Penyuluh Pertanian Kota Solok studi banding ke BB Padi Jawa Barat

Studi-banding-ke-BB-padi

Studi-banding-ke-BB-padi

SOLOK, – Penyuluh Pertanian pada Dinas Pertanian perikanan Kehutanan Kota Solok melakukan studi banding ke Balai besar penelitian tanaman padi Jawa Barat untuk memperdalam ilmu tentang teknologi tentang budidaya tanaman padi dari berbagai teknologi.

Studi banding tenaga fungsional sub sektor tanaman pangan itu dilaksanakan menyusul adanya program pemerintah pusat dalam upaya meningkatkan produksi padi sehingga Indonesia tidak lagi mengimpor beras. Rombongan sebanyak 9 orang itu dipimpin kepala bidang penyuluhan Si Is, SP.

Keberangkatan selama 5 hari dari tanggal 16 sampai 20 Desember itu merupakan gelombang ke II, karena gelombang I sudah berangkat bulan Juni lalu dengan sasaran balai penelitian tanaman sayuran di Rembang Bandung.

Kepala bidang penyuluhan Si Is ” mengatakan, tujuan studi banding tenaga fungsional itu selain menambah ilmu disektor tanaman pangan hortikultura juga merupakan reword baginya karena pada musim tanam Pebruari-Mei lalu, Kota Solok berhasil meningkatkan produksi padi 20 % melalui teknologi jajar legowo. Atas keberhasilan itu Kota Solok mendapat penghargaan dari Kementerian Pertanian yang diserahkan pada hari pangan sedunia di Kota Padang.

Melalui studi banding itu, penyuluh pertanian di Kota Solok bisa lebih memahami tentang budidaya tanaman padi dan temuan-temuan lainnya dalam meningkatkan produksi padi di Kota Solok, pada balai besar tanaman padi itu bermacam perlakuan sudah dilaksanakan yang hasilnya sangat memuaskan.

Perlakuan itu selain pada benih, cara tanam dan jarak tanam, juga menggunakan caplak untuk mengatur jarak tanam, melalui caplak itu (alat untuk menggaris) petani lebih mudah dalam mengatur jarak tanam, cara tanam tanpa harus memakai tali rafia. Caplak sudah bisa mengatur jarak dalam barisan dan jarak antar barisan sehingga pertanaman padi terlihat lebih rapi.

Selain mengunjungi balai besar tanaman padi, rombongan berjumlah 9 orang (tim II) itu juga mengunjungi Balai Penyuluh Pertanian (BPP) model yang sudah maju di Jawa Barat. Bagaaimana mengelola balai dan pengalokasian anggaran dipelajari di BPP yang dikunjungi. (Alfian)

%d blogger menyukai ini: