Pelatihan Teknologi Pengolahan Jerami Bagi Peternak

Solok, (InfoPublikSolok) – Kota Solok memiliki potensi sebagai sentra peternakan, khususnya sapi potong. Kota Solok sebagai penghasil beras terkenal, menyisakan jerami dari proses pasca panen. Jika satu hektar sawah menghasilkan 12 sampai dengan 15 ton, maka Kota Solok menyisakan 28.350 ton jerami per tahun. Jumlah jerami sebanyak itu bisa menghidupi 1.295 ekor sapi. Dengan demikian, andai saat ini baru 10% jerami yang termanfaatkan maka Kota Solok berpotensi menambah populasi sapi hingga 1.165 ekor dari pemanfaatan jerami.

Sekolah Lapang Teknologi Pengolahan Pakan yang dimulai pada tanggal 14 November 2018. Pada sekolah lapang ini, peternak dibimbing mengolah jerami menjadi pakan ternak yang bernutrisi tinggi dengan fermentasi dan amoniasi. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peternak dari 4 kelompok tani sektor peternakan yaitu Poktan Elok Basamo Kelurahan Aro IV Korong, Poknak Bukik Gombak Kelurahan Tanjung Paku, Poktan Wanita Serba Usaha Kelurahan Tanah Garam dan Poktan Maju Bersama Kelurahan Kampung Jawa sebagai tuan rumah.

Sekolah lapang yang rencananya akan dilangsungkan sebanyak 3 kali pertemuan ini dibimbing oleh Dosen UMMY Solok, Rica Mega Sari, S.Pt, MP, Pada pertemuan pertama tanggal 14 November 2018 dihadiri oleh Kepala Seksi Peternakan, Taufiq Rusli, S.Pt, MM, Kepala Seksi Penerapan Teknologi, Fathoni Abdillah, S.Pt., M.Eng, Koordinator Penyuluh Kota, Nazifah, SP, Penyuluh Wilayah Kampung Jawa, Alfian, SP dan Ricky, SP. M.Si. selaku koordinator lapangan.

Sejak dumulainya sekolah lapang, para peserta sangat antusias menyimak materi yang disampaikan oleh pemandu. Rica mengatakan, banyak sisa hasil pertanian yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, jerami adalah yang paling banyak tersedia. Selain itu di Kota Solok tersedia sekitar 25 hektar kebun serai wangi. Sisa penyulingan berupa daun serai wangi juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan sapi.

“Sapi membutuhkan pakan hijauan 10% dari berat badannya. Jerami hasil fermentasi bisa dikonsumsi sapi tanpa tambahan nutrisi dari bahan pakan lain. Dengan demikian kebutuhan pakan yang mencapai 60% dari biaya produksi dapat ditekan biayanya agar usaha sapi lebih menguntungkan” Lanjut Rica.

Setelah teori disampaikan, Rica Mega Sari yang telah 11 tahun menjadi tenaga pengajar di UMMY Solok melanjutkan dengan materi dengan praktek. Praktek fermentasi dan amoniasi jerami menggunakan bahan jerami padi, urea, starbio atau M4 dan air. (fa)