Konsultasi Publik AMDAL Pengendalian Banjir Batang Lembang

Konsultasi Publik AMDAL Pengendalian Banjir Batang Lembang

Solok, (InfoPublikSolok) – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Direktorat Jendral Sumber Daya Air gelar Konsultasi Publik Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Rencana Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang Lembang Kota dan Kabupaten Solok di Aula Kantor Lurah VI Suku, Senin (3/9).

Hadir dalam acara tersebut Direksi Balai Wilayah Sungai Sumatera V Bambang Adi Indra A.Md, Camat Lubuk Sikarah Drs. Hendri, M.Si, Camat Tanjung Harapan diwakili oleh Sekretaris Camat Rusman, SH, Camat Kubung Kabupaten Solok yang diwakili oleh Kasubag Perencanaan dan Monitoring, Evi, Dinas Lingkungan Hidup yang diwakili oleh Kasi Konservasi Arif Ferdian, Para lurah, RT/RW dan Niniak Mamak serta masyarakat pemilik tanah dari daerah yang terkena proyek Pengendalian Banjir Batang Lembang.

Acara ini diawali dengan pemaparan Dokumen Kerangka Acuan AMDAL dan Gambaran Umum Rencana Kegiatan oleh Dra. Ria Silvia salah seorang tim Penyusun AMDAL dari PT. Terasis Erojaya sebagai pihak pelaksana. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi perkuatan Tebing dan Parapet, normalisasi di Sungai Batang Gawan seluas 1.024 m³, dan Perkuatan Tebing di Sungai Batang Gawan sepanjang 2.8 km.

Pekerjaan yang dilaksanakan di dua daerah yaitu Kabupaten Solok dan Kota Solok sepanjang ± 10 Km pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Lembang yang melalui Nagari Koto Baru Kabupaten Solok, serta delapan Kelurahan di Kota Solok, Kelurahan KTK, Aro IV Korong, Sinapa Piliang, IX Korong, Koto Panjang, Kampung Jawa, VI Suku dan Kelurahan Tanah Garam.

Konsultasi Publik ini menurut Direksi BWS Sumatera V, Bambang Adi Indra bertujuan untuk mengenali berbagai permasalahan, pandangan, tanggapan, harapan, keinginan, kekhawatiran, kebutuhan, dan sikap masyarakat terhadap rencana kegiatan yang akan dilakukan serta memberitahukan kepada masyarakat bahwa proyek pembangunan Sarana dan Prasarana Pengendalian Banjir Batang Lembang akan segera dilakukan.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan Camat, Lurah dan Wali Nagari daerah terdampak serta niniak mamak dan masyarakat pemilik lahan/tanah. Dalam diskusi tersebut masyarakat menginginkan agar Niniak Mamak lebih dilibatkan dalam proses survey awal sehingga potensi konflik dengan masyarakat dapat dicegah.

Camat Lubuk Sikarah, dalam diskusi ini mengusulkan agar adanya pertimbangan dan perlakuan khusus di titik tertentu seperti tanah yang telah tergerus, rumah gadang dan pandam perkuburan yang berada di sekitar daerah aliran sungai. Perlakuan khusus yang dimaksud seperti pengukuran ulang kembali terhadap daerah aliran sungai yang telah tergerus sehingga masyarakat yang tanahnya berada di tepi daerah aliran tidak dirugikan.

”Tidak adanya penggusuran terhadap pandam perkuburan dan Rumah Gadang yang terkena proyek pengendalian banjir. Hal ini dimaksudkan agar proses pelaksanaan tidak mendapat penolakan dari masyarakat sehingga cepat dilaksanakan,” ujar Hendri. (dh)

Tags: , , , , , , , ,