Alih Fungsi Lahan Pertanian Mengkhawatirkan, Ini Tanggapan Pemerintah Kota Solok

Rapat Dewan Ketahanan Pangan

Solok, (MC Kota Solok) – Rapat Dewan Ketahanan Pangan (27/5) dibuka oleh Asisten Bidang Administrasi dan Pembangunan Kota Solok, Ir. Helmiyati.

Rapat Dewan Ketahanan Pangan dibuka oleh Asisten Bidang Administrasi dan Pembangunan Kota Solok, Ir. Helmiyati pada hari Rabu, 27 Mei2015. Rapat yang bertempat di ruang rapat Walikota Solok dihadiri oleh seluruhSKPD  se-Kota Solok tersebut didasari bahwa ketahanan pangan melibatkan lintas pelaku, lintas wilayah dan lintas waktu. Oleh sebab itu, diperlukan suatu wadah penanganan masalah pangan. Latar belakang masalah yang dimaksud ialah konversi (alih fungsi) lahan pertanian terutama sawah ke penggunaan lain, seperti perumahan. Menurut Ir.Effendi, MP, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Barat menyatakan bahwa pengurangan lahan pertanian, terutama sawah produktif tinggi, seiring dengan pertumbuhan penduduk hingga tahun 2045 akan meyebabkan lahan pertanian yang tersisa nanti tidak mampu lagi memproduksi bahan pangan untuk mencukupi kebutuhan penduduk.

Bappeda sebagai perencana daerah juga mendukung program Ketahanan Pangan dengan pengenalan RT/RW Kota Solok sehingga penggunaan lahan nantinya sesuai dengan peruntukan masing-masing. “Untuk lahan yang tidak sesuai dengan penggunaan  berdasarkan RT/RW Kota Solok, izin pemanfaatan lahan tidak akan dikeluarkan”, ungkap Viveri Andra, S.H., M.Si., Kepala Bappeda Kota Solok.

Rapat ini juga membahas Peraturan Daerah (Perda) no. 3 tahun 2015 tentang kemandirian pangan. Perda ini memiliki 11 Bab, 53 Pasal dengan 94 ayat. Perda ini akan ditindaklanjuti oleh masing-masing Kabupaten/Kota di Sumatera Barat melalui instruksi Gubernur. Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumbar mengungkapkan bahwa untuk wilayah Sumatera Barat, kemandirian pangan adalah target Pemerintah karena sebagian besar komoditi pangan (110 dari 112 komoditi) diproduksi di Sumatera Barat.  Hanya dua komoditi, yakni kedelai dan kacang hijau yang bukan merupakan komoditas pangan dari Sumatera Barat sehubungan dengan kondisi iklim daerah.

Kesimpulan rapat adalah anggota Dewan Ketahanan Pangan, dalam hal ini diketuai oleh Walikota, harus lebih tanggap terhadap kejadian-kejadian yang berhubungan dengan pangan, termasuk cadangan pangan pemerintah daerah yang sewaktu-waktu dapat digunakan jika terjadi bencana di Kota Solok. Selain itu kepada warga, terutama ibu rumah tangga, dihimbau agar lebih selektif dalam menghadirkan konsumsi keluarga dan lebih membudayakan konsumsi pangan lokal yang bebas dari bahan berbahaya (Ketapang/Rico).

Bamus Tetapkan Jadwal Kegiatan DPRD Kota Solok

Rapat Badan Musyawarah DPRD Solok
Solok (MC Kota Solok) – Badan Musyawarah ( Bamus ) DPRD Kota Solok mengadakan Rapat untuk menentukan jadwal kegiatan ke depannya, Selasa (26/5). Rapat Bamus tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Besar DPRD Kota Solok. Mengi​n​gat banyaknya pekerjaan anggota DPRD Kota Solok, anggota DPRD mulai bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Badan Musyawarah (Bamus) telah melahirkan jadwal kegiatan yang dimulai Rabu (27/5) dengan agenda rapat Internal Badan Legislasi ( Banleg ) dan dilanjutkan Kamis (28/5) dengan Rapat Paripurna Internal DPRD Kota Solok dalam Rangka Penyampaian 3 (tiga) Ranperda Inisiatif kepada pimpinan menjadi Ranperda Inisiatif DPRD oleh Badan Legislasi, di antaranya Ranperda Penempatan Dana Keuangan Daerah pada Perbankan, Ranperda tentang bantuan hukum bagi masyarakat miskin dan Ranperda tentang Perubahan atas Perda Pencegahan dan Pemberantasan Perbuatan Maksiat di Kota Solok. Sesuai jadwal kegiatan ini akan berakhir Senin 1 Juli 2015 mendatang. Pada hari Senin tanggal 1 Juli 2015 bertempat di ruang sidang DPRD akan berlangsung rapat paripurna dengan agenda Persetujuan terhadap 3 (tiga) Ranperda dari Pemerintah Daerah dan 3 Ranperda Inisiatif DPRD menjadi Peraturan Daerah Kota Solok Tahun 2015.
Dengan telah terjadwalnya kegiatan DPRD Kota Solok, mudah – mudahan lahir 6 (enam) Peraturan Daerah Kota Solok Tahun 2015 sebagai penyalur aspirasi masyarakat  dan sebagai alat pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan nagari Solok. (DPRD/Wahyu)

Pordasi dan Dinas PORKP Konsultasi Persiapan Pacu Kuda ke DPRD Kota Solok

Komisi III dengar penjelasan dari Dispora Kota Solok  tentang kesiapan alek Nagari Pacu Kuda
Solok, (MC Kota Solok) – Pengurus Pordasi Kota Solok bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota solok melakukan sharing informasi dengan Komisi III DPRD Kota Solok, Selasa (26/5). Sharing tersebut bertujuan untuk kelancaran pelaksanaan iven alek anak nagari, pacu kuda, terbuka dan tradisional, sebagaimana dijadwalkan pada tanggal  31 Mei – 1 Juni 2015 yang bertempat di gelanggang pacu kuda Ampang Kualo Kota Solok.
 Acara sharing tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Koodinator Komisi III, Yutris Can, SE, Ketua Komisi III H. Irman Yefri Adang, SH, MH sekretaris Komisi III Ramadhani Kirana Putra, SE, MM dan anggota Komisi III Zulkarnain, turut hadir dalam acara sharing yaitu Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Kota Solok Dusral dan Ketua Pordasi Kota Solok Zulkifli  Joran.
Dalam sambutannya Ketua Komisi III menjelaskan,iven pacu kuda yang akan dilaksanakan tanggal 31 Mei 2015 nanti harus benar – benar siap dengan sarana dan prasarana. Komisi III berharap iven tersebut banyak mendatangkan keuntungan bagi masyarakat Kota Solok. Komisi III menambahkan untuk lebih meriahnya kegiatan iven pacu kuda putaran VII agar ditambah beberapa helai baliho untuk sosialisasi di lapangan.
Kadispora mengungkapkan, secara teknis persiapan di lapangan untuk pelaksanaan ivent pacu kuda sudah siap dan tidak ada permasalahan, selain itu Kadispora juga sudah melakukan pemasangan beberapa buah baliho terkait pemberitahuan acara pelaksanaan pacu kuda. Iven Pacu kuda yang dimaksud ialah pacu kuda terbuka dan tradisional putaran 7, 2015 yang dapat ditonton oleh masyarakat secara GRATIS. Iven ini akan diikuti oleh daerah Sumatera Barat, Medan, Aceh dan beberapa provinsi lainnya, yang telah terdaftar pada periode pendaftaran 16 Mei – 24 Mei 2015 lalu. (DPRD/Wahyu).

Pemerintah Daerah Kota Solok melakukan pemantauan beras

foto pemantauan beras

Solok, (MC Kota Solok) – Maraknya peredaran beras plastik dimedia televisi, media cetak dan media maya membuat Pemerintah Daerah Kota Solok melakukan pemantauan ke lapangan pada hari Selasa 26/5/2015  langsung ke pasar raya, distributor beras di pasar raya dan empat mini market dikota Solok. Mini market tersebut adalah mini market baru swalayan, mata air, tiga putra dan mini market Orchad. Menurut Ir.H.Ikhvan Marosa, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Solok menegaskan bahwa pemantauan ini untuk melihat langsung peredaran beras yang ada di Kota Solok apakah beras plastik seperti diberitakan di media tersebut masuk ke Kota Solok. Hal ini juga untuk memberikan penjelasan ke penjual dan grosir beras tentang ciri-ciri secara kasat mata beras plastik tersebut. Tim Pemantau beras plastik ini adalah Tim Gabungan yang terdiri dari Kantor Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Dinas Koperindag, Bagian Humas , Dinas Kesehatan Kota Solok dan Kantor Pengelola pasar. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan tim, tidak ditemukan beras plastik yang beredar di pasaran. Kepada warga dan pedagang dihimbau untuk waspada dengan adanya berita tentang peredaran beras plastik. Salah satu cara yang mudah dengan mengambil segenggam beras dan menyerikanya dengan sterika panas, jika ada beras yang menempel, bisa dipastikan beras tersebut terbuat dari plastik. Setelah dimasakpun dapat dilihat adanya pemisahan beras plastik dengan beras asli, jika dibakar beras plastik akan langsung terbakar.

Menurut Hj. Yusnimar salah satu penjual beras Kota Solok mengatakan “ beras yang dibeli pedagang yang dijual dipasaran berasal dari beras lokal seperti beras anak daro, banang pulau dan beras sari baganti yang umumnya berasal dari luar Kota Solok. Begitu juga beras yang dijual di mini market berasal dari beras lokal yang sama dijual di pasar raya. Bedanya, dimini market beras sudah dikemas dalam bentuk menarik dalam 5 kg dan 10 kg.

Kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan umumnya meningkat, namun untuk bulan ini terjadi peningkatan stok padi dan beras di heler baik di dalam maupun luar Kota Solok” ujar H.Jamalus salah satu grosir beras Kota Solok. Kebutuhan masyarakat Kota Solok konsumsi beras untuk satu bulan dengan jumlah penduduk 64.819 jiwa (BPS 2014) berkisar 386, 87 ton ( Susenas 2011). Sementara Persedian beras/ stok Kota Solok untuk bulan ini diperkirakan 495 ton ( survey Ketapang 2015). Ringkasnya dalam menghadapi Ramadhan 2015 ini persediaan beras untuk dikonsumsi masyarakat Kota Solok cukup. Hanya saja ada beberapa komoditas pangan yang cendrung naik menjelang bulan Ramadhan tahun ini (Ketapang/rico).

Perpustakaan Keliling Kota Solok Manfaatkan Taman Kota

Mobil Layanan Perpustakaan Keliling Kota Solok

Solok, (MC Kota Solok) – Sebuah mobil penuh buku parkir tepat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Solok atau lebih populer disebut Taman Kota, Jum’at (22/5/2015). Kedua sisi pintu mobil terbuka, terlihat buku- buku tertata rapi di dalamnya. Dua petugas siap melayani masyarakat yang berkunjung ke mobil perpustakaan keliling ini.

“Layanan perpustakaan keliling hadir setiap hari Selasa dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB dan Jum’at dari pukul 16.30 hingga 18.30 WIB” ucap Sepda Ali Sandra, petugas perpustakaan keliling milik Kantor Arsip, Dokumentasi dan Perpustakaan Kota Solok. Layanan perpustakaan ini bertujuan untuk mendekatkan perpustakaan di tengah-tengah masyarakat. Dengan memanfaatkan taman kota dan bertepatan dengan hari pasar Kota Solok, yaitu Selasa dan Jum’at, diharapkan masyarakat dapat beramai-ramai mengunjungi layanan perpustakaan keliling tersebut.

Perpustakaan keliling yang biasa berada di halaman parkir Taman Kota ini menyediakan beragam buku, mencakup buku agama, kesehatan, sosial, bahasa, cerita anak-anak, novel, cerita-cerita islami dan masih banyak lagi. Selain itu, masyarakat juga dapat memperkaya informasi dengan membaca surat kabar daerah dan nasional. (Pustaka/budiman)

Aswarni Makmur Kembali Pimpin FKWIYA Kota Solok

FKWIYASolok, (MC Kota Solok) – Aswarni Makmur, warga Kelurahan kampung Jawa Kota Solok, kembali  terpilih untuk memimpin Forum Komunikasi Wirid Yasin (FKWIYA) Kota Solok untuk lima tahun kedepan. Terpilihnya Aswarni Makmur untuk kedua kalinya ini berdasarkan dari hasil Musyawarah Besar FKWIYA Kota Solok, yang dilaksanakan pada hari Kamis (21/5) lalu di aula Kantor Departemen Agama Solok.

Aswarni mengatakan, secara prinsip keorganisasian FKWIYA merupakan sebuah organisasi keagamaan yang bersifat sosial. Adapun dalam program kerjanya FKWIYA berfungsi untuk memperdalam dan menyebarluaskan Islam lingkungan masing-masing.

Diantara program kerja yang telah dilaksanakannya selama ini adalah melaksanakan pemahaman pentingnya Islam ditengah tengah kehidupan masyarakat. Hal itu dilaksanakan dengan menyelenggarakan wirid Yasin dirumah para anggotanya secara bergantian. Dalam pelaksanaan Wirid Yasin tersebut juga diisi dengan pemberian tausiah, ujarnya.

Sementara itu pada kesempatan lain,  Walikota Solok, Irzal Ilyas Dt. Lawik Basa, saat membuka secara resmi musyawarah besar FKWIYA Kota Solok mengatakan, FKWIYA merupakan sebuah organisasi keagamaan yang perlu mendapatkan respon dan dukungan dari semua kalangan terkait.

Sebab katanya, peran organisasi tersebut didalam kehidupan masyarakat merupakan sebuah tugas yang mulia yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan tanpa ada pamrih apapun, untuk itu Pemerintah Kota Solok akan mendukung sepenuhnya setiap program kerja yang dilaksanakan oleh organisasi keagamaan tersebut.

Prinsip prinsip dasar yang dimiliki oleh organisasi FKWIYA harus tetap dapat dipertahankan, dan janganlah terpengaruh oleh suasana daerah yang sekarang ini diwarnai oleh hembusan yang berisikan nuansa politik, tegasnya.(gia)

Forum Komunikasi Wirid Yasin Kota Solok Gelar Musda Ke- II

Forum Komunikasi Wirid Dan Yasin Kota Solok

Solok, (MC Kota Solok) – Forum Komunikasi Wirid Yasin Kota Solok Gelar Musda Ke- II. Acar ini digelar di aula Kantor Kementerian Agama Kota Solok, Kamis (21/5).

Dalam sambutannya Ketua DPRD Kota Solok, Yutris Can, SE, mengatakan terimakasih kepada seluruh pengurus Forum Komunikasi Wirid Yasin Kota Solok ( FKWIYA ) yang telah mensukseskan pelaksanaan wirid yasin di Kota Solok, DPRD tetap memberikan semangat agar terjalin kerjasama di antara kelompok wirid yasin di Kota Solok. Forum Komunikasi  Wirid yasin telah melakukan kerjasama  untuk masyarakat Kota Solok sekitar 10 tahun.

Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, SE berharap kepada forum Komunikasi wirid yasin Kota Solok kiranya kegiatan wirid yasin dapat dilaksanakan secara terus menerus guna meningkatkan keimanan serta kebersamaan sesama umat Islam khususnya. Selain itu Yutris Can, SE menghimbau dalam pelaksanaan wirid dan yasinan untuk tidak terlibat ke dalam politik praktis. FKWIYA merupakan suatu organisasi yang independen atau organisasi keagamaan. Yutris Can, SE menegaskan kiranya, para jemaah wirid yasin dapat mengikuti dan mengambil hikmah dari setiap kegiatan wirid yasin.

Turut hadir dalam acar ini Walikota Solok, H. Irzal Ilyas DT. Lawik Basa, MM, Kakankemenag Kota Solok, Drs, H. M Nasir, Kabag Kesra Pemerintah Kota Solok, Nasripul Romika, S.Sos  dan seluruh anggota Forum Komunikasi Wirid Yasin Kota Solok.(DPRD/wahyu)