Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solok Evaluasi Kinerja 3 Bulanan

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solok Evaluasi Kinerja 3 Bulanan

Komisi Penanggulangan AIDS _ KPA Kota Solok

Solok, (MC Kota Solok) – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solok, bersama 15 instansi/lembaga terkait, mengevaluasi perjalanan Program Penanggulangan AIDS Kota Solok selama triwulan April-Juni 2015 di Aula Dalam Dinas Kesehatan Kota Solok (08/06). Pertemuan evaluasi yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, dr. H. Junaidi, M.Kes, bertujuan untuk melakukan sinkronisasi data antar instansi/lembaga terkait terkait penanggulangan HIV AIDS di Kota Solok. Instansi/lembaga yang dimaksud ialah Polres Solok Kota, LSM Solintasa, Dinas Sosial, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Badan KBPMP, PMI Kota Solok, Satpol PP, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, RSU Daerah Kota Solok, Kementerian Agama, Bagian Kesra Sekretariat Daerah, LKAAM, Dinas Perhubungan dan KPA Kota Solok.

KPA Kota Solok menyampaikan bahwa Program Penanggulangan AIDS Kota Solok merupakan amanat KPA Nasional untuk mengurangi epidemi penularan HIV baru. Pertemuan evaluasi ini membahas tujuh permasalahan lapangan yang ditemui, yaitu Stigma dan diskriminasi oleh sebagian petugas kesehatan dan masyarakat terhadap ODHA (sebutan untuk pengidap HIV/AIDS-red); Kendala waktu kunjungan populasi kunci ke layanan Puskesmas; Belum terlokalisasinya kelompok berisiko; Kader yang telah terlatih tidak aktif dalam penjangkauan; Obat ARV (antiretroviral) sudah tersedia di RSUD Solok, tapi masih sedikit ODHA yang melanjutkan pengobatan di RSUD Solok; Pemetaan populasi kunci belum ada di masing-masing Puskesmas; dan Jumlah kunjungan ke klinik VCT dari populasi kunci masih kurang. Klinik VCT (Voluntary Counseling Test) merupakan pintu masuk penting untuk pencegahan dan perawatan pengidap HIV.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok menyampaikan bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit yang terkait dengan perilaku. Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Solok mengutarakan rasa prihatin terhadap perilaku anak nagari (pemuda-pemuda Kota Solok-red) yang menyimpang. Beliau menyampaikan bahwa pemuka adat, pemuka agama dan satpol-PP Kota Solok telah berusaha mengurangi risiko terkait penangguangan AIDS dengan melakukan razia dan penertiban di sejumlah lokasi yang sering disalahgunakan oleh anak nagari, termasuk perilaku menyimpang berpacaran. Terkait perilaku anak nagari, beliau dan peserta dari Kementerian Agama Wilayah Kota Solok, sangat mengharapkan peran aktif orang tua dalam mendidik anak agar sesuai norma adat istiadat Minangkabau yang bersandikan syarak (agama-red).

Pada pertemuan evaluasi ini disampaikan pula kegiatan razia telepon seluler dengan fasilitas internet di kalangan pelajar oleh Dinas Pendidikan. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika pada kesempatan yang sama menyampaikan istilah “Internet Sehat”, suatu pedoman ber-Internet yang Aman, Nyaman dan Bertanggungjawab. Sebagaimana dapat dipelajari pada laman internetsehat.id, internet sehat mencakup pedoman keluarga dan orang tua, pedoman sekolah dan guru, pedoman privasi dan sekuriti dan pedoman jejaring sosial. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 19 Tahun 2014 yang ditandatangani pada 7 juli 2014 sebagai wujud ketegasan penggunaan internet sehat dan aman agar kemajuan teknologi informasi ini benar-benar bermanfaat untuk menambah ilmu dan wawasan generasi muda Indonesia. Dengan sinergitas instansi/lembaga terkait penanggulangan AIDS, diharapkan epidemi penularan HIV baru berkurang signifikan. (dpki/dhani)

Tags: , , , , , , ,