Festival Permainan Tradisional  Bagi Anak Sekolah

Festival Permainan Tradisional  Bagi Anak Sekolah

Solok, (InfoPublikSolok) – Seiring dengan perkembangan zaman dan modernisasi permainan-permainan yang didukung dengan teknologi digital (game online). Maka tak heran jika anak-anak sekarang tidak mengenal beragam permainan tradisional.

Bukan kita tak ingin menerima kemajuan teknologi, namun perlu disadari bahwa kemajuan teknologi tidak seluruhnya membawa dampak positif, namun juga membawa dampak negatif yang tanpa kita sadari, hal ini tentu cukup mengkhawatirkan. Disebutkan dalam kluster IV Indikator Kota Layak Anak (KLA) yaitu Kluster Pendidikan, Pemanfaatan waktu luang dan budaya, salah satu bentuknya yaitu menggalakkan kembali permainan tradisional. Hak Anak yang wajib dijamin dan dipenuhi oleh kita semua yaitu bermain.

Pentingnya menyediakan waktu bermain bagi anak maka Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Solok merasa perlu untuk melestarikan kembali permainan tradisional dalam bentuk Festival Permainan Tradisional  yaitu Main Galah, Main Kajai, sepak tekong, Patok Lele, Suruik Kain Saruang, Estafet Kain Saruang, Parang-Parang, Cangku Rimbang, Racak Angin, dll. Festival ini diperuntukkan bagi anak SD/ sederajat se-Kota Solok yang digelar di Lapangan Merdeka Kota Solok, Rabu (3/10).

Adapun tujuan Permainan yaitu memperkenalkan kembali permainan tradisional anak-anak yang saat ini sudah hampir punah atau tidak pernah lagi dimainkan, anak sekarang  lebih menyukai permainan modern (Play Station, Gadget atau game online) serta membangun solidaritas antar anak yang mendukung tumbuh kembang anak melalui komunitas anak yang kreatif.

Acara ini dibuka oleh Walikota Solok yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Bapak Drs Muhamad, M.Si didampinigi oleh Kepala Bidang  Pemenuhan Hak Anak  dan Data Eva Murgana, SKM beserta jajarannya.  Adapun Juri diminta  dari Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Forum Komunikasi Perlindungan Anak Sekolah dan Purna Forda Kota Solok , sebanyak 200 orang peserta  perwakilan dari masing-masing SD/Sederajat se-Kota Solok memeriahkan acara ini.

Dalam sambutannya Drs. Muhammad, M.Si  menyampaikan, “Saat ini berbagai macam permainan modern telah mudah di dapatkan, baik secara online ataupun offline, Selain disediakan di rumah, banyak juga orang-orang yang membuka usaha seperti Playstation, game online dan lain-lain. Apabila hal ini terus berjalan, tentu cukup berbahaya bagi perkembangan anak kita pada masa mendatang. Secara tidak langsung permainan-permainan tersebut telah membuat anak sulit untuk bersosialisasi (autis) dan anak menjadi pasif dalam kehidupan nyata karena lebih memilih berdiam diri di rumah sambil bermain game dibandingkan bermain dengan teman-temannya. Permainan tradisional yang  merupakan local wisdom yang patut kita lestarikan dan terus dikembangkan,” terang Asisten III.

Pemenang pada festival tersebut  adalah,  Juara I diaraih SD 14  Laing dengan Permainan Estafet Kain Sarung, selanjutnya Juara II dari SD 07 Kampung Jawa dengan permainan Parang- Parang Palapah Pisang serta Juara III SD 04 IX Korong dengan permainan Patok Lele. (as)

Tags: , ,