Tingkatkan Hasil Panen dengan Minimalkan Angka Kehilangan Padi

Tingkatkan Hasil Panen dengan Minimalkan Angka Kehilangan Padi

Solok, (InfoPublikSolok) – Kelompok Tani Tunas Kelapa Kelurahan IX Korong sangat antusias mengikuti pertemuan sekolah lapang bersama penyuluh lapangan setempat, Lidia Yuliana, SP dari Dinas Pertanian Kota Solok dengan materi Pasca Panen Padi, bertempat di Rumah Ketua Keltan Tunas Kelapa, Yuniwarti, Kamis (13/9).

Pada kesempatan ini turut hadir Kasi Penerapan Teknologi Dinas Pertanian Kota Solok, Fathoni Abdillah, M.Eng. Diikuti oleh 25 orang peserta, pertemuan kali ini merupakan pertemuan terakhir dari 8 kali pertemuan yang dijadwalkan.

“Kehilangan pasca panen atau dalam bahasa pertaniannya “losses padi” sangat tinggi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Nugraha, dkk (2007), angka kehilangan padi yang terjadi pada penyabitan, perontokan, pengangkutan dan penggilingan mencapai kisaran 10-15%. Dengan demikian jika hasil panen per hektar 6,4 ton, maka jika kita bisa meminimalkan angka losses maka hasil panen mencapai 7,36 ton artinya bisa menyelamatkan 0,96 ton per hektar. Jika harga per kg Gabah Kering Panen Rp. 10.000,- maka petani bisa menyelamatkan uang Rp. 9,6 juta per hektar,” terang Lidia ketika memberikan materi sekolah lapang.

Lidia menjelaskan bahwa usaha yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan hasil panen padi adalah dengan menggunakan teknologi yang ada.

“Teknologi terbaik saat ini untuk pasca panen adalah penggunaan “Combine Harvester”. Dengan alat ini kehilangan panen bisa ditiadakan sama sekali sampai tahap penggilingan, Alat lain adalah “Reaper” berupa pemotong batang padi pengganti sabit. Namun alat ini masih berpotensi menyebabkan kehilangan panen pada saat batang padi rebah dan diangkat ke alat parontokan. Kemudian, “Thresher” berupa alat parontok pengganti alat tradisonal “alat lambuik” atau dengan cara diinjak,” ungkapnya.

Sedangkan Kasi Penerapan Teknologi mengharapkan walau sekolah lapang telah usai, Kelompok Tani Tunas Kelapa tetap menerapkan teknologi budidaya dan pasca panen padi seperti pengolahan lahan sempurna, penggunaan pupuk berimbang, teknologi tanam jajar legowo, penerapan manajemen pencegahan hama terpadu dan penggunaan alat dan mesin untuk efesiensi usaha tani.

“Jika kelompok ini terus menerapkan apa yang telah dipelajari, maka akan meningkatkan produktivitas padi. Disisi lain juga akan meningkatkan angka kunjungan pengunjung ke Sawah Solok yang merupakan Kawasan Agrowisata. Orang yang berkunjung selain menikmati keindahan alam, juga akan mempelajari sistem budidaya padi secara modern,” pungkasnya. (fa)

Tags: , , , ,