Jalan Cepat Putri Kembali Sumbang Emas Untuk Kota Solok

Padang Pariaman – Disaksikan langsung oleh Ketua Harian KONI Kota Solok Nofrizal, SE serta Pelatih Atletik kontingen Kota Solok, Anwar, S.Pd, M.Mpd di Lapangan Pacu Kuda Duku Banyak, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (27/11/2018) pagi, Atletik kembali menyumbang 1 medali emas dan 2 perunggu bagi Kontingen Kota Solok pada hari kesepuluh gelaran Porprov XV di Kabupaten Padang Pariaman.

Medali emas diraih Anjelina Eka Putri nomor 20 km Jalan Cepat Putri. Bagi Anjelina Eka Putri ini merupakan emas kedua yang diraihnya, perak diraih oleh Ramayani dari Kabupaten Pasaman dan perunggu didapat oleh Anjelina Dwi Putri dari Kota Solok. Anjelina Eka Putri dan Anjelina Dwi Putri merupakan atlet kembar yang dimiliki oleh Kota Solok di nomor Jalan Cepat 20 km Putri.

Sementara itu, Govine Rahma Putra menyumbang medali Perunggu pada nomor Jalan Cepat nomor 20 km Putra bagi kontingen Kota Solok. Pada nomor yang diikuti oleh Govine Rahma Putra Jalan Cepat nomor 20 km Putra. Medali emas diraih oleh Afdal dari Kota Padang dan Perak diraih oleh Yandra dari Kabupaten 50 Kota.

Anjelina Eka Putri, Anjelina Dwi Putri dan Govine Rahma Putra merupakan atlet sentra olahraga kelompok umur binaan Dispora Kota Solok.

Sehari sebelumnya Senin (26/11/2018) kontingen Kota Solok berhasil menambah pundi-pundi emasnya yang kembali disumbangkan oleh atlet dari cabang atletik dengan perolehan 1 emas diraih oleh Anjelina Eka Putri nomor 10 km Jalan Cepat Putri serta 3 medali perak melalui Anjelina Dwi Putri (10 km Jalan Cepat Putri), Govine Rahma Putra (Jalan Cepat nomor 10 km putra) dan Tim Estafet Putri nomor 4 x 400 m.

“Bagi Anjelina Eka Putri ini merupakan emas kedua yang diraihnya di nomor 20 km, setelah sebelumnya meraih emas 10 km Jalan Cepat Putri. Kemudian saudari kembarnya kembali menyumbang 1 perak dan 1 perunggu di nomor yang sama. Bahkan yang membanggakan pada nomor 10 km Jalan Cepat Putri juara 1 dan 2 dikuasai oleh kota Solok,” kata Pelatih Atletik kontingen kota Solok, Anwar, S.Pd, M.Mpd.

“Kita patut bersyukur perkembangan mereka pesat sekali. Ini modal bagus bagi Kota Solok karena mereka yang menyumbang medali ini merupakan atlet yang pontensial bahkan dari segi umur masih sangat muda,” sambungnya.

Dengan hasil ini, kontingen atletik Kota Solok sementara telah mendapatkan 6 emas melalui Rahmad Indra, Diva Rahmidilsiana, Ilham Aprigitano (2 emas), Anjelina Eka Putri (2 emas). serta 5 perak dari Rudi Febriade (2 perak), Anjelina Dwi Putri, Govine Rahma Putra dan Tim estafet putri nomor 4 x 400  serta 2 medali perunggu torehan Anjelina Dwi Putri dan Govine Rahma Putra. (ep)

Dinas Kesehatan Tingkatkan Kapasitas Kader/TOMA se-Kota Solok Tentang Ibu Hamil Resti

Solok (MC Kota Solok) – Dinas Kesehatan Kota Solok menyelenggarakan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Kader/TOMA (Tokoh Masyarakat) se-Kota Solok Tentang Ibu Hamil Resti (Resiko tinggi), di Aula Dinas Kesehatan setempat, Kamis (28/9). Acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid Kesmas dan P2P) dr. Peppy Ledy Soffiany dihadiri oleh Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kasi Kesga dan Gizi) dan 100 orang Kader/Toma. Narasumber pertemuan ini adalah Asfri yenni, S.Si.T dan Neneng Susanti, SKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. Sedangkan sebagai Narasumber Ahli dari RSUD Solok yaitu dr. Helwi Novira, Sp.OG(K).

Kabid Kesmas dan P2P dr. Peppy Ledy Soffiany dalam sambutannya mengatakan, bahwa Kehamilan yang memiliki resiko/bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun persalinan bila dibandingkan dengan ibu hamil normal. Dari berbagai faktor yang sering kali menjadi suatu penyebab utama resiko tinggi adalah usia ibu hamil yang terlalu muda/tua saat hamil dan memiliki riwayat kelainan saat melakukan persalinan atau pada masa kehamilan. Pada masa kehamilan yang berhubungan dengan ibu hamil resti tidak hanya berdampak buruk pada sang ibu saja akan tetapi juga berdampak buruk bagi si calon bayi yang dikandungnya ujar dr. Peppy.
Pada kesempatan ini dr. Peppy juga mensosialisasikan tentang Jampersal (Jaminan Persalinan). Jampersal ini dapat diberikan pada masyarakat jika memenuhi persyaratan sebagai berikut : (1) berasal dari keluarga yang tidak mampu, (2) Tidak mempunyai Jaminan Kesehatan sama sekali, dan (3) Memiliki KTP dan KK Kota Solok.

Materi yang disampaikan oleh Narasumber pertama Asfri Yenni, S.Si.T adalah tentang P4K ( Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi). Neneng Susanti, SKM selaku narasumber kedua menjelaskan tentang Peningkatan Pemberdayaan Kader dalam Pelaksanaan Kelas Ibu. Kelas ibu yang maksud disini adalah Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita. Sementara itu narasumber Ahli dr. Helwi Novira, Sp.OG(K) menjelaskan tentang Ibu Hamil Resti. (JTY)

Kelurahan Nan Balimo Gelar Musyawarah Kelurahan

Solok, (MC Kota Solok) – Kelurahan Nan Balimo laksanakan Musyawarah Kelurahan dalam rangka penetapan calon penerima Beras Sejahtera (Rastra) secara kekeluargaan, Kamis (18/05/2017). Kegiatan ini dilaksanakan di ruangan Lurah Nan Balimo dengan kondisi santai, kekeluargaan namun serius dalam pembahasan. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Lurah Nan Balimo Edisadarma Putra tersebut dihadiri oleh Ketua RW dan RT se-Kelurahan Nan Balimo dan Tokoh Masyarakat Kelurahan Nan Balimo.

Dalam arahannya Lurah Nan Balimo menyampaikan bahwa pada tahun ini, jumlah penerima Rastra yang pada tahun sebelumnya dinamakan dengan Raskin ini berkurang dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2016 jumlah penerima Raskin di Kelurahan Nan Balimo sebanyak 259 Kepala Keluarga (KK), namun pada tahun 2017 ini ada pengurangan sebanyak 25 KK yaitu menjadi 234 KK. Maka perlu dimusyawarahkan dan didata kembali siapa yang berhak menerimanya.

Data penerima Rastra ini diperoleh dari Dinas Sosial Kota Solok, Ketua RW dan Ketua RT sebagai perpanjangan tangan dari kelurahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat serta dipilih langsung oleh masyarakat maka merekalah yang paling mengetahui kondisi masyarakat, maka usulan dan pendataan masyarakat yang berhak menerima Rastra ini dilaksanakan langsung oleh seluruh Ketua RT dan berkoordinasi dengan Ketua RW masing-masing di wilayah kerja masing-masing.

Saat ditemui MC setelah kegiatan berlangsung Lurah Nan Balimo Edisadarma Putra menyampaikan bahwa ini merupakan pekerjaan yang sangat mendesak serta perlu diselesaikan secepatnya. Jangan sampai warga yang tidak berhak yang menerima beras rastra ini, makanya perlu dilakukan musyawarah dan pendataan ini, ungkap Edisadarma mengakhiri. (RH)