Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan

Solok, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM membuka kegiatan Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan Kejuangan dan Keperintisan di Kota Solok, bertempat di Aula Bappeda Kota Solok, Kamis (29/11).

Turut hadir pada kesempatan itu, Kasdim 0309/ Solok Mayor Inf Supadi, Kepala Dinas Sosial Kota Solok Rosavella YD, legiun veteran Kota Solok dan ratusan masyarakat serta pelajar di Kota Solok.

Reinier dalam sambutannya mengatakan, “Sarasehan penanaman nilai-nilai kepahlawanan kejuangan Keperintisan adalah sebagai pembekalan terhadap generasi muda dengan cara mengenalkan lebih dalam akan sejarah perjuangan bangsa, yang sarat dengan suri tauladan dari para pahlawannya.

Dengan adanya sarasehan ini, diharapkan juga akan tertanam nilai-nilai keperintisan kejuangan kepahlawanan, serta merupakan salah satu upaya agar nilai-nilai kepahlawanan dapat dipahami dan dihayati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan sarasehan juga membuat kita akan senantiasa teringat dengan peristiwa heroik pada tanggal 10 November 1945, di mana seluruh elemen bangsa saat itu dengan semangat nasionalisme yang tinggi, berjuang mempertahankan kehormatan bangsa. Pengorbanan Jiwa raga dan harta benda yang telah dipersembahkan oleh semua golongan dan lapisan masyarakat bagi keinginan tertinggi suatu bangsa yaitu kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, pengorbanan para pahlawan kita tersebut sebaiknya senantiasa dihargai dan dikenang selama-lamanya, karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa jasa pahlawannya. Untuk mengenang jasa-jasa pahlawan tersebut, tidak hanya dikenal saja tapi harus dapat melanjutkan perjuangan nya dengan mengimplementasikan dan berdaya guna dalam mengatasi berbagai masalah bangsa seperti, kemiskinan, pengangguran keterlantaran, ketunaan sosial, korban bencana dan masalah-masalah sosial lainnya.

Tantangan besar para pahlawan di zaman dahulu yakni membebaskan bangsa dari penjajahan, namun saat ini tantangan yang dihadapi generasi penerus adalah membebaskan rakyat dari kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, serta belenggu lain yang menghambat perkembangan serta kemajuan bangsa.

“Generasi saat ini tujuannya adalah membangun kembali Indonesia yang bermartabat, maju dan sejahtera di atas landasan keadilan dan demokrasi,” sebut Reinier.

Untuk itu, dibutuhkan kemauan kuat serta partisipasi seluruh komponen termasuk Pemuda sehingga bangsa ini dapat lebih mandiri. Sarasehan penanaman nilai-nilai kepahlawanan perjuangan dan keperintisan ini merupakan salah satu bentuk komunikasi secara langsung melalui suatu forum pertemuan antara generasi pelaku pejuang dengan generasi sekarang. (dn)

Meriahkan HAB Ke-73, Kemenag Kota Solok Gelar Porseni

Solok, (InfoPublikSolok) – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Ke-73, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok  gelar aneka rangkaian kegiatan salah satunya  dalam bentuk  Pekan Olahraga dan Seni (Porseni),  yang dibuka  langsung oleh Kepala Kankemenag  Kota Solok Drs. H. Burhanuddin Chatib yang bertempat di Halaman MAN Kota Solok,  Rabu (30/11).

Kakankemenag yang didampingi oleh  Kasubag Tata Usaha Samsidir dan Wakil Ketua Panitia Pelaksana HAB Kemenag Ke 73 H. Emil Isra. Kegiatan ini dihadiri  oleh  tenaga pendidik dan siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik Negeri dan maupun Swasta se Kota Solok.

Kepala Kemenag  Burhanuddin Chatib, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya untuk memperingati hari Amal Bakti Kemenag. Porseni itu diawali kegiatan dengan pelaksanan Lomba Tennis Meja  dilanjutkan dengan berbagai pertandingan dan lomba seni yang bernuansa Islam.

“Lomba ini melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan keluarga besar Kemenag. Pelaksanaan kegiatan ini disesuaikan dengan kemampuan masing-masing satuan kerja dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip kesederhanaan dan kekeluargaan,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin  memberikan apresiasi, kepada ASN Kemenag Kota Solok yang telah  melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut Hari Amal Bakti ke-73.

“Alhamdulillah, sangat luar biasa respon bagi tenaga pendidik dan siswa dalam mengikuti kegiatan ini, kegiatan ini merupakan dalam momentum peringatan Hari Amal Bakti Ke-73,” ujarnya. (hd).

Wawako Lepas Keberangkatan Relawan ke Palu

Solok, (InfoPublikSolok) – Para relawan yang tergabung dalam Forum Kemanusiaan Pemuda Kota Solok tersebut akan berangkat dari tanggal 30 November sampai dengan 6 Desember 2018.  Adapun organisasi yang turut berkontribusi meliputi PMI, KNPI Kota Solok, serta BKPRMI Kota Solok.

“Forum Kemanusiaan ini adalah bentuk respon pemuda Kota Solok terhadap sejumlah bencana di wilayah Indonesia. Kesepahaman ini kita aplikasikan dalam bentuk penggalangan donasi dari sejumlah masyarakat Kota Solok dan sekitarnya melalui sekolah, masjid, sejumlah jalan utama Kota Solok serta puncaknya  pada kegiatan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad lalu,” ungkap sekretaris PMI Kota Solok, Ronnie D Daniel.

Ronnie menambahkan bentuk program yang dilaksanakan forum tersebut tak hanya untuk Palu saja, melainkan peduli juga terhadap bencana yang terjadi di Sumatera Barat.

“Bantuan ke Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pasaman Timur serta Kabupaten Tanah Datar langsung diantarkan dalam bentuk Paket Sembako, Higienis Kit, makanan kecil untuk anak-anak, mie instan serta pakaian layak pakai beberapa waktu yang lalu,” tambahnya.

Adapun Puncak dari program tersebut adalah mendistribusikan School Kit (420 Paket), Psycological Support Program/ Trauma Healing serta Tausiah Agama setiap malam ke sejumlah daerah terdampak Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah nantinya.

Sebelum melepas keberangkatan para relawan, Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM mengatakan keberangkatan para relawan ini merupakan bentuk rasa kemanusiaan dan solidaritas atas bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu, Donggala dan sekitarnya. “Ini wujud kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang tertimpa musibah. Sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan, sudah selayaknya kita turut membantu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Reinier juga ungkap apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemuda kota Solok yang mampu memberikan semangat dan bantuan baik materil maupun moril.

Dalam pesannya, Reinier meminta tim relawan agar dapat menjaga kesehatan, dan membantu korban disana, serta laksanakan tugas dengan sebaik baiknya. Tim juga diminta berkoordinasi dengan tim relawan lain maupun petugas yang tengah bekerja membantu serta mengevakuasi korban bencana alam di Sulawesi Tengah.

“Saya hanya dapat memberikan dorongan moril dan kekuatan doa agar relawan yang dikirim ke Palu, dan Donggala dapat melaksanakan tugas kemanusiaan dengan baik serta menjaga tata krama, karena seluruh tim membawa nama baik kota Solok disana, selamat bertugas dan semoga selamat sampai tujuan,” tutup Wawako (sn)

Tingkatkan Kompetensi Pelatih, BAPOPSI Solok Gandeng Kemenpora RI

Padang, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM buka secara resmi Pelatihan Pelatih 3 Cabang Olahraga (Futsal, Bulutangkis dan Pencak Silat) Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) Kota Solok bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, bertempat di Pangeran Beach Hotel Padang, Rabu (28/11/2018).

Pelatihan ini mengangkat tema “Meningkatkan kompetensi pelatih upaya nyata untuk meningkatkan kualitas atlet dan menjadikan atlet yang berkualitas lahir dari tangan pelatih yang handal serta modal besar untuk kejayaan atlet-atlet masa depan”.

Ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan oleh BAPOPSI Kota Solok sejak pertama terbentuk bulan Oktober lalu yang sumber pendanaannya dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbanyak jumlah pelatih yang pontensial khususnya 3 cabang yang dipelatihkan dan menjaring pelatih-pelatih handal. Diikuti oleh 45 orang pelatih terdiri dari 15 orang dari cabang Futsal, 15 orang cabang Bulutangkis dan 15 orang dari cabang Pencak Silat.

Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan tiga hari dari tanggal 28 s/d 30 November 2018, dengan dua hari materi dan satu hari praktek yang akan dibimbing oleh narasumber dari dosen yang berkompenten dibidang olahraga dari Universitas Negeri Padang.

Pembukaan pelatihan ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Organisasi dan Keolahragaan, Akhyar Marta dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Narasumber dari UNP, Dr. Tjung Hauw Sin, M.Pd.Kons, Ketua BAPOPSI Kota Solok, Drs. Dodi Osmond, M.Si dan Ketua Harian KONI Kota Solok, Nofrizal, SE

Wakil Walikota Solok dalam sambutannya menyampaikan, “Kami berharap dengan adanya pelatihan bagi pelatih ini dapat menghasilkan pelatih yang berkualitas bagi Kota Solok khususnya tiga cabang olahraga ini, Selain itu juga untuk meningkatkan jam terbang bagi pelatih di Kota Solok.  Saya tekankan kepada peserta untuk menyerap semua ilmu yang disampaikan oleh narasumber agar kedepannya dapat bermanfaat bagi perkembangan dunia olahraga di Kota Solok,” kata Reinier.

Drs. Dodi Osmond, M.Si selaku Ketua BAPOPSI Kota Solok menegaskan kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi pelatih di Kota Solok. “Kita patut bersyukur karena ini kegiatan perdana yang dilakukan oleh BAPOPSI Kota Solok sejak berdiri bulan Oktober lalu,” katanya. (ep)

Dishub Gelar Razia Kelengkapan Kendaraan Bermotor

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Perhubungan Kota Solok dan instansi terkait melaksanakan razia terhadap kendaraan yang STNK telah habis masa berlaku, Buku KIR serta SIM. Razia dilakukan di depan kantor Dinas Perhubungan Kota Solok selama 4 (empat) hari di mulai sejak Senin 26 sampai 29 November 2018.

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di jalan, keselamatan berkendara, sadar administrasi dan mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah dan pendapatan pusat melalui pemeriksaan STNK, TNKB, BUKU KIR dan SIM.

Razia ini dilaksanakan petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Solok dibantu petugas Penguji Kendaraan Bermotor, Polantas Polres Solok Kota, POM Kodim 0309/Solok, Pengadilan Negeri Kota Solok, dan Kejaksaan Negeri Kota Solok.

Dalam hal ini, Polisi mengacu pada UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 68 ayat 1 yang berbunyi: setiap kendaraan bermotor yang dioperasionalkan di jalan wajib dilengkapi TNKB dan STNK. Pasal 68 ayat 2 berbunyi: STNK memuat data kendaraan bermotor, identitas pemilik, nomor registrasi kendaraan bermotor, dan masa berlakunya.

Selain itu, Polisi mengacu pada Perkap No. 5/2002 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan. Dalam Pasal 37 ayat 2 disebutkan bahwa STNK berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan di jalan.

Pasal 288 ayat 1 berbunyi: setiap orang yang mengemudikan kendaraan di jalan yang tidak dilengkapi STNK dan STCK yang ditetapkan oleh Polri juga sebagaimana dimaksud Pasal 106 ayat 5 huruf a dipidana dengan kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Dan dari Dinas perhubungan mengacu pada UU No 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ, PP No 55 tahun 2015 tentang Kendaraan, dan PP No 80 Tahun 2012 tentang tata cara pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dan penindakan pelanggaran LLAJ. (fw)

Dinkes Selenggarakan Sosialisasi Tentang TB

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok selenggarakan sosialisasi tentang penyakit TB (Tuberkulosis) pada masyarakat Kota Solok. Acara yang dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 26-27 november 2018 di aula Puskesmas Tanjung Paku dan Puskesmas Tanah Garam. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok yang diwakili oleh kasi P2P, Hj. Dice farida beserta stafnya. Narasumber pada acara ini disampaikan oleh dr. Wafda Aulia, Sp. Paru dari IDI Kota Solok dan Hj. Dice Farida dari Dinas Kesehatan Kota Solok. Jumlah peserta dalam acara sosialisasi ini sebanyak 130 orang terdiri dari masyarakat Kecamatan Lubuk Sikarah dan Kecamatan Tanjung Harapan.

Acara ini dibuka oleh kasi P2P yakni Hj. Dice Farida, beliau menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini agar Masyarakat dapat mengetahui tentang apa itu Tuberkulosis, bagaimana upaya masyarakat untuk pencegahan peningkatan kasus TB, masyarakat juga mampu mendeteksi dini anggota keluarga atau masyarakat di lingkungannya yang menderita TB, agar masyarakat bisa berinisiatif sendiri untuk memeriksakan dugaan TB ke puskesmas terdekat. Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang langsung disebabkan oleh kuman TBC (Mycobaketerium tuberculosis). Pada penyakit tuberkulosis jaringan yang paling sering diserang adalah paru-paru (95,9 %), tetapi dapat juga mengenai tubuh lainnya. Gejala yang biasanya muncul adalah demam, batuk darah, batuk yang biasanya berlangsung lama dan produktif yang berdurasi lebih dari 3 minggu. Tuberkulosis merupakan penyakit lama yang masih menjadi pembunuh terbanyak di antara penyakit menular. Ada beberapa penyebab utama meningkatnya beban masalah TB yaitu kemiskinan, kondisi sanitasi, papan, sandang dan pangan yang buruk, beban determinan social yang masih berat, dan kegagalan program TB yang masih kurang berhasil, dan masalah kesehatan lain seperti gizi buruk, merokok, DM dan HIV.

Dilanjutkan dengan pemberian materi pertama langsung oleh Hj. Dice Farida, beliau menyampaikan apa yang dikatakan tentang tuberkulosisi (TB), apa saja tanda dan gejala dari TB tersebut yang lebih utama adalah batuk terus menerus dan berdahak selama 2 minggu atau lebih, dan gejala lainnya batuk bercampur darah, sesak nafas dan nyeri dada, badan lemah, nafsu makan berkurang, berat badan turun, rasa kurang enak badan (lemas), demam meriang berkepanjangan, berkeringat di malam hari walaupun tidak melakukan kegiatan. Bagaimana penularan dari TB tersebut, apa saja pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui masyarakat yang mengalami TB, bagaiamana pengobatannya, serta apa efek samping bila meminum obat TB. Serta bagaimana cara pencegahan dari penularannya.

Selanjutnya pemberian materi kedua oleh dr. Wafda Aulia, Sp. Paru, beliau menyampaikan bagaiaman cara peningkatan kader dalam menghadapi klien yang menderita penyakit TB, bagaiamana alur penjaringan suspek oleh kader. Kebijakan Operasional
Penanggulangan Tb Nasiona, aba beberapa strategi yang dilakukan untuk penanggulangan TB yakni Paradigma sehat, Peningkatan mutu pelayanan. Apa saja faktor yg mempengaruhi seseorang menjadi penderita TB. Perjalanan alamiah yg tidak diobati. Harapan dilaksanakannya sosialisasi ini nantinya agar masyarakat perlu memiliki pengetahuan tentang Tuberkulosis, Program pengendalian TB serta hal-hal lain yang mendukung terselenggaranya pelayanan pengendalian TB. Pelaksanaan Program TB telah berjalan cukup baik di Kota Solok, namun masih belum memenuhi target Nasional. (ig)

Petani Serai Wangi Adakan Demonstrasi Percontohan Sajale

Solok, (InfoPublikSolok) – Semangat petani serai wangi yang dikomandoi oleh Djanuardi patut ditiru. Keterbatasan lahan tidak menjadikan pensiunan pegawai kehutanan tersebut berputus asa untuk mengembangkan serai wangi. Berawal dari Program Kementerian Pertanian yang bernama Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai, Djanuardi terbersit ide untuk menciptakan program serupa yang memasukkan komoditas serai wangi.

Untuk itu, Kamis (22/11/18) bertempat di lahan dekat Jalan Lingkar Utara, Ketua Kelompok Agribisnis Serai Wangi beserta anggota yang didukung oleh Dinas Pertanian Kota Solok mengadakan Demonstrasi Percontohan Tumpang Sari antara Serai Wangi, Jagung dan Kedelai (Sajale).

Kegiatan ini diikuti lebih kurang 100 petani dari Kota Solok dan dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Solok, Drs. Dedi Asmar. Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Agribisnis Dinas Pertanian Kota Solok, Ir. Eka Yulmalida, Kepala Dinas Pangan yang diwakili oleh Wisra, S.Pt, Akademisi UMMY dan KTNA Kota Solok.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian yang diwakili oleh Ir. Eka Yulmalida mengatakan bahwa Pemerintah Kota Solok telah mengembangkan serai wangi sejak tahun 2006 dan telah ditetapkan sebagai satu komoditas unggulan Kota Solok yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Sumatera Barat dan Peraturan Walikota Solok.

“Minyak serai wangi Kota Solok memiliki mutu terbaik di Indonesia dengan kandungan Citronella 45-50% dan Geraniol 90-93% dan di atas standar mutu minyak serai wangi nasional yang hanya mengandung Citronella 35% dan Geraniol 85%. Standar mutu yang terbaik di Indonesia tersebut membuat Pemerintah Kota Solok memandang serai wangi mempunyai prospek untuk dikembangkan, bahkan untuk komoditas ekspor” lanjut Eka.

Djanuardi dalam eksposenya menyatakan serai wangi memiliki masa depan yang cerah. Bahkan dalam setiap kesempatan petani yang ahli membuat produk turunan dari minyak serai wangi ini menyatakan bahwa Pemerintah Kota Solok dapat meraup keuntungan dari serai wangi jika dikelola dalam bentuk BUMD.

Acara tersebut diakhiri dengan pencanangan dengan penanaman bersama tumpang sari serai wangi dengan jagung dan kedelai. (fa).

Peringati Hari Kesehatan Nasional Ke-54: Dinas Kesehatan Gelar Sosialisasi

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok selenggarakan sosialisasi dan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara dalam rangkaian pencanangan Inspeksi Visual Asamasetat (IVA) memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-54 pada masyarakat Kota Solok, selama dua hari tanggal 21-22 November 2018 bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kota Solok.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok dalam hal ini diwakili oleh Kabid Kesmas dan P2P dr. Pepy Lady Soffiany, dengan menghadirkan narasumber dr. Helwi Nofira, Sp.OG dan dr. Vandra Bina Riyanda, Sp. B dari IDI Kota Solok serta Hj. Dice Farida Kasi P2P Dinas Kesehatan Kota Solok. Peserta pada acara sosialisasi ini terdiri dari tokoh masyarakat, organisasi wanita, bundo kanduang dan masyarakat yang sudah menikah.

Hj. Dice Farida, menyampaikan “Penekanan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara di masing-masing kelurahan yang ada di Kota Solok. Masyarakat Kota Solok juga perlu mengetahui penting mendeteksi dini kanker leher rahim dan payudara ini bagi yang telah menikah usia 20-50 tahun kepuskesmas terdekat,” katanya.

dr. Pepy dalam sambutanya mengatakan “dengan mendeteksi secara dini faktor resiko kanker payudara dan kanker leher rahim melalui metode IVA meningkatkan upaya pengendalian faktor resiko kanker terutama pada kelompok masyarakat beresiko dan cara meningkatkan cakupan deteksi dini kanker di Kota Solok, saat ini cakupannya baru 40%,” ungkapnya.

dr. Helwi Nofira, Sp.OG, dalam pemaparannya menjelaskan “Kanker adalah penyakit tumor ganas yang dapat menyebar (metastasis) ke organ-organ yang lain dan menyebabkan kematian. Kanker servik adalah kanker yang menyerang leher rahim. Deteksi ini dapat mengurangi jumlah kematian akibat kanker karena jika kanker ditemukan pada stadium paling dini biasanya dapat diobati sebelum menyebar lebih jauh,” jelasnya.

Lanjutnya, IVA bertujuan untuk mengurangi morbiditas atau mortalitas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan. Dengan IVA dapat diketahui kelainan yang terjadi pada leher rahim. Keuntungan IVA  dibandingkan dengan tes-tes diagnosa lainnya, lebih mudah, praktis, dapat dilaksanakan oleh seluruh tenaga kesehatan, alat-alat yang dibutuhkan sederhana, sesuai untuk pusat pelayanan sederhana,” kata dr Helwi.

“Kanker Payudara (KPD) adalah keganasan pada jaringan payudara yang dapat berasal dari epitel duktus maupun lobulusnya. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak di Indonesia. Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan secara medis. Pengobatan medis terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, dan kemoterapi dan obat penghambat hormon. Dengan menemukan adanya kanker secara dini maka kanker tersebut masih dapat disembuhkan, untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat kanker,” terang  dr. Vandra Bina Riyanda, Sp.B.

Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini nantinya masyarakat Kota Solok diharapkan mau memeriksakan deteksi dini dengan IVA difasilitas pelayanan kesehatan masing-masing dan dapat terhindar dari yang namanya kanker leher rahim dan kanker payudara serta pentingnya deteksi dini ini untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita. (ig)

Siswa SMKN 3 Solok Raih Prestasi Tingkat Sumatera Barat

Padang, (InfoPublikSolok) – Siswa SMKN 3 Solok raih prestasi dalam Lomba MTQ,  Hafiz Qur’an dan Dakwah Tingkat SMK Se-Sumatera Barat yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat  dari tanggal 21-22 November 2018 di Padang

Lomba ini diikuti oleh lebih kurang 150 perserta perwakilan siswa-siswi SMK Se-Sumatera Barat. Kegiatan perlombaan  ini dilaksanakan dibeberapa tempat di kota Padang, diantaranya Lomba MTQ di SMKN 9 Padang, Lomba Hafiz Qur’an di SMKN 6 Padang, dan Lomba MTQ di SMKN 2 Padang.

Dalam beberapa Perlombaan yang ada, siswa SMKN 3 Solok, Yoga Saputra meraih  juara 2 untuk lomba Dakwah kategori peserta putra dan Zahra Nabila meraih juara harapan 3 untuk lomba Hafiz Qur’an.

Para peserta yang mengikuti perlombaan tersebut telah melalui tahap seleksi di tingkat sekolah dan kota. Selama rangkaian  kegiatan berlangsung para peserta menginap di Neorazaki Hotel Padang.

Saprijal, S.Pd.I selaku pembimbing siswa SMKN 3 Solok mengatakan, “Kami sebagai guru pembimbing sangat bangga dengan hasil yang diperoleh siswa. Dari awal proses seleksi sampai tahap akhir siswa tampak sangat begitu antusias untuk mengikuti perlombaan ini,” ujarnya.

“Mereka sangat aktif dalam  mengumpulkan dan berlatih materi yang akan diperlombakan terutama dalam materi dakwah yang mengambil tema remaja di jaman digital. Semoga keberhasilan ini bisa menjadi motiasi bagi siswa- siswi yang lainnya dalam berprestasi,” tambahnya.

Yoga yang tercatat sebagai siswa kelas XI Perhotelan SMKN 3 Solok tak menyangka mampu menjadi Juara 2 karena ini adalah pertama kalinya dia mengikuti lomba Dakwah. “Saya merasa terharu  saat nama saya disebut sebagai juara 2, hal ini berkat izin Allah SWT, doa orang tua dan guru yang telah membimbing saya. Banyak pengalaman dan hikmah yang saya dapatkan selama mengikuti perlombaan ini,” ungkapnya. (ta)

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok Gelar Lomba Pengelola Arsip

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Perpustakaam dan Kearsipan Kota Solok mengadakan kegiatan Lomba Penilaian Pengelola Arsip OPD/Unit Kearsipan Tingkat Kota Solok, bertempat di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok, Senin (19/11/2018).

Kegiatan penilaian ini di ikuti sebanyak 52 orang peserta yang terdiri pengelola arsip dilingkungan Pemerintah Kota Solok, dasar untuk pelaksanaan kegiatan penilaian bagi pengelola arsip OPD/Unit kearsipan.

Kepala Dinas Perpustakaam dan Kearsipan Kota Solok diwakili Kabid Pembinaan dan Teknologi Informasi Hj. Ermis, SH dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini diharapkan memotivasi pengelola arsip OPD/Unit Kearsipan, dalam penataan dan pengelolaan arsipnya dengan memberikan penghargaan sebagai rasa terima kasih Pemerintah Kota Solok kepada Pengelola Arsip.

“Arsip merupakan informasi penting dan juga merupakan bukti pertanggungjawaban yang otentik, baik secara fisik maupun isinya. Oleh karena itu, arsip harus disimpan dengan baik dengan menggunakan suatu sistem yang dapat memudahkan dalam menyimpan dan menemukan kembali,” ungkap Ermis.

Tessa Stela Putri, SE Kasi Seksi Pembinaan  Lembaga dan  SDM Kearsipan menjelaskan “Sistem penilaian lomba mengacu pada ketentuan Undang Undang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Lomba Pengelola arsip ini menjadi tolak ukur yang positif dalam melaksanakan tata kearsipan di tempat kerja masing-masing. Pada akhirnya kita jadi tahu bagaimana kondisi pengelolaan arsip dilingkungan Pemerintah Kota Solok,” jelasnya

“Pengelolaan arsip pada masing-masing OPD dilingkungan Pemerintah Kota Solok belum maksimal. Sejumlah faktor yang menyebabkannya, yaitu kurangnya sarana dan prasarana, sumber daya manusia, dan anggaran pengelolaan arsip. Di antaranya banyak petugas arsip yang merangkap tugas pokok lain sehingga tidak fokus pengarsipan yang baik,” ujar Reyhanni selaku pengelolaan arsip pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok. (kd)