Usulan MABIT Warnai Perpisahan di SMAN 2 Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Wakil ketua DPRD Kota Solok, H Irman Yefri Adang, SH. MH menghadiri resepsi perpisahan siswa-siswi kelas XII SMAN 2 Kota Solok. Kegiatan ini bertempat di halaman SMAN 2 Kota Solok,Senin (16/4).

H. Irman Yefri Adang, SH. MH dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada siswa dan siswi SMAN 2 yang telah menempuh Ujian Nasional. Dalam sambutan itu juga, Wakil Ketua DPRD Kota Solok berharap semuanya berdoa agar ketika pengumuman kelulusan siswa dan siswi SMAN 2 ini bisa lulus 100 persen.perpisahan ini bukanlah perpisahan untuk selamanya, diharapkan siswa-siswi setelah selesai kuliah ataupun sukses di dunia pekerjaan bisa berkontribusi kepada sekolah atau almamater ini.

Lebih lanjut Irman Yefri Adang menyampaikan, siswa-siswi SMAN 2 ini harus mempersiapkan diri, yang sekarang sudah tamat SMA agar melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Siswa-siswi ini diminta jangan puas sampai di SMA, karena negeri ini untuk masa yang akan datang membutuhkan putra-putri terbaikĀ  untuk membangun daerah ini.

“Negeri ini nanti akan maju bersama kalian, saya atas nama pribadi dan lembaga DPRD Kota Solok ingin kalian tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri, kalian semua setelah lulus SMA harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan setelah lulus kuliah nantinya sudah miliki Kecerdasan Intelektual, nah itu semua harus diseimbangkan dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual karena itu semua yang menentukan adalah diri kalian sendiri”, kata Irman Yefri Adang.

H. Irman Yefri Adang, SH.MH juga menambahkan saat ini sekolah menengah atas pengelolaannya berada di bawah naungan Provinsi dan banyak program yang berada di Daerah tidak selaras lagi dengan program yang dibuat oleh Daerah seperti Program Mabit (Maghrib Mengaji).

Berkaitan dengan hal ini, sebelumnya Pemko Solok meluncurkan program MABIT, berupa kegiatan pendidikan agama yang dilakukan di masjid di sekitar siswa tinggal atau bermukim. MABIT dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sementara tujuan dilaksanakannya MABIT adalah untuk menumbuh kembangkan aqidah melalui pemberian, pemupukan dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan serta pengalaman peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi manusia Muslim yang terus berkembang keimanan dan ketaqwaannya.

Selanjutnya MABIT bertujuan untuk mewujudkan manusia Indonesia, yang taat beragama dan berakhlak mulia, yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi, menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas masyarakat.

Irman Yefri Adang berharap hendaknya pihak Provinsi dapat mensingkronkan program yang telah di buat oleh daerah khususnya Kota Solok. Semenjak pengelolaan SMA di bawah naungan Provinsi, Program Mabit hanya di lakukan oleh SD dan SLTP saja. (wh).