Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Di Lingkungan Sekolah

Sosialisasi Pencegahan  Kekerasan Terhadap Anak Di Lingkungan Sekolah

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas PPPA Kota Solok melaksanakan  Sosialisasi Pencegahan Kekerasan  Terhadap  Anak di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rabu (11/7).

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang didampingi oleh Kepala Bidang dan jajarannya, serta diikuti oleh Kepala Sekolah TK, SD dan SMP se-Kota Solok yang berjumlah 80 orang peserta.

Narasumber sosialisasi dari Jogja Consultant Cabang Padang Neni Andriani, M.Psi, Psikolog, CHt, M.NLP dan Nelwetis,SKM,MPH Kepala seksi Pengasuhan Alternatif Pendidikan Kesehatan dan Kesejahteraan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumbar.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepala sekolah/guru tentang kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, sehingga kasus kekerasan tersebut bisa dicegah.

Dalam sambutannya Kepala Dinas PPPA Kota Solok Bapak Delfianto, S.Sos menyampaikan dengan adanya acara sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta tetang pencegahan dan kekerasan terhadap anak, khususnya dilingkungan sekolah.

Neni Andriani memberikan materi Pencegahan dan Kekerasan terhadap anak, khususnya dilingkungan sekolah di sekolah ramah anak  dan pencegahan  serta penanganan psikologis anak korban kekerasan di lingkungan sekolah.

“Secara umum kekerasan dalam lingkungan pendidikan adalah guru, teman sekelas dan lain kelas yang menjewer anak ditemukan fakta 31,8 % (guru menjewer anak) penyebabnya karena guru lebih banyak mengajar daripada mendidik dan guru belum memahami UU perlindungan Anak, sementara siswa yang mencubit anak 49.1% siswa melakukan karena antar lain dipicu permasalahan yg dibawa dari rumah dan  dampak pshikologis kekerasan seperti shock, anger ( rasa marah hingga menyalahkan diri), trumatiic dan gangguan stress”, ungkap Neni.

“Segala bentuk kekerasan yang dilakukan guru maupun siswa harus ada sanksinya dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan sesuai dengan Permendikbud Nomor 82 tahun 2015”, tegas Neni mengakhiri. (as).

Tags: , , , , , ,