Tiga Menu Andalan Kota Solok Pada Lomba Cipta Menu Makanan Kudapan Tingkat Provinsi

Padang, (InfoPublikSolok) – Kota Solok berhasil meraih Juara I Lomba Cipta Menu Makanan Kudapan Pemberian Makanan Tambahan kepada Anak Sekolah (PMT-AS) bagi kabupaten/kota se- Sumatera Barat tahun 2018, yang bertempat di Aula Diklat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Jl. Pramuka No.13 Khatib Sulaiman Kota Padang, Rabu (31/102018).

Ada 3 jenis menu yang dipresentasikan oleh tim kota Solok pada perlombaan ini, antara lain Kudapan Manis yaitu Serut Singkong Nangka Manis, Kudapan Gurih yaitu Martabak Tahu Bijak dan Kudapan Berkuah yaitu Sop Pelangi Komplit.

“Alhamdulillah, berkat izin Allah dan kerjasama tim yang solid kita dapat mencapai keberhasilan ini. Semoga kedepannya kita dapat mempertahankan prestasi yang telah kita capai ini. Sebelumnya kita sudah melakukan practice dan persiapan yang cukup matang untuk perlombaan ini,” sebut Amko Nidra, SKM selaku Kasi Balnak dan Lansia DPPKB Kota Solok.

“Beberapa hari sebelum perlombaan kita sudah mulai mengolah menu yang tepat, menata dan merangkai cara penghidangan, dan yang tidak kalah penting adalah melakukan penghitungan nilai gizi pada setiap hidangan,” ungkapnya.

DPPKB Kota Solok bersinergi dengan TP-PKK Kota Solok serta perwakilan dari SDN 14 Laing yang tergabung dalam satu tim utusan dari Kota Solok mengikuti lomba tingkat provinsi ini. Perwakilan dari DPPKB Kota Solok adalah drg. Ely Suryani (Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga), Amko Nidra, SKM (Kasi Balnak dan Lansia). Dari POKJA III TP-PKK Kota Solok adalah Ny. Yurmiati, Ny. Septi Nora, Ny. Is Zulfadli, Ny. Elsa Delfianto, dan Ny. Eti Jaralis. Sedangkan dari SDN 14 Laing adalah Sri Herlina dan Nova Yasri Ani. (am)

Kota Solok Raih Juara I Lomba Cipta Menu Makanan Kudapan Anak Sekolah Tingkat Sumbar

Padang, (InfoPublikSolok) – Lomba Cipta Menu Makanan Kudapan Pemberian Makanan Tambahan kepada Anak Sekolah (PMT AS) bagi Kabupaten/ Kota se- Sumbar Tahun 2018 ini diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sumbar di Aula Diklat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Prov. Sumbar, Padang, Rabu (31/10).

Hasil penilaian tim juri memutuskan Kota Solok berhasil meraih Juara I, sedangkan Juara II diraih Kabupaten Tanah Datar, Juara III diraih Kota Payakumbuh, Harapan I Kota Padang dan selanjutnya Harapan II Kota Pariaman.

Peserta lomba berjumlah 95 orang berasal dari 19 Kabupaten/Kota yang terdiri dari unsur pejabat pemberdayaan masyarakat yang menaungi kegiatan PMT AS, unsur Tim Penggerak PKK kabupaten/kota dan unsur pelaksana PMT AS di sekolah. Sementara, Tim juri penilai lomba cipta menu kudapan bagi anak sekolah ini berasal dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Universitas Negeri Padang, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan TP-PKK Provinsi Sumatera Barat.

Lomba ini bertujuan untuk memotivasi Tim koordinasi PMT AS dalam mengembangkan aneka ragam dan variasi jenis makanan kudapan PMT AS sesuai dengan potensi dan spesifik makanan daerah masing-masing.

“Kegiatan lomba cipta menu ini untuk mengembangkan kreatifitas ide-ide baru dari resep menu makanan sehari-hari dengan harapan sesuai dengan selera anak sekolah. Pemerintah Daerah sangat mendukung kegiatan penyediaan makanan tambahan anak sekolah dengan saling berkoordinasi sehingga tercapai sibergitas yang kuat di daerah,” ujar Ny. Nevi Irwan Prayitno, Ketua TP-PKK Sumbar ketika memberikan sambutan saat pembukaan lomba.

Kriteria lomba ini adalah menu makan tambahan untuk PMT AS terdiri dari 3 jenis, yaitu manis, gurih dan berkuah, jenis makanan berbeda bahan bakunya dengan memanfaatkan aneka bahan pangan lokal yang mudah didapat di daerah masing-masing, juga display untuk ditampilkan, bentuk makanan menarik mudah dibuat dengan prinsip beragam bergizi seimbang aman yang mengandung karbohidrat dan protein dan bahan utama makanan merupakan olahan sendiri.

Menanggapi prestasi yang dicapai oleh Tim Kota Solok ini, Ny. Zulmiyetti Zul Elfian berharap hasil lomba ini dapat direalisasikan di Kota Solok, sehingga PMT AS semakin menarik, enak dan disukai anak-anak. (mf)

Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Indonesia Perekat Kebangsaan

Jakarta, (InfoPublikSolok) – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Jusuf Kalla, didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, membuka secara resmi penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XI, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (29/10/2018). KBI yang berlangsung pada tanggal 28-31 Oktober 2018, mengangkat tema “Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia”. Wapres mengajak seluruh masyarakat untuk bangga menggunakan bahasa Indonesia.

“Kita bersyukur bahwa bangsa kita yang besar ini bahasa resminya hanya satu yakni bahasa Indonesia,” dikatakan Wapres Jusuf Kalla.

Mendikbud menyampaikan bahwa dengan Kongres Bahasa Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kedudukan bahasa Indonesia di dunia Internasional. Selain itu, juga dapat memperkuat tenun kebangsaan, mengidentifikasi mutu pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra. Serta menghasilkan rumusan atau rekomendasi yang dapat dijadikan arah kebijakan nasional maupun internasional kebahasaan dan kesusastraan.

“Kongres ini diikuti 1.031 peserta, termasuk peserta asing yang datang dari 12 negara sahabat. Kehadiran peserta asing juga sebagai representasi program internasionalisasi bahasa Indonesia ke manca negara yang sedang berjalan,” tutur Mendikbud.

Kongres Bahasa Indonesia diselenggarakan satu kali dalam lima tahun. Tahun ini menghadirkan 27 orang pembicara kunci, serta 72 pemakalah seleksi yang berasal dari dalam dan luar negeri. Peserta kongres berjumlah 1.031 orang, terdiri atas para pemangku kepentingan, seperti pejabat publik, akademisi, budayawan, tokoh pegiat, pakar, guru, praktisi/pemerhati bahasa dan sastra Indonesia serta daerah, serta para tamu undangan.

Pembicara kunci yang akan berbicara pada hari pertama kongres adalah Sastrawan Ahmad Tohari dengan bahasan “Ragam Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Ranah Kehidupan”, dilanjutkan dengan gelar wicara yang menghadirkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Sutan Adil Hendra dengan bahasan “Bahasa dan Sastra untuk Strategi dan Diplomasi” dan wakil dari Kementerian Dalam Negeri dengan bahasan “Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik”.

Ada sembilan subtema yang dikembangkan dari tema besar itu, yaitu (1) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, (2) Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik, (3) Bahasa, Sastra, dan Teknologi Informasi, (4) Ragam Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Ranah Kehidupan, (5) Pemetaan dan Kajian Bahasa dan Sastra Daerah, (6) Pengelolaan Bahasa dan Sastra Daerah, (7) Bahasa, Sastra, dan Kekuatan Kultural Bangsa Indonesia, (8) Bahasa dan Sastra untuk Strategi dan Diplomasi, dan (9) Politik dan Perencanaan Bahasa dan Sastra.

Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

Bahasa Indonesia merupakan bahasa keempat yang paling banyak dipakai di dunia. Menurut Wapres, salah satu yang menjadikannya lebih mudah diterima oleh masyarakat dunia adalah penggunaan huruf latin. Kendati demikian, Wapres berharap agar kosa kata bahasa Indonesia dapat terus dikembangkan dengan mengikuti perkembangan zaman. “Mudah-mudahan Kongres Bahasa Indonesia ini dapat memberikan kemajuan dan pencerahan kepada masyarakat tentang bagaimana menggunakan bahasa Indonesia baku tetapi tetap moderen dan mengikuti perkembangan zamannya,” pesannya.

Peran dan fungsi bahasa Indonesia telah dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Keberagaman bahasa di Indonesia perlu dikelola untuk kebutuhan pembangunan sosial, politik, dan ekonomi melalui pendidikan. Mendikbud berpesan, agar keberadaan bahasa asing di ruang publik perlu ditertibkan atau disesuaikan.

Sesuai Undang-Undang, penggunaan bahasa asing dan bahasa daerah di ruang publik diperbolehkan. Yang perlu diperhatikan, menurut Mendikbud, adalah kesesuaian dengan kondisi dan ranah yang ada, yaitu tetap mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara karena ruang publik merupakan representasi jati diri bangsa Indonesia yang harus dihormati keberadaannya. “Ruang publik adalah representasi kehadiran negara melalui bahasa negara. Dan bahasa Indonesia harus menjadi tuan rumah di negaranya sendiri,” ujar Mendikbud.

Dan bahasa daerah, menurut Mendikbud, harus mampu membentuk generasi muda Indonesia yang sadar akan kebesaran tradisi dan budayanya. Sementara itu, bahasa asing harus mampu menyiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di dunia internasional.

“Mari kita utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” pesan Mendikbud.

Penghargaan Pegiat Bahasa dan Sastra

Dalam rangka penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia (KBI) ke-XI, Mendikbud Muhadjir Effendy, memberikan penghargaan kepada 13 orang pegiat bahasa Indonesia dan tiga provinsi penerima penghargaan Adibahasa. Tiga provinsi penerima penghargaan Adibahasa tersebut adalah Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jambi, dan Provinsi Sulawesi Barat, di Jakarta, Minggu (28/10).

Selain penghargaan kepada tiga provinsi tersebut, diberikan juga penghargaan kepada 13 orang pegiat bahasa, terdiri atas tiga kategori, yakni kategori Sastra diberikan kepada Rida K. Liamsi (kumpulan puisi); Eka Kurniawan (kumpulan cerpen); Martin Suryajaya (novel); Ziggy Zezsyazeoviennazabriezkie (novel), Akhudiat (naskah drama), Hasan Aspahani (esai sastra).

Selanjutnya penerima penghargaan pada kategori Tokoh Kebahasaan dan Kesastraan diberikan kepada Arif Sulistiono (tokoh kepemudaan); I Komang Warsa (tokoh pendidik/tenaga kependidikan); Nursida Syam (pegiat literasi), dan; Felicia N. Utorodewo (pegiat diplomasi kebahasaan di kawasan ASEAN). Adapun untuk kategori Duta Bahasa Tingkat Nasional 2018 diberikan kepada Agatha Lydia Natania dan Nursidik (Terbaik I); Hilma Ramadina dan Faisal Meinaldy (Terbaik II), dan; Ainna Khairunnisa dan Almuarrif (Terbaik III).

Selain itu, pada pelaksanaan KBI XI Kemendikbud meluncurkan beberapa produk kebahasaan dan kesastraan. Di antaranya Kamus Besar Bahasa Indonesia Braille; Buku Bahasa dan Peta Bahasa; Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Dalam Jaringan (Daring); Korpus Indonesia; Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Daring; Buku Sastrawan Berkarya di Daerah 3T; 546 buah buku bahan bacaan literasi; Kamus Vokasi; Kamus Bidang Ilmu, dan; Aplikasi Senarai Padanan Istilah Asing (SPAI). Masyarakat dapat mengunduh materi dan hasil KBI melalui laman kbi.kemdikbud.go.id. (Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemdikbud didukung oleh Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90, Bangun Pemuda Satukan Indonesia

Solok, (InfoPublik Solok) – Pemerintah Kota Solok menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-90 bertempat di Halaman Balaikota Solok, Senin (29/10/2018). Sebagai pelaksana upacara Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Solok dan DPD KNPI Kota Solok. Upacara diikuti oleh Pramuka, Mahasiswa serta sejumlah perwakilan siswa-siswi sekolah di Kota Solok.

Bertindak sebagai Pembina Upacara yakni Wakil Walikota Solok, Reinier, ST, MM dan sebagai Komandan Upacara, Dodi Rezki Berguna dari DPD KNPI Kota Solok. Upacara turut diikuti Sekretaris Daerah, Rusdianto, Forkopimda, Ketua LKAAM, Bundo Kanduang, Kepala OPD, Perwakilan BUMN/BUMD dan ASN di lingkungan Pemko Solok.

Wakil Walikota selaku Pembina dalam sambutannya membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi, menyebutkan bahwa Hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun ini yang mengambil tema ‘Bangun Pemuda Satukan Indonesia’. Sesuai dengan Keputusan Kongres Pemuda Indonesia Kedua yang diselenggarakan di Batavia (Jakarta), tanggal 27-28 Oktober 1928 tentang Hari Sumpah Pemuda untuk diperingati oleh seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia setiap tanggal 28 Oktober.

Tema Hari Sumpah Pemuda ke-90 diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing.

Namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari Hoax, Hate Speech, Pornografi, Narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila kaum muda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara, jelas Wawako melanjutkan sambutannya.

“Atas dasar pikiran diatas, pada Hari Sumpah Pemuda ke- 90 ini mari kita selalu menghormati jasa para pemuda, jasa para pendiri bangsa dan jasa para pahlawan kita,” himbau Wawako kepada seluruh peserta upacara. (ep)

Pekan Kerja Nyata Tegaskan Peran Revolusi Mental Sebagai Lokomotif Perubahan Indonesia

Manado (InfoPublikSolok) – Selama empat tahun, Gerakan Nasional Revolusi Mental terus berproses untuk menorehkan capaian yang positif pada perubahan cara pikir, cara kerja yang membawa perubahan pula pada cara hidup berbangsa. Hal ini dapat dilihat diantaranya melalui penyediaan pelayanan publik yang lebih transparan, tertib, dan pasti, perbaikan fasilitas pelayanan dan budaya pelayanan yang lebih baik, sinergitas program dan kebijakan pemerintah, serta pembangunan infrastruktur yang lebih merata dan berkesinambungan.

“Melalui Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental, Kemenko PMK ingin menyebarkan semangat gerakan ini kepada lebih banyak masyarakat, khususnya masyarakat Manado dan sekitarnya. Harapannya, masyarakat lebih mengetahui berbagai inovasi pelayanan publik dan merasakan manfaat dari program ini, menjadi karakter masyarakat yang dapat nantinya memajukan Indonesia,” ujar Deputi bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida, di Manado, (26/10/2018).

Penyelenggaran PKN Revolusi Mental menurut Nyoman dilakukan agar bisa melihat berbagai inovasi layanan publik dari Kementerian/Lembaga, maupun Pemerintah Daerah seperti simulasi tes CAT oleh BKN yang diperuntukkan bagi para pelamar CPNS, akses pencetakan E-KTP, perpanjangan SIM, dan lainnya. Pemerintah ingin menegaskan komitmen dan ajakan Revolusi Mental sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan sebuah kesatuan bangsa, mencapai kemandirian, dan memiliki karakter melayani yang merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sesuai dengan tema yang diangkat, “Revolusi Mental Untuk Indonesia Satu Mandiri dan Melayani”.

“Sebagai gerakan bersama, sinergi lintas instansi menjadi kunci pelaksanaan gerakan ini sebagai lokomotif perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. Hal ini terlihat dari berbagai program Revolusi Mental yang mengutamakan keterlibatan masyarakat di berbagai bidang. Di bidang Pendidikan, program Kuliah Kerja Nyata Tematik Revolusi Mental, maupun penguatan Pendidikan karakter melibatkan institusi Pendidikan,” tambah Nyoman.

Keterlibatan dunia usaha terlihat dalam program penurunan dwelling time, peningkatan kebersihan di areal bandara, dan cashless payment ticket untuk transportasi massal. Keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga dilakukan untuk mendorong inovasi pelayanan publik. Masyarakat juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosialisasi, termasuk yang terakhir adalah keterlibatan sebagai volunteers Asian Games dan Asian Para Games 2018.

“Masyarakat juga bisa melihat capaian program Revolusi Mental di masing-masing program turunannya, mulai dari Gerakan Indonesia Melayani, Bersih Tertib,  Mandiri, dan Bersatu. Capaian Gerakan Indonesia Melayani terlihat dari peningkatan tranparansi dan kualitas perekrutan CPNS melalui sistem CAT, Mal Pelayanan Publik, dan berbagai inovasi layanan publik yang sudah berbasis online,” tambah Nyoman.

Capaian Gerakan Indonesia Bersih terlihat dari upaya revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, tata kelola lahan gambut yang berhasil menurunkan 93,6% titik api, gerakan bersih sanitasi publik, edukasi dan pelaksanan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS), Gerakan Sekolah Bersih dan Bebas Intimidasi, dan pengurangan sampah plastik.

Capaian Gerakan Indonesia Tertib dilihat dari percepatan penyelesaian pengaduan masyarakat yang mencapai 80 persen dengan memanfaatkan jaringan komunikasi elektronik. Edukasi tertib berlalu lintas serta peningkatan sinergi penyediaan sarana dan prasarana tempat transportasi massal.

Gerakan Indonesia Mandiri terlihat dari sinergi program pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan, peningkatan indeks daya saing global, penurunan suku bunga program Kredit Usaha Rakyat, sistem perizinan terintegrasi (Online Single Submission), serta program dana desa.

Capaian Gerakan Indonesia Bersatu, terlihat dari semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan Indonesia, diantaranya rehabilitasi dan rekonstruksi daerah bencana, penanganan berita hoax, dan peningkatan kerukunan umat beragama.

Revolusi mental sendiri merupakan suatu gerakan bersama untuk merubah karakter bangsa dengan menguatkan nilai integritas, etos kerja dan gotong royong. Kemenko PMK, dalam hal ini bertanggung jawab untuk melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian Gerakan Nasional Revolusi mental (GNRM) sebagaimana yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 12/2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi mental (GNRM).

Sebagai salah satu turunan program GNRM, PKN Revolusi Mental akan menghadirkan berbagai kegiatan inovatif yang melibatkan masyarakat, pelajar, komunitas serta tokoh-tokoh inspiratif penggerak perubahan dari perwakilan 34 provinsi. PKN Revolusi Mental secara khusus juga akan memberikan penghargaan pada agen-agen Revolusi Mental berprestasi. Pembahasan tentang Gerakan Indonesia Melayani – Indonesia Bersih – Indonesia Tertib – Indonesia Mandiri – Indonesia Bersatu juga akan dikupas tuntas dalam Rembuk Nasional dan Workshop. Sekitar 200 stand dari Kementerian/Lembaga, Provinsi, Kabupaten/Kota akan mengisi pameran PKN Revolusi Mental. (Biro Hukum, Informasi dan Persidangan Kementerian Koordinator Bidang PMK didukung oleh Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)

Peresmian Rumah Singgah Lansia Serambi Madinah Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Sosial Kota Solok meresmikan operasional Rumah Singgah bagi Lansia (Lanjut usia) Kota Solok, bertempat di Halaman Rumah Singgah Lansia Serambi Madinah, bekas lokasi Pondok Pesantren Waratsatul Anbiya’, Kelurahan IX Korong, Rabu (24/10).

Rumah Singgah Lansia yang telah diuji coba operasionalnya beberapa waktu yang lalu ini, diresmikan dalam rangka sosialisasi keberadaan Istana Lansia kepada masyarakat sekitar Kelurahan IX Korong khususnya dan masyarakat kota Solok umumnya.

“Pada kesempatan yang baik ini, kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada segenap pihak yang telah banyak membantu penyelenggaraan Rumah Singgah Lansia Serambi Madinah ini,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Solok Dra. Hj. Rosavella YD dalam sambutannya.

“Bermula dari ide untuk dapat memberikan bantuan pelayanan terhadap orang-orang tua kita yang karena berbagai penyebab sehingga mereka terpaksa ditinggalkan di rumah sendiri, dengan segala keterbatasannya mempunyai kendala dalam pemenuhan kebutuhan mereka, ternyata ide ini mendapat respon/sambutan yang baik dari semua unsur komponen dalam masyarakat,” ungkapnya.

Persemian dihadiri Wakil Walikota Solok, Ketua DPRD Kota Solok, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Sekretaris Daerah Kota Solok serta Camat dan Lurah se- Kota Solok.

Turut hadir, Keluarga Lansia Peserta Istana Lansia Serambi Madinah, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Pekerja Sosial (Peksos) Rumah Singgah.

Wakil Walikota Solok, Reinier seusai memberikan sambutan, meresmikan pengoperasionalan Rumah Singgah Istana Lansia Serambi Madinah yang telah diujicoba sejak tanggal 10 Oktober 2018. (mr)

TP-PKK Sumbar Gelar Bimtek Gerakan PKK di Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Solok mengikuti Bimbingan Teknis Gerakan PKK yang diberikan oleh TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, bertempat di Aula Kantor TP-PKK Kota Solok, Kampung Jawa, Rabu (24/10).

Kedatangan Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat di Kota Solok didampingi langsung oleh Wakil Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Ny. Wartawati Nasrul Abit, didampingi Ny. Fatmawati (sekretaris), Jumaiah (Pokja I), Tisno Elly (Pokja II), Ir. Titin Rustini (Pokja III), Fauziah (Pokja IV), Armita (Wakil Bendahara).

Para peserta pembinaan ini adalah Pengurus Tim Penggerak PKK Kota Solok beserta Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Ketua Pokja I-IV TP-PKK Kecamatan dan Kelurahan se- Kota Solok.

Kegiatan Bimtek ini dibuka secara resmi oleh Susweni, SH, Staf Ahli Walikota Bidang Pemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

“Melalui pembinaan ini tertumpang harapan kami kepada Ibu Tim Pembina, betapa antusiasnya pengurus TP-PKK Kota Solok secara berjenjang melaksanakan kegiatan yang sasarannya masyarakat. Karena PKK memiliki peran amat penting dalam membina sikap prilaku masyarakat terutama dalam pembinaan karakter anak sejak usia dini dan pemberdayaan ekonomi rumah tangga,” tutur Susweni, SH menyambut kehadiran TP-PKK Provinsi Sumatera Barat di Kota Solok.

Pada Kesempatan itu, Ny. Wartawati Nasrul Abit menyampaikan kegiatan pembinaan ini penting dilaksanakan untuk memberikan motivasi dan masukan kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten/ Kota dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK di daerahnya masing-masing serta langkah-langkah inovasi apa yang sudah dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK kabupaten/ kota secara berjenjang untuk kemajuan pelaksanaan gerakan PKK.

Ia berharap agar Ketua TP-PKK Kabupaten/ Kota selalu berupaya melakukan kerjasama dan bermitra dengan OPD terkait untuk mengarahkan kegiatannya ke lokasi binaan PKK di setiap kecamatan dengan kerja keras dan kepedulian bersama.

Sementara, Ketua TP-PKK Kota Solok, Ny. Dra. Hj. Zulmiyetti Zul Elfian dalam eksposenya menyampaikan segala kegiatan PKK yang sudah dilaksanakan di Kota Solok mulai dari kegiatan Sekretaris, Pokja I-IV Tim Penggerak PKK Kota Solok Tahun 2018.

Menurutnya, pembinaan Gerakan PKK oleh TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, nantinya dapat memberikan arahan dan masukan bagi kesempurnaan serta kesuksesan gerakan PKK di Kota Solok

Materi pembinaan dilanjutkan dengan pertemuan kelompok-kelompok, yaitu Kelompok Ketua, Kelompok Sekretaris, Bendahara, Kelompok Pokja I-IV. (mia)

Forum Anak Kota Solok Dilatih Percaya Diri Sampaikan Aspirasi

Solok, (InfoPublikSolok) – Dalam rangka Mewujudkan Kota Solok Menuju Kota Layak Anak, berbagai kegiatan Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak terus ditingkatkan.

Salah satu kegiatannya adalah Pelatihan Pemenuhan Hak Partisipasi Anak yang diikuti oleh 50 anak yang berasal dari Forum Anak Kelurahan, Forum Anak Kecamatan, Forum Anak Kota Solok serta kelompok anak/ organisasi anak di Kota Solok dengan Narasumber dari Ruang Anak Dunia (RUANDU) Foundation Sumatera Barat, Muharman S.Pt , bertempat di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Solok, Selasa (23/10).

“Tujuan dari pelatihan yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Solok ini adalah memberikan pemahaman tentang Hak Partisipasi anak, mengasah dan mengembangkan kepercayaan diri anak, kecakapan anak memberikan dan menyampaikan aspirasi dan suara anak dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan nantinya,” ringkas Eva Murgana, SKM, Kabid Pemenuhan Hak Anak DPPPA Kota Solok.

“Anak perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam pengambilan keputusan rencana pembangunan daerah untuk mewujudkan kota yang layak bagi mereka. Partisipasi anak sesungguhnya merupakan dasar dan batu pijakan yang menjamin bahwa anak-anak merupakan subyek dari hak asasi manusia yang sama sehingga tidak selalu menjadi objek dari suatu proses pembangunan,” sambung Eva.

Saat ini, Pemerintah telah membentuk dan membina wadah partisipasi anak yang disebut Forum Anak, yang didalamnya beranggotakan seluruh anak dan pengurusnya terdiri dari perwakilan kelompok-kelompok anak. Forum anak ini dibentuk dengan tujuan untuk menjembatani kepentingan anak-anak dan kepentingan orang dewasa.

Partisipasi Anak menurut Permeneg. PP & PA Nomor 03 tahun 2011 tentang Kebijakan Partisipasi Anak dalam Pembangunan adalah keterlibatan anak dalam proses pengambilan keputusan dan menikmati perubahan yang berkenaan dengan hidup mereka baik secara langsung maupun tidak langsung, yang dilaksanakan dengan persetujuan dan kemauan semua anak berdasarkan kesadaran dan pemahaman, sesuai dengan usia dan tingkat kematangan berfikir anak. (as)

Kelurahan Nan Balimo Kampanyekan Bahaya LGBT dan Stop KDRT

Solok, (InfoPublikSolok) – Kelurahan Nan Balimo melaksanakan sosialisasi bahaya Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) dan Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta Kekerasan Terhadap Anak di Aula Kantor Lurah Nan Balimo Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok, Selasa (23/10/2018).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Lurah Nan Balimo tersebut merupakan salah satu kegiatan non fisik dari program Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tahun 2018.

Kegiatan yang dihadiri oleh ketua LPMK, Ketua RT dan RW, kader PKK, pemuda serta tokoh masyarakat Nan Balimo tersebut dilaksanakan dengan menghadirkan tiga narasumber dari Dinas Sosial, RSUD Solok dan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Lurah Nan Balimo Edisadarma Putra, dalam sambutannya mengatakan bahwa LGBT ini sangat marak sekali pada saat sekarang ini. Kita sebagai warga harus waspada dan tetap melindungi keluarga kita dari LGBT ini.

Ketua LPMK Nan Balimo Drs. H. Suhatmi Tole dalam arahannya menyampaikan bahwa LGBT ini tidak nampak ciri-cirinya, “Kita tidak bisa menduga bahwa seseorang itu LGBT, ini yang menghantui masyarakat saat ini. Kita harus hati-hati terhadap hal tersebut,” sorot Ketua LPMK.

Kabid Perlindungan Anak Dinas Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra. Hj. Deli Harni memaparkan bahwa yang menjadi korban dari KDRT adalah kaum perempuan dan anak-anak, mereka tidak berani melapor karena terancam jiwanya dan takut terbuka aibnya. Disini peran Dinas Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan perlindungan dan mencegah terjadinya KDRT tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kota Solok, Hj. Rosavella YD menyampaikan ada beberapa faktor yang harus diantisipasi sebagai penyebab terjadinya LGBT diantaranya adalah faktor keluarga karena kurangnya perhatian, faktor lingkungan karena salah pergaulan dan faktor genetik.

Senada dengan hal tersebut, menurut dr. Soufni Morawati, Sp.PK dari RSUD Solok, LGBT ini selain merusak jiwa manusia, juga merusak kesehatan. Salah satu penyakit mematikan yang disebabkan oleh LGBT ini adalah menyebarnya Virus HIV/AIDS. Sudah banyak kasus-kasus tersebut kita lihat di berbagai tempat.

Disisi lain saat ditemui setelah kegiatan berlangsung, Lurah Nan Balimo Edisadarma Putra, berharap jangan sampai kota Solok ini ada warganya yang LGBT, karena imbasnya sangat besar sekali terhadap masyarakat sekitar nantinya. Kita tidak mau negeri kita mendapat azab dari Allah SWT seperti yang ditimpakan kepada kaum Nabi Luth. (iid)

Dinsos Implementasikan Program Keserasian Sosial

Solok, (InfoPublikSolok) – Program keserasian sosial merupakan salah satu program dari Kementerian Sosial RI dalam penanganan masalah konflik sosial. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk pencegahan dini terhadap konflik sosial di tengah masyarakat. Program ini mengambil proyek percontohan di 2.000 desa dari 32 Provinsi menggunakan APBN berupa bantuan fisik dan non fisik. sasaran program tersebut adalah masyarakat di daerah rawan konflik yang sudah dipetakan. Melalui program tersebut, diharapkan desa memiliki kekuatan untuk membangun dinamika keseimbangan ketika muncul stimulan-stimulan yang kontra sosial tanpa memandang aspek ideologi, ekonomi maupun politik.

Baru-baru ini, Dinas Sosial Kota Solok menerima bantuan program keserasian sosial senilai total Rp.150 juta berupa bantuan pembangunan gedung serbaguna, termasuk biaya operasional dan biaya pertemuan tematik yang diperuntukkan bagi masyarakat daerah Payo, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah.

Lebih lanjut, Dinas Sosial Kota Solok telah melaksanakan kegiatan pertemuan ‘Dialog Tematik Forum Keserasian Sosial’ yang dilaksanakan di Payo, Kelurahan Tanah Garam, Senin (22/10) yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Sosial Kota Solok, Ir. Edy Martin dan menghadirkan Narasumber dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Drs. Burhanudin, acara ini juga dihadiri oleh Lurah Tanah Garam, Asril, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanah Garam Polres Solok dan Babinsa Koramil 0309-01/Kubung, serta diikuti peserta acara pertemuan sebanyak 100 orang masyarakat Payo.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Solok, Ir. Edy Martin mewakili Kepala Dinas dalam sambutannya mengharapkan agar bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga apa yang diharapkan dari tujuan kegiatan ini oleh pihak Kementerian Sosial RI dapat terlaksana dengan baik.

Narasumber Drs. Burhanudin menyampaikan bahwa Program Keserasian Sosial merupakan salah satu program Kementerian Sosial RI dalam penanganan masalah konflik sosial. Tujuan dari program tersebut adalah untuk menciptakan suatu tatanan kehidupan sosial yang serasi dan harmonis dilandasi oleh nilai dasar kebersamaan, toleransi, saling menghargai dan menghormati, sehingga dapat membangun, memantapkan dan mengembangkan serta memelihara kembali kehidupan bersama di antara anggota masyarakat.

Bentuk kegiatan keserasian sosial berupa kegiatan fisik maupun non fisik dengan melibatkan unsur masyarakat. Program tersebut baru dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan fisik seperti pembuatan sarana jalan kampung, rehabilitasi sarana ibadah, pembuatan lapangan olahraga, rehabilitasi saluran air lingkungan, pengadaan air bersih, pembuatan sarana penerangan lingkungan dan pembuatan tugu keserasian sosial. Walaupun pelaksanaan program belum mendapatkan hasil yang maksimal, tetapi apa yang telah dihasilkan dari program tersebut telah banyak manfaatnya baik bagi pelaku konflik maupun bagi masyarakat di lingkungannya,” jelas Burhanudin

Ia menekankan bahwa bantuan ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, baik secara fisik maupun secara administrasi, karena apabila bantuan bisa terlaksana dengan baik maka kita bisa mengusulkan bantuan lanjutannya untuk Desa Berketahanan Sosial.

Kemudian Lurah Tanah Garam dalam sambutannya juga menyampaikan agar masyarakat Payo dapat memelihara dan menggunakan bangunan ini untuk kegiatan-kegiatan yang positif. (mr)