Hari Terakhir Cabang Senam, Kota Solok Raih 1 Emas dan 1 Perak

Padang Pariaman, (InfoPublikSolok) – Hari terakhir pertandingan cabang Senam Porprov XV Padang Pariaman, Kota Solok berhasil menambah 1 emas dan 1 perak, Selasa (27/11/2018) di Arena Cabor Senam, Lapangan Futsal Palak Atok Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Satu medali emas berhasil diraih oleh Rahmad David Saputra dan Arendi Akbar Berti pada kelas Double Putra, setelah mengungguli atlet Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Tanah Datar.

Kemudian, medali kedua dari cabang senam direbut oleh Natasya Ariana Putri dan Agnes Donita kelas Aerobic Gymnastics Doble Putri yang meraih medali perak. Emas diraih atlet Kabupaten 50 Kota sedangkan medali perunggu diraih atlet Kota Payakumbuh.

Prestasi emas tim Senam kota Solok ini turut disaksikan langsung Sekretaris KONI Kota Solok Oktavianus, SH, Ketua Umum Persani Kota Solok Drs. Syafrizal Latif dan Pelatih Senam kontingen Kota Solok, Finda Pratiwi, S.Pd, M.Pd.

“Kami sangat senang kali, hari terakhir pelaksanaan cabang senam Kota Solok berhasil meraih emas. Dengan penambahan 2 medali emas dan perak ini akan dapat mendongrak posisi Kota Solok di klasemen perolehan medali sementara Porprov. Kemaren Kota Solok masih berada di posisi 13 klasemen perolehan medali sementara,” kata Sekretaris KONI Kota Solok.

Pelatih Senam kontingen Kota Solok, Finda Pratiwi, S.Pd, M.Pd sangat gembira Rahmad David Saputra dan Arendi Akbar Berti kelas Double Putra berhasil meraih emas pertama buat Kota Solok dari cabang Senam. “Mudah-mudahan dengan torehan medali emas ini dapat untuk meningkatkan prestasi cabang Senam di kota Solok,” katanya.

Sebelumnya tim senam Kota Solok telah mendapatkan 2 medali Perak melalui Zamil Muzakhirullah kelas Artistik Putra pada alat Palang Sejajar dan Suci Isnawati kelas Artistik Putri pada alat Meja Lompat. Dan 5 medali Perunggu melalui Mutiara Anggraini kelas Artistik Putri pada Alat Lantai,  Halwa Firdausi Ahla kelas Artistik Putri pada Alat Palang Bertingkat, Afdal Jalil kelas Artistik Putra Alat Palang Tunggal, Romi Mardiansyah kelas Artistik Putra dan Alat Pomel serta Aisha Adila Putri kelas Rhitmik Gymnastics pada Alat Gada.

Dengan hasil ini, tim senam Kota Solok total meraih 1 emas, 3 perak dan 5 perunggu. Pertandingan senam berlangsung pada  tanggal 20 s/d 27 Novembet 2018.

Juara umum cabang senam diraih oleh Kota Padang dengan 7 emas 5 perak dan  4 perunggu. Juara umum II diraih Kota Payakumbuh dengan 7 emas 5 perak dan 1 perunggu dan Juara Umum III diraih tuan rumah Kabupaten Padang Pariaman dengan 5 emas 3 perak dan 1 perunggu. (ep)

Tim Pidato Adat Kota Solok Ikuti Lomba Tingkat Pemuda Se-Sumbar

Solok, (InfoPublikSolok) – Tim pidato adat Kota Solok mengikuti Lomba Pidato Adat Tingkat Pemuda Se-Sumatera Barat Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat.

Bertempat di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) Kota Padang Panjang, lomba berlangsung selama tiga hari (18 s/d 21 November 2018).

Tim Pidato adat Kota Solok berjumlah 5 orang yaitu Zikra Alhamda, Aulia Rahmat Sukri, Marjoni, Iksan Fauzi dan Bagus Hidayat. Pidato Adat Minangkabau yang akan dilombakan adalah ‘Pasambahan Makan Jo Maurak Selo’.

“Tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka menanamkan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau terhadap Pemuda, ini merupakan lomba pidato adat pertama yang kita ikuti sejak terbentuknya Dinas Pemuda dan Olahraga, karena sebelumnya kegiatan ini dibina oleh Dinas Pariwisata,” sebut Silvia Dianti, SH, Kepala Seksi Kepemimpinan, Kepeloporan dan Kewirausahaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Solok.

“Dengan persiapan dan latihan yang dilakukan menjelang lomba, semoga tim Pidato Adat kota Solok mampu mencatat prestasi terbaik,” imbuhnya.

Diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp.14,5 juta, Piala Bergilir dan Piala Lepas. Pemuda yang mengikuti lomba pidato adat ini minimal berusia 17 tahun dan maksimal berusia 20 tahun.

“Lomba Pidato Adat ini membuat saya semakin cinta terhadap budaya Minangkabau. Banyak nilai-nilai kehidupan yang dapat saya pelajari dari pidato adat ini,” ungkap Aulia Rahmat Sukri salah satu tim pidato adat KotaSolok dari Kelurahan Tanah Garam. (ep)

Dinas Kesehatan Gelar Sosialisasi Bahaya Rokok Kepada Duta Anti Rokok Se-kota Solok

Solok (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok selenggarakan Sosialisasi Bahaya Rokok Kepada Duta Anti Rokok se-Kota Solok di aula Dinas Kesehatan Kota Solok, Senin (19/11).

Acara tersebut menghadirkan narasumber Hafrizal, SKM.M.Kes dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Azizurrahman, S.Sos Badan Narkotika Nasional (BNN) Kab. Solok, dan dr. Wafda Aulia, Sp.Paru dari IDI Kota Solok, yang diikuti sebanyak 150 orang peserta terdiri dari Duta Anti Rokok mahasiswa dan anak sekolah se-Kota Solok.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok yang diwakili oleh Kabid Kesmas dan P2P, dr. Pepy Lady Soffiany dalam sambutannya menyampaikan acara ini tujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang bahaya rokok dan napza serta mampu melaksanakan sosialisasi pada teman sebaya untuk melakukan konseling untuk berhenti merokok difasilitas pelayanan kesehatan primer.

Azizurrahman, narasumber dari BNN menyampaikan kebiasaan merokok bagi masyarakat Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan, karena konsumsi rokok yang masih cenderung tinggi. Sementara beban biaya yang diakibatkan oleh penyakit yang disebabkan oleh rokok dan dapat menimbulkan terjadinya Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti gangguan pernafasan, penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker paru, ini bukan hanya dari biaya pengobatan tetapi juga biaya hilangnya hari atau waktu produktivitas.

“Bagi dunia pendidikan, tak ada tantangan paling menyeramkan dalam siklus belajar mengajar kecuali perilaku siswa yang terus merosot karena banyak kasus perilaku merokok pada pelajar hampir bisa dipastikan 90% kebiasaan merokok siswa muncul bukan disebabkan keinginan pribadi, melainkan pengaruh kelompok,” jelas Azizurrahman.

Selanjutnya Hafrizal dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat menyampaikan tentang kebijakan dan strategi penyakit tidak menular dan rokok serta kawasan tanpa rokok dalam upaya berhenti merokok di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan sekolah sebagai tindak lanjut Peraturan Pemerintah RI No.109 Tahun 2012.

“Pelayanan terpadu Penyakit Tidak Menular pada FKTP masih terbatas, karena masih belum mampu menjalankan peran sebagai “gate keeper”, masih tingginya “missing opportunity” karena tidak terdeteksinya faktor risiko penyakit tidak menular. FKTP fokus membantu perokok untuk berhenti merokok (konseling), membangun motivasi, dan menciptakan lingkungan yang mendukung. Sedangkan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) rawat tingkat lanjut memberikan konseling lanjutan, serta pengobatan spesialistik,” ungkap Hafrizal.

Wafda Aulia, Sp.Paru, memaparkan tentang bagaimana pelayanan klinik berhenti merokok, apa yang dimaksud dengan rokok, apa-apa saja kandungan yang terdapat didalam rokok, apa saja yang membuat sulit berhenti merokok dan apa manfaatnya setelah berhenti merokok. Apa prinsip-prinsip upaya dalam berhenti merokok, bagaimana konseling untuk yang belum mau dan yang mau berhenti merokok, serta cara dan langkah berhenti merokok.

Dengan sosialisasi ini diharapan Duta Anti Rokok yang hadir dapat menjadi penyuluh untuk teman sebayanya, serta sebagai upaya pendekatan pada teman sebaya untuk menjalin komunikasi efektif bagi para pelajar yang merokok untuk dapat dirangkul oleh duta tersebut agar dapat menjauhi rokok serta mendapatkan layanan konseling upaya berhenti merokok di Puskesmas Se-Kota Solok. (ig)

Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H

Solok, (InfoPublikSolok) – Dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, Pemerintah Kota Solok melaksanakan Tabligh Akbar dengan Mubaligh Drs.H. Abu Bakar Syarif, MA, bertempat di Masjid Lubuk Sikarah, Senin (19/11).

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Walikota Solok, Reinier, ST, MM, Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto, SIP, MM, Wakapolres Solok Kota Kompol. Sumintak, Ketua LKAAM Kota Solok H. Rusli Khatib Sulaiman, Ketua Bundo Kanduang Kota Solok Milda Murniati, seluruh kepala OPD, ASN, pelajar serta masyarakat.

Drs. H. Abu Bakar Syarif, MA dalam ceramahnya mengingatkan kembali apakah kita semua benar-benar telah mencintai Rasulullah Muhammad SAW. Adapun 7 (Tujuh) akhlak rasul yang selalu dilakukan siang dan malam yang hendaknya kita amalkan ialah membiasakan diri dalam keadaan berwudhu, membiasakan membaca Al Qur’an, perbanyak istighfar.

Selanjutnya, selalu shalat dalam masjid, membiasakan shalat Tahajjud di penghujung malam, selalu menjaga silaturrahim, serta banyak berinfak dan Bersedekah.

Sementara itu, Wawako Reinier dalam arahannya mengajak semua yang hadir dalam Tabligh Akbar agar dapat menyerap dan mengamalkan pesan dari ustad untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari ditengah masyarakat.

“Tabligh Akbar ini jangan hanya sebagai peringatan semata yang dilakukan setiap tahun, tapi mari kita jadikan Tabligh Akbar ini untuk melakukan perubahan dalam diri kita sendiri,” ujarnya. (dn)

Jelang Berangkat, Atlet dan Pelatih Kontingen Porprov XV Kota Solok Gelar Doa Bersama

Solok, (InfoPublikSolok) – Ratusan atlet serta pelatih padati Balairung 99 Rumah Dinas Walikota Solok, Senin (12/11) malam. dalam rangka malam pengantar tugas dan doa bersama kontingen kota Solok untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV 2018 di Kabupaten Padang Pariaman 19-29 November 2018 mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Solok Reinier, Ketua DPRD Yutris Can, Ketua KONI Nofrizal, Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan selaku Ketua Kontingan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok serta Pengurus Cabang terkait.

Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat ke- XV tahun 2018 di Padang Pariaman digelar pada 19 November mendatang, berbagai persiapan telah dilakukan oleh semua atlet dan pelatih” tutur Nofrizal selaku Ketua KONI.

Nofrizal menyebutkan dalam laporannya tujuan dari kegiatan doa bersama ini guna meningkatkan motivasi para atlet dan memupuk rasa persaudaraaan antara para atlet.
Walikota Solok, Zul Elfian, sangat apresiasi kepada semua pengurus yang terkait dengan lancarnya semua persiapan yang telah dilakukan demi kelancaran pertandingan di Padang Pariaman Nantinya. “Terimakasih kepada seluruh pengurus yang telah bekerja keras dalam persiapan menyukseskan Porprov ke-XV, pertahankan hal tersebut.” tutur Zul Elfian.

Disisi lain, Walikota berharap Kota Solok dapat meraih peringkat 3 di ajang Porprov mendatang “Jangan semata bonus yang dijanjikan pemerintah menjadi motivasi atlet untuk memenangkan pertandingan, tetapi berikanlah yang terbaik, semoga kita semua memperoleh hasil yang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat Kota Solok” harap Wako, “selamat bertanding, jaga kekompakkan dan berikan hasil yang terbaik,” pungkasnya.

Tak hanya Walikota, Ketua DPRD Yutris Can juga mengakui kinerja KONI saat ini, “KONI buktikan kerja kerasnya dengan hadirnya 482 atlet padaa malam ini dalam persiapan Porprov, Pemerintah dan DPRD selalu mendukung segala urusan para atlet dengan menyiapkan bonus untuk para atlet yang prestasi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok secara simbolis menyerahkan kartu jaminan kecelakaan kerja dilanjutkan pengalungan ID card kepada Atlet dan Pelatih. (sna)

Disdukcapil Kota Solok Bantu Percepatan Perekaman KTP-el di Solok Selatan

Solok, (InfoPublikSolok) – Dalam rangka percepatan perekaman KTP-Elektronik di Sumatera Barat, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPPKBKPS) Provinsi Sumbar lakukan kegiatan Pekan Pendaftaran Penduduk Sumatera Barat berpusat di Ruang Terbuka Hijau, Muara Labuh, Kabupaten Solok Selatan pada tanggal 7-11 November 2018. Seluruh Dinas Dukcapil di Sumatera Barat turut serta sukseskan program percepatan perekaman dan pencetakan KTP-Elektronik ini.

Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) semester I 2018 Kemendagri, dari 19 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat sampai kondisi 17 April 2018, pencapaian perekaman dan pencetakan KTP-el di Kabupaten Solok Selatan masih terlalu rendah yaitu 80%. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa kegiatan ini dilaksanakan di Solok Selatan.

Lokus perekaman adalah Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu dan Pauah Duo, dimana Perekaman dan pencetakan tersebut dilakukan di 20 titik yaitu satu per nagari ditambah satu di ruang terbuka hijau Muaralabuh. Sedangkan untuk perangkat peralatan perekaman dibawa langsung oleh masing-masing Kabupaten/Kota.

Jumlah masyarakat yang sudah berumur 17 tahun di tiga kecamatan tersebut terdapat 12.360 masyarakat yang belum rekam data, dengan rincian; Sungai Pagu (3.826 orang), Pauah Duo (2.603 orang) dan Koto Parik Gadang Diateh (5.931 orang). Sedangkan kondisi 31 September 2018 Jumlah penduduk Solok Selatan sebanyak 179.746 orang dengan wajib KTP 128.037 orang, yang sudah rekam 102.350 orang dan sisanya 25.687 belum rekam data.

“Kegiatan ini merupakan salah satu penjabaran program Dirjen Dukcapil yang menargetkan pada Desember 2018 pencapaian perekaman dan pencetakan KTP-el mencapai 100% secara nasional,” terang Kepala Dinas Dukcapil Kota Solok, Drs. Syaiful Rustam yang turut mendampingi tim perekaman kota Solok di Kantor Wali Nagari Pauah Duo Nan Batigo, lokasi Disdukcapil Kota Solok melakukan perekaman.

“Rekan-rekan dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat bertekad secara bersama-sama melakukan perekaman dengan target 100 persen di lokasi perekaman, karena Disdukcapil se-Sumatera Barat merupakan satu keluarga yang sejatinya harus saling mendukung dalam pencapaian target nasional pelayanan dokumen kependudukan,” lanjutnya.

“Setiap operator sudah sepakat tidak hanya merekam data masyarakat saat jam kerja, tetapi disesuaikan dengan kondisi setempat. Sebagai contoh, masyarakat ramai saat sore hari, maka pelayanan dilaksanakan mulai sore hingga malam hari, dan tidak hanya terfokus pada saat jam kerja,” pungkas Syaiful. (am)

BATAN Bantu Tingkatkan Produksi Beras Solok Varietas Anak Daro

Solok, (InfoPublikSolok) – “Semoga dengan MoU bersama Kota Solok ini dapat meningkatkan varietas beras Solok Anak Daro”, demikian hal yang diucapkan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto pada sambutannya pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Solok serta sosialisasi pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan nuklir untuk kesejahteraan masyarakat, bertempat di Balairung 99 Rumah Dinas Walikota Solok,  Jum’at (9/11).

Turut hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto, SIP. MM, Asisten, Staf Ahli, seluruh kepala Perangkat Daerah, Bundo Kanduang Kota Solok Milda Murniati, serta Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Solok.

Kepala Dinas Pertanian Kota Solok Ir. Ikhvan Marosa dalam laporannya menyebutkan, MoU yang ditandatangani kali ini berdasarkan keinginan Pemerintah Daerah Kota Solok, untuk melakukan rekayasa genetika varietas lokal Beras Solok Anak Daro.

Salah satu sifat beras anak daro memiliki kelemahan yakni umur panen yang panjang yakni 140 hari, serta mudah terserang penyakit, tambah Kadis Pertanian. Dengan adanya MoU dengan BATAN ini, diharapkan akan didapatkan varietas Beras Solok Anak Daro yang umur produksi dalam waktu rendah, tahan berbagai penyakit serta memiliki produksi tinggi,” tutup irvan marosa.

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto dalam sambutannya juga menceritakan bahwa, saat ini BATAN memilik 2.346 pegawai dan berada langsung dibawah komando Presiden, serta koordinasi dengan Kemeristekdikti. Adapun komoditas utama BATAN saat ini ialah produksi pangan, dan saat ini Batan memilik reaktor nuklir di 3 kota, yakni Yogyakarta, Serpong, dan Bandung. Reaktor Nuklir tersebut berguna untuk menghasilkan obat-obat kesehatan.

Lebih lanjut Djarot menjelaskan, sebelumnya BATAN telah melakukan penandatanganan MoU dengan Pemprov Sumbar supaya produksi Rendang agar dapat bertahan lama masa kadaluarsanya. Semoga dengan Mou bersama Kota Solok ini dapat meningkatkan varietas beras Solok Anak Daro,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Solok H. Zul Elfian mengucapkan rasa terimakasih atas kedatangan kepala BATAN ke Kota Solok guna menandatangani MoU ini. “Dengan adanya Mou ini, kita Pemerintah Kota Solok akan semakin mudah mendapatkan bimbingan dari BATAN. Baik itu dibidang pangan, kesehatan dan lainnya,” ujar Wako.

Zul Elfian meneruskan, kita sangat membutuhkan MoU dengan BATAN ini, karena Kota Solok merupakan lumbung inovasi daerah di Sumatera Barat. Perangkat Daerah selalu berinovasi guna kesejahteraan masyarakat. Saat ini, lahan sawah seluas 800 ha tidak boleh berkurang. Dengan adanyanya bimbingan dari BATAN, produksi Beras Solok Anak Daro akan lebih meningkat, masa panen lebih singkat dan tahan dari berbagai penyakit.

Selanjutnya, Wako mengingatkan para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Solok agar selalu memikirkan inovasi-inovasi apa saja yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah ini. (dn)

Dinas Kesehatan Gelar Monev JKN-KIS Bagi Petugas Puskesmas

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok menyelenggarakan monitoring dan evaluasi Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi 40 orang petugas Puskesmas dan Pengelola program di aula Dinas Kesehatan Kota Solok, Kamis (8/11).

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok diwakili Kabid PPSDK, dr. HiddayaturrahmI, M.Kes. Turut hadir pada kegiatan ini dari pihak BPJS Kesehatan Cabang Solok yang diwakili Eshlich Von Dantes, Marinus Hardi S. dan Neldawati.

dr. Hiddayaturrahmi, M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini untuk menyamakan persepsi dalam pelaporan JKN, mengetahui kendala dalam pelaksanaan JKN di Puskesmas, serta memahami permasalahan data dan dalam rangka untuk menjadikan kota Solok sebagai kota UHC (Universal Health Coverage).

Selanjutnya Narasumber Ehslich Van Dantes dalam materinya mengatakan JKN merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran (non PBI) atau iurannya dibayar oleh Pemerintah (PBI).

Untuk PBI bagi masyarakat kurang mampu di kota Solok dibantu oleh jaminan JKN/KIS dari Pemerintah Pusat sejumlah 15.015 jiwa sedangkan yang dibayarkan oleh Pemda Kota Solok dan Provinsi Sumbar Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato (JKSS) sebanyak 11.432 jiwa. Sedangkan yang dibayarkan oleh Pemda Kota Solok / PBI Kota Solok sebanyak 7.254 jiwa. Adapun untuk masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan, Dinas Kesehatan kota Solok sudah berupaya untuk memberikan melalui Jamkesko, namun masih benyak warga yang belum mendaftarkan diri.

Narasumber berikutnya dari BPJS Kesehatan Cabang Solok, Marinus Hardi S. menjelaskan jaminan sosial merupakan perlindungan yang dirancang oleh pemerintah untuk melindungi warga negara terhadap resiko kematian, kesehatan, pengangguran, kemiskinan, pensiun dan kondisi pekerjaan yang tidak layak.

Pemerintah juga mengembangkan program asuransi kesehatan secara nasional sampai tercapainya UHC pada tahun 2019 yang merupakan sistem kesehatan yang memastikan setiap warga di dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu seperti yang dijamin undang-undang SJSN yang dilaksanakan oleh BPJS. Menghadapi tantangan UHC maka dari itu pemerintah menyusun strategi dengan pengintegrasian Jamkesmas kedalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang akan dikelola secara terpusat oleh BPJS paling lambat 1 Januari 2019 semua masyarakat sudah menjadi peserta BPJS.

Dengan pernyataan ini diharapkan nantinya masyarakat kota solok telah paham tentang JKN serta Petugas Puskesmas dan Pengelola Program bisa bekerja sama untuk menjadikan kota Solok sebagai kota yang telah UHC. (ig)

KNPI Kota Solok Akan Gelar Musda Pemilihan Pengurus Baru

Solok, (InfoPublikSolok) – Menjelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Solok, beberapa calon pemuda yang memiliki talenta telah mulai mengapung untuk ikut di bursa pencalonan merebut kursi ketua KNPI Kota Solok yang akan di gelar pada tanggal 10 dan 11 November 2018 mendatang.

Ketua DPD KNPI Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, SE, MM mengatakan saat ini DPD KNPI Kota Solok tengah melakukan persiapan. Hal ini disampaikan usai melaksanakan rapat panitia, Selasa (6/11). Pada kegiatan Rapat Pimpinan Daerah dan Musyawarah Daerah kali ini juga akan diselingi dengan Workshop Kepemudaan yang nantinya akan bertindak sebagai narasumber Nofi Chandra sebagai Mantan ketua KNPI Kota Solok, Fadly Amran sebagai Ketua KNPI Sumbar yang juga Walikota Padang panjang dan Nukhalis sebagai Tokoh muda Sumbar. Ia menambahkan, pemimpin KNPI yang baru nanti harus tetap menjaga kerjasama yang dibangun selama ini dengan berbagai pihak terutama Pemerintah Daerah. Para bakal calon diharapkan mempunyai visi yang kuat dalam membangun kaum muda untuk membawa Kota Solok yang lebih baik.

Sekretaris KNPI Sumatera Barat, Martha Suhendra mengatakan untuk kriteria Ketua KNPI dari provinsi sebagaimana yg ditegaskan oleh Ketua KNPI Provinsi Sumatera Barat harus sesuai dengan AD/ART dan aturan Perundang-undangan. Persyaratan untuk bisa mencalonkan diri sebagai pimpinan KNPI yaitu dengan usia maksimal 30 Tahun pada saat terpilih, apalagi Kota solok merupakan pilot project dalam penerapan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang kepemudaan. hal tersebut sudah di realisasikan untuk yang pertama kalinya pada saat terpilihnya Ramadhani Kirana Putra menjadi Ketua DPD KNPI Kota Solok pada periode lalu. Martha berharap Musyawarah Daerah dapat berjalan lancar dan demokratis demi terpilihnya ketua DPD KNPI Kota Solok yang baru dan dapat menjalankan amanat organisasi kedepannya.

Berdasarkan pantauan dilapangan, yang mengakibatkan banyaknya calon pimpinan KNPI Kota Solok ini mengapung disebabkan dengan banyaknya jebolan Ketua KNPI di Kota Beras ini yang sukses di jalur politik maupun birokrasi, Dari pengalaman sebelumnya Ketua KNPI Kota Solok, Sebut saja mantan ketua DPD KNPI Kota Solok H. Nofi Chandra yg dikenal lewat KNPI tersebut saat sekarang merupakan salah satu anggota DPD RI, Hardinalis Kobal saat sekarang menjabat Ketua DPRD Kabupaten Solok, Hendri Irawan anggota DPRD Provinsi Sumbar, H Zul Elfian, SH, MSi sekarang menjabat Walikota Solok, Ramadhani Kirana Putra, SE, MM sebagai anggota DPRD Kota Solok serta banyak lagi tokoh pimpinan KNPI Kota Solok yg sukses setelah berkiprah di kepengurusan KNPI.

Dalam pemilihan ketua KNPI Kota Solok untuk periode selanjutnya telah mengapung beberapa orang calon diantaranya, Muhammad Ali Hanafiah (pengurus KNPI periode sekarang), Leo Murphy (HIPMI Kota Solok), Anggi Saputra (Ketua IMM Kota Solok), Surya Budi (Mantan ketua HMI Cabang Solok), Ivan Hatta Tanuir (Pengusaha muda Kota Solok).

KNPI Kota Solok dibawah kepemimpinan Ramadhani Kirana Putra, SE, MM atau lebih dikenal dengan sebutan Bung Dhani telah banyak membuat gebrakan dengan berbasis kepemudaan seperti berhasil melaksanakan berbagai event kegiatan di tingkat lokal dan nasional. Belum lama ini, KNPI Kota Solok juga telah sukses dalam pelaksanaan acara tabligh Akbar bersama Ulama kondang Ustadz Abdul Somad disela padatnya agenda ustad tersebut untuk berdakwah di kota beras serambi madinah ini yang disambut antusias oleh ribuan masyarakat Solok. (wy)

Liga 3 PSSI Regional Sumatera: Tim Solok FC Menang Tipis Atas Medan Utama FC

Padang, (InfoPublikSolok) – Tim Solok FC ‘Pandeka Gunuang Talang’ berhasil menundukkan tamunya Medan Utama FC dengan skor tipis 2-1, pada leg pertama lanjutan pertandingan putaran pendahuluan nasional Liga 3 PSSI, pertandingan digelar di Stadion H. Agus Salim, Kota Padang, Selasa (6/11).

Tim Solok FC pada laga sore itu mendapatkan dukungan langsung dari Walikota Solok, H. Zul Elfian, CEO Solok FC Verry Mulyadi, serta ratusan suporter Solok FC yang turut hadir mendukung perjuangan Solok FC.

Pada laga yang berjalan sengit tersebut, Solok FC sudah unggul 1-0 pada menit 17’ melalui tendangan bebas Febriansyah Ramadahan. Skor 1-0 bertahan sampai berakhir babak pertama. Babak kedua, Medan Utama FC mengambil kendali permainan. Hasilnya, usaha keras Medan Utama FC berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit 85′ melalui sepakan Faisal Ramadoni memanfaatkan kelengahan pertahanan Solok FC.

Setelah kebobolan tersebut, Solok FC pun terbangun dan kembali mengambil alih permainan untuk mengejar kemenangan. Pergantian jitu pelatih Robi Mariandi memasukkan penyerang pengganti Diva Firdaus dan Zaki Hardi Sandi membuahkan hasil. Menjelang akhir laga, tepatnya menit pada 90′ pemain jangkung Diva Firdaus mengaburkan pandangan penjaga gawang Medan Utama FC yang kaget dengan sepakan jarak jauh Zaki Hari Sandi melesat mulus ke jalanya. Skor 2-1 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Seusai pertandingan, Walikota Solok H. Zul Elfian mengungkapkan rasa bangganya dengan keberadaan tim Solok FC ini. Zul Elfian juga terlihat sangat sering menonton langsung ke stadion mendampingi tim ‘Pandeka Gunuang Talang’ berlaga dalam perjuangannya untuk promosi ke Liga 2.

Zul Elfian mempunyai keinginan, Solok FC akan terus solid dan bisa melangkah jauh di Liga 3 PSSI. Selanjutnya bisa promosi ke Liga 2, dan nantinya dapat berlaga di Liga 1, kasta tertinggi sepakbola nasional.

”Mudah-mudahan Solok FC tidak sekedar menjadi kebanggaan bagi warga Solok, tapi juga kebanggaan warga Sumatera Barat dan dapat menjadi tim yang cukup dikenal di tingkat nasional,” pungkas Zul Elfian.

Sementara itu, Manajer tim Solok FC, Hendra Faizon mengungkapkan langkah krusial akan dilakoni Solok FC guna mengambil satu jatah dari dua slot wakil regional Sumatera untuk Babak Nasional. “Dalam mencapai target lolos ke Babak Nasional, Selangkah demi selangkah kita lalui dan sekarang tersisa satu pertandingan lagi melawan Medan Utama FC di final regional Sumatera 1,” ujarnya.

Pada leg kedua nanti, Solok FC akan bertamu ke kandang Medan Utama FC. Laga akan dilaksanakan pada tanggal 13 November 2018 di Stadion Teladan Medan untuk memastikan salah satu tiket ke putaran nasional, mewakili regional sumatera mendampingi pemenang laga antara AS Abadi FC Pekanbaru vs PS Bangka Selatan.

Jika berhasil lolos, Solok FC akan berlaga pada putaran nasional 32 besar Liga 3 PSSI. Nantinya Solok FC akan tergabung dalam Grup B, satu grup dengan PSCS Cilacap, PSBL Langsa, serta pemenang pertandingan antara PSID Jombang dengan PS Kota Pahlawan. (dn)