Sistem Mina Padi Sawah Solok Terus Dikembangkan

Sistem Mina Padi Sawah Solok Terus Dikembangkan

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Pertanian Kota Solok bersama Tim dari Balai Besar Perikanan Air Tawar Jambi melakukan pembahasan terhadap program Mina Padi di Sawah Solok di Pondok Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Banda Tangah Sawah Solok, Jumat (3/8).

Pembahasan tersebut dari Balai Besar Perikanan Air Tawar Jambi dihadiri oleh Suratno dan Taufik, Kasi Perikanan Dinas Pertanian Kota Solok Riri Kurniawan dan Koodinator Balai Penyuluhan Kecamatan Lubuk Sikarah, H. Rahmad Yendi.

Dinas Pertanian Kota Solok kembangkan program Mina Padi yang merupakan pola penggabungan tanam padi dengan berternak ikan, program tersebut memberikan dampak yang positif bagi peningkatan perekonomian petani. Melalui mina padi, produktifitas sawah diyakini akan meningkatkan produksi ikan secara organik dan ramah lingkungan, baik dari padi yang dihasilkan maupun hasil panen dari ikan.

Rahmad menjelaskan program Mina Padi bertujuan mengoptimalkan penggunaan lahan sawah dengan menambah komoditi lain seperti ikan tanpa mengurangi produksi padi.

“Dengan sistem mina padi justru hasil padi meningkat karena  mengurangi biaya tetap seperti pemupukan dan penyiangan serta hasil meningkat pendapatan bertambah karena ada ikan di sawah. Selain penghematan pupuk, penggunaan pestisida juga tidak ada dan menghasilkan padi organik yang lebih sehat,” jelasnya.

Suratno menjelaskan, persyaratan perairan di sawah untuk Mina Padi umumnya sama dengan syarat perairan untuk memelihara ikan Nila. Namun, karena ketinggian air pada penanaman padi hanya 20-30 cm, perlu dibuat beberapa selokan ditengah sawah, seperti kamalir untuk tempat hidup ikan Nila. Selokan atau kamalir sebaiknya dibuat dengan ukuran lebar 20-40 cm dan kedalaman minimum 20 cm. Panjang kamalir biasanya mengikuti panjang sawah. Dalam satu petak sawah seluas 1.000 m2 bisa dibuat 2-3 buah kamalir.

“Pengolahan lahan untuk Mina Padi mengikuti pola pengolahan lahan untuk padi tanpa penggunaan pestisida. Hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan pengolahan lahan adalah menjaga pematang serta saluran masuk dan keluarnya air agar tidak ada ikan lain yang masuk atau ikan Nila lolos dan keluar dari sawah,” jelas Suratno.

Lanjutnya, penebaran sebaiknya dilakukan 2-4 minggu sebelum padi ditanam sehingga umur ikan saat panen lebih lama dari umur padi. Populasi atau padat tebar ikan nila dalam sistem mina padi biasanya 1 ekor/m2. Sebelum benih ditebar, sawah perlu digenangi air minimum satu minggu. Cara penebaran benih dilakukan di dalam kamalir.

Dengan sistem mina padi sawah tidak hanya menghasilkan tanaman, namun bisa di manfaatkan untuk ikan nila, bisa panen dua macam hasil budidaya. (wy)

Tags: , , ,