Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan

Solok, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM membuka kegiatan Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan Kejuangan dan Keperintisan di Kota Solok, bertempat di Aula Bappeda Kota Solok, Kamis (29/11).

Turut hadir pada kesempatan itu, Kasdim 0309/ Solok Mayor Inf Supadi, Kepala Dinas Sosial Kota Solok Rosavella YD, legiun veteran Kota Solok dan ratusan masyarakat serta pelajar di Kota Solok.

Reinier dalam sambutannya mengatakan, “Sarasehan penanaman nilai-nilai kepahlawanan kejuangan Keperintisan adalah sebagai pembekalan terhadap generasi muda dengan cara mengenalkan lebih dalam akan sejarah perjuangan bangsa, yang sarat dengan suri tauladan dari para pahlawannya.

Dengan adanya sarasehan ini, diharapkan juga akan tertanam nilai-nilai keperintisan kejuangan kepahlawanan, serta merupakan salah satu upaya agar nilai-nilai kepahlawanan dapat dipahami dan dihayati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan sarasehan juga membuat kita akan senantiasa teringat dengan peristiwa heroik pada tanggal 10 November 1945, di mana seluruh elemen bangsa saat itu dengan semangat nasionalisme yang tinggi, berjuang mempertahankan kehormatan bangsa. Pengorbanan Jiwa raga dan harta benda yang telah dipersembahkan oleh semua golongan dan lapisan masyarakat bagi keinginan tertinggi suatu bangsa yaitu kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, pengorbanan para pahlawan kita tersebut sebaiknya senantiasa dihargai dan dikenang selama-lamanya, karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa jasa pahlawannya. Untuk mengenang jasa-jasa pahlawan tersebut, tidak hanya dikenal saja tapi harus dapat melanjutkan perjuangan nya dengan mengimplementasikan dan berdaya guna dalam mengatasi berbagai masalah bangsa seperti, kemiskinan, pengangguran keterlantaran, ketunaan sosial, korban bencana dan masalah-masalah sosial lainnya.

Tantangan besar para pahlawan di zaman dahulu yakni membebaskan bangsa dari penjajahan, namun saat ini tantangan yang dihadapi generasi penerus adalah membebaskan rakyat dari kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, serta belenggu lain yang menghambat perkembangan serta kemajuan bangsa.

“Generasi saat ini tujuannya adalah membangun kembali Indonesia yang bermartabat, maju dan sejahtera di atas landasan keadilan dan demokrasi,” sebut Reinier.

Untuk itu, dibutuhkan kemauan kuat serta partisipasi seluruh komponen termasuk Pemuda sehingga bangsa ini dapat lebih mandiri. Sarasehan penanaman nilai-nilai kepahlawanan perjuangan dan keperintisan ini merupakan salah satu bentuk komunikasi secara langsung melalui suatu forum pertemuan antara generasi pelaku pejuang dengan generasi sekarang. (dn)

Wawako Lepas Keberangkatan Relawan ke Palu

Solok, (InfoPublikSolok) – Para relawan yang tergabung dalam Forum Kemanusiaan Pemuda Kota Solok tersebut akan berangkat dari tanggal 30 November sampai dengan 6 Desember 2018.  Adapun organisasi yang turut berkontribusi meliputi PMI, KNPI Kota Solok, serta BKPRMI Kota Solok.

“Forum Kemanusiaan ini adalah bentuk respon pemuda Kota Solok terhadap sejumlah bencana di wilayah Indonesia. Kesepahaman ini kita aplikasikan dalam bentuk penggalangan donasi dari sejumlah masyarakat Kota Solok dan sekitarnya melalui sekolah, masjid, sejumlah jalan utama Kota Solok serta puncaknya  pada kegiatan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad lalu,” ungkap sekretaris PMI Kota Solok, Ronnie D Daniel.

Ronnie menambahkan bentuk program yang dilaksanakan forum tersebut tak hanya untuk Palu saja, melainkan peduli juga terhadap bencana yang terjadi di Sumatera Barat.

“Bantuan ke Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pasaman Timur serta Kabupaten Tanah Datar langsung diantarkan dalam bentuk Paket Sembako, Higienis Kit, makanan kecil untuk anak-anak, mie instan serta pakaian layak pakai beberapa waktu yang lalu,” tambahnya.

Adapun Puncak dari program tersebut adalah mendistribusikan School Kit (420 Paket), Psycological Support Program/ Trauma Healing serta Tausiah Agama setiap malam ke sejumlah daerah terdampak Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah nantinya.

Sebelum melepas keberangkatan para relawan, Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM mengatakan keberangkatan para relawan ini merupakan bentuk rasa kemanusiaan dan solidaritas atas bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu, Donggala dan sekitarnya. “Ini wujud kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang tertimpa musibah. Sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan, sudah selayaknya kita turut membantu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Reinier juga ungkap apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemuda kota Solok yang mampu memberikan semangat dan bantuan baik materil maupun moril.

Dalam pesannya, Reinier meminta tim relawan agar dapat menjaga kesehatan, dan membantu korban disana, serta laksanakan tugas dengan sebaik baiknya. Tim juga diminta berkoordinasi dengan tim relawan lain maupun petugas yang tengah bekerja membantu serta mengevakuasi korban bencana alam di Sulawesi Tengah.

“Saya hanya dapat memberikan dorongan moril dan kekuatan doa agar relawan yang dikirim ke Palu, dan Donggala dapat melaksanakan tugas kemanusiaan dengan baik serta menjaga tata krama, karena seluruh tim membawa nama baik kota Solok disana, selamat bertugas dan semoga selamat sampai tujuan,” tutup Wawako (sn)

Pengurus Anti Narkoba PPA Dilantik

Solok, (InfoPublikSolok) – Pelantikan pengurus Kelurahan bebas narkoba merupakan salah satu wujud nyata kita semua untuk melindungi generasi muda Kota Solok dari narkoba. Hal itu disampaikan Wakil Walikota Solok Reinier,ST,MM seusai melantik pengurus Kelurahan bebas narkoba, bertempat di Kantor Lurah Pasar Pandan Air Mati (PPA) Kota Solok, Rabu (28/11).
Hadir pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kesbangpol Kota Solok Fidliwendi Alfi, Camat Tanjung Harapan Zulkarnain, Lurah PPA Gusnifa Erianti, Kapolsek Solok Kota Anggara, Ketua LPMK, Ketua PKK, Ketua Pemuda serta masyarakat.
Reinier lebih jauh mengatakan, “Apabila kita berkaca dari persoalan narkoba yang ada selama ini, masih adanya terdapat permainan dari oknum-oknum tertentu. Untuk itu, kita sangat bangga terhadap komitmen nyata dari Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan yang telah mengirimkan Babinsa – Babinsa untuk turun langsung membantu pemberantasan narkoba di setiap Kelurahan di Kota Solok.”
Saat ini, secara keseluruhan seluruh Kelurahan yang ada di Kota Solok sudah memiliki pengurus kampung anti narkoba. ” Ini merupakan komitmen nyata kita bersama untuk memerangi narkoba. jika bukan kita, siapa lagi yang akan melindungi generasi muda dari jerat narkoba,” tambah Wawako.
Kita tentunya berharap, dengan adanya kelurahan anti narkoba, akan nampak manfaat nyata untuk memberantas narkoba, sehingga narkoba akan bisa hilang dari Kota Solok.
Reinier juga mengucapkan terimakasih kepada Camat, Lurah, RT, RW dan seluruh unsur masyarakat yang telah bekerjasama memberantas narkoba di Kota Solok. ” Pemerintah sangat terbantu dengan adanya Kelurahan anti narkoba ini. Kita harus melindungi generasi muda, karena para pemudalah yang akan menjadi harapan kita nantinya,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah PPA Gusnifa Erianti menyampaikan, pelaksanaan BBGRM di Kelurahan PPA tahun ini berdasarkan swadaya masyarakat sebesar 52%. ” Dengan persentase yang cukup tinggi ini, kita berharap Kelurahan PPA akan mendapatkan juara pada tahun ini, ” sebutnya.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama mensukseskan pemilu legislatif dan pemilu presiden serentak tahun 2019. Kegiatan dilanjutkan dengan peresmian posko Kelurahan Bebas Narkoba Kelurahan PPA. (Dn)

Aisyiyah Berikan BMT Bagi Pasien TB Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Community TBC-HIV Care Aisyiyah Kota Solok menggelar kegiatan penyaluran Bantuan Makanan Tambahan (BMT) yang berlangsung pada hari Minggu,25 November 2018 yang diantarkan langsung ke rumah pasien TBC temuan Aisyiyah tahun 2018 di Kota Solok.

Kegiatan ini di buka langsung oleh Kepala SSR TBC-HIV Care Aisyiyah Kota Solok ibu Ns. Hj. Murhayeni, S.Kep di aula Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Solok yang dihadiri oleh para pelaksana program dan kader.

Kegiatan ini diawali dengan arahan dan mekanisme penyaluran BMT kepada pasien TBC. Kader dibagi menjadi beberapa tim untuk menyalurkan BMT ke rumah pasien. Pemegang program juga ikut menyalurkan bantuan ke rumah pasien.

Menurut Murhayeni, Ide pemberian BMT ini berawal dari kegiatan komunitas TBC Aisyiyah pada Bulan September 2018 yang mengundang Baznas, Pengusaha dan kader Community Aisyiyah Kota Solok, Untuk membicarakan perihal pendanaan dan bantuan untuk pasien TBC. Dalam pertemuan itu diperoleh dana sekitar  5 juta sesuai target kegiatan yang digunakan untuk BMT dan operasional penyuluhan kader. Bantuan ini dibuat dengan berbentuk paket berisi telur, susu, minyak goreng, gula dan kacang hijau, sebanyak 24 paket. “Bantuan ini diharapkan dapat memotivasi pasien untuk lebih sehat dan gizinya terpenuhi dengan baik,” harap Murhayeni.

Seusai pembukaan, tim Aisyiyah dan kader langsung menyerahkan bantuan paket pertama kepada pasien di Kelurahan Tanah Garam. Di Kelurahan ini ada 7 orang, kemudian menyusul ke Kelurahan Nan Balimo sebanyak 5 orang, Kelurahan Simpang Rumbio 1 orang, Kelurahan Pasar Pandan Air Mati 2 orang, Kelurahan Sinapa Piliang 1 orang, Kelurahan Tanjung Paku 3 orang, Kelurahan KTK 1 orang, Kelurahan VI Suku 3 orang serta Kelurahan Kampung Jawa 1 orang. (eg)

Tim Pidato Adat Kota Solok Ikuti Lomba Tingkat Pemuda Se-Sumbar

Solok, (InfoPublikSolok) – Tim pidato adat Kota Solok mengikuti Lomba Pidato Adat Tingkat Pemuda Se-Sumatera Barat Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat.

Bertempat di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) Kota Padang Panjang, lomba berlangsung selama tiga hari (18 s/d 21 November 2018).

Tim Pidato adat Kota Solok berjumlah 5 orang yaitu Zikra Alhamda, Aulia Rahmat Sukri, Marjoni, Iksan Fauzi dan Bagus Hidayat. Pidato Adat Minangkabau yang akan dilombakan adalah ‘Pasambahan Makan Jo Maurak Selo’.

“Tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka menanamkan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau terhadap Pemuda, ini merupakan lomba pidato adat pertama yang kita ikuti sejak terbentuknya Dinas Pemuda dan Olahraga, karena sebelumnya kegiatan ini dibina oleh Dinas Pariwisata,” sebut Silvia Dianti, SH, Kepala Seksi Kepemimpinan, Kepeloporan dan Kewirausahaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Solok.

“Dengan persiapan dan latihan yang dilakukan menjelang lomba, semoga tim Pidato Adat kota Solok mampu mencatat prestasi terbaik,” imbuhnya.

Diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp.14,5 juta, Piala Bergilir dan Piala Lepas. Pemuda yang mengikuti lomba pidato adat ini minimal berusia 17 tahun dan maksimal berusia 20 tahun.

“Lomba Pidato Adat ini membuat saya semakin cinta terhadap budaya Minangkabau. Banyak nilai-nilai kehidupan yang dapat saya pelajari dari pidato adat ini,” ungkap Aulia Rahmat Sukri salah satu tim pidato adat KotaSolok dari Kelurahan Tanah Garam. (ep)

Kominfo Sosialisasikan Penggunaan Aplikasi SP4N Lapor!

Solok (InfoPublikSolok) – Dalam rangka perbaikan dan peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat Kota Solok, Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar sosialisasi penggunaan Aplikasi SP4N-LAPOR! bagi masyarakat bertempat di Aula SMPN 5 Kota Solok, Kamis (11/15).

Kegiatan pada Bidang Pengelolaan Informasi dan Media Komunikasi Publik ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan atau pemahaman kepada peserta tentang bagaimana cara penggunaan aplikasi LAPOR!-SP4N dan apa saja bentuk-bentuk pengaduan yang dapat disampaikan melalui aplikasi LAPOR!-SP4N.

“Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat menjadi tujuan yang hendak dicapai dalam penyelenggaraan Pemerintahan di Kota Solok. Pemerintah pada dasarnya merupakan pelayan masyarakat. Teknologi informasi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Solok,” jelas Zulfadli, SH, M.Si, Kepala Dinas Kominfo Kota Solok pada saat menyampaikan laporan Panitia.

Kegiatan ini menghadirkan peserta berjumlah 200 orang yang terdiri dari unsur Tokoh masyarakat, Lurah, RT/RW, LPMK, Bundo Kandung, Organisasi Pemuda serta anggota KIM (kelompok informasi masyarakat). Pada sosialisasi ini Kominfo menghadirkan Narasumber yaitu Admin Pusat Lapor dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (PAN-RB).

“Semoga dengan adanya kegiatan ini masyarakat semakin kritis dalam rangka ikut mengawasi pemerintahan dalam menjalankan progam dan kebijakannya bagi masyarakat Kota Solok,” imbuh Kepala Dinas Kominfo.

Walikota Solok pada saat pembukaan menyampaikan, ”Undang-Undang Pelayanan Publik Nomor 25 Tahun 2009 merupakan langkah awal untuk mendorong kinerja lembaga negara yang lebih berorientasi pada pelayanan. Berbagai langkah perbaikan dan inovasi terus dilakukan untuk memastikan agar pelayanan publik semakin cepat, tepat, efisien, dan pada akhirnya masyarakat semakin dimudahkan dalam memperoleh hak-haknya.” jelas Zul Elfian

“Di era teknologi komunikasi dan informasi saat ini, maka sudah sepatutnya Pemerintah menyediakan layanan publik terbaik kepada masyarakat kita. Aplikasi LAPOR!-SP4N merupakan salah satu bentuk layanan yang ditetapkan oleh Pemerintah yang dikoordinasikan, dikelola dan diawasi oleh tiga lembaga dalam bentuk kemitraan antara Kementerian PAN-RB, Kantor Staf Kepresidenan dan Ombudsman Republik Indonesia,” tambah orang nomor satu di Kota Solok ini.

Walikota juga menegaskan bahwa Pemerintah sangat terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat, manfaatkan berbagai saluran yang ada termasukan pengaduan. Pembangunan yang kami lakukan sesuai dengan dokumen RPJMD dan sangat mengharapkan dukungan penuh dari semua pihak. Walikota juga sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Tokoh masyarakat, RT/RW dan Pemuda karena dengan kebersamaan kita bisa mewujudkan apa yang telah direncanakan.

Penurunan angka kemiskinan, pembangunan stadion standar Nasional, rumah sakit umum daerah men jadi prioritas pemerintah saat ini, termasuk mewujudkan Kota Solok serambi Madinah sehingga melalui peningkatan iman dan taqwa masyarakat dapat tercapai. Magrib mengaji, shalat berjamaah di masjid serta mematikan TV pada malam hari dapat terus ditingkatkan.

Kesempatan itu Walikota juga menyampaikan bahwa Kota Solok mendapat apresiasi dari Kementerian PAN-RB, dimana Kota Solok mendapat posisi 25 terbaik Pengelolaan SP4N Lapor di tingkat nasional, capaian ini menjadi prestasi tersendiri bagi pemerintah Kota Solok.

Pada saat pemaparan, narasumber menjelaskan mengenai apa itu sistem pengaduan lapor nasional, jenis layanan, Lembaga yang terlibat serta tiga fitur yang ada pada aplikasi Lapor yaitu Anonim yang merahasiakan identitas pelapor. “Rahasia yang membuat aduan tidak bisa dilihat oleh semua pihak, serta tersedinya fitur tracking.id yang dapat memantau sejauh mana proses laporan telah berjalan,” ujar Rizky Dwiputra, S.Kom.

Data terakhir sudah ada 769.610 jumlah pelapor dan 1.335.461 aduan yang masuk di Admin Lapor pusat. Selanjutnya pada top aduan yang banyak dilaporkan oleh publik ialah mengenai Forlap Dikti, tes CPNS, KTP-el, Kartu Indonesia Pintar serta paspor online.

“Berdasarkan data di Admin pusat Kota Solok termasuk cepat dalam hal menindaklanjuti laporan dari masyarakat yaitu rata rata dalam 1 hari langsung diproses oleh admin penghubung,” papar Analis Pengaduan PAN-RB ini.

Peserta pada kegiatan ini cukup antusias dimana pada saat diskusi banyak yang bertanya baik mengenai aplikasi, peran serta, keamanan dan kerahasiaan pelapor. Kemudian pada saat praktek narasumber memandu langsung dalam hal memberikan contoh jika masyarakat ingin menjadi pelapor serta mendaftar lewat aplikasi Lapor. Pada saat closing statement Rizky kembali mengingatkan peserta bahwa masyarakat harus Berani Lapor demi pelayanan publik yang lebih baik. (eg)

LPP 2018: Ajang Adu Prestasi Pramuka Penggalang Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Kwarran Tanjung Harapan Kota Solok gelar Lomba Prestasi Penggalang (LPP) tahun 2018. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 9 s/d 11 November 2018 yang bertempat di bumi perkemahan Taman Pramuka Ampangkualo Kota Solok. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Solok, Kak Reinier, ST, MM, Jumat (9/11).

Dalam sambutan Wawako mengapresiasi pengurus Kwarran Tanjung Harapan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengukur prestasi anggota Pramuka.

“Kepada adik-adik utusan dari gudep yang merupakan orang pilihan yang telah berlatih dan mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan ini maka dari itu ikuti kegiatan sebaik mungkin, jaga kesehatan, jangan lupa ikuti kata pembina pendamping serta nantinya sekembalinya dari kegiatan ini adik-adik peserta sekalian akan menjadi motor atau contoh bagi teman-teman yang ada di gugus depan. Demikian juga halnya dengan Kakak-Kakak Pembina Pendamping. Perlihatkan kepada adik-adik kita bagaimana cara menanamkan sportifitas dan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka,” pesan Reinier.

“Kegiatan lomba dalam kepramukaan walaupun sifatnya sama berkompetisi dengan kegiatan olah raga, namun nuansanya sangat berbeda. Melalui kegiatan ini kita tanamkan nilai-nilai luhur yang dikembangkan oleh para pendiri Pramuka kita. Kedepankan semangat persaudaraan dan kebersamaan. Sehingga ini akan menjadi teladan bagi adik-adik kita yang masih dalam masa pembinaan. Semoga kegiatan yang kita laksanakan hari ini mempunyai arti bagi perkembangan kepramukaan di daerah kita,” harap Reinier.

Lomba Prestasi Penggalang yang diadakan oleh Kwarran Tanjung Harapan Kota Solok ini merupakan ajang tahunan. Peserta kegiatan ini adalah utusan Pramuka tingkat Penggalang yang berpangkalan di SLTP/MTS se- Kota Solok dan ada juga yang berada dari Kabupaten Solok dengan jumlah semuanya sekitar 350 peserta dari 16 regu putra dan 16 regu putri masing-masing regu berjumlah 10 orang.

Kak Bambang Suryanto, S.Pd selaku Ketua Panitia Pelaksanan kegiatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa LPP ini bertujuan untuk membina dan mengembangkan penghayatan kode kehormatan bagi pramuka penggalang, meningkatkan ketrampilan, kecakapan dan disiplin serta untuk mengukur dan megevaluasi kegiatan pramuka penggalang yang berpangkalan di wilayah kota dan kabupaten solok.

Pada ajang tahun ini ada tujuh kegiatan yang kita lombakan yaitu PBB bertongkat, pionering, sang juara, nada dan dakwah, pidato adat, senam kreasi tongkat dan membuat wajik dari ketan. (js)

KNPI Kota Solok Akan Gelar Musda Pemilihan Pengurus Baru

Solok, (InfoPublikSolok) – Menjelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Solok, beberapa calon pemuda yang memiliki talenta telah mulai mengapung untuk ikut di bursa pencalonan merebut kursi ketua KNPI Kota Solok yang akan di gelar pada tanggal 10 dan 11 November 2018 mendatang.

Ketua DPD KNPI Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, SE, MM mengatakan saat ini DPD KNPI Kota Solok tengah melakukan persiapan. Hal ini disampaikan usai melaksanakan rapat panitia, Selasa (6/11). Pada kegiatan Rapat Pimpinan Daerah dan Musyawarah Daerah kali ini juga akan diselingi dengan Workshop Kepemudaan yang nantinya akan bertindak sebagai narasumber Nofi Chandra sebagai Mantan ketua KNPI Kota Solok, Fadly Amran sebagai Ketua KNPI Sumbar yang juga Walikota Padang panjang dan Nukhalis sebagai Tokoh muda Sumbar. Ia menambahkan, pemimpin KNPI yang baru nanti harus tetap menjaga kerjasama yang dibangun selama ini dengan berbagai pihak terutama Pemerintah Daerah. Para bakal calon diharapkan mempunyai visi yang kuat dalam membangun kaum muda untuk membawa Kota Solok yang lebih baik.

Sekretaris KNPI Sumatera Barat, Martha Suhendra mengatakan untuk kriteria Ketua KNPI dari provinsi sebagaimana yg ditegaskan oleh Ketua KNPI Provinsi Sumatera Barat harus sesuai dengan AD/ART dan aturan Perundang-undangan. Persyaratan untuk bisa mencalonkan diri sebagai pimpinan KNPI yaitu dengan usia maksimal 30 Tahun pada saat terpilih, apalagi Kota solok merupakan pilot project dalam penerapan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang kepemudaan. hal tersebut sudah di realisasikan untuk yang pertama kalinya pada saat terpilihnya Ramadhani Kirana Putra menjadi Ketua DPD KNPI Kota Solok pada periode lalu. Martha berharap Musyawarah Daerah dapat berjalan lancar dan demokratis demi terpilihnya ketua DPD KNPI Kota Solok yang baru dan dapat menjalankan amanat organisasi kedepannya.

Berdasarkan pantauan dilapangan, yang mengakibatkan banyaknya calon pimpinan KNPI Kota Solok ini mengapung disebabkan dengan banyaknya jebolan Ketua KNPI di Kota Beras ini yang sukses di jalur politik maupun birokrasi, Dari pengalaman sebelumnya Ketua KNPI Kota Solok, Sebut saja mantan ketua DPD KNPI Kota Solok H. Nofi Chandra yg dikenal lewat KNPI tersebut saat sekarang merupakan salah satu anggota DPD RI, Hardinalis Kobal saat sekarang menjabat Ketua DPRD Kabupaten Solok, Hendri Irawan anggota DPRD Provinsi Sumbar, H Zul Elfian, SH, MSi sekarang menjabat Walikota Solok, Ramadhani Kirana Putra, SE, MM sebagai anggota DPRD Kota Solok serta banyak lagi tokoh pimpinan KNPI Kota Solok yg sukses setelah berkiprah di kepengurusan KNPI.

Dalam pemilihan ketua KNPI Kota Solok untuk periode selanjutnya telah mengapung beberapa orang calon diantaranya, Muhammad Ali Hanafiah (pengurus KNPI periode sekarang), Leo Murphy (HIPMI Kota Solok), Anggi Saputra (Ketua IMM Kota Solok), Surya Budi (Mantan ketua HMI Cabang Solok), Ivan Hatta Tanuir (Pengusaha muda Kota Solok).

KNPI Kota Solok dibawah kepemimpinan Ramadhani Kirana Putra, SE, MM atau lebih dikenal dengan sebutan Bung Dhani telah banyak membuat gebrakan dengan berbasis kepemudaan seperti berhasil melaksanakan berbagai event kegiatan di tingkat lokal dan nasional. Belum lama ini, KNPI Kota Solok juga telah sukses dalam pelaksanaan acara tabligh Akbar bersama Ulama kondang Ustadz Abdul Somad disela padatnya agenda ustad tersebut untuk berdakwah di kota beras serambi madinah ini yang disambut antusias oleh ribuan masyarakat Solok. (wy)

Kwarran Lubuk Sikarah Gelar Lomba Tingkat II Gudep Pramuka Penggalang

Solok, (InfoPublikSolok) – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kecamatan Lubuak Sikarah Kota Solok mengadakan ‎Perkemahan Lomba Tingkat II (LT II) bagi anggota Pramuka Penggalang dari berbagai Gugus Depan (Gudep) yang berpangkalan di SD/MI Kecamatan Lubuk Sikarah di Bumi Perkemahan Taman Pramuka Ampang Kualo, yang berlangsung dari tanggal 2 s/d 4 November 2018.

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Sekretaris Kwartir Cabang Kota Solok, Kak ‎Anasrul, SH, menurut rencana kegiatan ini akan dibuka langsung oleh Ka. Kwarcab Kak Reinier, ST. MM, namun kebetulan pada saat bersamaan Wawako berhalangan karena ada kegiatan di tempat berbeda. Hadir pada upacara pembukaan Ka. Mabiran, Kak Drs. Hendri, M.Si, Ketua Kwarran Lubuk Sikarah, Kak Drs. Indra Febrianto dan juga Ka. Mabigus, Pembina pendamping serta pengurus Kwarran yang juga sebagai panitia kegiatan.

Sekretaris Kwarcab Kota Solok, merasa bangga, kepada para peserta dan pembina pendamping, meski sedang musim hujan, tampak semangat para Pramuka Penggalang untuk mengikuti kegiatan LT II ‎tanpa ada wajah yang murung. Hal ini, lanjut Kak Nas, menandakan bahwa Pramuka adalah satu-satunya organisasi kepanduan yang menanamkan pendidikan karakter bagi kaum muda yang tahan banting, mandiri, berani, jujur, disiplin dan pantang menyerah sesuai dengan tema LT II yakni ‘Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubaktikan’.

“Saya selaku Sekretaris Cabang sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini. Semoga dari kegiatan ini, diantara kalian 20 tahun yang akan datang menjadi generasi penerus bangsa yang berhasil,” harapnya.

Ketua panitia pelaksana kegiatan, Alex Mirgo pada laporannya Lomba Tingkat II ini merupakan pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk Perkemahan selama tiga hari, ini merupakan kegiatan lomba yang rutin setiap tahun untuk menguji prestasi dan evaluasi dari hasil latihan di masing-masing gugus depan serta terciptanya Pramuka Penggalang yang kreatif, terampil, mandiri serta berpotensi dan menjunjung tinggi jiwa sportifitas dalam rangka mewujudkan perastuan dan kesatuan bangsa.

Materi-materi lomba yang akan diikuti oleh peserta yang berjumlah 368 orang yang terdiri dari 23 regu putra dan 23 regu putri masing-masing regu berjumlah 8 orang, untuk regu putra lombanya adalah lomba PBB, Mendongeng, Hasta Karya, Juara Satu dan Pionering sedangkan untuk putri yaitu Pentas Seni, Kaligrafi, Memasak, Senam Pramuka dan Semaphore.

Sementara itu, Ketua Kwartir Ranting Drs. Indra Febrianto mengatakan kehadiran Pramuka sangat bermanfaat di masyarakat, khususnya di Kecamatan Lubuk Sikarah. ‎Anak-anak yang aktif dalam Pramuka, saya yakin dapat terhindar dari pengaruh negatif yang dapat merusak potensi dan kualitas dirinya, terutama berkaitan dengan kenakalan remaja, seperti tawuran,  narkoba dan lain-lain.

“Banyak hal pengalaman dan pengetahuan yang akan didapatkan dari peserta dalam kegiatan LT II. Karena itu, kita harap semua peserta bisa mengikuti kegiatan ini sampai selesai, semua materi yang diberikan bisa dijadikan modal untuk pembentukan karakter mereka, terima kasih kepada peserta, pembina pendamping dan kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dari awal sampai berakhirnya kegiatan ini nantinya,” pungkasnya.

Wawako Solok Berikan Presentasi Dalam Penilaian APE Nasional

Padang, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok Reinier,ST,MM secara langsung memberikan presentasi dalam rangka Penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Nasional Tahun 2018, bertempat di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kota Padang, Kamis (1/11).

Hadir mendampingi Kepala Bappeda, Jonedi, Kepala Dinas PPPA, Delfianto, Inspektur, Irawadi, Kepala Dinas Sosial, Rosavella YD, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Dedi Asmar, Kepala Balitbang, Raflis, Kepala Disdukcapil, Syaiful Rustam, unsur perguruan tinggi, lembaga masyarakat dan dunia usaha, serta seluruh kelompok kerja Pengarusutamaan Gender (PUG).

Reinier melakukan presentasi dihadapan tim verifikasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yakni Bambang Wiranto, Krisdianto, dan dua orang lainnya.

Materi presentasi yang disampaikan oleh Reinier ialah profil Kota Solok, Visi Misi, Prioritas Pembangunan Daerah, Isu-Isu Pembangunan, Pelaksanaan Pembangunan PUG terkait permasalahan, solusi dan inovasi.

Indikator Penilaian APE 2018 disebutkan dalam 7 prasyarat pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) Pemberdayaan. Komitmen, adanya komitmen dan kemauan politik dari pembuat kebijakan publik. Kebijakan, adanya kerangka kebijakan sebagai wujud komitmen pemerintah yang ditujukan bagi perwujudan kesetaraan gender di berbagai bidang pembangunan. Kelembagaan, adanya struktur dan mekanisme pemerintah yang mendukung pelaksanaan PUG.

Selanjutnya, Sumber Daya Manusia dan Anggaran. Adanya Sumber daya yang memadai yaitu sumber daya manusia yang memiliki kepekaan, pengetahuan dan keterampilan analisis gender, serta sumber dana yang memadai untuk pelaksanaan PUG dan anggaran program/kegiatan yang dialokasikan untuk merespon kesenjangan gender (ARG).

Data Gender, yakni adanya sistem informasi dan data terpilah menurut jenis kelamin, usia, wilayah dan ketegori lain yang mendukung. Instrumen/tool, yakni adanya alat analisis, modul dan panduan. Peran Serta Masyarakat, yaitu adanya dukungan dari perguruan tinggi, lembaga masyarakat dan dunia usaha kepada pemerintah dalam pelaksanaan PUG.

Anugerah Parahita Ekapraya (APE) ini merupakan penghargaan yang diberikan sekali dua tahun oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dinilai telah berkomitmen dalam pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

APE terbagi dalam 3 kategori, yakni Pratama, Madya, Utama dan Mentor. Tahun 2018, ada 10 daerah Kabupaten/ Kota yang akan diverifikasi data penilaian APE 2018. Daerah itu yaitu Kota Solok, Kota Padang, Kota Sawahlunto, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Tanah Datar.

Adapun Teknis penilaian APE 2018 wajib menghadirkan Kepala OPD yang tergabung dalam Tim Penggerak/ Driver PPRG (Bappeda, DPPPA, BKD, Inspektorat), Kepala OPD lain yang berfungsi sebagai Champion/ pelaksana utama prioritas pembangunan, lembaga lain diluar pemerintah seperti lembaga masyarakat, perguruan tinggi dan dunia usaha. Waktu pemaparan 15 menit dan waktu tanya jawab 45 menit. (dn)