Kota Solok Berhasil Memecahkan Rekor Dunia

Solok, (MC Kota Solok) – Prosesi kegiatan dalam rangka menyambut Ulang Tahun Kota Solok ke-47 berhasil membuat kenangan yang sangat manis. Karena, Sebanyak 1.566 orang Bundo Kanduang Kota Solok berhasil memecahkan rekor dunia Museum Rekor Indonesia (MURI), Kamis 14 Desember 2017.

Piagam rekor dunia MURI tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan MURI kepada Walikota Solok H.Zul Elfian didampingi Wakil Walikota Reinier dan Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can.

Dari pagi, ribuan ibu-ibu Bundo kanduang dari segenap lapisan masyarakat lengkap dengan Baju kuruang basiba. Diatas kepala mereka tampak tertonggok nasi kunik, Katidiang hitam dan banyak bawaan lainnya.

Meskipun dibawah terik panas matahari, tak sedikitkan menyurutkan minat kaum ibu-ibu, ribuan masyarakatpun juga tak ketinggalan menyaksikan arak-arakan yang terbilang sangat akrab ditengah masyarakat. Namun kali ini hanya jumlahnya saja yang banyak.

Prosesi arak bako dimulai dari simpang Muhammadiyah Pandan dan berakhir di Simpang Denpal, tidak hanya prosesi adat kota Solok saja yang ikut meramaikan event akbar ini, namun juga kelihatan paguyuban Jawa serta Ikatan Keluarga Batak Kota Solok.

Walikota Solok H. Zul Elfian mengaku sangat senang dan bangga terkait keberhasilan kota Solok memecahkan rekor MURI, terutama bagi segenap kalangan Bundo Kanduang Kota Solok serta seluruh lapisan masyarakat yang ikut meramaikan prosesi.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan segenap lapisan masyarakat akan seni dan tradisi yang ada di Kota Solok, Kita harus bangga menjadi warga Kota Solok dan masyarakat Sumatera Barat dengan adat minangkabau yang masih kuat,” sebut Zul Elfian.

Kegiatan itu, menurut Wako, juga menjadi media mempererat tali silahturrahmi dan sinergi bagi seluruh elemen yang ada di Kota Solok, Pemerintah Daerah, DPRD, Forkompinda, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan lembaga adat.

Ketua Dekranas, Bintang Puspayoga menyambut positif pemecahan rekor MURI prosesi Aeak Bako terbanyak yang dilakukan kota Solok. Pihaknya juga sangat bangga dengan dilaunchingnya batik khas Solok dan Tenun Batang Lembang sebagai produk kerajinan kota Solok.

“Ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi Dekranas lainnya untuk terus berinovasi dalam melahirkan produk-poduk kerajinan yang memiliki nilai jual dan mampu mendorong ekonomi masyarakat,” sebut Bintang Puspayoga.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Raja Alam Mingakabau bersama permaisuri, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Wakil Walikota Solok, Ketua dan anggota DPRD Kota Solok, Segenap pimpinan OPD dan Forkompinda. (deni).