Disdukcapil Terapkan Layanan 5 in 1

Disdukcapil Terapkan Layanan 5 in 1

Solok, (InfoPublikSolok) – Untuk memudahkan masyarakat memiliki dokumen kependudukan, serta memberikan kepastian layanan administrasi kependudukan, banyak inovasi layanan yang saat ini diterapkan oleh dinas Dukcapil Kota Solok. Dengan dukungan teknologi informasi dan amanat undang-undang terkait, Dinas Dukcapil Kota Solok luncurkan layanan kependudukan terintegrasi “Layanan 5 in 1” dimana beberapa dokumen dapat diterbitkan sekaligus dalam sekali pengajuan.

Layanan 5 in 1 merupakan bentuk pelayanan administrasi kependudukan yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan 5 dokumen sekaligus dalam 1 kali pengurusan. Jika sebelumnya Layanan 3 in 1 akibat adanya peristiwa kelahiran, dimana masyarakat bisa memperoleh sekaligus dokumen KK, KIA dan akta kelahiran, maka untuk layanan 5 in 1 ini merupakan perolehan 5 dokumen sekaligus atas peristiwa pencatatan perkawinan non muslim. Kelima dokumen tersebut adalah dokumen akta perkawinan, dokumen akta kelahiran dengan catatan pinggir (caping), akta pengesahan anak, Kartu Identitas Anak (KIA), dan Kartu Keluarga (KK) dengan status kawin tercatat.

Pada hari Rabu (12/9), Dinas Dukcapil Kota Solok berikan di Layanan 5 in 1 kepada pasangan baru yang melakukan pencatatan perkawinannya ke kantor Disdukcapil. Sidang pencatatan perkawinan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Dukcapil Drs. Syaiful A di ruang kepala Disdukcapil dan dihadiri beberapa orang saksi. Pasangan tersebut kemudian menerima kelima dokumen tersebut pada hari yang sama.

“Dalam pencatatan perkawinan non muslim, seharusnya pasangan yang telah menikah digereja, wajib sesegera mungkin mencatatkan perkawinannya di Dinas Dukcapil, sehingga bisa langsung memiliki akta perkawinan yang dikeluarkan oleh Dinas Dukcapil. Namun jika perkawinan baru dicatatkan beberapa waktu setelah dilaksanakan perkawinan di gereja ataupun setelah anak lahir, maka pasangan suami istri harus mengurus beberapa dokumen sekaligus dalam 1 kali pelaporan pencatatan perkawinan agar perkawinan ini tercatat secara sah dan anak yang dilahirkan juga diakui secara sah,” tutur Kadis.

Pelaksanaan sidang pencatatan perkawinan non muslim ini bertujuan untuk melegalkan status perkawinan secara hukum untuk dicatat kedalam register akta perkawinan dan diterbitkan kutipan akta perkawinannya oleh Dinas Dukcapil sebagai bukti adanya perkawinan yang sah secara hukum. Oleh karena itu, wajib bagi masyarakat non muslim yang telah menikah di gereja, untuk sesegera mungkin mencatatkan perkawinannya di Disdukcapil untuk mendapatkan dokumen berkekuatan hukum. (am)

Tags: , ,