Penyebarluasan Informasi Produk Pangan dari BPOM SUMBAR

Penyebarluasan Informasi Produk Pangan dari BPOM SUMBAR

Solok, (InfoPublikSolok) – Kecamatan Tanjung Harapan menggelar kegiatan penyebaran Informasi Produk Pangan, Bahan Berbahaya, Mikrobiologi, Terapetik Obat Tradisisonal, Kosmetik, Narkotika, Psikoterapika dan Zat Adiktif, Senin (09/04).

Acara yang bertempat di Aula Kecamatan Tanjung Harapan dibuka langsung oleh Camat Tanjung Harapan Zulkarnaini, AP, M.Si. Turut hadir Ketua TP-PKK Kecamatan Tanjung Harapan Ny. Rena Andriani Zulkarnaini, Sekretaris TP-PKK Kecamatan Tanjung Harapan Ny. Darnayetti Rusman, 35 (tiga puluh lima) orang peserta yang merupakan perwakilan kader dan masyarakat dari kelurahan pada lingkungan Kecamatan Tanjung Harapan, serta Narasumber kegiatan Dra. Helda Murni, APT, MM Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen (Serlik) dan Drs. Asrianto, APT, MM Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumatera Barat.

Zulkarnaini dalam sambutannya mengatakan melalui kegiatan ini kita semua yang hadir pada kesempatan kali ini dapat membagikan informasi kepada masyarakat tentang produk-produk apa yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya untuk kedepannya saya berharap kepada pihak terkait dapat memberikan aturan-aturan yang jelas terhadap persoalan ini kepada masyarakat, tutur Zulkarnaini.

Dalam materinya Helda Murni menjelaskan kepada peserta agar terhindar dari penyalahgunaan obat, kita harus dapat mengenal dan memahami informasi yang terdapat pada kemasan obat tersebut. Seperti tambah Helda nama obat,  Nomor Registrasi, tanda obat bebas, kandungan zat khasiat, serta nama dan alamat obat tersebut.

Lebih lanjut Kabid Serlik BPOM ini menjelaskan mengenai penggunaan obat yang salah pada masyarakat selama ini. Masyarakat biasanya menggunakan obat tiga warna (Dexamethasone, CTM, Prednisone) sebagai obat penambah nafsu makan, yang berkhasiat sebagai anti alergi. Namun masyarakat tidak menyadari efek samping yang ditimbulkan obat ini seperti keropos pada tulang dan gigi. Selanjutnya obat Batuk dextromethorphane Hbr, saat ini sering digunakan oleh remaja sebagai pengganti NARKOBA dengan cara mengkonsumsi obat ini dengan dosis tinggi, ujar Helda.

Sesi berikutnya disajikan oleh Asrianto, pada kesempatan itu beliau memaparkan  masalah penyalahgunaan bahan berbahaya dan dilarang untuk pangan atau makanan, seperti Formalin, Borax, Rhodamin, Methanyl yellow, sakarin dan siklamat. Formalin merupakan pengawet berbahaya pada makanan yang biasa digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Borax pengenyal makanan yang berbahaya, Methanyi yellow dan Rhodhamin merupakan pewarna berbahaya untuk makanan, sedangkan sakarin dan siklamat merupakan pemanis buatan makanan yang berbahaya, imbuh Asrianto.

Penyalahgunaan formalin ini biasanya digunakan untuk mie basah, tahu, ikan, dll. Sedangkan boraks disalahgunakan untuk mie basah, bakso, lontong,kerupuk, siomay, ketupat, pangsit ini digunakan agara tekstur lebih kompak( kenyal) dan memperbaiki penampakan dari makanan tsb. lanjut Asrianto. Masyarakat dapat mengganti borak dengan garam dapur 40-60 mg, STPP 0,2 -2 gr, kalium karbonat 2-3,5 gr, CMC 3-10 gr dan Air hingga 1 liter.

Pada akhir sesi kedua narasumber menekankan bagi peserta yang mengikuti pertemuan ini dapat menyampaikan informasi yang terkait Produk Pangan, Bahan Berbahaya, Mikrobiologi, Terapetik Obat Tradisisonal, Kosmetik, Narkotika, Psikoterapika dan Zat Adiktif  ini kepada masyarakat baik dalam kelompok masyarakat, organisasi yang ada, Posyandu, dan PKK. (el).

Tags: , , , , , , , , , , ,