Meriahkan HAB Ke-73, Kemenag Kota Solok Gelar Porseni

Solok, (InfoPublikSolok) – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Ke-73, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok  gelar aneka rangkaian kegiatan salah satunya  dalam bentuk  Pekan Olahraga dan Seni (Porseni),  yang dibuka  langsung oleh Kepala Kankemenag  Kota Solok Drs. H. Burhanuddin Chatib yang bertempat di Halaman MAN Kota Solok,  Rabu (30/11).

Kakankemenag yang didampingi oleh  Kasubag Tata Usaha Samsidir dan Wakil Ketua Panitia Pelaksana HAB Kemenag Ke 73 H. Emil Isra. Kegiatan ini dihadiri  oleh  tenaga pendidik dan siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik Negeri dan maupun Swasta se Kota Solok.

Kepala Kemenag  Burhanuddin Chatib, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya untuk memperingati hari Amal Bakti Kemenag. Porseni itu diawali kegiatan dengan pelaksanan Lomba Tennis Meja  dilanjutkan dengan berbagai pertandingan dan lomba seni yang bernuansa Islam.

“Lomba ini melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan keluarga besar Kemenag. Pelaksanaan kegiatan ini disesuaikan dengan kemampuan masing-masing satuan kerja dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip kesederhanaan dan kekeluargaan,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin  memberikan apresiasi, kepada ASN Kemenag Kota Solok yang telah  melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut Hari Amal Bakti ke-73.

“Alhamdulillah, sangat luar biasa respon bagi tenaga pendidik dan siswa dalam mengikuti kegiatan ini, kegiatan ini merupakan dalam momentum peringatan Hari Amal Bakti Ke-73,” ujarnya. (hd).

Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Kota Solok Dinilai Tim Provinsi

Solok, (InfoPublikSolok) – Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto, SIP, MM menerima kedatangan Tim Penilai Provinsi Sumatera Barat dalam rangka Penilaian Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Keluarga Berencana (KB), dan Kesehatan Kota Solok Tahun 2018, Kamis, (29/11) bertempat di Kantor Camat Tanjung Harapan Kota Solok.

Hadir pada kesempatan itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Solok, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Solok M. Safni, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Delfianto, Perwakilan Ketua TP PKK Kota Solok Ny. Ria Rusdianto, Camat, Lurah serta Panitia Pelaksana Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes Solok.

Tim penilai Tingkat Provinsi Sumatera Barat diketuai oleh Khalidah, SE dengan membawa rombongan Dedi Agus Panto dari BKKBN Sumbar, Syamsu Aprizal dari Dinas Kesehatan Sumbar, dan Nelfrides dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (KB), Penduduk dan Pencatatan Sipil Sumbar

Ketua tim penilai Khalidah, SE mengatakan, penilaian ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu hamil, menurunkan angka kematian bayi, meningkatkan partisipasi generasi muda usia produktif dalam Bidang KB, serta mewujudkan lingkungan bersih dan sehat.

Kegiatan ini sudah berjalan selama 24 tahun, dan kegiatan ini apabila dipikul bersama-sama akan membuahkan hasil yang baik untuk seluruh masyarakat. Pada penilaian tahun ini titik fokusnya pada Kampung KB. Penilaian ini juga sekaligus sebagai evaluasi program Kampung KB yang telah dimulai pada tahun 2016 lalu.

“Tentunya kita harapkan program Kampung KB ini dapat meningkatkan semua output program, sehingga masyarakat dapat meningkat pula kesejahteraan dan kesehatannya,” ujar Khalidah.

Sejauh ini, Provinsi Sumatera Barat termasuk salah satu provinsi terbaik dalam pelaksaan kegiatan Kampung KB di Indonesia. “Mudah-mudahan pada tahun ini banyak nominasi nasional dari Provinsi Sumatera Barat, termasuk Kota Solok,” sebutnya.

Sementara itu, Sekda Kota Solok, Rusdianto mengucapkan selamat datang di Kecamatan Tanjung Harapan. Kesatuan gerak PKK KB Kesehatan ini merupakan suatu rangkaian keterpaduan dalam rangka menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia tanggal 26 September, dan Hari Kesehatan Nasional tanggal 12 November dan Hari Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan tanggal 27 Desember.

Pemberdayaan keluarga menjadi titik tolak dari tujuan akhir kegiatan ini, dimana kita bisa membuat masyarakat terbiasa untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat, membentuk perilaku hidup bersih dan sehat, mengendalikan jumlah kelahiran sehingga akan berdampak terhadap penurunan angka kematian ibu, mengurangi kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi keluarga serta menciptakan lingkungan kota yang sehat dan indah.

Lebih lanjut, Rusdianto menyebutkan, selama kegiatan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan ini dicapai peningkatan capaian peserta KB baru sebanyak 80%. Meningkatnya pelayanan kesehatan dengan tidak terjadinya kematian ibu, menurunnya angka kematian bayi, dan meningkatnya kesehatan lingkungan serta membatasi jumlah kelahiran melalui pembangunan berwawasan kependudukan.

“Sehingga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan peranan keluarga dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas,” tutup Rusdianto. (Dn)

Wawako Reinier Pimpin Upacara Peringatan HUT KORPRI Ke-47

Solok, (InfoPublikSolok)  – Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Negeri (Kopri) Ke-47 di Halaman Kantor Balaikota Solok, Kamis (29/11/2018).

Peringatan HUT Korpri Ke-47 kali ini, mengangkat tema Korpri Melayani, Bekerja dan Menyatukan Bangsa. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Rusdianto, S.IP,MM, Forkopimda, Ketua Pengadilan Kota Solok, OPD Kota Solok, Ketua GOW, Ketua LKAAM dan  Bundo Kanduang serta seuruh ASN yang berada di lingkungan Pemerintah Kota Solok.

Wakil Walikota Solok Reinier ungkap rasa terimakasihnya kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 47 tahun terakhir ini telah memberikan kontribusi besar terhadap masyarakat, bangsa dan negara.

Dihadapkan pada perubahan sosial dan ekonomi yang sangat pesat,  ASN diharuskan banyak melakukan  penyesuaian untuk mengantisipasi perubahan zaman.  Revolusi industri juga telah membawa perubahan sosial politik ekonomi dan budaya di seluruh dunia, terutama perkembangan teknologi informasi melalui platform media sosial yang mampu memfasilitasi masyarakat menyampaikan aspirasi.

“Dengan adanya Perubahan industri yang begitu pesat, diharapkan ASN mampu melakukan penyesuaian dan dapat meningkatkan kualitas kerja dan tata kelola pemerintah serta menjaga akuntabilitas dalam pelayanan kepada masyarakat, yang lebih penting lagi ASN harus mampu open mind guna menimbulkan inovasi-inovasi baru,” ungkap Reinier.

Kegiatan tersebut ditutup dengan Upacara Ziarah Makam Pahlawan di Taman Makam Pahlawan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Solok, Rusdianto, S.IP, MM. (sna)

Bimtek Penyusunan Dupak Angka Kredit Pustakawan

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Daftar Usulan Pengajuan Angka Kredit (DUPAK) Pustakawan, bertempat di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok selama 2 hari (21 -22/11/2018).

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok dalam hal ini diwakili Hj. Ermis, SH Kabid Pembinaan dan Teknologi Informasi, dengan narasumber Yendri Burhakma, SS dan Yelvi Oktaviana, S.IP Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Bimtek tersebut diikuti oleh para pustakawan, calon pustakawan, dan pengelola perpustakaan di lingkungan Pemerintah Kota Solok yang berjumlah sekitar 28 orang

Hj. Ermis dalam sambutannya menjelaskan “Bimtek ini bertujuan untuk mensosialisasikan tentang prosedur dan tatacara pengajuan dan penilaian angka kredit pustakawan, baik pustakawan tingkat terampil, ahli, maupun madya,” jelasnya.

Yendri selaku narasumber mengatakan  bahwa “Penyusunan angka kredit pustakawan saat ini, mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya,” katanya.

Konsep acara disajikan dalam bentuk workshop, diskusi, dan bimbingan teknis. Materi disampaikan secara singkat dan jelas oleh pemateri, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Apabila ada materi yang disampaikan kurang/belum jelas, peserta dapat langsung mengajukan pertanyaan atau saran, sehingga terjadi diskusi interaktif.

Dengan adanya acara ini diharapkan para pustakawan dilingkungan Pemerintah Kota Solok dapat memahami setiap butir kegiatan yang tercantum di DUPAK, serta lebih kreatif dan inovatif dalam berbagai kegiatan kepustakawanan yang dapat mendukung kamajuan satuan kerja dan lembaga induknya. (kd)

Petani Serai Wangi Adakan Demonstrasi Percontohan Sajale

Solok, (InfoPublikSolok) – Semangat petani serai wangi yang dikomandoi oleh Djanuardi patut ditiru. Keterbatasan lahan tidak menjadikan pensiunan pegawai kehutanan tersebut berputus asa untuk mengembangkan serai wangi. Berawal dari Program Kementerian Pertanian yang bernama Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai, Djanuardi terbersit ide untuk menciptakan program serupa yang memasukkan komoditas serai wangi.

Untuk itu, Kamis (22/11/18) bertempat di lahan dekat Jalan Lingkar Utara, Ketua Kelompok Agribisnis Serai Wangi beserta anggota yang didukung oleh Dinas Pertanian Kota Solok mengadakan Demonstrasi Percontohan Tumpang Sari antara Serai Wangi, Jagung dan Kedelai (Sajale).

Kegiatan ini diikuti lebih kurang 100 petani dari Kota Solok dan dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Solok, Drs. Dedi Asmar. Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Agribisnis Dinas Pertanian Kota Solok, Ir. Eka Yulmalida, Kepala Dinas Pangan yang diwakili oleh Wisra, S.Pt, Akademisi UMMY dan KTNA Kota Solok.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian yang diwakili oleh Ir. Eka Yulmalida mengatakan bahwa Pemerintah Kota Solok telah mengembangkan serai wangi sejak tahun 2006 dan telah ditetapkan sebagai satu komoditas unggulan Kota Solok yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Sumatera Barat dan Peraturan Walikota Solok.

“Minyak serai wangi Kota Solok memiliki mutu terbaik di Indonesia dengan kandungan Citronella 45-50% dan Geraniol 90-93% dan di atas standar mutu minyak serai wangi nasional yang hanya mengandung Citronella 35% dan Geraniol 85%. Standar mutu yang terbaik di Indonesia tersebut membuat Pemerintah Kota Solok memandang serai wangi mempunyai prospek untuk dikembangkan, bahkan untuk komoditas ekspor” lanjut Eka.

Djanuardi dalam eksposenya menyatakan serai wangi memiliki masa depan yang cerah. Bahkan dalam setiap kesempatan petani yang ahli membuat produk turunan dari minyak serai wangi ini menyatakan bahwa Pemerintah Kota Solok dapat meraup keuntungan dari serai wangi jika dikelola dalam bentuk BUMD.

Acara tersebut diakhiri dengan pencanangan dengan penanaman bersama tumpang sari serai wangi dengan jagung dan kedelai. (fa).

Peringati Hari Kesehatan Nasional Ke-54: Dinas Kesehatan Gelar Sosialisasi

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok selenggarakan sosialisasi dan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara dalam rangkaian pencanangan Inspeksi Visual Asamasetat (IVA) memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-54 pada masyarakat Kota Solok, selama dua hari tanggal 21-22 November 2018 bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kota Solok.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok dalam hal ini diwakili oleh Kabid Kesmas dan P2P dr. Pepy Lady Soffiany, dengan menghadirkan narasumber dr. Helwi Nofira, Sp.OG dan dr. Vandra Bina Riyanda, Sp. B dari IDI Kota Solok serta Hj. Dice Farida Kasi P2P Dinas Kesehatan Kota Solok. Peserta pada acara sosialisasi ini terdiri dari tokoh masyarakat, organisasi wanita, bundo kanduang dan masyarakat yang sudah menikah.

Hj. Dice Farida, menyampaikan “Penekanan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara di masing-masing kelurahan yang ada di Kota Solok. Masyarakat Kota Solok juga perlu mengetahui penting mendeteksi dini kanker leher rahim dan payudara ini bagi yang telah menikah usia 20-50 tahun kepuskesmas terdekat,” katanya.

dr. Pepy dalam sambutanya mengatakan “dengan mendeteksi secara dini faktor resiko kanker payudara dan kanker leher rahim melalui metode IVA meningkatkan upaya pengendalian faktor resiko kanker terutama pada kelompok masyarakat beresiko dan cara meningkatkan cakupan deteksi dini kanker di Kota Solok, saat ini cakupannya baru 40%,” ungkapnya.

dr. Helwi Nofira, Sp.OG, dalam pemaparannya menjelaskan “Kanker adalah penyakit tumor ganas yang dapat menyebar (metastasis) ke organ-organ yang lain dan menyebabkan kematian. Kanker servik adalah kanker yang menyerang leher rahim. Deteksi ini dapat mengurangi jumlah kematian akibat kanker karena jika kanker ditemukan pada stadium paling dini biasanya dapat diobati sebelum menyebar lebih jauh,” jelasnya.

Lanjutnya, IVA bertujuan untuk mengurangi morbiditas atau mortalitas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan. Dengan IVA dapat diketahui kelainan yang terjadi pada leher rahim. Keuntungan IVA  dibandingkan dengan tes-tes diagnosa lainnya, lebih mudah, praktis, dapat dilaksanakan oleh seluruh tenaga kesehatan, alat-alat yang dibutuhkan sederhana, sesuai untuk pusat pelayanan sederhana,” kata dr Helwi.

“Kanker Payudara (KPD) adalah keganasan pada jaringan payudara yang dapat berasal dari epitel duktus maupun lobulusnya. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak di Indonesia. Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan secara medis. Pengobatan medis terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, dan kemoterapi dan obat penghambat hormon. Dengan menemukan adanya kanker secara dini maka kanker tersebut masih dapat disembuhkan, untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat kanker,” terang  dr. Vandra Bina Riyanda, Sp.B.

Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini nantinya masyarakat Kota Solok diharapkan mau memeriksakan deteksi dini dengan IVA difasilitas pelayanan kesehatan masing-masing dan dapat terhindar dari yang namanya kanker leher rahim dan kanker payudara serta pentingnya deteksi dini ini untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita. (ig)

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok Terima Hibah Buku dari Perpustakaan Nasional RI

Solok, (InfoPublikSolok) – Dalam rangka peningkatan dan pengembangan perpustakaan di daerah, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca memberikan bantuan sumbangan buku kepada beberapa Dinas Perpustakaan Kota yang ada diseluruh Indonesia.

Untuk wilayah Sumatera Barat, ada 7 (tujuh) Dinas Perpustakaan Kota yang memperoleh bantuan tersebut yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Kota Sawahlunto, Kota Payakumbuh, Kota Solok, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang dan Kota Pariaman.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok mendapat bantuan buku sebanyak 925 judul, 1.850 eksemplar yang terdiri dari berbagai bidang dan disiplin ilmu. Buku diterima pada hari Rabu (21/11/2018) bertempat di Ruang Kerja Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok.

Bantuan tersebut diterima langsung Pidriati, Kasi Pengembangan, Pengolahan dan Konservasi Koleksi  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok dari rekanan Perpustakaan Nasional RI.

“Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok bertugas menjamin ketersediaan/pemenuhan kebutuhan buku/bacaan untuk masyarakat Kota Solok, dengan melakukan menambah koleksi buku secara rutin terutama buku-buku best seller yang disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan pemusta”, tambah Pidriati.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok juga menganggarkan setiap tahunnya untuk pengadaan buku, dan dengan adanya bantuan hibah ini dapat membantu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok mewujudkan tugas dan fungsinya dalam pemenuhan/ketersediaan kebutuhan buku/bacaan masyarakat. (kd)

KPU Kota Solok Serahkan APK Peserta Pemilu

Solok, (InfoPublikSolok) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solok serahkan Alat Peraga Kampanye (APK) kepada masing-masing Partai Politik, Tim Kampanye Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Pemilu tahun 2019. Bertempat di aula kantor KPU Kota Solok, Minggu (19/11/2018).

Penyerahan APK peserta pemilu dihadiri oleh Ketua dan anggota KPU Kota Solok, Pimpinan Partai Politik, Tim Kampanye Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Bawaslu Kota Solok, Kapolres Solok Kota, dan OPD terkait serta jajaran sekretariat KPU Kota Solok, PPK dan PPS.

Dalam sambutannya Ketua KPU Kota Solok, Asraf Danil H mengungkapkan berdasarkan Program dan Tahapan Pemilihan Umum tahun 2019, maka KPU RI, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota berkewajiban untuk menfasilitasi Pengadaan APK bagi Partai Politik Peserta Pemilu tahun 2019 dan APK bagi Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden.

“Hari ini seluruh APK telah selesai di cetak, dan diserahkan kepada seluruh partai Politik termasuk kepada Tim Kampanye Pasangan Calon Presiden Nomor urut 1 Joko Widodo dan Mak’ruf Amin serta Pasangan Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo dan Sandiaga Uno,” ujar Asraf.

Asraf berharap kepada partai politik agar dapat memasang seluruh APK tersebut sesuai dengan aturan yang ada, dipasang pada tempat yang telah mendapat izin pemasangan/tempat yang diperbolehkan, tidak dipasang pada tempat yang dilarang seperti; tempat ibadah termasuk halaman, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, Lembaga pendidikan (gedung dan sekolah).

Lebih lanjut Asraf menambahkan bahwa pemasangan APK harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan unsur etika, estetika, kebersihan, keamanan dan keindahan kota, serta melaporkan titik pemasangan kepada KPU Kota Solok sehingga memudahkan nantinya dalam penertiban oleh Bawaslu.

Koordinator Divisi Sosialisasi Arif KPU Kota Solok, Santoso mengungkapkan bahwa APK yang difasilitasi oleh KPU Kota Solok adalah 10 buah baliho dengan ukuran 2 x 3 meter dan 16 Spanduk dengan ukuran 1.5 x 5 meter untuk masing-masing Partai Politik, 10 buah baliho dengan ukuran 2 x 3 meter dan 16 Spanduk dengan ukuran 1.5 x 5 meter untuk masing-masing Tim Kampanye Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden serta 10 buah spanduk dengan ukuran  1.5 x 5 meter untuk masing-masing Calon DPD Provinsi Sumatera Barat melalui KPU Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 16 November 2018 yang lalu. (ys)

Peringati Hari Anti Narkotika Nasional, BNK Kota Solok Gelar Jambore

Solok, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok Reinier,ST,MM yang juga ketua BNK Kota Solok membuka kegiatan Jambore Badan Narkotika Kota (BNK) Kota Solok dalam rangka peringatan Hari Anti Narkotika Nasional dibawah guyuran hujan lebat, bertempat di Taman Pramuka dan Pulau Belibis, Sabtu (17/11).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Subdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Ricky Yanuarfi, Forkopimda Kota Solok, Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto,SIP,MM, seluruh Kepala Perangkat Daerah dilingkungan Pemko Solok, Camat, Lurah, lapisan masyarakat, serta para pelajar.

Kepala Kantor Kesbangpol Kota Solok Fidliwendi Alfi dalam laporannya menyebutkan, Jambore adalah sarana penyebarluasan informasi akan bahaya narkoba. “Kegiatan ini menjadi ajang silaturrahmi dan sosialisasi bahaya narkoba kepada para pelajar dan perwakilan kelurahan, agar nantinya dapat diberitahukan di sekolah maupun lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Jambore kali ini diikuti oleh 450 orang peserta, yang merupakan utusan kelurahan sebanyak 11 orang peserta dari masing-masing kelurahan, dan 22 orang perwakilan pelajar dari Pesantren, SMA dan SMP se-Kota Solok. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dari tanggal17 s.d 18 November 2018 di Taman Pramuka dan Pulau Belibis Ampang Kualo Kota Solok. Kegiatan ini diisi dengan berbagaimacam kegiatan seperti penyuluhan, lomba pidato, lomba tenda bersih dan berbagai acara hiburan lainnya.

Reinier dalam sambutanya menegaskan, BNK Kota Solok akan menggelar jambore ini setiap tahun guna meningkatkan pengetahuan masyarakat akan bahaya narkoba serta mengurangi angka penyalahgunaan narkoba di Kota Solok. Pada kegiatan jambore ini juga dilaunching Kelurahan Anti Narkoba di Kota Solok.

“Kota Solok memiliki 13 kelurahan, dan semua kelurahan sudah siap dan memulai kepengurusan anti narkoba. Ini adalah langkah yang coba kita ambil untuk memberantas narkoba. Berdasarkan data yang diperoleh saat ini, angka persoalan dan permasalahan narkoba setiap tahunnya cenderung meningkat, bahkan para pelajar SMP dan SD ada yang sudah terkontaminasi ” ujar Reinier.

Saat ini disetiap kelurahan di Kota Solok memiliki 2 orang anggota Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Reinier mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mencegah narkoba dan jangan biarkan anak kemenakan kita tertangkap karena kasus narkoba.

“Dengan adanya P4GN ini, kita coba mengajak dan menghimbau masyarakat memberantas narkoba. Peran serta tokoh masyarakat agar terus mendukung BNK Kota Solok untuk pemberantasan narkoba. Jika ada keluarga yang terindikasi, mari kita laporkan kepada Kesbangpol Kota Solok dan BNK Kota Solok untuk segera di assesment. Apabila semua kita tetap acuh, maka mereka akan menjadi pemimpin yang tidak siap nantinya,” tegas Reinier.

Kepala Subdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Ricky Yanuarfi dalam penyuluhannya mengatakan, narkoba merupakan pemicu utama tindak kejahatan seperti pembunuhan, pemerkosaan, perampokan. Diperlukan gerak nyata dari kita bersama memberantas ini sebelum bertambah besar.

Ricky mengatakan, saat ini tak ada satupun instansi di Indonesia yang benar-benar bersih dari narkoba, semua instansi sudah terpengaruh narkoba. Sejauh ini, berdasarkan data yang diperoleh, BNN, Bea Cukai, TNI, Polri memberantas narkoba baru berhasil menumpas sebanyak 5 ton narkoba jenis Shabu di seluruh Indonesia, dari jumlah total Shabu yang beredar sebanyak 219 ton, berarti masih ada 214 ton lagi yang beredar di masyarakat. Sementara, peredaran narkoba jenis Ganja 190 ton beredar di indonesia, yang berhasil diungkap baru sekitar 15 ton.

“Setiap orang yang telah terpengaruh narkoba pasti masa depannya hilang. Untuk itulah, perlu pengawasan kita bersama, ibu/bapak di dalam keluarga jangan hanya diam. Jika keluarga terkena narkoba jangan dianggap aib, namun segera laporkan ke BNN untuk segera di assesment. Kunci utama pemberantasan narkoba adalah ibu dan bapak di dalam keluarga,” tutup Ricky.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama Pemko Solok, Kodim 0309/Solok, Polres Solok Kota, Kejaksaan Negeri Solok dan BNK Kota Solok bersama Forkopimda, Tokoh Masyarakat, Ormas, Pengurus Kampung Anti Narkoba Kelurahan, Pelajar dan seluruh lapisan masyarakat Kota Solok.

Adapun isi kesepakatan itu ialah menjauhkan diri kami, secara pribadi dan keluarga serta anak kemenakan dari penggunaan narkoba apapun. Akan melarang, menghalangi setiap indikasi penggunaan narkoba di Kota Solok. Serta melaporkan setiap kegiatan narkoba kepada yang berwajib, agar tidak meresahkan masyarakat. (dn)

Inovasi Daerah Kota Solok Dinilai Tim Litbang Kemendagri

Solok, (InfoPublikSolok) – Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto, SIP, MM secara resmi menyerahkan berkas inovasi Pemerintah Kota Solok kepada Drs. Asrori, Peneliti Utama Pusat LITBANG Inovasi Daerah pada Badan Penelitian dan Pengembangan, Pusat LITBANG Inovasi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, bertempat di Ruang Kerja Sekda Kota Solok, Rabu (14/11).
Turut mendampingi pada kesempatan itu, Asisten III Bidang Adminsitrasi Umum Setda Kota Solok Drs. Muhammad, M.Si, Sekretaris Balitbang Kota Solok, Afrizal, M.Eng serta Sekretaris Dinas Kominfo Kota Solok, Lusya Adelina, SE. MM.
Berkas inovasi yang diserahkan tersebut merupakan rangkaian penilaian guna meraih Inovative Goverment Award (IGA) dari Kemendagri. Kota Solok berhasil masuk nominasi 10 besar penilaian nasional. Dari 10 besar tersebut, Provinsi Sumatera Barat berhasil mengirimkan 4 perwakilannya, yakni Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Pemerintah Kabupaten Agam serta Pemerintah Kota Solok.
Sekretaris Daerah Rusdianto dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di Kota Solok kepada Drs. Asrori. Rusdianto juga meminta maaf, pada saat bersamaan Walikota Solok H. Zul Elfian dan Wakil Walikota Solok Reinier sedang ada tugas di luar daerah. Namun, berhalangan hadirnya pimpinan daerah saat penyerahan berkas inovasi tersebut, tidak mengurangi sedikitpun keinginan Pemerintah Kota Solok terus melakukan inovasi.  “Bahkan, Wako H. Zul Elfian sangat mendorong setiap Organisasi Pemerintahan Daerah untuk terus melahirkan inovasi-inovasi guna percepatan realisasi kerja pemerintahan,” tegas Rusdianto.
Seusai penyerahan berkas, Drs. Asrori berkesempatan meninjau langsung sampel empat buat sampet inovasi ke OPD yang telah menjalankan inovasi dengan baik. Keempat inovasi tersebut adalah e-goverment pada Dinas Kominfo Kota Solok, Aplikasi Anak Denai pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok, selanjutnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Solok dengan aplikasi Langkok, serta inovasi PSC 119 Smash Care pada Dinas Kesehatan Kota Solok.
Aplikasi Anak Denai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok ialah Antar buku, kemudian menarik dan menggulirkan kepada masyarakat lain. Aplikasi ini sudah dilakukan di 4 kelurahan Kampung Jawa, Nan Balimo, VI Suku, Tanah Garam.
Proses kegiatan ini, kelurahan menunjuk satu orang kader per RT untuk menggulirkan buku, satu RT terdiri dari 24 KK dengan buku yang digulirkan selama 15 hari kemudian dan digulirkan lagi. Setiap rumah KK yang mengikuti program ini sudah ditempeli dengan stiker.
Sementara itu, Disdukcapil Kota Solok dengan aplikasi Langkok (Lahir-Pulang-OK). Aplikasi ini ialah Penerbitan kartu keluarga, akta kelahiran dan kartu identitas anak. Aplikasi ini melalui kerjasama dengan beberapa rumah sakit dan klinik bersalin, yakni RSUD Solok, Rumah Sakit Bersalin Yasmin, Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Bunda, Rumah Sakit Ibu dan Anak Ananda, Bidan Praktek Mandiri En Djalin, Bidan Paktek Mandiri Roza.
Selanjutnya, Dinas Kesehatan Kota Solok dengan aplikasi andalan PSC 119 Smash Care. Aplikasi ini sudah mendapatkan apresiasi luar biasa dan sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Kota Solok yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat. Pasien tinggal menelpon ke 119 dengan bebas pulsa, Dinas Kesehatan langsung menindaklanjuti dengan memberikan informasi kepada Puskesmas terdekat dengan lokasi pasien. Paling lama 10 menit, mobil ambulance Puskesmas beserta tenaga kesehatan akan segera memberikan pertolongan kepada pasien. (dn)