalian mutu, Bulan Bakti Karantina dan Mutu yang telah diselenggarakan sejak 2016 ini juga juga berhasil meningkatkan jumlah usaha perikanan yang memenuhi standar dan taat hukum. Hal ini karena yang disasar bukan hanya masyarakat konsumen produk perikanan, tetapi juga pelaku usaha perikanan termasuk pengolah ikan.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan beberapa rangkaian acara, seperti pemberian anugerah BKIPM, pelaksanaan berbagai lomba seperti lomba foto dan drone, bakti sosial seperti donor darah, sunatan masal, operasi bibir sumbing / katarak. Selain itu, juga dilakukan BKIPM “Goes To Market” yang bertujuan untuk melihat dan memberikan edukasi kepada masyarakat dan pedagang di pasar, mengenai bagaimana memilih ikan yang bernutu baik dan segar. Untuk meningkatkan sarana komunikasi, koordinasi, serta berbagi pengalaman diantara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, kelompok UKM dan masyarakat, juga diadakan kegiatan Forum Pelaku Usaha Perikanan.

Dalam kesempatan tersebut juga dibagikan bantuan secara simbolik yakni olahan ikan beku sebanyak 5,4 ton, alat tangkap rajungan 500 unit, benih mangrove sebanyak 2000 pohon, benih ikan bandeng 100.000 ekor, benih vannamei 5 juta ekor, lobster undersize yang sudah tidak dapat dikonsumsi sebanyak 650 kg, kepiting hasil penyelamatan sumber daya perikanan sebanyak 2000 ekor dan layanan pengobatan gratis serta donor darah 200 kantong. Nantinya bantuan tersebut takan diserahkan kepada pondok pesantern dan panti asuhan di wilayah Jawa Timur. (Biro Kerja Sama dan Humas KKP bersama Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)

Kawasan Agrowisata Sawah Solok Sarana Belajar Karakter Anak Bertemakan Alam

Solok, (InfoPublikSolok) – Kawasan Agrowisata yang berlokasi di hamparan Sawah Solok mulai diminati masyarakat dan anak-anak sekolah yang terdapat di Kota Solok. Keberadaan Agrowisata Sawah Solok juga turut berdampak positif terhadap dunia pendidikan, dimana lokasi tersebut sudah dijadikan sebagian guru yang berasal dari beberapa Sekolah Dasar serta PAUD di Kota Solok untuk tempat belajar karakter anak dengan bertemakan alam.

Ketua Kelompok Budi Daya Ikan (Pokdakan) Sawah Solok, Firman Taro saat dijumpai di Agrowisata Sawah Solok, Selasa (6/2) siang, menjelaskan bahwa pengembangan Sawah Solok sebagai salah satu tempat yang bernuansa Wisata Agro memang sangat banyak dikunjungi rata-rata berasal dari kalangan pelajar.

Pengembangan Wisata Agro sengaja dibangun dengan harapan dapat membantu program Pemerintah Kota Solok dan juga sebagai salah satu cara untuk mempertahankan Sawah Solok agar tidak terjadi alih fungsi lahan, sarana yang terdapat di lokasi Agrowisata Sawah Solok yaitu adanya program Mina Padi dengan cara pembesaran ikan di sela-sela tanaman padi serta tersedianya pondok-pondok peristirahatan dan bandar irigasi sebagai tempat mandi bagi anak-anak maupun kalangan dewasa.

“Saat ini kelompok tani menawarkan wahana bagi pelajar untuk mengenal lebih dekat lagi dengan wisata alam dengan memperkenalkan bagaimana cara bercocok tanam padi di sawah. kelompok pembudidaya ikan berharap kedepannya sawah solok dapat dijadikan sebagai salah satu tempat edukasi bagi pelajar dengan lokasi yang strategis dan diharapkan ada semacam kerjasama antara pihak sekolah yang ada di Kota Solok,” ungkap Firman Taro.

 

Pada kesempatan itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Solok Wadirman, S.Pd. MM yang ikut memantau aktifitas anak-anak sekolah di kawasan Agrowisata Sawah Solok sangat menyambut baik langkah yang dilakukan oleh beberapa Sekolah Dasar dan PAUD yang ada di kota solok untuk membawa anak muridnya mengunjungi kawasan Sawah Solok.

“Tempat belajar bukan hanya di dalam ruangan saja, namun alam terbuka dapat juga dijadikan sebagai ruangan untuk belajar, Agrowisata Sawah Solok dapat dijadikan sebagai sebuah ajang untuk pendidikan karakter siswa,” imbuhnya.

Pendidikan karakter anak harus diperkuat sejak dini tujuannya agar karakter anak dapat dibentuk dengan baik. Proses pendidikan karakter itu sendiri merupakan proses pembentukan karakter yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional, spritualitas dan kepribadian seseorang.

Wadirman mencontohkan pada saat siswa berjalan secara bersama-sama dengan cara meniti pematang sawah dibutuhkan keseimbangan dan kesabaran tidak saling mendahului, hal tersebut sudah membentuk sebuah karakter bagi seorang murid agar membiasakan untuk disiplin. (wy)

Sawah Solok Kembangkan Wisata Agro

Solok, (MC Kota Solok) – Kelompok Budi Daya Ikan (Pokdakan) Sawah Solok bersama Kelompok Budi Daya Ikan (Pokdakan) Karambie Pak Tikah, saat ini sedang gencarnya mengembangkan mina padi di kawasan Lukah Pandan kelurahan KTK, Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok, sehingga saat ini kawasan tersebut akan direncanakan sebagai salah satu kawasan untuk wisata Agro.

Persawahan tersebut berpotensi luar biasa untuk dijadikan daerah pariwisata karena berada dekat dengan kantor Balaikota Solok, selain itu kawasan sawah solok sudah di lengkapi dengan hadirnya pondok tempat peristirahatan bagi masyarakat tani maupun pengunjung yang datang ke sawah solok.

Luas persawahan yang di jadikan untuk program mina padi tersebut saat ini baru sekitar 2 hektar dan pengunjung bisa datang dengan berjalan kaki menelusuri bandar dan pematang sawah sekitar  100 meter dari pinggiran jalan lintas Solok – Salayo. Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian awalnya merencanakan pembangunan infratruktur penunjang wisata agro tersebut untuk bersantai sambil menikmati keindahan alam persawahan bagi masyarakat di daerah itu.

Ketua Petani Pengguna Pemakai Air (P3A) Banda Tangah yang juga selaku Ketua DPRD Kota Solok, Yutris Can,SE mengatakan,sawah solok sangat berpotensi untuk di jadikan sebagai kawasan wisata agro salah satunya melalui program mina padi. kawasan ini tidak pernah mengalami krisis dengan pengairan walaupun tiba musim kemarau melanda pengairan tetap lancar. wisata Agro merupakan bagian dari objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata. tujuannya adalah untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. melalui pengembangan wisata agro yang menonjolkan budaya lokal dalam memanfaatkan lahan, kita bisa meningkatkan pendapatan petani sambil melestarikan sumber daya lahan, serta memelihara budaya maupun teknologi lokal  yang umumnya telah sesuai dengan kondisi lingkungan alaminya.

biasanya masyarakat yang menghabiskan waktu kesehariannya di wilayah perkotaan akan sangat merindukan suasana persawahan yang tenang dan asri.Yutris Can,SE menambahkan, konsep wisata agro sawah solok memang sangat jauh karena belum ditata dan masih dalam tahap pengembangan namun pengunjung setiap hari terus bertambah yang datang ke sawah solok guna menikmati alam persawahan dan program mina padi. Kami akan terus berupaya mengembangkan daerah potensial di sawah solok tersebut termasuk pengembangan budaya dan sumber daya manusia sebagai penunjang pariwisata alamnya,” ujarnya.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Rahmad Yendi,SP menjelaskan, Penerapan mina padi dengan mengurangi lahan sekitar 20 persen untuk pemeliharaan ikan tidak mengurangi produktivitas padi. Justru padi akan terhindar dari serangan-serangga atau hama. Bahkan pupuk dari ikan akan menyebabkan pertumbuhan rumpun semakin banyak dan bulir padinya bagus.

Untuk menerapkan pola mina padi, maka jenis ikan yang paling banyak dipelihara dalam hal ini adalah ikan mas dan ikan nila. Ikan ini kita tebarkan ke lahan persawahan setelah 4 hari penanaman padi. Untuk pemeliharaan yang bagus maka kita menebarkan ikan dengan ukuran yang sama. Jika ikan yang kita tebarkan berukuran antara 2 – 3 cm, maka penebarannya adalah sebanyak 2 – 3 ekor tiap meter persegi luas lahan, Tetapi untuk ikan ukuran 3 – 5 cm, penebarannya sebanyak 1 – 2 ekor tiap meter perseginya.

Sementara untuk menjaga keberadaan dan pertumbuhan ikan, maka kita menambahkan makanan tambahan dari dedak, yaitu gilingan lembut kulit padi sejumlah 2 sampai 4 kg setiap hari untuk setiap hectare lahan mina padi. Jika semua langkah telah kita lakukan, maka dalam waktu 30 sampai 40 hari kemudian ikan kita yang sudah kita tebarkan, yang berukuran 2 sampai 3 cm sudah mencapai ukuran 3 – 5 cm, sementara yang berukuran 3 – 5 sudah mencapai ukuran sebesar 5 – 8 cm. (Wy).

Ketua Forikan Berikan Snack Olahan Ikan

Solok, (MC Kota Solok) – Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Kota Solok Hj.Zulmiyetti Zul Elfian kunjungi SD 13 Simpang Rumbio sekaligus memberikan makanan tambahan berupa snack olahan ikan kepada ratusan murid  di Halaman SD 13 setempat, Selasa (12/9), yang disaksikan Kadis pertanian, Ketua Dharmawanita persatuan Ny.Ria Rusdianto dan para majelis guru.

Kegiatan ini dilaksanakan berkat kerjasama antara Forikan Kota Solok, Tim Penggerak PKK Kota Solok, Dinas Pertanian Kota Solok dan sekolah-sekolah yang ada di Kota Solok.

Dihadapan ratusan murid Ketua Forikan Hj.Zulmiyetti Zul Elfian  sambutannya mengajak murid-murid untuk selalu mengkonsumsi ikan, sebab ikan banyak mengandung protein untuk kebutuhan tubuh manusia, bila rajin makan ikan akan membawa dampak positif terhadap- perkembangan gizi dan tumbuh dengan daya nalar yang baik. Untuk itu kata Ny.Yet Zul Elfian lagi jika mau pintar dan cerdas  generasi usia dini harus rajin mengkonsumsi ikan.

Pada kesempatan itu, ketua Forikan Kota Solok juga mengucapkan terima kasih kepada guru di sekolah tersebut yang telah menggerakkan pemberian makanan tambahan olahan ikan kepada murid- murid sekolah dasar.

Kedepannya, Forikan Kota Solok akan terus berupaya mensosialisasikan makan ikan bagi seluruh orang tua di Kota Solok.

Lebih lanjut, Hj.Zulmiyetti mengatakan, di Kota Solok saat ini sedang dikembangkan budidaya ikan lele yang higienis. Makanan lele tersebut diberi ayam yang sudah direbus terlebih dahulu di tepi kolam ikan.

” Sehingga ikan lele yang dikonsumsi segar dan sehat. Ikan lele memiliki gizi yang sangat tinggi, namun karena sentimen negatif dari masyarakat selama ini membuat ikan lele agak tercoreng namanya,” ujarnya.

Semua ikan yang dikonsumsi bernilai gizi tinggi, asalkan ikan tersebut masih segar. “Kalo anak sering makan ikan, semoga nantinya akan menjadi anak cerdas,” tutup Hj.Zulmiyetti.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian langsung snack olahan ikan secara simbolis kepada 3 orang perwakilan murid SD 13 Simpang Rumbio.

Forikan Kota Solok menyerahkan snack olahan ikan kepada 5 sekolah yang ada di Kota Solok, diantaranya Paud anak mande simpang rumbio, Paud al misbah payo, Paud ambun suri laing, SD 13 simpang rumbio dan SD 11 kampung jawa. (Deni).

Wakil WaliKota Tebarkan Bibit Ikan Nila dan Mas

Solok,(MC Kota Solok ) – Wakil Walikota Solok Reinier melepas ribuan bibit ikan jenis air tawar diperaianan umum disamping telaga SMK 3 Kota Solok ,Kamis (24/8/17). Pelepasan sekitar 12 ribu ikan nila dan 4 ribu ikan mas itu didampingi Kadis Pertanian Kusnadi dan Ketua GOW Ny.Reinier disaksikan tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Kegiatan pelepasan bibit ikan itu sangat mendapat perhatian masyarakat setempat sebab Kota Solok saat ini sudah memasyarakatkan makan ikan sesuai dengan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk lebih meningkatkan produksi ikan ditengah masyarakat.

Wakil Walikota Reinier seusai pelepasan mengatakan program ini untuk mendukung dan memasyarakatkan masyarakat Kota Solok gemar makan ikan, sebab ikan sangat banyak mengandung protein . Kegiatan restocking bertujuan untuk memulihkan sumber daya alam dan meningkatkan budi daya ikan dilingkungan tempat tinggal masyarakat.

Makanya kata Reinier pelepasan dan bantuan ikan jenis Nila dan mas ini sangat cepat berkembang berproduksi juga dapat menguntungkan masyarakat, jadi sekarang tinggal lagi bagaimana masyarakat bisa menjaga lingkungan ikan ini, jangan sampai ada yang merusak dan menangkap ikan menggunakan racun .

Disamping itu peneyebaran bibit ikan untuk mengembalikan populasi ikan yang saat ini memang sangat susah dijumpai disekitar telaga ini. Mudah-mudahan kedepan dengan ada ribuan bibit ikan ini akan dapat membawa lingkungan lebih terjaga serta tahun depan bisa memanen hasilnya,”ujar Wakil walikota lagi.(Eg/Zm)