Petugas Puskesmas Dibekali Materi Bencana dan Krisis Kesehatan

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan menyelenggarakan rapat koordinasi bencana dan krisis kesehatan bagi petugas kesehatan di aula Dinkes Kota Solok, Rabu (03/9). Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok yang diwakili oleh Kabid Kesmas dan P2P, dr. Pepy Ledy Soffiany dan Kasi P2P  Hj. Dice Farida beserta staf. Narasumber yang dihadirkan pada acara ini berasal dari BPBD Kota Solok dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Sebanyak 40 orang peserta yang terdiri dari petugas Puskesmas se- Kota Solok dilibatkan pada kegiatan ini.

Pada pembukaan dr. Pepy Ledy Soffiany menjelaskan bahwa, “Bencana merupakan suatu peristiwa yang dapat mengancam kehidupan masyarakat baik secara luas maupun skala kecil. Akibat bencana tatanan kehidupan masyarakat bisa terganggu dan berbagai aspek kehidupan terancam, termasuk aspek kesehatan masyarakat. Apabila kesehatan masyarakat terganggu akan berdampak pada penurunan bahkan terhenti produktivitas kehidupan. Penanggulangan kesehatan masyarakat akibat bencana, dan bencana itu sendiri secara umum, harus ditangani dengan pendekatan yang berkesinambungan dan komprehensif,”ujarnya.

“Tujuan dari acara ini yaitu mensosialisasikan kebijakan pembangunan Bidang Kesehatan yang berkaitan dengan bencana dan krisis kesehatan di Kota Solok bagi lintas program, memberikan gambaran koordinasi dalam rangka pelaksanaan program dan kegiatan penanggulangan bencana tahun 2018, dapat mensingkronisasikan serta bersinergi dengan program kebencanaan di Kota Solok pada lintas program dan koordinasi dalam rangka peningkatan kualitas penyelenggaraan penanggulangan bencana untuk wilayah Kota Solok pada tiap-tiap kluster yang ada di Dinas Kesehatan,” tambah dr. Pepy

Dalam pemaparan materi pertama dari BPBD Kota Solok, Agus Susanto, SH yang mengupas bagaimana potensi bencana gempa bumi patahan di Sumatera, mitigasi dan kesiapsiagaannya. Kemudian bagaimana langkah mitigasi yang perlu dilakukan terutama oleh Pemerintah dalam hal ini BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan serta stakeholder.

Selanjutnya  dr. H. Yanrafiq menjelaskan, tentang kesiapan diri, kesehatan, keamanan dan keselamatan diri.  Bagaimana manajemen tanggap darurat bencana yaitu manajemen umum dan manajemen bencana serta  kedaruratan yakni masalah pokok manajemen kedaruratan, konsep tentang operasi, aspek-aspek teknis sektoral dan kegiatan tanggap darurat. Pelatihan manajemen kedaruratan dan kontinjensi yakni tanggap darurat, sistem komando tanggap darurat bencana, komando tanggap darurat bencana, komando tanggap darurat bencana. fasilitas komando, tanggap darurat bencana. tim reaksi cepat. Mekanisme Penanganan Bencana. Kebijakan penanggulangan bencana di Propinsi Sumatera Barat.

Andi Kurniawan menambahkan tentang sistem informasi kebencanaan. “Bahwa dalam penanggulangan bencana, pertolongan pertama yakni Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera/ kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar. Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam atau awam terlatih secara khusus. Batasannya adalah sesuai dengan sertifikat yang dimiliki oleh Pelaku Pertolongan Pertama. Siapa Pelaku Pertolongan Pertama yakni Orang yang pertama kali tiba di tempat kejadian  dan yang sudah terlatihTujuan  yakni selamatkan jiwa korban, cegah cacat, berikan rasa nyaman untuk menunjang proses penyembuhan, kualifikasi pelaku pertolongan pertama,” harap Pegawai BPBD Kota Solok ini.

“Dengan diadakannya acara ini pada petugas kesehatan nantinya dapat mengetahui dan berperan aktif tentang kesiapan pada penanggulangan bencana apabila di Kota Solok nantinya terjadi bencana serta meningkatkan kualitas petugas kesehatan pada penyelenggaraan penanggulangan bencana untuk tiap-tiap klaster yang ada di Dinas Kesehatan,” harapnya. (ig)