Kota Solok Gelar “Do’a Tulak Bala”

Kota Solok Gelar “Do’a Tulak Bala”

Solok, (MC Kota Solok ) – Untuk melestarikan Adat di Kota Solok kembali digelar “Doa Tulak Bala”. Kegiatan yang diawali di Masjid Lubuk Sikarah, Rabu (24/01/18 ). itu mendapat sambutan dari masyarakat setempat, selanjutnya peserta yang mayoritas kaum ibu lengkap dengan pakaian Tikuluak Basiba Kain Sarung itu long march menuju tempat prosesi sambil membawa “Paureh” yang sebelumnya disimpan di Masjid Lubuk Sikarah.

Prosesi peninggalan yang dilestarikan itu dipusatkan di Gedung P3A Banda Tangah yang dihadiri Walikota Zul Elfian, Ketua DPRD Yutris Can, Unsur Forkompinda, Kepala OPD serta Ketua LKAAM H dan Ketua Bundo Kandung Milda Murniati.

Ketua LKAAM H.Rusli Khatib Suleman dalam hantaran katanya mengatakan Adat Tulak bala ini merupakan salah satu adat dan budaya yang masih dilestarikan dari 13 (tiga belas) prosesi adat dan budaya di Kota Solok .

Sejak dahulunya prosesi ini dilaksanakan setiap musim tanam ketika padi berumur satu minggu, tujuan dilakukan do’a tulak bala yaitu agar padi terhindar dari hama tikus dan wereng, sebelum pelaksanaan tulak bala masyarakat menyediakan media untuk ritual tulak bala diantaranya membuat semacam “Paureh” yang diletakkan dimimbar Masjid Lubuak Sikarah, keesokan harinya masyarakat secara bersama-sama turun ke sawah sambil membaca tasbih dan shalawat nabi sambil membaca memutari sawah, setiap jarak 100 meter rombongan berhenti sambil berdo’a meminta kepada Yang Kuasa. Media yang dipergunakan daun galundi, yang direndam dengan air lalu dipercikan dengan menggunakan daun sikacerek, itu semua bentuk kearifan lokal di solok.

Walikota Solok Zul Elfian dalam hal ini memberi sambutan, bahwa beliau sangat berbangga karena masih terselenggaranya kegiatan “Do’a Tulak Bala” ini, karena masih terpeliharanya adat dan budaya Kota Solok, serta telah menjadikan Sawah Solok sebagai kawasan “Agro wisata” dengan telah dibangunnya “Gaduang-gaduang” (gazebo) sebagai tempat istirahat para petani sekaligus tempat pengunjung bisa menikmati keindahan hamparan Sawah Solok. Juga bertujuan untuk melestarikan adat dan budaya Kota Solok, meningkatkan hasil pertanian, serta mempromosikan Agrowisata Alam Sawah Solok.

Dengan digelarnya kegiatan ini akan dapat meningkatkan kawula muda mencintai adat serta budaya yang masih kental di daerah kita. Disamping itu perlu para pemuka masyarakat untuk mengajak anak kemenakan lebih mencintai adat dan budaya dan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman, “harap Walikota mengakhiri. (Mf)

Tags: , ,