Petani PPA Semangat Belajar Hidroponik

Petani PPA Semangat Belajar Hidroponik

Solok, (InfoPublikSolok) – “Bertani tidak harus memerlukan lahan,” ujar Ir. Farida Artati, Peneliti Muda dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat pada acara Kursus Tani dihadapan Kelompok Tani Harapan Bangsa Kelurahan PPA (8/11) bertempat di Surau Pandan.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kota Solok, Ir. Zeldi Efiza. Hadir dalam pembukaan dan turut mendampingi Kepala Seksi Penerapan Teknologi Fathoni Abdillah, S.Pt, M.Eng, Kepala Tata Usaha Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tanjung Harapan Ramadanus, S.Pt, M.Si. Koordinator Penyuluh Kecamatan Tanjung Harapan Siska Nofita, SP, M.Si, serta jajaran Dinas Pertanian Kota Solok lainnya Ricky, SP, M.Si dan Syafril.

Dalam sambutannya, Zeldi Efiza menyatakan bahwa Kelompok tani Harapan Bangsa selain mempunyai sawah sekitar 10 Ha, kelompok ini tidak mempunyai lahan selain lahan sekitar rumah tinggal. Untuk itu lanjut Kabid Penyuluhan, anggota kelompok tani ingin memanfaatkan lahan sekitar rumah tinggalnya yang sempit untuk berusaha tani.

“Hari ini Ibu-ibu sengaja dibekali bagaimana berusaha tani hidroponik, untuk itu ikuti kursus tani ini dengan baik dan sampai selesai harap Zeldi. Jika ada yang
kurang paham langsung tanyakan kepada narasumber,” tutup Kepala Bidang Penyuluhan mengakhiri sambutannya.

Sementara itu Narasumber Farida Artati dalam materinya menyampaikan, untuk memenuhi kebutuhan sayuran yang aman dan sehat kita bisa mengusahakan sendiri. Dengan bertani sendiri kita bisa menjaga tanaman kita dari bahan an organik dan pestisida.

Hambatan lahan bagi yang tinggal di perumahan atau rumah petak dapat diatasi dengan Teknologi Budidaya Hidroponik, suatu teknologi bertani tanpa tanah tambah Farida.

Salah satu peneliti senior BPTP itu melanjutkan jika berbagai macam tanaman dapat dibudidayakan secara hidroponik, misalnya Kangkung, Bayam dan Selada. Bagi petani hidroponik yang maju biasanya menggunakan paralon besar sebagai tempat aliran air dan rockwool sebagai media tanamnya. Namun untuk hidrponik sederhana, alat dan bahannya bisa diusahakan dari barang yang tersedia di sekitar kita, seperti botol plastik bekas sebagai tempat airnya dan kain flanel, arang sekam atau serbuk gergaji sebagai media tanamnya. Pupuknya pun bisa menggunakan bahan yang ada di sekitar kita.

Selain menyampaikan materi dan memandu praktek membuat hidroponik sederhana kepada 25 petani perempuan, narasumber juga membawa peraga berupa rangkaian hidroponik dari paralon lengkap dengan tanamannya. (fa)

Tags: , , ,