Pesta Pramuka Siaga Kwarcab Kota Solok Tahun 2018

Pesta Pramuka Siaga Kwarcab Kota Solok Tahun 2018

Solok, (InfoPublikSolok) – Sebanyak 840 orang Pramuka Siaga utusan Gugusdepan (Gudep) yang berpangkalan di SD/MI se-Kota Solok berpatisipasi dalam kegiatan Pesta Siaga Kwarcab Kota Solok tahun 2018 di Bumi Perkemahan Taman Pramuka Ampang Kualo Kota Solok, Minggu (12/8/2018).

Pesta Siaga merupakan kegiatan bagi anggota Pramuka Siaga usia 7 sampai 10 tahun berupa pertemuan besar dengan melakukan berbagai aktifitas yang bersifat kreatif, produktif, edukatif, inovatif dan rekreasi dalam bentuk perkemahan satu hari, dalam kesempatan ini, kegiatan Pesta Siaga di buka langsung oleh Ketua Kwartir Cabang Kota Solok Kak Reinier, ST. MM.

Materi-materi Pesta Siaga tahun ini terdiri dari kegiatan ketangkasan, kerjasama dan keterampilan seperti giat keagamaan dengan menyambung ayat-ayat pendek, giat seni dengan menyusun puzzle, outbond memindahkan air dan buldozer, serta giat Kepramukaan tentang PBB dasar.

Bagi sekolah yang pesertanya banyak mengumpulkan poin akan mendapat reward yang akan diumumkan pada Apel Besar Hari Pramuka ke 57 tahun yang akan dilaksanakan pada hari selasa 14 Agustus 2018 di Lapangan Merdeka Kota Solok.

Kegiatan Pesta Siaga yang diketuai oleh Kak Fauzi, MT dalam laporannya kegiatan Pesta Siaga bertujuan memberikan dorongan terhadap latihan Pramuka Golongan Siaga di Pangkalan Gugusdepan masing-masing, membuka hubungan untuk mengadakan integrasi antara sesama anggota Pramuka, mengadakan pertukaran pengalaman, pengetahuan dan kecakapan serta membuat penilaian dari kegiatan dan kecakapan yang dicapai.

Dalam sambutan Kak Reinier berpesan kepada para Pembina Pendamping untuk selalu membina anak-anak kita karena mereka merupakan calon bibit-bibit muda dalam pembangunan.

“Pendidikan sekolah, sebagai pendidikan utama merupakan sebuah proses yang terencana dan berlaku universal bagi semua anak. Namum kita menyadari, bahwa kompetensi setiap anak pasti berbeda, setiap anak memiliki bakat dan minat yang berbeda pula. Sehingga untuk mendukung pendidikan formal di sekolah, kita mesti merangsang pola pikir dan kompetensi tersebut untuk muncul secara individu,” ujar Kak Reiner. (js)

Tags: , , , ,