Bus Sekolah, Usaha Pemko Solok Turunkan Angka Lakalantas Pelajar

Bus Sekolah, Usaha Pemko Solok mengurangi angka lakalantas pelajar
Bus Sekolah, Usaha Pemko Solok mengurangi angka lakalantas pelajar

Tingginya angka kecelakaan dan pelanggaran aturan saat berkendara di jalan umum bagi kalangan pelajar, Pemerintah Kota (Pemko) Solok mencoba membuka mata. Diakui, aturan memang belum membolehkan para pelajar yang masih berada pada usia di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Namun pada kenyataannya, dengan dalih suatu kebutuhan dan menghemat biaya transportasi, para orang tua lebih merelakan anaknya berangkat ke sekolah dengan kendaraan bermotor meski mereka belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Bahkan selain tidak mengindahkan aturan yang berlaku saat berkendaraan di jalan raya, banyak kalangan pelajar yang berboncengan lebih dari 2 orang.

Didasarkan kepada data yang ada, tingkat kecelakaan yang terjadi di jalan raya dinominasi oleh kalangan pelajar. Melihat kondisi tersebut, Pemko Solok melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solok memberikan solusi atas persoalan yang delematis itu. Salah satu upaya yang telah diambil, Pemko Solok memberikan layanan transportasi bagi kalangan pelajar di Kota Solok melalui pelayanan bus sekolah. Menurut ka. Dishubkominfo Kota Solok Eva Nasri, saat ditemui Senin (10/08), layanan bus sekolah memang telah dioperasikan untuk layanan rute terbatas. Untuk saat ini, lanjut Eva Nasriā€Ž, layanan bus sekolah bagi para pelajar baru diterapkan bagi pelajar yang sekolahnya tidak terlayani jasa transportasi umum karena tidak adanya angkutan umum yang melewati sekolah mereka.

“Karena tidak adanya rute angkutan umum melewati sekolah mereka, para pelajar terpaksa membawa kendaraan roda dua, hanya sebagian kecil yang menggunakan jasa transportasi ojek yang membuat pelajar harus mengeluarkan ongkos lebih besar. Untuk membantu para pelajar dimana sekolah mereka tidak dilewati jasa angkutan umum, maka pada rute tertentu dioperasikan bus sekolah sebagai salah satu solusinya,” jelas Eva Nasri.

Dan melihat kondisi yang lebih luas, agar para pelajar di Kota Solok tidak lagi menggunakan kendaraan untuk berangkat dan pulang sekolah, Pemko Solok berencana mengembangkan pelayanan bus sekolah sebagai alat transportasi bagi para pelajar untuk ke sekolah. Dengan pemikiran tersebut, diharapkan tingkat kecelakaan dan pelanggaran di jalan raya bagi kalangan pelajar dapat ditekan. Dan satu persoalan di jalan raya yang selama ini menjadi keluhan dan perhatian bagi masyarakat dapat terselesaikan.

Sebagai upaya pembinaan maupun sosialisasi peraturan berkendaraan di jalan umum, terang Eva Nasri, para pelajar sering dilibatkan secara langsung sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. Membagikan helm gratis hingga menjadikan para pelajar yang telah ber-SIM sebagai pionir untuk menciptakan budaya tertib di jalan raya di tengah-tengah masyarakat juga telah dilakukan.

Upaya Pemko Solok memberikan layanan jasa bus sekolah bagi para pelajar, diharapkan para pelajar tidak menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi ke sekolah. Namun demikian Eva Nasri mengungkapkan, untuk mewujudkan rencana tersebut membutuhkan armada bus yang memadai. (viko).

Pelajar Sekolah Menengah Makin Minati Bus Sekolah Perhubungan

Sejumlah Siswa-siswi SMA dan SMK di Kota Solok menaiki Bus Sekolah Perhubungan
Sejumlah Siswa-siswi SMA dan SMK di Kota Solok menaiki Bus Sekolah Perhubungan

Solok (MC Kota Solok) – Pelajar sekolah menengah di Kota Solok makin minati bus sekolah perhubungan yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Hal ini terlihat dari semenjak pagi hari pukul 06.30 WIB di sekitaran Ruang Terbuka Hijau atau yang dikenal dengan sebutan Taman Kota Solok, para pelajar telah ramai menunggu kedatangan bus sekolah, Selasa (11/08).

Vira Juanda Putri, pelajar SMA Negeri 4 Kota Solok, mengaku sangat nyaman dengan adanya bus sekolah ini. Vira bersama temannya, Rika, telah menggunakan bus sekolah semenjak kelas X semester 2. Dua sekawan yang telah duduk di kelas XI ini menyatakan bahwa bus sekolah selalu datang tepat waktu sekitar pukul 07.05 WIB dari hari Senin sampai dengan Jum’at dan siswa tak pernah telat sampai di sekolah. Lebih lanjut Vira menyampaikan bahwa ia dan kawan-kawannya dapat berhemat sebesar Rp 6.000,- setiap harinya bila dibandingkan dengan sebelumnya saat menggunakan kendaraan umum.

Dua siswa SMA/SMK mengejar naik bus sekolah di depan Ruang Terbuka Hijau Kota Solok
Dua siswi SMA/SMK mengejar naik bus sekolah di depan Ruang Terbuka Hijau Kota Solok

Anggi Yulfadri, siswa kelas X pada sekolah yang sama, SMA N 4 Kota Solok, mengaku bahwa selalu menunggu bus sekolah mulai pukul 06.30 WIB setiap harinya. Jam masuk sekolah pukul 07.30 WIB dan ia tak pernah terlambat datang ke sokolah dengan menggunakan bus sekolah ini. “Setiap Senin pagi upacara dan setiap Jum’at pagi berbaris kultum, alhamdulillah bus selalu datang tepat waktu dan tak pernah telat baris berbaris pagi hari”, ujar Anggi.

Bus Sekolah yang merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan Tahun 2012 ini dioperasionalkan setiap harinya oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Solok. Dengan keteraturan jadwal operasional bus sekolah ini, pelajar yang bersekolah di Ampang Kualo dan Laing, sekitar 5 km atau lebih dari pusat Kota, tempat para pelajar berdomisili, terlayani setiap paginya untuk berangkat ke sekolah masing-masing. (dhani).