Walikota Solok Audiensi dengan Menpora RI Terkait Pembangunan Sarana Olahraga di Kota Solok

Jakarta, (InfoPublikSolok) – Walikota Solok, Zul Elfian bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Solok, Dodi Osmond, melakukan audiensi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi, di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, Jumat (23/11) siang.

Rombongan juga didampingi oleh Kepala Bappeda Kota Solok, Jonnedi dan Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, Jusmardi. Walikota dan rombongan diterima pada pukul 14.15 WIB di ruang kerja Menpora, di Gedung Kemenpora Lantai 10.

Menpora Imam Nahrawi menyambut rombongan dengan ramah dalam suasana nyaman dan santai didampingi sejumlah Deputi dan Staf Ahli Kemenpora.

“Kami sangat senang sekali atas kunjungan rombongan dari Pemko Solok. Kami harapkan pertemuan ini bisa menciptakan kerja sama yang nyata dan sinkronisasi antara Kemenpora dengan Pemko Solok di bidang Kepemudaan dan Keolahragaan,” ujar Imam Nahrawi.

Walikota Solok Zul Elfian secara gamblang menyampaikan semua program dan kebijakan di bidang sarana dan prasarana olahraga di Kota Solok. Yakni kemajuan sarana dan prasana yang sudah dilakukan, sedang dilakukan, maupun yang akan dilakukan.

Walikota juga meminta agar Menpora Imam Nahrowi untuk datang ke Kota Solok dengan menghadirkan klub sepakbola internasional pada tahun 2020 nanti, untuk bertanding di stadion sepakbola yang akan dibangun pada tahun 2019 di Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.

Walikota juga memaparkan sejumlah kemajuan sarana dan prasarana olahraga di Kota Solok. Terutama cabang olahraga sepakbola. Yakni Lapangan Merdeka untuk kelas lokal, Lapangan Sepakbola di Kelurahan Tanah Garam, dan Stadion Laing untuk kelas nasional. Di Stadion Laing inilah diharapkan dapat dipertandingkannya laga klub-klub nasional dan internasional kelak.

“Selain pembangunan lapangan sepakbola tersebut, juga akan dibangun satu unit Gelanggang Olahraga (GOR) di daerah Simpang Rumbio dengan memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat. Kemudian pembenahan tempat take off (titik tolak) Paralayang di kawasan Puncak Bidadari, di Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah,” ujar Walikota.

Di akhir pembicaraan Menpora Imam Nahrawi langsung memerintahkan dan meminta kepada deputi dan staf ahlinya, untuk menindaklanjuti serta mencarikan peluang untuk bisa disinkronkan dengan program-program yang ada di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Menpora juga menyambut baik semua program yang direncanakan Kota Solok dan juga berharap Kota Solok bisa jadi Kota Olahraga. Yakni dengan mengadakan kegiatan olahraga yang diagendakan setiap tahun. Tidak perlu banyak cabang olahraga, tapi cukup beberapa cabang namun dapat menghadirkan banyak orang.

“Olahraga dapat berfungsi sebagai sport tourism, atau wisata olahraga. Kota Solok dapat mampu mengadakan iven besar olahraga yang unik sehingga orang akan banyak datang,” pungkas Menpora. (ep)