Kominfo Sosialisasikan Penggunaan Aplikasi SP4N Lapor!

Solok (InfoPublikSolok) – Dalam rangka perbaikan dan peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat Kota Solok, Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar sosialisasi penggunaan Aplikasi SP4N-LAPOR! bagi masyarakat bertempat di Aula SMPN 5 Kota Solok, Kamis (11/15).

Kegiatan pada Bidang Pengelolaan Informasi dan Media Komunikasi Publik ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan atau pemahaman kepada peserta tentang bagaimana cara penggunaan aplikasi LAPOR!-SP4N dan apa saja bentuk-bentuk pengaduan yang dapat disampaikan melalui aplikasi LAPOR!-SP4N.

“Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat menjadi tujuan yang hendak dicapai dalam penyelenggaraan Pemerintahan di Kota Solok. Pemerintah pada dasarnya merupakan pelayan masyarakat. Teknologi informasi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Solok,” jelas Zulfadli, SH, M.Si, Kepala Dinas Kominfo Kota Solok pada saat menyampaikan laporan Panitia.

Kegiatan ini menghadirkan peserta berjumlah 200 orang yang terdiri dari unsur Tokoh masyarakat, Lurah, RT/RW, LPMK, Bundo Kandung, Organisasi Pemuda serta anggota KIM (kelompok informasi masyarakat). Pada sosialisasi ini Kominfo menghadirkan Narasumber yaitu Admin Pusat Lapor dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (PAN-RB).

“Semoga dengan adanya kegiatan ini masyarakat semakin kritis dalam rangka ikut mengawasi pemerintahan dalam menjalankan progam dan kebijakannya bagi masyarakat Kota Solok,” imbuh Kepala Dinas Kominfo.

Walikota Solok pada saat pembukaan menyampaikan, ”Undang-Undang Pelayanan Publik Nomor 25 Tahun 2009 merupakan langkah awal untuk mendorong kinerja lembaga negara yang lebih berorientasi pada pelayanan. Berbagai langkah perbaikan dan inovasi terus dilakukan untuk memastikan agar pelayanan publik semakin cepat, tepat, efisien, dan pada akhirnya masyarakat semakin dimudahkan dalam memperoleh hak-haknya.” jelas Zul Elfian

“Di era teknologi komunikasi dan informasi saat ini, maka sudah sepatutnya Pemerintah menyediakan layanan publik terbaik kepada masyarakat kita. Aplikasi LAPOR!-SP4N merupakan salah satu bentuk layanan yang ditetapkan oleh Pemerintah yang dikoordinasikan, dikelola dan diawasi oleh tiga lembaga dalam bentuk kemitraan antara Kementerian PAN-RB, Kantor Staf Kepresidenan dan Ombudsman Republik Indonesia,” tambah orang nomor satu di Kota Solok ini.

Walikota juga menegaskan bahwa Pemerintah sangat terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat, manfaatkan berbagai saluran yang ada termasukan pengaduan. Pembangunan yang kami lakukan sesuai dengan dokumen RPJMD dan sangat mengharapkan dukungan penuh dari semua pihak. Walikota juga sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Tokoh masyarakat, RT/RW dan Pemuda karena dengan kebersamaan kita bisa mewujudkan apa yang telah direncanakan.

Penurunan angka kemiskinan, pembangunan stadion standar Nasional, rumah sakit umum daerah men jadi prioritas pemerintah saat ini, termasuk mewujudkan Kota Solok serambi Madinah sehingga melalui peningkatan iman dan taqwa masyarakat dapat tercapai. Magrib mengaji, shalat berjamaah di masjid serta mematikan TV pada malam hari dapat terus ditingkatkan.

Kesempatan itu Walikota juga menyampaikan bahwa Kota Solok mendapat apresiasi dari Kementerian PAN-RB, dimana Kota Solok mendapat posisi 25 terbaik Pengelolaan SP4N Lapor di tingkat nasional, capaian ini menjadi prestasi tersendiri bagi pemerintah Kota Solok.

Pada saat pemaparan, narasumber menjelaskan mengenai apa itu sistem pengaduan lapor nasional, jenis layanan, Lembaga yang terlibat serta tiga fitur yang ada pada aplikasi Lapor yaitu Anonim yang merahasiakan identitas pelapor. “Rahasia yang membuat aduan tidak bisa dilihat oleh semua pihak, serta tersedinya fitur tracking.id yang dapat memantau sejauh mana proses laporan telah berjalan,” ujar Rizky Dwiputra, S.Kom.

Data terakhir sudah ada 769.610 jumlah pelapor dan 1.335.461 aduan yang masuk di Admin Lapor pusat. Selanjutnya pada top aduan yang banyak dilaporkan oleh publik ialah mengenai Forlap Dikti, tes CPNS, KTP-el, Kartu Indonesia Pintar serta paspor online.

“Berdasarkan data di Admin pusat Kota Solok termasuk cepat dalam hal menindaklanjuti laporan dari masyarakat yaitu rata rata dalam 1 hari langsung diproses oleh admin penghubung,” papar Analis Pengaduan PAN-RB ini.

Peserta pada kegiatan ini cukup antusias dimana pada saat diskusi banyak yang bertanya baik mengenai aplikasi, peran serta, keamanan dan kerahasiaan pelapor. Kemudian pada saat praktek narasumber memandu langsung dalam hal memberikan contoh jika masyarakat ingin menjadi pelapor serta mendaftar lewat aplikasi Lapor. Pada saat closing statement Rizky kembali mengingatkan peserta bahwa masyarakat harus Berani Lapor demi pelayanan publik yang lebih baik. (eg)

BATAN Bantu Tingkatkan Produksi Beras Solok Varietas Anak Daro

Solok, (InfoPublikSolok) – “Semoga dengan MoU bersama Kota Solok ini dapat meningkatkan varietas beras Solok Anak Daro”, demikian hal yang diucapkan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto pada sambutannya pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Solok serta sosialisasi pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan nuklir untuk kesejahteraan masyarakat, bertempat di Balairung 99 Rumah Dinas Walikota Solok,  Jum’at (9/11).

Turut hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto, SIP. MM, Asisten, Staf Ahli, seluruh kepala Perangkat Daerah, Bundo Kanduang Kota Solok Milda Murniati, serta Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Solok.

Kepala Dinas Pertanian Kota Solok Ir. Ikhvan Marosa dalam laporannya menyebutkan, MoU yang ditandatangani kali ini berdasarkan keinginan Pemerintah Daerah Kota Solok, untuk melakukan rekayasa genetika varietas lokal Beras Solok Anak Daro.

Salah satu sifat beras anak daro memiliki kelemahan yakni umur panen yang panjang yakni 140 hari, serta mudah terserang penyakit, tambah Kadis Pertanian. Dengan adanya MoU dengan BATAN ini, diharapkan akan didapatkan varietas Beras Solok Anak Daro yang umur produksi dalam waktu rendah, tahan berbagai penyakit serta memiliki produksi tinggi,” tutup irvan marosa.

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto dalam sambutannya juga menceritakan bahwa, saat ini BATAN memilik 2.346 pegawai dan berada langsung dibawah komando Presiden, serta koordinasi dengan Kemeristekdikti. Adapun komoditas utama BATAN saat ini ialah produksi pangan, dan saat ini Batan memilik reaktor nuklir di 3 kota, yakni Yogyakarta, Serpong, dan Bandung. Reaktor Nuklir tersebut berguna untuk menghasilkan obat-obat kesehatan.

Lebih lanjut Djarot menjelaskan, sebelumnya BATAN telah melakukan penandatanganan MoU dengan Pemprov Sumbar supaya produksi Rendang agar dapat bertahan lama masa kadaluarsanya. Semoga dengan Mou bersama Kota Solok ini dapat meningkatkan varietas beras Solok Anak Daro,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Solok H. Zul Elfian mengucapkan rasa terimakasih atas kedatangan kepala BATAN ke Kota Solok guna menandatangani MoU ini. “Dengan adanya Mou ini, kita Pemerintah Kota Solok akan semakin mudah mendapatkan bimbingan dari BATAN. Baik itu dibidang pangan, kesehatan dan lainnya,” ujar Wako.

Zul Elfian meneruskan, kita sangat membutuhkan MoU dengan BATAN ini, karena Kota Solok merupakan lumbung inovasi daerah di Sumatera Barat. Perangkat Daerah selalu berinovasi guna kesejahteraan masyarakat. Saat ini, lahan sawah seluas 800 ha tidak boleh berkurang. Dengan adanyanya bimbingan dari BATAN, produksi Beras Solok Anak Daro akan lebih meningkat, masa panen lebih singkat dan tahan dari berbagai penyakit.

Selanjutnya, Wako mengingatkan para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Solok agar selalu memikirkan inovasi-inovasi apa saja yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah ini. (dn)

Tour de Singkarak 2018, Start Etape 6 dari Lapangan Merdeka Solok

Solok, (Info Publik Solok) –  Memasuki Etape ke 6 gelaran event Tour de Singkarak (TdS) 2018 mengambil titik Start di Lapangan Merdeka Kota Solok, Jumat (9/11) siang. Gelaran Balap Sepeda yang telah menjadi agenda persatuan balapa sepeda internasional (UCI) ini diikuti oleh 20 tim yang berasal dari 12 Negara.

Pada etape 6 ini peserta akan memulai balapan dari Kota Solok menuju Payakumbuh dengan jarak tempuh 105 Km dan akan menempuh rute Lapangan Merdeka – Pasar Raya – Simpang Muhammadiyah Pandan – Kampung Baru – Simpang Sawah Sianik – Kampung Jawa – Ampang Kualo – Pulau Belibis – Gurun Bagan – Simpang Sigege – Kodim – Simpang Ambacang – Kembali ke Lapangan Merdeka – Polres Solok Kota – Simpang Sigege – Tanah Garam dan finish di Payakumbuh.

Rencananya tepat pukul 14.00 WIB Walikota Solok akan melepas bendera start secara resmi sebagai tanda dimulainya etape 6 dengan estimasi jarak tempuh 160 menit.

Sebelum pelepasan para pembalap dari luar negeri ini akan disuguhi berbagai atraksi dan hiburan yang telah dipersiapkan oleh panitia lokal, Dinas pariwisata Kota Solok dalam rangka ikut memeriahkan dan mengenalkan budaya masyarakat Solok ke para pengunjung terutama wisatawan.

Adapun hiburan tersebuat antara lain pementasan Silek Kota Solok, tarian Garak Garik Kurenah (Sanggar Lubuak Nan Tigo) dan tarian Rono Alek (Sanggar Alam Bangkeh) serta akan dimeriahkan oleh penampilan hiburan dari Tari KDI yang akan lebih menyemarakkan kegiatan di Kota Beras Serambi Madinah ini.

Pada etape 5 sebelumnya yang mengambil rute dari 50 Kota menuju Pasaman dengan jarak tempuh 170 Km dimenangkan oleh Ryan Cavangh – St. George Continental Cycling Team dari Australia, kemudian posisi kedua diraih Nur Amirul Fakhruddin Mazuki dari Team Terengganu Cycling (Malaysia) dan nomor 3 diraih oleh Rustom Lim 7 Eleven Cliqq Roadbike (Philipines).

Disela persiapan pembukaan acara, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok turut serta mendukung penyebarluasan informasi ajang TdS 2018 dengan menyediakan stand Media Center yang berlokasi di bawah tribun lapangan merdeka bagi awak media dan masyarakat yang membutuhkan informasi terkait event TdS melalui penyediaan fasilitas perangkat Komputer dan akses internet. Stand Media Center terlaksana melalui kerjasama Dinas Kominfo Kota Solok dengan PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+) selaku provider internet Pemerintah Kota Solok. (eg)

Direktur Litbang Kemenristekdikti Tinjau Petani Minyak Atsiri Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Keseriusan Pemerintah Kota Solok memproduksi Minyak Atsiri yang berasal dari olahan Serai Wangi mendapatkan perhatian dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti RI.

Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti, Kemal Prihatman mengunjungi Kota Solok guna melihat langsung perkembangan olahan Minyak Atsiri.

Kedatangan Kemal Prihatman bersama Kepala Subditektorat Penelitian dan Pengembangan Daerah, Rosmaniar Dini diterima langsung oleh Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM, didampingi Asisten III, Drs. Muhammad, Kepala Balitbang Kota Solok Ir. Raflis, serta para petani Minyak Atsiri, bertempat di Ruang Rapat Walikota, Kamis (8/11).

Reinier dalam sambutannya mengatakan, seluruh unsur terkait di Kota Solok harus memanfatkan pendampingan dari Litbang Kemenristekdikti secara tepat, guna menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat petani Serai Wangi. “Kita inginkan bagaimana kedepannya orang tak hanya mengenal Beras Solok, namun juga minyak atsiri asal Kota Solok,” sebut Reinier.

Saat ini, guna meningkatan produksi Minyak Atsiri, Kota Solok sudah melakukan sinergi antara beberapa OPD, yakni Litbang, Bappeda, Dinas Pertanian, serta Dinas Pariwisata

Kemal Prihatman dalam paparanya menjelaskan, saat ini Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti sudah mendampingi 106 lembaga litbang di seluruh Indonesia. Lembaga Litbang daerah yang akan mendapatkan pendampingan apabila semakin banyak bisa mensinergikan antara OPD terkait. “Jika makin banyak sinergi antara OPD, maka kemungkinan akan bisa kami dampingi makin tinggi,” sebutnya.

Untuk meningkatkan produksi minyak atsiri, harus memikirkan 3 hal utama, yakni masalah branding, keunikan serta indikasi geografis. Dalam masalah branding, minyak atsiri Kota Solok harus bisa meyakinkan barangnya sebagai yang terbaik, bagus, dan bersifat nasional maupun go internasional.

“Selanjutnya, jika Kota Solok ingin minyak atsiri go internasional, kami mempunyai fasilitasnya. Dengan catatan barang yang dihasilkan harus unik. “Selama satu tahun, minyak atsiri Kota Solok akan diteliti serta kami dampingi. mudahan-mudahan minyak atsiri Kota Solok bisa go internasional,” ungkapnya.

Pada Bulan Januari 2019 nanti Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti akan menerima proposal dari lembaga penelitian, kemudian nantinya akan dipilih 2 lembaga dengan hasil terbaik yang akan dibawa go internasional.

Oleh karena itu, Kemal mengharapkan agar program minyak atsiri di Kota Solok ini akan berkelanjutan, jangan hanya program sebentar yang hanya 1 atau 2 tahun saja. “Jika ada kendala di lapangan, saya beserta seluruh anggota lembaga penelitian dan pengembangan Kemenriatekdikti sangat terbuka untuk menyelesaikan apapun masalah yang ada. Kami siap mensinergikan seluruh kegiatan yang ada guna menyukseskan Minyak Atsiri Kota Solok,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan guna melihat langsung proses pengolahan minyak atsiri oleh para petani di Kota Solok tersebut. (dn)

Hari Pertama, 1143 Peserta Seleksi CPNS Kota Solok Ikuti CAT-SKD

Solok, (InfoPublikSolok) – Badan Kepegawaian Negara (BKN) selenggarakan Computer Assisted Test – Seleksi Kompetensi Dasar (CAT-SKD) bagi ribuan peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kota Solok Tahun 2018, Selasa (6/11) di gedung Kubuang Tigo Baleh Kota Solok. CAT-SKD dibagi ke dalam tiga kelompok soal, diantaranya Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebanyak 35 soal, Tes Intelegensi Umum (TIU) sebanyak 30 soal dan Tes Karakter Pribadi (TKP) sebanyak 35 soal. Total 100 buah soal dalam waktu ujian selama 90 menit.

Berbeda dari tahun sebelumnya, test CPNS tahun 2018 untuk wilayah Sumatera Barat diselenggarakan di tiga titik wilayah yakni di Kota Padang, Kota Solok dan Kota Bukittinggi. Lokasi tes wilayah Kota Solok diselenggarakan di Kubuang Tigo Baleh bagi peserta CPNS Pemerintah Kota Solok, Kabupaten Solok, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya.

Seperti yang dilansir pada berita sebelumnya tanggal 6 dan 7 November dijadwalkan tes bagi peserta CPNSD Pemerintah Kota Solok, Kabupaten Solok mendapat jadwal ujian dari tanggal 7 November hingga 12 November, selanjutnya jadwal Kabupaten Sijunjung dari tanggal 12 sampai 13 November. Selanjutnya untuk Kabupaten Dharmasraya tanggal 13 hingga 17 November dan diakhiri oleh Pemerintah Kota Sawahlunto pada tanggal 17 sampai 18 November 2018.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Solok, Ir. Hendaukhtri saat ditemui di lapangan mengatakan, hari ini merupakan pelaksanaan perdana bagi wilayah Kota Solok. Tes dibagi menjadi 4 (empat) sesi dimana masing-masing sesi diikuti oleh 290 orang, besok juga 4 sesi sedangkan untuk hari selanjutnya dilaksanakan sebanyak 5 sesi, tambah Ibu yang akrab dipanggil Dati ini.

Tes tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya, lanjut Hendaukhtri. Lokasi Tes benar-benar steril dari orang-orang daerah (PNS Daerah-Red), Panitia Daerah hanya mendapatkan akses untuk persiapan ujian, mulai dari registrasi manual, registrasi online hingga peserta masuk ke ruangan tes. Setelah memasuki ruangan, peserta hanya boleh berkomunikasi dengan Pengawas ujian, yakni PNS BKN Regional XII Pekanbaru yang ditugaskan untuk mengawasi CAT-SKD untuk Wilayah Kota Solok sebanyak kurang lebih 10 (sepuluh) orang. Sedangkan biaya tes ini dianggarkan oleh Pusat dengan ditambah cost sharing dari masing-masing daerah yang membuka formasi CPNS.

Tim Info Publik Solok (IPS) juga sempat mengamati proses atau aktivitas peserta tes hingga memasuki ruangan. Sebelumnya peserta melakukan registrasi manual, pada tahap ini panitia mencocokkan foto KTP dengan foto kartu ujian, sekaligus memastikan kehadiran peserta dengan menandatangani daftar hadir. “KTP dan kartu ujian merupakan dua kartu yang tidak boleh terlupakan bagi peserta. Namun KTP dapat diganti dengan Kartu Keluarga,” ujar salah seorang panitia saat diwawancarai.

Selanjutnya peserta melakukan registrasi online, pada tahap ini peserta mendapatkan pin untuk masuk ke sistem CAT. Setelah itu peserta memasuki ruangan simulator, disana peserta juga mendapatkan gambaran mengikuti CAT. Terakhir peserta diminta memasuki ruangan tes, namun sebelumnya panitia memastikan peserta hanya dibolehkan membawa KTP dan kartu ujian saja dan bagi peserta yang masih membawa tas, panitia menyediakan tempat penyimpan tas (loker). Sebelum melakukan tes, peserta diberikan pembekalan dan penjelasan untuk mengikuti tes.

Pelaksanaan tes hari pertama, Selasa (6/11), dari 1160 orang peserta terdapat 17 orang yang tidak hadir mengikuti tes, dengan rincian 1 orang pada sesi pertama, 2 orang pada sesi kedua, 6 orang sesi ketiga dan 8 orang pada sesi keempat. (eg)

Dinas Kominfo Serahkan Aplikasi kepada 8 Unit Kerja

Solok, (Info Publik Solok) – Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok serahkan Aplikasi kepada 8 (delapan) Perangkat Daerah/Unit Kerja di Lingkungan Pemerintah Kota Solok usai apel pagi di Halaman Kantor Bappeda Komplek Balaikota Solok, Senin (15/10).

Aplikasi tersebut diserahkan Kepala Dinas Kominfo Kota Solok Zulfadli, SH, kepada Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan Jefrizal, S.Pt, MT. Selanjutnya Asisten II menyerahkan kepada 8 (delapan) Perangkat Daerah/UnitKerja pengguna, yang disaksikan Kepala Bidang Diskominfo serta jajarannya, para Staf Ahli, Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian dan ASN di lingkungan Balaikota Solok.

Aplikasi yang diserahkan ini murni dibangun dan dikembangkan sendiri oleh Tim Hire Programmer Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Aplikasi tersebut diantaranya SiMerak, SIDATUK, JDIH versi Android, eKLIPING, Website Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (dukcapil), Aplikasi Antrian Layanan, KLOP, Aplikasi Kepuasan Layanan, Aplikasi Buku Tamu, dan PADATI.

Aplikasi SiMerak untuk monitoring dan evaluasi Rencana Aksi Pengembangan Agrowisata Kota Solok dan Aplikasi SIDATUK untuk Sistem Informasi Data Produksi Daerah diserahkan pada Bagian Perekonomian Setda Kota Solok, Aplikasi JDIH Android untuk pencarian Produk Hukum Daerah Kota Solok diserahkan pada bagian Hukum dan HAM Setda Kota Solok, Aplikasi eKLIPING untuk kliping berita diserahkan pada Bagian Humas dan Protokol, Aplikasi Website Dinas Dukcapil dan Aplikasi Antrian Layanan Dinas Dukcapil diserahkan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Aplikasi Konsultasi Online Pengawasan (KLOP) diserahkan pada Inspektorat Daearah Kota Solok, Aplikasi kepuasan terhadap layanan DPM-PTSP diserahkan pada Dinas PM-PTSP, Aplikasi Buku Tamu Elektronik diserahkan pada Bagian Umum Sekretariat Daerah, dan Aplikasi Pangkalan Data Keanekaragaman Hayati Kota Solok (PADATI) diserahkan pada Dinas Lingkungan Hidup.

Dalam arahannya Sekretaris Daearah menyampaikan Aplikasi dibangun untuk mempermudah proses kerja dalam pelayanan dan administrasi atau mempermudah kita dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. Untuk itu manfaatkanlah aplikasi yang telah dibangun ini, harap Jefrizal.

Jangan seperti kebiasaan sebelumnya, jika terjadi kendala pada penggunaan aplikasi selanjutnya aplikasi dibiarkan begitu saja, ujar Asisten II mengakhiri arahannya. (eg/sh)

Petani Serai Wangi Didorong Tingkatkan Kapasitas Melalui Workshop

Solok, (InfoPublikSolok) – Balitbang Kota Solok kerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI mengadakan Workshop dan Pelatihan Peningkatan Kapasistas Kelembagaan bagi 30 orang petani Serai Wangi pengolah Minyak Atsiri bersama narasumber Dedi Suheryadi serta Bagem Sofianna Br. Sembiring dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) Bogor dan Dadang Rukmana dari Balitro Laing, bertempat di Aula Balitbang Kota Solok, Rabu (12/9).

Wakil Walikota Solok Reinier membuka kegiatan workshop didampingi Kepala Balitbang Kota Solok Ir. Raflis, Kepala Dinas Pertanian Ir. Ikhvan Marosa, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kota Solok.

“Kedepan kita berharap agar tumbuh sentra industri pengolahan Minyak Atsiri beserta turunannya sehingga, Minyak Atsiri beserta turunannya yang diproduksi di Kota Solok dapat bersaing dan terkenal di pasar regional maupun nasional,” harap Wakil Walikota Solok, Reinier dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Wawako mengatakan, bantuan yang diterima oleh Kota Solok dari Kemenristekdikti RI melalui Balitbang Kota Solok dimaksudkan untuk mewujudkan Peraturan Bersama Menristekdikti dan Mendagri Nomor 03 dan 36 Tahun 2012 tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa).

“Penguatan SIDa dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing daerah Kota Solok. Peningkatan daya saing ini diwujudkan melalui peningkatan pemanfaatan produk unggulan yang ada di daerah. Peningkatan pemanfaatan produk unggulan dalam meningkatkan daya saing daerah diharapkan dapat mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sehingga dapat menjadi salah satu faktor dalam mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan,” ungkap Wawako.

Sementara itu, Dedi Suheryadi, SP dari Balitro Bogor dalam pemaparannya mengatakan, saat ini harga serai wangi berada di kisaran Rp.350 Ribu s/d Rp.360 ribu per kilogramnya.

Dedi mengatakan, saat ini menjadi petani serai wangi merupakan pekerjaan yang sangat menjanjikan hasilnya. Semua pihak harus benar-benar bekerja nyata untuk menyejahterakan para petani. Selanjutnya, ia mengatakan ada salah satu daerah di Kabupaten Bandung, petani serai wangi dengan lahan 3000 meter persegi sudah dapat menghasilkan Rp.300 – 400 ribu perhari dengan menggunakan prinsip 4 S yakni, Serai wangi, Sapi, Sehat, dan Sejahtera.

“Untuk itu kami mohon arahan dari pak Wakil Walikota Solok, setelah workshop ini kita akan melakukan pergerakan nyata. Kita bikin grup WA bagi petani yang ikut workshop kali ini untuk saling berkomunikasi,” sebutnya.

Kegiatan workshop dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan pelaku agribisnis Minyak Atsiri Kota Solok, dimana semenjak tahun 2009 minyak atsiri sudah ditetapkan sebagai produk unggulan Kota Solok melalui Perwako Nomor 39 Tahun 2009.

Minyak Atsiri memiliki banyak kegunaan seperti jadi bahan pencampur parfum, penyegar udara, jadi minyak aromaterapi, bahan sabun, pewangi, sebagai minyak urut, obat sakit kepala dan lainnya.

Menyadari banyak manfaat dan potensi dari Minyak Atsiri, Pemko Solok terus mendorong para petani untuk menanam dan mengembangkan tanaman atsiri tersebut.

Serai Wangi lebih cocok ditanam dengan kondisi tanah yang kering dan kritis seperti di Kelurahan Laing. Sangat mudah dibudi dayakan serta risiko yang rendah dan tidak terlalu berpengaruh terhadap serangan hama. Proses serai wangi menjadi minyak atsiri membutuhkan waktu 3 bulan, yang digunakan untuk membuat minyak atsiri adalah daun serainya.

Pada 2016 produksi tanaman atsiri Solok mencapai 377 ton, dibanding pada 2015 tanaman atsiri hanya terproduksi 79 ton dengan luas tanaman 21,5 hektare. Produksi meningkat pada 2017, produksi tanaman atsiri di Kecamatan Lubuk Sikarah mencapai 122,5 ton dan di Tanjung Harapan mencapai 402,5 ton, dengan total 525 ton.

Hingga saat ini luas lahan serai wangi di Kota Solok mencapai 30 hekatre. Satu hektare tanaman atsiri dapat menghasilkan sekitar 17,5 ton daun untuk disuling. Sedangkan satu ton daun bisa menghasilkan sekitar 8 kilogram minyak atsiri. Jika dikalikan dalam satu hektare tanaman atsiri bisa menghasilkan sekitar Rp.32,4 juta.

Produksi pertama turunan minyak atsiri menjadi kemasan sabun, minyak urut, sabun dapur, handbody ini diterima baik oleh masyarakat. Hingga saat ini produksi ini telah mencapai keluar kota dan bahkan keluar provinsi seperti Pekanbaru, Bogor, Bekasi. (dn)

Kota Solok Sukses Gelar Ajang Lomba Fotografi

Solok, (InfoPublikSolok) – Sebagai rangkaian kegiatan memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang Ke-73, Pemerintah Daerah Kota Solok melalui Dinas Pariwisata bekerjasama dengan Komunitas Gajah Maharam Photography kembali menggelar Lomba Foto Wisata Alam Bareh Solok untuk yang ketiga kalinya, lomba kali ini berlangsung dari tanggal 1 Juni s/d 3 Agustus 2018. Selain untuk merayakan HUT RI, ajang lomba foto ini merupakan suatu upaya untuk menyalurkan bakat para Fotografer di Sumatera Barat.

Puncaknya, pada tanggal 14 sampai 17 Agustus 2018 dilaksanakan pameran hasil karya para peserta tersebut yang bertempat di Gedung Kubuang Tigo Baleh.

Pada kesempatan itu, pameran dibuka secara simbolis oleh Wakil Walikota Solok, Reinier serta Ketua DPRD Kota Solok, Yutris Can, turut menghadiri Ketua LKAAM Kota Solok dan Ketua Bundo Kanduang Kota Solok, pelajar, komunitas serta para undangan lainnya.

Wakil Walikota Solok menyatakan bahwa dilaksanakannya lomba ini karena di Kota Solok sudah banyak kelompok atau komunitas penggemar fotografi sehingga event ini sangat cocok diadakan dalam rangka menyalurkan bakat para anak muda di daerah ini.

Berdasarkan hasil foto-foto yang ditampilkan pada lomba fotografi tersebut, menurut Wakil Walikota hasilnya cukup bagus. “Kendati awam mengenai fotografi, hanya sebagai penikmat, saya melihatnya sangat luar biasa dari hasil-hasil jepretan fotonya, ini perlu terus kita kembangkan lagi,” ujarnya.

Wakil Walikota menambahkan, dengan banyaknya karya foto yang ditampilkan oleh para peserta hal ini dapat kita jadikan sebagai ajang promosi daerah berupa pemajangan karya-karya foto tersebut di pekantoran yang ada di Kota Solok.

Ketua DPRD Kota Solok,Yutris Can dalam sambutannya menyampaikan Pameran Fotografi  yang sudah tiga kali dilaksanakan ini bisa ditindaklanjuti untuk tahun-tahun berikutnya dan bisa dijadikan sebagai Event tahunan. Sebab foto hasil karya para Fotografer  yang dipamerkan itu memiliki kualitas yang sangat baik. Baik dari pemilihan obyek maupun cara mengambil gambar serta kesesuaian dengan tema yang diambil para fotografer.

“Cukup bagus, pameran ini sangat pantas jika dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya,” ungkap Yutris Can.

“Kami dari lembaga Legislatif akan terus memberi dukungan kepada fotografer serta seluruh komunitas-komunitas yang ada untuk terus berkarya melalui karya-karya terbaiknya, sehingga Kota Solok kedepan akan semakin dikenal. Untuk itu, kami mengapresiasi kepada Dinas Pariwisata Kota Solok serta para Fotografer atas terlaksananya lomba foto dan pameran foto ini,” sambungnya.

Sementara, Ketua Komunitas Gajah Maharam Photography, Mellya Fitri, ketika ditemui disela acara menuturkan bahwa kegiatan lomba fotografi yang bertemakan ‘Wisata Alam Bareh Solok’ ini mengangkat potensi-potensi yang dimiliki Kota Solok, seperti Wisata Alam berupa Pulau Belibis dan Sarasah Batimpo, Wisata Budaya berupa prosesi adat dan budaya, Wisata Buatan berupa Laing Park dan Taman Syech Kukut serta Wisata Minat Khusus diantaranya Olah Raga Paralayang, Wisata Religius, Wisata Agro Sawah Solok dan Wisata Agro Payo.

“Kalau pesertanya, saya melihat cukup banyak baik para pelajar juga masyarakat umum dan pada lomba kali ini kami selaku pelaksana membuat kategori lomba sebanyak 2 kategori lomba yakni Umum dan Pelajar,” terangnya

“Periode lomba ini kami selaku panitia juga menggelar pelatihan fotografi yang diikuti oleh 100 orang peserta yang bertempat di Gedung Kubuang Tigo Baleh dan penjuriannya dilakukan pada tanggal 16 Agustus 2018, serta pengumuman pemenangnya dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2018 pada saat malam resepsi HUT RI,” jelas Mellya.

Setelah dilaksanakan penjurian yang sangat ketat oleh akademisi fotografi dari ISI Yogyakarta, Risman Marah dan Adi Krisna dari ISI Padang Panjang didapat beberapa orang pemenang diantaranya dari Kategori Umum sebagai Juara I yaitu Jondel Firisman Y dari Kabupaten Solok, Juara II di peroleh oleh Wezzy Zwarta dari Kabupaten Solok dan Juara III oleh Novi Setia Budi dari Semarang, Jawa Tengah, sedangkan untuk Harapan I di peroleh oleh Syafrizal dari Kota Padang, Harapan II Melli Tafsya dari Kota Bukittinggi dan Harapan III di peroleh oleh Irsyadi Halim dari Kabupaten Solok.

Untuk kategori Pelajar Juara I diperoleh oleh M. Mahiro dari Kabupaten Solok, Juara II Ori Anto Putra dari Kota Solok dan Juara III di peroleh oleh Enjel Okta Vian dari Kabupaten Solok, sedangkan untuk Harapan I diperoleh oleh Ahmad Irsyad E dari Kabupaten Solok, Harapan II Fardho Rizqullah dan Harapan III Qonita Riezka F. Total hadiah pada lomba kali ini sebesar Rp.35 Juta. (wy)

Kado Jelang Kemerdekaan untuk Puldama

Puldama (InfoPublikSolok) – Senja 11 Agustus 2018 menjadi saksi sejarah di sebuah wilayah pedalaman Papua, tepatnya Distrik Puldama, Kabupaten Yahukimo. Tak seperti malam-malam sebelumnya, cahaya lampu menghiasi Honai-honai tempat tinggal warga, memendarkan cahaya di langit Puldama. Setelah 73 tahun hidup dalam gelap, warga Puldama kini bisa merdeka, dapat menikmati terang di waktu malam berkat hadirnya 1.085 paket Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) di wilayah mereka.

Distrik Puldama merupakan salah satu wilayah yang berada di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) yang menjadi prioritas pembagian program LTSHE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Mengandalkan jalur udara untuk transportasi dan logistik, LTSHE pun dikirimkan bertahap ke wilayah yang terdiri dari 8 kampung tersebut, Kampung Puldama, Bako, Semlu, Kasen, Baro, Balsek, Eskok, dan Pamek.

Masing-masing kampung dipisahkan oleh bukit atau jurang, dengan akses menuju dan keluar distrik melalui landasan pesawat kecil (air strip) sepanjang 600 meter yang berada di Kampung Puldama. Belum ada akses jalan darat yang menghubungkan pusat Kabupaten Yahukimo dengan Distrik Puldama. Hanya ada jalan setapak melalui hutan dan jurang yang ditempuh selama kurang lebih 2 hari berjalan kaki.

Dari Kampung Puldama, warga yang menerima LTSHE memanggul paket berisikan panel surya, 4 lampu LED, kabel/hub, USB charger, dan tiang penyangga menuju Honai mereka masing-masing. Ada kampung yang berjarak 2 kilometer, ada pula kampung terjauh di balik pegunungan yang berjarak lebih dari 15 kilometer.

Di Kampung Kasen, Rimba Kuebu (19 tahun), memasang LTSHE dibantu teknisi pemasang LTSHE dan warga kampungnya. Sekitar 30 Honai di Kampung Kosen malam itu terang benderang. Tak hanya terang, Rimba berharap, hadirnya LTSHE juga turut meningkatkan kesehatan warga Puldama.

“Dulu kami banyak kena sakit pernafasan, mungkin karena tiap malam kami tinggal di Honai toh, kena asap api, biar hangat dan terang. Sekarang sudah ada lampu, bisa jauh-jauh dari api, tidak banyak sakit lagi,” ungkap Bapak beranak satu tersebut saat ditemui malam itu (11/8) di Honai-nya.

Hal ini juga diungkapkan Kepala Puskesmas Puldama, Yakobus Simalya (31 tahun) yang siang itu sempat membantu tetangganya di Kampung Bako memasang LTSHE. “Di sini paling banyak penyakit ISPA, insfeksi saluran pernafasan atas, juga asma, jadi itu kami prediksi karena di Honai dapur itu sangat dekat dengan tempat tidur, mereka hirup asap dari api, ditambah warga sini sering naik turun gunung dengan beban yang cukup berat, udara juga dingin, banyak asma. Jadi sekarang semoga warga bisa lebih sehat ada pembagian lampu (LTSHE) ini, bisa terpisah jauh dapur dengan lampu dan tempat tidur, asap berkurang toh,” ujarnya.

Tak hanya itu, Yakobus berharap hadirnya LTSHE ini akan menjadikan anak-anak juga bisa belajar di Honai mereka saat malam. “Di sini tidak ada anak belajar malam, karena gelap. Sekarang mereka bisa belajar, semoga bisa semakin pintar, bisa lanjut ke sekolah tinggi,” ungkap lulusan D3 Kesehatan dari Sekolah Tinggi di Jayapura itu.

Di Distrik Puldama hanya terdapat 1 Sekolah Dasar Inpres yang menampung lebih dari 600 siswa. SD ini diampu seorang Kepala Sekolah dan 4 orang guru bantu . Untuk melanjutkan ke SMP, anak-anak harus pergi ke Dekai, ibukota Kabupaten Yahukimo, atau ke Wamena dan  yang ditempuh melalui perjalanan udara.

Pedalaman Papua Jadi Prioritas

Deretan pegunungan di Kabupaten Yahukimo merupakan salah satu wilayah di Provinsi Papua dengan akses yang sulit untuk dijangkau, Puldama salah satunya.

Berdasarkan letak geografisnya, Yahukimo termasuk daerah tertinggal dengan medan yang sulit dijangkau dan belum teraliri listrik. Oleh karenanya, Yahukimo menjadi salah satu titik prioritas penerima manfaat dari program LTSHE yang dicanangkan Pemerintah sejak tahun 2017 tersebut.

Pada tahun ini Kementerian ESDM menargetkan 175 ribu unit LTSHE dibagikan, menyasar ke 15 provinsi  di daerah yang terisolir dan sulit dijangkau jaringan PLN. APBN yang dialokasikan sekitar Rp600 miliar. “Tahun ini lebih dari 175 ribu rumah kita bagikan LTSHE. Tahun depan 150 ribu lagi, kalau bisa ajukan sesegera mungkin, tapi mohon dirawat,” ungkap Menteri ESDM dalam kunjungan kerja ke Jambi (7/8).

Program LTSHE merupakan salah satu instrumen untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat mendapatkan akses energi sebagai upaya mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menteri Jonan berharap melalui penerangan listrik rumah akan mampu meningkatkan kualitas hidup dan peningkatan ekonomi masyarakat di daerah tertinggal, terluar dan terdepan. Tahun ini, alokasi LTSHE diprioritaskan untuk masyarakat di wilayah Indonesia Timur yang Rasio Elektrifikasinya masih kurang. Untuk Papua sendiri (Provinsi Papua dan Papua Barat) mendapatkan alokasi LTSHE lebih dari 60 persen.

“Kami prioritaskan lebih dari 60 persen penerima LTSHE ada di tanah Papua. Untuk Distrik Puldama sendiri total ada 1085 paket, 1 paket itu untuk 1 keluarga. Sementara di seluruh kabupaten Yahukimo ada 46.398 unit dibagikan,” terang Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Dadan Kusdiana dalam sambutannya sesaat sebelum pemasangan LTSHE di Honai-honai milik warga Distrik Puldama, Yahukimo, Papua, Sabtu (11/8).

Dadan menyebutkan, saat ini Rasio Elektrifikasi Provinsi Papua baru mencapai 72,04%, masih di bawah rasio elektrifikasi nasional yang per Juni 2018 telah mencapai 97,13%, meskipun masih ada yang lebih rendah, yaitu provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan rasio elektrifikasi 60,82%.

Menyoal sumbangan LTSHE pada rasio elektrifikasi, dari total 97,13% rasio elektrifikasi nasional, PLN berkontribusi 94,65%, sementara non PLN (pembangkit off grid) menyumbang 2,36%, sisanya dari LTSHE sebesar 0,12%.

LTSHE sendiri program terobosan Pemerintah dalam menerangi masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik khususnya pada desa-desa yang masih gelap gulita, yang jumlahnya mencapai lebih dari 2.500 desa di seluruh Indonesia.

Paket LTSHE akan dibagikan kepada penerima manfaat yang berada di kawasan perbatasan, daerah tertinggal, daerah terisolir dan pulau terdepan atau jauh dari jangkauan PLN. Hal ini merupakan perwujudan dari Nawacita Jokowi-JK khususnya Nawacita ke-3, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. (Tim Komunikasi kementerian ESDM bersama Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)

Sosialisasi Penerbitan dan Pemanfaatan Sertifikat Elektronik

Solok, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok Reinier membuka Acara Sosialisasi Penerbitan dan Pemanfaatan Sertifikat Elektronik/ Tanda Tangan Digital di Aula Bappeda, Selasa (7/8) pagi.

Sosialisasi yang digelar satu hari ini diikuti oleh para Asisten, Kepala OPD, Kabag, Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Solok. Dengan narasumber Eko Yon Handri, S.ST. MM dan Sofu Risqi Yulian Saputra, S.ST dari Balai Sertifikasi Elektronik, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI.

Kepala Dinas Kominfo Zulfadli, selaku panitia penyelenggaraan mengatakan Sosialisasi yang dilaksanakan adalah upaya percepatan Implementasi Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) / E-Government dalam hal pemenuhan aspek keamanan informasi serta memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai sertifikat elektronik.

“Di era digital ini perlu dikembangkan aplikasi terkait dengan pelayanan di berbagai OPD, makanya dengan pelatihan ini akan dapat mempercepat proses tanda tangan dan mempersingkat waktu dalam pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Zulfadli.

“Tindak lanjut dari sosialisasi ini selanjutnya akan dilakukan Perjanjian Kerja Sama antara Pemko Solok dengan BSSN untuk mewujudkan penerapan SPBE di Lingkungan Pemko Solok kedepan,” tambahnya.

Wakil Walikota Reinier dalam sambutannya berharap agar tata kelola Pemerintahan yang dilakukan secara elektronik (E-Government) mampu menciptakan mekanisme tata kelola pemerintahan yang lebih terukur, cepat serta sesuai dengan perencanaan.

Narasumber Eko Yon Handri menjelaskan materi tentang kebijakan dan dasar hukum mengenai kewajiban penerapan sertifikat elektronik dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Badan Siber dan Sandi Negara telah membangun layanan untuk memanfaatkan sertifikat elektronik, yakni Otoritas Sertifikat Digital (OSD) yang fungsinya untuk melayani beberapa kebutuhan pengamanan sistem elektronik pemerintah”.

Lanjutnya, “Pengamanan sistem elektronik yang meliputi; tanda tangan digital, pengamanan E-mail, pengamanan pada website dengan memanfaatkan SSL, code signing dan lain-lain. Manfaat dan kegunaan tanda tangan digital yakni; aman, mudah, efisiensi waktu, menghemat kertas dan menghemat biaya,” jelas Eko.

Eko mengungkapkan, Kota Solok adalah kabupaten/kota pertama di Provinsi Sumatera Barat yang merintis penerapan tanda tangan digital, nantinya dalam pengukuran indeks E-government Kota Solok, salah satu indikator penilaian adalah penerapan tanda tangan digital dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Berikutnya, dipandu oleh narasumber Sofu Risqi Yulian Saputra, para Kepala OPD, Kabag, Camat dan Lurah diperlihatkan visualisasi praktek tata cara melakukan tanda tangan digital secara ringkas. (eg/re)