Wisuda Perdana Pesantren Waratsatul Anbiya’

Wisuda Perdana Pesantren Waratsatul Anbiya’

Ramadhani Kirana Putra, SE, MM saat pembukaan Wisuda Perdana Pondok Pesantren Waratsatul Anbiya
Solok, ( MC Kota Solok )- Ketua DPRD Kota Solok yang diwakili oleh Sekretaris Komisi III Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, memenuhi undangan dari Pondok Pesantren Waratsatul Anbiya Kota Solok, Selasa (9/6). Turut hadir dalam acara tersebut , Kemenag Kota Solok, Dinas Pendidikan Kota Solok, KUA Kecamatan Lubuk Sikarah, Lurah IX Korong serta Unsur tokoh masyarakat.

Kegiatan wisuda perdana tersebut dibuka oleh Ketua Pondok pesantren Waratsatul Anbiya, Tengku Dal Marison, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih banyak kepada Ramadhani Kirana Putra, SE, MM selaku anggota DPRD Kota Solok,yang telah banyak memberikan kontribusinya untuk Pondok Pesantren sejak tahun 2009. Pimpinan Pondok pesantren juga menegaskan bagi orang tua santri agar tidak ragu memasukan anaknya untuk mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren. Dimana setiap santri yang tamat di Pondok Pesantren dapat melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi Negeri dan Swasta di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam acara wisuda perdana ini, secara pribadi dan selaku Ketua DPRD Kota Solok,Ramadhani Kirana Putra, ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengasuh Pondok Pesantren Waratsatul Anbiya Kota Solok yang telah mengembangkan model pendidikan yang menyeimbangkan antara agama dan keterampilan hidup yang diperlukan masyarakat dewasa ini. Program peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, dewasa ini, merupakan program terpenting dan paling strategis dalam pembangunan agama khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya. Hal tersebut karena, keberhasilan program tersebut akan menjadi barometer baik-buruknya kondisi masyarakat Indonesia kini dan masa yang akan datang. Fenomena rendahnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama di masyarakat, serta fakta sosial tentang tingginya penyimpangan sosial di pihak lain, seperti : tingginya kriminalitas dalam berbagai modus operandi-nya, serta dangkalnya ajaran agama, sesungguhnya merupakan tugas berat yang harus diemban oleh pendidikan agama. Di sinilah, terlihat jelas bahwa, pemeranan atau pemungsian secara efektif pendidikan agama/keagamaan dalam penataan kembali struktur masyarakat Indonesia yang beriman, bertaqwa, cerdas, dan berketerampilan hidup menjadi sangat strategis dan menetapkan. Karena, eksistensi dan prilaku masyarakat atau bangsa Indonesia di masa depan akan ditentukan oleh tingkat keberhasilan pemungsian pendidikan agama itu sendiri.(DPRD/wahyu)