Pembekalan “Pramuka Peduli” Kwarcab Kota Solok Hadapi Bencana Alam

Solok, (InfoPublikSolok) – Kwartir Cabang 0310 Gerakan Pramuka Kota Solok  melalui Satuan Tugas Pramuka Peduli Kota Solok menggelar Kegiatan Gladi Pramuka Peduli yang dilaksanakan selama tiga hari (21 s/d 23 September 2018) bertempat di Bumi Perkemahan Taman Pramuka, Ampang Kualo, Kota Solok.

Gladi Pramuka Peduli diikuti sebanyak 27 orang terdiri dari 19 putra dan 8 putri yang merupakan utusan Pramuka Penegak yang berpangkalan di sekolah SLTA se- Kota Solok. Para Peserta akan diberikan materi pengenalan petujuk pelaksanaan tentang Pramuka Peduli, materi teknik survival, mitigasi bencana, pengenalan gempa, penanggulangan penderita gawat darurat, teknik komunikasi radio dan teknik assessment.

“Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan yang selama ini telah banyak melakukan kegiatan bakti masyarakat (community service) dan pembangunan masyarakat (community development) sebagai wujud dari pengamalan Satya dan Darma Pramuka, terpanggil untuk bersama-sama masyarakat dan pemerintah mengembangkan upaya pengembangan sumber daya manusia, penanggulangan bencana dan pelestarian lingkungan hidup melalui program Pramuka Peduli dengan pendekatan Tri Bina, yakni Bina Diri, Bina Satuan dan Bina Masyarakat,” kata Jefri Hariyanto, Ketua Pelaksana kegiatan saat pembukaan, Jumat (21/9/2018).

Wakil Walikota Solok, Reinier, selaku Ketua Kwarcab dalam sambutan yang juga dihadiri oleh Pengurus Kwarcab, Narasumber, Kabid Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga serta Lurah Kampung Jawa,  menyampaikan bahwa Anggota Pramuka sangat perlu dibekali dengan ilmu dan pengetahuan untuk dapat melakukan kegiatan bakti di masyarakat ketika terjadi bencana alam, karena itu lanjutnya, kegiatan ini dirasakan sangat besar manfaatnya.

“Kepada adik-adik yang tergabung dalam Tim Pramuka Peduli ikutilah kegiatan ini dengan serius, sehingga anggota Pramuka Peduli dapat bertugas dengan baik nantinya dan dapat dirasakan keberadaanya di tengah-tengah masyarakat, serta saya sebagai pimpinan berharap Kepada seluruh Pelatih, Instruktur dan Narasumber kiranya dapat memberikan ilmu dan pengalaman yang terbaik untuk adik-adik kita,” harap Reinier.

Wilayah Indonesia yang rentan terhadap bencana alam memerlukan kesiapan dan kecakapan organisasi pendidikan kepanduan dalam penanggulangan bencana alam serta menjaga kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup dan kepedulian terhadapa sesama. (js)